Sepintas tulisannya jernih bahkan membela padahal isinya sangat tajam, menyakitkan, menggiring opini orang untuk menganggap kami sebagai pembunuh sehingga kampus kami harus dibubarkan karena tidak jamannya lagi untuk membuat peguruan tinggi dinas dengan biaya dari pajak rakyat. Orang ini harus diberi pelajaran!

Bagaimana dengan kelanjutan sekolah-sekolah dinas setingkat D3 atau S1 atau sejenisnya? Mestinya perlu kaji ulang tanpa niat melucu, mana yang masih relevan, dan mana yang tak diperlukan (cukup dengan diklat berjenjang). Bukan apa-apa, mereka dibiayai dengan uang rakyat NEXT >>
-
1
Ping balik on Apr 16th, 2007 at 10:19 am
[...] Tautan: + Menimbang IPDN + Saya tidak anti-IPDN [...]
April 15, 2007 at 4:53 pm
pertamax
April 16, 2007 at 1:03 am
FYI, gua pribadi gak menganggap SEMUA praja di IPDN adalah pembunuh. Tapi kayaknya LU adalah termasuk senior yang doyan ngegebukin junior ya?
April 16, 2007 at 3:07 am
woi anjing2 masuk kalian ke website yang gw tulis….tunjukin kejantanan kalian…
dasar binatang ynag disekolahkan…..
April 16, 2007 at 9:39 am
Kalau saya sederhana saja:
1 | Zaman sekarang, untuk jadi pegawai negeri biasa Depdagri setara lulusan IPDN tak perlu khusus
2 | Rekrut saja semua lulusan terbaik dari dalam dan luar negeri, melalui seleksi fair, lalu diberi pelatihan, seperti di Deplu, lantas disekolahin lebih lanjut ke PT umum yang bagus. Bahwa bakal ada anak orang kaya, intelek, berwawasan, tamatan sekolah luar negeri (Amrik, Ostrali, Eropah Barat) dengan biaya sendiri mau jadi camat, yah kita harus yakin terwujud — dengan syarat: kalau meritokrasi berjalan, dan imbalannya bagus
3 | Apakah saya anti-IPDN? Tidak. Jadi, demi keadilan, bisa saja nantinya rekutmen secara fair — kalau perlu diaudit lembaga independen — itu terbuka untuk alumni IPDN dan tamatan sekolah umum. Asal-usul sekolah, keluarga, daerah, dan memo, tidak menjadi bahan pertimbangan. Kayaknya bakal banyak yang setuju. Eperibodi hepi deh.
4 | Apakah saya setuju praktik kekerasan di IPDN? Tidak. Tentu tidak. Mutlak tidak.
April 16, 2007 at 11:08 am
IPDNmania
Kami adalah putra putri terbaik bangsa!
——
mungkin beberapa dari praja IPDN adalah yang terbaik, tapi yang membunuh tidak
April 16, 2007 at 6:46 pm
“Kami adalah Putra-Putri terbaik (dalam membunuh, sok jagoan, dan menghabiskan duit rakyat) Bangsa.”
April 16, 2007 at 10:39 pm
Bangga gituh jadi lulusan IPDN? Sekolah yang dibiayai rakyat…yang berarti setiap suap nasi dan tetes air yang dikonsumsi mahasiswa IPDN selama kuliah adalah milik rakyat…gak malu gitu loh…nasi dan air tsb cuma jadi energi buat mukulin junior?
Dan…satu lagi, jaman sekarang ya Mas/Mbak IPDNMania, jaman udah global village…tiap orang harus bisa adu argumen, ngasih pendapat dan ide dengan cara yang cerdas dan simpatik. Yah Mas dan Mbak, Gak gaul sih ya??? cuma ngurung di kampus, gak ketemu orang dari latar belakang dan bidang yang beda, jadi klo ada yang beda pendapat, langsung deh..PUKUL SAJA, JOTOS SAJA?!?!?! Katanya pegawai negeri kok main otot bukan OTAK!!
April 17, 2007 at 1:30 pm
praja meninggal jangan dibesarkan?
sinting!
April 17, 2007 at 3:41 pm
Tilik kalimat ini ..”Orang ini harus diberi pelajaran! “, tidak heran kalau emosi anda sedemikian, karena didikan yang terlalu sering hajar-hajaran,
Wake up, katanya anda anda putera puteri terbaik bangsa ini, apakah hanya memberi “pelajaran” thd orang yang berpendapata lain dengan anda saja yang anda bisa ?.
Duh … saya justru yakin pendapat pendapat anda di blog ini justru akan menjerumuskan IPDN sendiri.
April 17, 2007 at 5:34 pm
pada sekolah di IPDN aja, biar jadi artis, kan hampir tiap hari tuh masuk tivi.
April 17, 2007 at 5:54 pm
IPDN..IPDN…gw kok nggak yakin, ada orang cerdas lulusan IPDN.
Jangan..jangan neh,
kebobrokan negri ini,
banyaknya korupsi negri ini,
banyaknya orang kejam negri ini,
banyak disumbang oleh lulusan IPDN…ck..ck…ck..ck..
bubar wis bubar wae..
April 18, 2007 at 2:55 am
Tapi ya sudahlah!tiga minggu lagi juga basi!
banyak contoh kok kasus2 seperti ini( hal-hal yang berbau jijik, tidak enak, mengundang kernyitan dahi, atau ngak ngik nguk ngek ngok) bahkan yang skalanya lebih besar lagi pun mendadak hilang ditelan waktu dan tipumuslihat!
memang indonesia Negeri yang aneh!
INFOTAINMENT isinya juga aneh2!(cepat sekali ngak ngik nguk ngek ngoknya)
PEMERINTAHAN juga C spasi D!( INI belum selesai, eh muncul ITU)
PENDIDIKAN malah ikut-ikutan nang ning nung neng nong!(50 X 2)
omong-omong soal IPDN…emmm apa ya,
1. SISWI/MAHASISWI (sebutan yang pantas yang mana ya?)sumpah cantik-cantik!
2. Taman di sekitar kampusnya asri banget! sejuk deh buat dipandang!bawa anak bermain disanapun CUOCUOK
3. Pukul-memukulnya juga Jago2! recomended deh buat ikutan kejuaran yang ada ngak ngik nguk ngek ngoknya.
sekian dan terimakasih.
Padi Pak Tani di makan Burung…
jangan Marah ya….
salam untuk Indah Intan siapa gitu yang pasti Praja IPDN ( sumpah kamu cantik banget ^_^)
April 18, 2007 at 3:13 am
gw anak PA….
sudah jelas di masyarakat gimana kerasnya diktalsar kita….
dan itu sudah turun temurun dar taon 1970…..
tapi kita nggak pernah dihujat……
karena kita masuk kesana sukarela….
dan dilatsar kita emang harus keras!!! karena kita akan sering hidup di alam lepas alisa rimba raya……
yang jelas-jelas lebih kuat dari pada manusia….
itu intinya tempatkan sesuatu di tempatnya!!!!
nah loe??? maw jadi camat ato PNS aja pake acara hajar2an????
gebuk2an???
manx klo jadi pns harus sering survival di hutan ya???
manx klo jadi pns pas ada perang jadi front paling depan???
manx klo jadi pns trus ada bencana kalian jadi SAR nasional???koq perasaan sebagian besar anak PA ya yang jadi sar nasional…..
manx klo maw jadi camat harus otot kawat balung wesi???
dah nggak usah ngomong oknum….
nggak usah nyalahin pak INU…..
klo emang nggak salah kan nggak usah tereak2…..
dah lah bubarin aja….ngabis2in duit pajek aja loe-loe pada….
gw ga rela…hasil keringet gw dibuat ngebiyayain sekolah preman…..
April 18, 2007 at 3:33 am
IPDNmania, apakah anda hanya satu orang atau beberapa orang??, meng-atas namakan pribadi atau membawa institusi???
April 18, 2007 at 4:02 am
Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.
Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.
Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan satbilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.
Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.
Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.
Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.
Jadi……
Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 s.d. 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, dan menutup permanen pendaftaran Praja baru mulai tahun 2007
Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !
April 18, 2007 at 8:30 am
gak malu ngaku-ngaku putra terbaik bangsa ?!
kalian masuk IPDN pake kuota bukan pake nilai akademis apalagi IQ
BTW kalian mirip iblis ya, yang diusir dari neraka gara-gara merasa lebih mulia dari nabi adam a.s
April 18, 2007 at 10:44 am
besok KAWASAN PKS SARITEM DI BANDUNG DI TUTUP RESMI OLEH PEMKOT BANDUNG. SELANJUTNYA YANG DI TUNGGU-TUNGGU ADALAH PENUTUPAN IPDN UNTUK SELAMANYA, ITU BERARTI SARITEM = IPDN. SAMA-SAMA AKAN DI TUTUP. BEDANYA KALAO SARITEM PEMUAS NAFSU SEX. KALO DI IPDN PEMUAS NAFSU BINATANG, SEHINGGA CLIFF DAN WAHYU HIDAYAT MENJADI KORBAN. KALAU DI SARITEM KORBANNYA KEENAKAN TERUS MEMBAYAR UANG, LHA KALO DI IPDN GIMANA…… ?
APAKAH SAMA DENGAN DI SARITEM…….
April 18, 2007 at 12:03 pm
Seniorku tercinta….
Hari demi hari telah kulalui di kampus IPDNku tercinta…
Segala Caci maki & Cercaan telah kuterima…
Pukulan demi pukulan juga telah kuterima…
Semua itu kuterima demi harapan keluargaku…
Semua itu keterima demi cinta pada keluarga & bangsaku…
Tapi semua itu kuterima bukan untuk kalian seniorku…
Impian tuk membahagiakan keluarga & bangsa telah lenyap..
Kini ku telah terbujur kaku dgn luka mendalam lahir & bathin
Telah puaskah kalian wahai seniorku???
Kutunggu kalian di peradilan akhir…
Semoga Tuhan memaafkan kalian…
April 18, 2007 at 3:23 pm
woy, jd bubar ga lo!
April 18, 2007 at 3:27 pm
::::::::::::::::::::
Tahukan Anda fakta berikut:
- Aburizal Bakrie pemicu bencana Lapindo, adalah alumni ITB
- Eddie Widiono, Dirut PLN, tersangka korupsi, adalah alumni ITB
- Laksamana Sukardi, penjual BUMN, adalah alumni ITB
- Syaukani HR, tersangka korupsi, adalah alumni UI
- Widjanarko Puspoyo, alumni ???
Terbukti sudah, semuanya akan tergantikan alumni-alumni IPDN!!!
::::::::::::::::::::
April 18, 2007 at 3:29 pm
mbayar berapa sampai lolos?
saya 1999 lulus tes tulis dan psikotes tapi gagal di tes kesehatan.
kabarnya tahun 1999 pasarannya 60juta.
April 18, 2007 at 3:32 pm
Alumni IPDN mana ?!?
Elo bisa ngganti’in ?!?
Kalopun elu yang ngegantiin paling-paling ujung2nya juga sama…
bakal ada lagi… pemicu bencana Lapindo part 2 (lulusan IPDN).
bakal ada lagi… tersangka korupsi PLN part 2 (lulusan IPDN).
bakal ada lagi… penjual BUMN part 2 (lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 3(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 4(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 5(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 6(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 7(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 8(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 9(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 10(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 11(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 12(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 13(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 14(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 15(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 16(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 17(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 18(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 19(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka korupsi part 20(lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka pembunuhan part 38 (lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka pembunuhan part 39 (lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka pembunuhan part 40 (lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka pembunuhan part 41 (lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka pembunuhan part 42 (lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka pembunuhan part 43 (lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka pembunuhan part 44 (lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka pembunuhan part 45 (lulusan IPDN)
bakal ada lagi… tersangka pembunuhan part 46 (lulusan IPDN)
…. to be continued ! (sambungin sendiri ! kebanyakan sih…)
April 18, 2007 at 3:50 pm
Alah, blog ini hits-nya banyak banget yak… Cocok nih buat jualan disini, buat promosi produk. Oiya, Mas/Mbak Admin blog ini (kayaknya sih bukan orang IPDN, orang IPDN gak sempet akses internet kayaknya, bisa dimarahin seniornya atau lagi pusing mikirin nasib mereka), boleh numpang naruh link untuk promosi2 produkku nggak? Kalo diitung2 yang hits udah puluhan ribu yah. Kalau misalkan harus bayar mesti bayar berapa? Tolong dibalas lewat komentar2 disini ya. Makin banyak yang komentar makin banyak yg nge-hits blog ini, makin banyak yang baca iklanku, hehehe. Thanks ya admin blog ini…
April 18, 2007 at 3:50 pm
Sayangnya, saya tidak menemukan mereka yang berkekuatan mental, jiwa ataupun raga disini..
Kalian yang ingin IPDN dibubarkan ..
memperlihatkan rendahnya kemampuan otak kalian!…
Renungkan apa yang saya tulis disini!
”
korban jiwa hanya 37 orang.. tapi lihat juga keberhasilan yang di peroleh IPDN..
Tak ada yang namanya korban….Yang ada hanyalah orang-orang lemah yang layak untuk kalah.
Hanyalah kekuatan mental, jiwa dan raga lah, yang bisa membuat kita menjadi bangsa yang besar….
Orang-orang yang tak siap menjalani laku disiplin sesuai kemauan kelompok andalah orang-orang malang, orang-orang sial…yang layak disingkirkan…..”
HIDUP IPDN…
Maju terus IPDN, hanya segelintir orang lemah tak tahan uji lah yang menginginkan mu surut….
April 18, 2007 at 4:29 pm
Mas/Mbak IPDNMania, kalo bikin tulisan nggak usah emosional kayak gini, ini malah bikin kesan IPDN “angker”. Saya tau, nggak semua orang IPDN itu pembunuh, OS dan perpeloncoan itu udah termasuk tradisi di mana-mana dan bukan hal aneh dilingkungan kampus manapun, saya pribadi juga pernah mengalami yg namanya OS. Tapi terus terang, saya belum pernah melihat kontak fisik OS IPDN seperti yang diperlihatkan dalam video yg banyak beredar. Dengan gaya OS seperti itu, wajarlah kalo akhirnya ada praja yg akhirnya tewas. Dan kalo ada yg tewas, wajarlah kalo akhirnya disebarluaskan di media. Bayangkan kalo anda punya saudara yg mati disiksa tapi kasusnya ditutup2i, apa anda diam saja ? Memangnya manfaat apa yg diperoleh dari penyiksaan fisik kayak gitu, apakah nanti akan dipraktekkan kalo udah jadi pejabat ? Apa manfaatnya bagi kemajuan bangsa ini ? Setahu saya IPDN bukan AKABRI, tetapi kenapa OSnya mirip, bahkan lebih “berat” dari tentara ? Silakan mas/mbak yg katanya putra dan putri terbaik bangsa menjawab sendiri pertanyaan2 sederhana ini. Nggak ada gunanya ditutup2i, toh akhirnya masyarakat jg yg menilai seperti apa IPDN sekarang. – PEACE -
April 19, 2007 at 5:15 pm
korban jiwa hanya 37 orang.. tapi lihat juga keberhasilan yang di peroleh IPDN…….
lu mikir gak sih mbak savitri…..37 itu nyawa….keberhasilan IPDN ya menghabisi 37 nyawa itu…..
COBA RENUNGKAN
MISAL IBUMU DIPUKULI…….DITENDANGI……..DIPERKOSA….
ADIKMU DIPUKULI…….DITENDANGI……..DIPERKOSA….
BAPAKMU DIPUKULI…….DITENDANGI……..DIPERKOSA….
KAKAKMU DIPUKULI…….DITENDANGI……..DIPERKOSA….
SAUDARAMU DIPUKULI…….DITENDANGI……..DIPERKOSA….
TEMANMU DIPUKULI…….DITENDANGI……..DIPERKOSA….
APA KAU TIDAK PUNYA HATI…
MIKIR GAK?
NGEH GAK….
GAK ????? PANTESAN………..
ANAK IPDN GAK NGEH SOAL HATI…….
INSTITUT PEREMPUAN DANCUK NIE……….
SAVITRI………HATI UDAH KERAS KAYAK BATU……..
ILANG DAH RASA ………..
COBA BESOK ANAKMU…DIPUKULI ANAK TETANGGA …………..
MARAH GAK KAMU……….COBA BESOK ANAKMU DI TENDANGI ANAK TETANGGA……….. MARAH GAK KAMU…….
PAYAH………
MENTAL DAN HATI TIDAK DIUKUR DARI TENDANGAN DAN PUKULAN
BARANG BUSUK KOK DIJAGA……TENTUNYA PENJAGANYA JUGA BUSUK……..
GILA LU…….
MANUSIA BERBAJU SERAGAM YANG MANIAK PUKULAN……..
BARANG GITU KOK DIBELA……
IPDN GAK PERNAH ADA PELAJARAN AGAMA YAAAAAAAAA………….
ATO EMANG AGAMA KTP…SEPERTI YANG ADA LOKET KECAMATAN ITU…………..
IPDN MAH GAK KAMPUS YANG GAK PERNAH BELAJAR DARI SEJARAH KEBRUTALAN………..
EMANG IPDN BERHASILLLLLLLLL
BERHASIL MENGUSIR RAKYAT KECIL
BERHASIL MENGUSUR RAKYAT
BERHASIL KORUPSI’
BERHASIL MENARIK UANG KTP
BERHASIL MEMBOHONGI DIRI
BERHASIL MEMBUNUH
BERHASIL MEMUKULI
BERHASIL MENCETAK KEROYOKAN
BERHASIL …..
BANYAK DEH SEMOGA BERHASIL
April 19, 2007 at 5:28 pm
ITU SERAGAM APA YA……..
IPDN…..
IPDN SEX BEBAS…..WELEH WELEH……
SEX BEBAS KOK DIBANDINGIN DENGAN AKMIL…..
YA JELAS AKMIL KALAH 660-0….
660 UNTUK SEXBEBAS DI IPDN……
NIH DAFTAR KEMENANGAN IPDN……….
YANG CE DIPUKUL PAKE KON****
YANG CO DIPUKUL PAKE TANGAN..
YANG CE DITENDANG DIBAGIAN SELANGKANG
YANG CO DIBAGIAN PERUT
YANG CE DIELUS DADANYA
YANG CO DITENDANG DADANYA
YANG CE DIREMAS BOKONGNYA
YANG CO DITENDANG BOKONGNYA
YANG CE MALAM-MALAM DISERBU UNTUK DITIDURI
YANG CO MALAM-MALAM DISERBU UNTUK DIPUKULI
YANG CE MALAM-MALAM DIGAULI
YANG CO MALAM-MALAM DIPUKULI
YANG CE DAPET ABORSI
YANG CO DAPET DADA RETAK
YANG CE DITELANJANG DADA DIREMASI
YANG CO DITELANJANG DADA DIPUKULI
April 20, 2007 at 9:25 pm
Wah Pothol2 neh….
April 20, 2007 at 9:27 pm
edan tenan, nganggo oral sampe pothol anune
April 21, 2007 at 12:16 pm
saya sebagai orang biasa, sangat bisa memahami mengapa di IPDN harus ada pemukulan dari senior untuk mendisiplinkan para yuniornya dengan 2 alasan: pertama para senior tersebut (termasuk pembuat blog ini) memang tidak memiliki pengetahuan apapun dalam mendisiplinkan adik kelasnya dan masyarakat nanti. saya bahkan yakin mereka tidak mempunyai tempat menyimpan pengetahuan apapun yang dalam bahasa awam disebut otak. kedua para yuniornya, karena mengejar sekolah dan makan gratis serta ikatan dinas, masuk dengan cara apapun termasuk suap menyuap dan segala sogokan tentunya juga mereka adalah segolongan orang yang tidak mempunyai pengetahuan mengenai manfat kekerasan tersebut terhadap dirinya. saya juga sangat yakin bahwa para yunior tersebut tidak kuasa menolak kekerasan dari para seniornya karena mereka tidak mempunyai kapasitas apapaun untuk berfikir mengenai manfaat pendidikan seperti itu. dengan kata lain yang mengasuh tak berotak dan yang diasuh juga tak berotak.
sebuah kombinasi sempurna antara dua kebodohan yang tiada tara.
saya sedih ada orang yang mengambil resiko kehilangan nyawa dan masa depan hanya untuk menjadi pegawai negeri memperebutkan gaji tak seberapa dan pensiun merana…
April 21, 2007 at 12:40 pm
halllaahhh…
IPDN GOBLOG… tetep aja goblog, elu bisa apa sih? hah? bisa buat apa buat negara? gua tantangin itung2an matematika luh? ato berantem juga boleh? lu goblog semuanya, tolol, tau gak, udah ada yg mati masih bilang tidak sehina itu, hanya segitu, dll… sakit lu semuanya…
org disekolahin itu untuk buat sesuatu yg baru, mikir, kreative, kalo senior2 elu di pemerintahan itu koruptor, ya jangan lu ikutin donk… lu buat yg positip, apa kek, buat lomba kecerdasan apa kek instead of harus mukulin anak orang sampe mati.
gua punya masa, inget itu, gua bisa bakar kampus lu… pasti, tinggal nunggu waktu aja… gak lama lagi, liat aja…
you are gonna spill your blood buddy… it hurts you… you’re gonna feel what the death body feel… ga percaya? tunggu dalam bbrp minggu ini…
jadi gak usah banyak omong lu..
April 21, 2007 at 12:46 pm
kita bunuh aja savitri, kremasi aja yuk… kita liat aja, lemah gak dia, kalo dia kuat dipukuli, berarti emang bener apa kata savitri, semua harus dipukuli kalo mo jadi bangsa yg kuat… hahaha… tolol lu… otak tuh dipake… liat tuh negara orang, otak yg dipake supaya bangsa ini maju, bukan mukulin anak orang… sakit lu…
April 21, 2007 at 12:49 pm
IPDN gak ada gunanya, dulu tahun2 dulu gak ada IPDN, gapapa kok… emang yg buat kita2 pergi jauh ke pulau sebrang shg gak berenang itu IPDN??/ huahahahaha… lucu luh… bikin pesawat, bikin mobil, bikin baju yg lo pake, gak perlu IPDN…
gua gak akan pernah nyekolahin sanak sodara gw ke IPDN… sekolah banci, beraninya sama junior…
April 21, 2007 at 12:51 pm
begini, koruptor perlu dibunuh, setuju gw, tp pembunuh yg di IPDN juga, perlu dibunuh…
April 21, 2007 at 1:32 pm
Oh, ya! Tentu saja, putra-putri terbaik bangsa, calon penguasa-penguasa, beri kami “pelajaran”!
April 21, 2007 at 1:35 pm
savitri ..savitri …
37 korban yang lo bilang “hanya 37″ itu nyawa manusia ..
otak lo ketika nulis di blog ini di taruh di mana ???
lo gak mikir pas nulis itu ..
atau lo pura2 gak liat / pura2 gak tau ketika ibu dari praja IPDN asal kalbar yang baru bisa datang setelah 10 tahun anaknya meninggal …
atau lo masa bodo’ ketika keluarga praja asal klaten tiba2 mendengar kabar kalo anaknya meninggal karena serangan jantung …
atau orang kayak lo bisanya membela kelompok yang lo bangga-banggain tanpa make hati dan logika ..
atau itu adalah hasil didikan dari tempat lo belajar sekarang
open your mind aja lah ..
terlalu banyak kata makian di sini kalo di teruskan ..
yang jelas indonesia justru gak butuh orang2 kayak lo …
April 21, 2007 at 3:20 pm
Jayalah IPDN
Apr 18th, 2007 at 3:27 pm
::::::::::::::::::::
Tahukan Anda fakta berikut:
- Aburizal Bakrie pemicu bencana Lapindo, adalah alumni ITB
- Eddie Widiono, Dirut PLN, tersangka korupsi, adalah alumni ITB
- Laksamana Sukardi, penjual BUMN, adalah alumni ITB
- Syaukani HR, tersangka korupsi, adalah alumni UI
- Widjanarko Puspoyo, alumni ???
Terbukti sudah, semuanya akan tergantikan alumni-alumni IPDN!!!
hehehe hehehe ni orang lagi mabok kali yeeeee..
April 21, 2007 at 3:24 pm
kalo aje gw jadi bupati ….maka alumni IPDN gw bikin jadi penjaga kebun
kalo aje gw jadi gubernur….alumni IPDN alumni IPDN gw bikin jadi supir gw
kalo gw jadi presiden….alumni IPDN gw jadiin jadi tukang sayur kale……….
wakakakakakakaa wakakakaakwakakaakwakakakaka
April 21, 2007 at 3:34 pm
Tak ada yang namanya korban….Yang ada hanyalah orang-orang lemah yang layak untuk kalah.
Hanyalah kekuatan mental, jiwa dan raga lah, yang bisa membuat kita menjadi bangsa yang besar….
Orang-orang yang tak siap menjalani laku disiplin sesuai kemauan kelompok andalah orang-orang malang, orang-orang sial…yang layak disingkirkan…..”
savitri…savitriii
klo lo mang monya kaya gitu….tar deh gw kirim kontingen gwe tuk masuk IPDN
1. wiro sableng
2. sibuta dari goa hantu
3. jaka tingkir
4. satria baja hitam
5. ki joko bodo
6. power rangger
biar lo tau rasa ngegebukin orang…… malah terus dibales dihajar balik……..
April 21, 2007 at 3:37 pm
savitri…savitriii
klo lo mang monya kaya gitu….tar deh gw kirim kontingen gwe tuk masuk IPDN
1. wiro sableng
2. sibuta dari goa hantu
3. jaka tingkir
4. satria baja hitam
5. ki joko bodo
6. power rangger
biar lo tau rasa ngegebukin orang…… malah terus dibales dihajar balik……..
April 21, 2007 at 4:32 pm
sebenernya yang loe2(senior ipdn) lakuin pasti sama
ama yunior loe akhir turun temurun
trus klo seumpama anak loe masuk tuh kampus
trus mati gimana coba
apa loe masih bisa bicara kayak gini dan ga ngaku klo loe salah
sebenernya loe punya otak ato hati kagak sih
klo loe bilang loe putra terbaik bangsa
dari sisi mana loe bisa bilang baik untuk menjadi kandidat
sepuluh orang pemuda terbaik untuk bung karno aja ga
masuk
loe sama sekali ga pernah mikirin orang lain apalagi yang
loe gebukkin gitu mau mikirin negara mang nya bisa
loe punya modal apa mau ngerubah negara
apa mungkin negara kita ga pernah maju karna
di IPDN orang nya kaya loe semua
klo loe masih tetep nganggep klo loe emang putra bangsa
terbaik
apa yang udah loe kasih ke negara Indonesia tercinta
oh ya aku tau korban penyiksaan ma pelanggaran HAM
free sex dan tindakan anarkis lainnya
n selamat negara mu dah tambah ancur karna loe putra
nya yang TERBAIK sudah memberikan yang TERBAIK juga
pelanggaran HAM dan kekerassan selamat bozzz
BAJINGAN lOE semua
April 22, 2007 at 10:57 am
aku pikir kalo’ kekrasan sekarang ini emang udh bukan jamannya lagi. setuju gak? emang di akademi TNI itu mungkin ada pemukulan, aku yakin mesti aDA!percaya gak? tapi yang namanya orang mukul, gebug itu harus ngerti yang mana aja bagian yang bisa di gebug kenceng, bisa di gebug pelan ato yang mana yang gak bisa di pukul. setuju gak?
tapi mungkin di IPDN yang katanya tempat putra putri terbaik pilihan se tanah air ini belum tau gimana caranya gebug yang bener, gebug kasih sayang sama juniornya..? setuju gak?
dan aku juga punya temen yang sekarang kul di IPDN gak perlu tak sebutin nama2 nya lah…?
yang pasti aku tau pasti perasaaan temen2ku yang ada di IPDN sekarang ini pasti kecewa ama apa yang di katakan oleh semua orang..?
karena orang2 tesbt munkin gak tau bagaimana rasanya di Didalm IPDN itu….?
April 22, 2007 at 11:03 am
munkin kalo’ tak pikir2 kalo’ pengen adu kekuatan gak usah kaya’ gitu yach….
mending di tuker aja antara Praja IPDN ama TARUNA AKADEMI TNI.
kira2 mampu gak yach praja…….?
April 23, 2007 at 9:44 am
Permisi Praja dan Praji!
numpang lewat, kebetulan kami melewati kampus IPDN.
Sebenarnya kalian adalah putra putri terbaik bangsa setidaknya kampus IPDN itu keren banget, jauh sama kampus STAN (Bintaro – Jatinangor, jauh kan?).
Di dipekarangan Kampus STAN Kami punya kambing sedangkan IPDN kambing gak tega masuk (setidaknya kambing punya prikebinatangan), Harusnya kalian bangga menjadi mahasiswa PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) terbaik di Indonesia.
Sayangnya diatas langit ada langit, jika langit ada tujuh IPDN adalah El Nino (Awan Panas dibawah langit).
Sebagai Alumni STAN kami sangat iri karena:
- Kami gak bisa mukulin dan membunuh adik kami (paling cuma bisa cengengesan di warteg)
- Gak dapet makan gratis (paling cuma bisa cengengesan di warteg)
- Gak ada asrama (paling cuma bisa cengengesan di depan warteg)
- Gak ada seragam mahalmelainkan baju koko murahan (paling cuma bisa cengengesan nonton seragam anak IPDN di TV warteg)
- kami masih bisa geger otak termasuk si mbok jualan warteg (IPDN ?)
Jangan pernah menyalahkan SAVITRI, yang salah adalah orang yang telah menghilangkan otaknya.
April 23, 2007 at 12:09 pm
IPDN jangan dibubarkan, Itu Keputusan Saya
anak asuh saya di Saritem, saat ini kebingungan mencari lokasi, dan pengasuh pengasuh yang yang berkualitas seperti Mba Savitri “tegaan, tidak bermoral dan pasti perpengalaman “melayani” dan tukang pukul seperti praja-praja yang terlihat di TIPI….
dan saya pikir
hanya itulah satu-satunya alasan IPDN Harus tetap berdiri,
hanya itulah satu-satunya keahlian yang bisa didapat oleh praja dan praji IPDN
dan kalo lokasi,
gimana kalau kampus IPDN jadi gantinya Saritem,
semoga Pak Ryas Rasyid membaca tulisan Saya,
BUat Mbak savitri , bisa gak minta no HP-nya,
saya ada perlu dengan Mbak…
April 23, 2007 at 12:13 pm
Wahai para penghujat, sudahlah tak gunanya kalian cuma bisa berkoar,apapun ocehanmu institusi kami akan tetap berkibar jaya karena kami kebal, kalian hanyalah pecundang kerdil yang tak atu apa2 yang bisanya hanya menghujat, sementara kami adalah para calon pemikir masa depan yg sarat akan kerja keras dimasa datang kalian2 ini akan kami bawa ke dunia kemakmuran jadi jinjunglah kami para praja pilihan bangsa, yang sudah terjadi biarlah berlalu karena tidak akan kembali kita harus berfikir kedepan IPDN adalah institusi terbaik dari yang terbaik…. IPDN adalah aset bangsa yang harus di pertahankan dan junjung tinggi, kami para pradja adalah utusan rakyat… wakil dari daerah terbaik, jangan lah berfikir untuk bisa menggoyang IPDN supaya di bubarkan .. karena kami institusi kami akan bertahan sampai kapanpun dengan segala tradisinya dan segala peraturan disiplin yg nota bene mengalahkan MILITER.. kamilah yang terbaik.
April 23, 2007 at 12:47 pm
Eh saut gak usah banyak oceh diam aja loe, bawa2 marga lagi, Nggak usah belagu loe, pake bilang yang terbaik lagi, sini kita adu otak, gw kasih dua soal kalkulus juga udah pada koit tuh anak IPDN, atau di IPDN pada gak kenal kalkulus lagi???
Gak usah merasa paling hebat deh, inget diatas langit masih ada langit , praja IPDN semua congkak merasa paling hebat, diadu ama anak PTN juga modar luh pada
April 23, 2007 at 12:57 pm
Abang Saut,
ih malu-maluin orang sumut
kuliah di IPDN
membuat orang berpikir kita orang cuma punya otot dan dengkul aja,
kagak punya “otak”
abank keluar ajah yach,
masuk ke Unwim aja,atau IKopin
lebih bergengsi,
keluar bank yach
(EnBe : Kalau LOe gak Mau dikasih tahu baek-baek,
nanti Loe datang ke Barak Jawa Barat atau angkot 05 Cicaheum-Cibaduyut, GUe Hajar Lo)
TTD
Sumut Senior
April 23, 2007 at 1:11 pm
Abang saut tercinta….
belajar nulis dulu ya….
ntar kalo dah gede baru jadi pemimpin…
skarang pergi bobo ya….
jangan lupa gosok gigi ya……
adek jangan digodain mulu ya bang ya….
April 23, 2007 at 1:26 pm
Saut ..saut …
berapa lulusan IPDN sekarang …100,1000,10.000 or more…
dan buktinya negara ini tambah baik or ???
ada alumni yang jadi ajudan walikota , sekarang jadi terdakwa (itu bukan bukti) …ada alumni yang jadi PNS sekarang jadi tersangka ( masih kurang bukti ) …
saut …saut …hidup bukan cuma IPDN , dan IPDN …
hidup bukan cuma bisa bilang “kami putra putri terbaik bangsa ”
hidup bukan cuma bilang bela sungkawa ketika junior2 kalian die ..
hidup bukan cuma bilang “kami menyesal” ..
bukan cuma bilang “kematian junior di sebabkan oleh oknum IPDN”
di IPDN lo buat bangga orang tua lo ..tapi lo buat nangis seumur hidup orang tua junior2 yang lo kill ..
menyedihkan untuk orang2 seperti lo …
April 23, 2007 at 3:54 pm
SEBENARNYA PRAJA IPDN ITU CUMA PREMAN KAMPUNG YANG MENCOBA MENCARI HAL BARU DI KOTA………MAKANYA MERKA TETAP SAJA KAYAK PREMAN
BERAPA PRAJA YANG MASIH MEMILIKI HARGA DIRI, MARTABAT,
DAN KEPERJAKAAN/KEPERAWANAN….
BANGSAT IPDN
April 24, 2007 at 9:00 am
Kalian yang ingin IPDN dibubarkan ..
memperlihatkan rendahnya kemampuan otak kalian!…
tolong simak dan Renungkan apa yang saya tulis disini!
”
korban jiwa hanya 37 orang.. tapi lihat juga keberhasilan yang di peroleh IPDN….ada yg bisa jawab ??
Tak ada yang namanya korban….Yang ada hanyalah orang-orang lemah yang layak untuk kalah…dan tersisih
Hanyalah kekuatan mental, jiwa dan raga lah, yang bisa membuat kita menjadi bangsa yang besar….kuat
Orang-orang yang tak siap menjalani laku disiplin sesuai kemauan kelompok andalah orang-orang malang, orang-orang sial…yang layak disingkirkan…..karena akan jadi beban negara”
JAYALAH IPDN…(SUMATRA UTARAKU >> HORAS)
Maju terus IPDN, hanya segelintir orang lemah tak berarti dan tak tahan uji lah yang menginginkan mu pupus
April 24, 2007 at 9:33 am
Saut…saut…..
dangkal bener otak lu tuh….
ga pernah ngenyam pendidikan kali ya lu tu…
kalo mo ngomong soal disiplin tuh cari tahu dulu di kamu…
tuh kata artinya apa….
tanya anak SD tuh yang sering buka kamus…..
baru ngomong…
ini aja belepotan kaya gitu…
kelahiran taon 193….berapa seh lu…
April 24, 2007 at 9:58 am
Salut buat SAUT …. Salut buat kegigihan lu pertahanin tuh APDN tp lu perlu buka mata sedikit jgn cuma tidur dong, coba kalo Cliff Muntu itu anak Lo yang lu harapin nantinya jadi kader di daerah ternyata yg datang hanya mayat yg penuh dgn luka penganiayaan? Pikir dong lu..
Boro2 mo pertahankan IPDN kampus yg penuh dgn kebobrokan daftar sebagai prajanya aja skrg mah ga ada yg mau… mau berapa banyak lg putra/putri terbaik bangsa yg mati sia-sia? Emang seberapa banyak lulusan APDN/STPDN/IPDN yg berhasil menjadi pioneer pembangunan? Yg ada hanya kader2 preman, ahli korupsi dan suap yg hanya menghabiskan duit negara aja… Bener2 ANCUK>>>>>> IPDN ANCUK….. BUBARIN AJA LEBIH CEPET LEBIH BAEK
April 24, 2007 at 10:17 am
Riwayat Pendidikan Saut
SD ANCuk 3 Sidikalang, tidak lulus tapi karena mengancam kepala sekolah dengan mengerahkan preman-preman diluluskan tahun 1990
SLTP Ancuk Sidikalang , tidak lulus, tapi kerena mengancam kepala sekolah dan memukuli anaknya yang baru berumur 3 tahun akhirnya diluluskan 1993.
SLTA Uncuk Sidikalang, Tidak Lulus, Tapi karena membakar satu unit ruang kelas akhirnya diluluskan,sempat mendekam di tahanan polda sumut, tapi melarikan diri ke Sumedang…
Jadi Preman di Cikeruh, penjaga lokalisasi…
membawa puluhan supir angkot 05 Cicaheum Cibaduyut, menagancam rektor IPDN agar terdaftar sebagai Praja IPDN…
Masuklah Saut Ke IPDN, Bilangnya dengan bangga saya kontingen SUMUT, putra Pilihan dari Sumut
Begitulah Kawan-kawan ,
Riwayat Singkat Saut_Harahap
Bang Rinto Harahap pasti langsung mengarang lagu,
Judulnya “betapa terhinanya aku, punya Saudara Saut”
April 24, 2007 at 12:54 pm
Pastikan Anda tidak melewatkan laga ini. Persib Bandung akan menjamu musuh bebuyutannya, Persija Jakarta, di Stadion Siliwangi, sore nanti. Boleh jadi, inilah salah satu duel terbesar di pengujung putaran pertama Liga Indonesia 2007.
Bukan bermaksud meremehkan laga lain, pertemuan kedua tim memang selalu mengundang rasa penasaran. Bukan cuma hasil, tapi juga kejadian- kejadian di dalam dan luar lapangan yang selalu menjadi bumbu penyedap dari bentrok dua raksasa.Mulai dari kasus penamparan salah satu oknum suporter Persib Bobotoh kepada wing bek terbaik Persija Ismed Sofyan,kasus pemukulan dan pembunuhan di IPDN sampai aksi penolakan Maung Bandung tampil di Stadion Lebak Bulus pada musim 2005.
April 24, 2007 at 4:10 pm
@s4ut_Harahap (kontingen sumut)
eh monyet, pake nama asli loe kalau berani, gak usah ngaku2 dari sumatera utara trus bawa2 marga lagi
sumut gak butuh lulusan IPDN, kalo emang loe orang batak sini kita fight pake bahasa batak
April 24, 2007 at 4:15 pm
@s4ut_Harahap (kontingen sumut)
eh monyet, pake nama asli loe kalau berani, gak usah ngaku2 dari sumatera utara trus bawa2 marga lagi
sumut gak butuh lulusan IPDN, kalo emang loe orang batak sini kita fight pake bahasa batak
DASAR BODAT, BEGU, BIANG, HUPAMATE HO
April 24, 2007 at 4:45 pm
@s4ut_Harahap (kontingen sumut)
bener-bener dah….
April 25, 2007 at 12:39 am
Tertarik dengan tulisan mas S4ut yang mengatakan “korban jiwa hanya 37 orang.. tapi lihat juga keberhasilan yang di peroleh IPDN….ada yg bisa jawab ??”
Sebagai instropeksi diri (saya tidak me-generalisir seluruh mahasiswa/i IPDN karena saya percaya ada sebagian yang baik), silahkan berkunjung ke eks kampus kami di Jurangmangu (kampus STAN). Akan terlihat jelas bahwa seragam anda lebih baik dari pakaian yg kami gunakan tapi hanya dari segi itu nilai lebih yang anda peroleh.
Dapat kami pastikan 99% bahwa kami lebih unggul dari segi ilmu, jiwa, sosial, idealisme dan lain-lain.
Seharusnya saudara berpikir untuk membuat pernyataan tersebut, kami sebagai alumni PTK sangat malu dengan adanya insident yang terjadi di salah satu PTK yang mengaku terbaik di Indonesia.
Kesalahan tersebut harus diterima dan diperbaiki dengan sikap terpuji bukannya disembunyikan dan dipertahankan.
April 25, 2007 at 8:42 am
DUA SEJOLI YANG GAK PUNYA OTAK…..
Kasihan deh lu………………..
kasihen……..deh klo otakmu telah dikeluarin oleh seniormu………………
April 25, 2007 at 9:06 am
Skandal penganiayaan praja Cliff Muntu masih belum berakhir. Seperti kematian Wahyu Hidayat pada 2003 akibat penganiayaan para seniornya, fakta kematian praja asal Sulawesi Utara ini ternyata hendak ditutup-tutupi oleh petinggi dan dosen di kampus pencetak birokrat Tanah Air ini.
I Nyoman Sumaryadi, rektor yang kini dinonaktifkan, awalnya selalu menyebutkan Cliff tewas akibat penyakit lever. Namun setelah penyelidikan polisi berkembang, barulah ia memberikan kesaksian yang sebenarnya. Yaitu, Cliff tewas akibat penganiayaan praja nindya di barak DKI pada 3 April lalu. “Pada malam kegiatan pembinaan pataka (latihan pengibar bendera IPDN), dia (Cliff) terlambat sehinga terjadi egoisme korp,” Nyoman mengungkapkan.
Saat kematian Cliff terkuak, Kepolisian Resor Sumedang yang menangani kasus ini langsung memeriksa dan menahan para senior IPDN yang terlibat. Jumlah mereka lebih dari 10 orang. Sebagian dari mereka kini sudah menyandang status tersangka.
Pelan tapi pasti, misteri kematian Cliff ini terus menemukan titik terang. Sejumlah orang dalam termasuk dosen IPDN Inu Kencana melaporkan kejadian-kejadian penganiayaan yang terjadi di kampus yang dahulu bernama Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam negeri (STPDN). Inu melaporkan cara-cara penganiayaan yang dilakukan praja nindya kepada polisi dan berbagai media. Begitu juga soal jumlah 35 praja yang tewas di IPDN selama kurun waktu 1990 hingga 2003. “Betapa sakitnya pukulan-pukulan praja senior itu,” kata Inu.
Berkat laporan orang tua praja, terungkap juga kejahataan lain. Jasad Cliff ternyata disuntik satu liter formalin setelah tewas dianiaya. Sang penyuntik adalah Supandi alias Iyeng, karyawan sebuah yayasan kematian di Bandung. Iyeng mengaku menyuntik formalin atas perintah Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN Lexy M. Girott untuk mengaburkan penyebab kematian Cliff [baca: Iyeng Supandi Mengaku Menyuntikkan Formalin].
Iyeng menambahkan formalin yang disuntikkan ke tubuh Cliff sebanyak lima kali di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Setiap suntikan sebanyak 350 cc. Atas jasanya itu Iyeng mendapat imbalan Rp 300 ribu dari sang dekan.
Dari penelusuran tim Sigi, Cliff adalah target para senior yang lama geram lantaran sepak terjangnya yang kerap vokal dan kritis. Sebagai ketua kontingen dari Sulut, Cliff sering mewakili teman-temannya mempertanyakan sejumlah kebijakan yang janggal di IPDN. Protesnya di antaranya soal praktik pungutan kepada praja dan pemotongan gaji sebesar Rp 65 ribu oleh pimpinan kampus semi militer ini.
Kekerasan di kampus yang dibiayai rakyat ini memang tak berubah setelah kematian Wahyu. Tim Sigi menemukan sebuah lorong dalam sebuah bangunan yang kerap dijadikan arena penganiayaan praja nindya terhadap para junior. Kekerasan brutal para senior kerap dilakukan di lorong ini.
Selain itu, sejumlah sel tahanan yang mirip penjara juga ditemukan tim Sigi di kampus calon abdi negara. Menurut seorang sumber, sel-sel itu kerap digunakan untuk menghukum praja yang melanggar aturan. Tak hanya itu, di dalam Kampus IPDN ternyata ada sejumlah kuburan di dekat sebuah semak belukar yang tak jauh dari klinik kampus. Ada juga beberapa makam dengan batu nisan tanpa nama.
Keberadaan makam tanpa nama mengingatkan pada cerita praja yang menghilang tanpa jejak. Sebut saja praja asal Kalimantan Timur bernama Abdul Rahman. Praja angkatan 1991 ini menghilang setelah menimba ilmu di STPDN. Keluarga sudah 15 tahun tidak mendengar Rahman. Tak sedikit pun ada kabar tentang nasib Rahman dari pimpinan STPN.
Sel tahanan dan lorong penyiksaan serta makam itu sepertinya menggambarkan kekerasan yang terjadi di IPDN. Kejam. Ternyata pascakematian Wahyu, kekerasan oleh praja senior berulang. Cliff yang kemudian menjadi korban. Sementara perubahan yang dulu dicanangkan pemerintah hanya wacana, apalagi setelah STPDN berganti nama IPDN.
Kini, Nyoman memang telah dicopot sebagai rektor. Sementara pemeriksaan para saksi dan tersangka yang tak lain praja senior masih terus dijalankan Polres Sumedang. Pemerintah juga masih berupaya membenahi permasalahan IPDN dengan membentuk tim evaluasi yang dipimpin Ryaas Rasyid. Tapi desakan sejumlah daerah memboikot pengiriman praja ke IPDN tampaknya tak bisa dibendung [baca: Ryaas Rasyid Optimistis Mereformasi IPDN].
Masyarakat Indonesia bisa dikatakan sudah terlukai hati nuraninya dengan skandal kekerasan di kampus yang didanai dari negara sebesar Rp 150 miliar per tahun. Kematian Wahyu dan Cliff ini mungkin harga mahal yang tak mungkin menghapus sejarah kelam IPDN
April 25, 2007 at 9:33 am
Kata Pak Faisal Basri”orang-orang yang masuk IPDN adalah mereka yang tidak masuk, ITB,UI, AKMIL,… dan seterusnya”
boleh gak saya tambahin “dan gak masuk STAN” ?
boleh yach… ?!!
April 25, 2007 at 10:29 am
terserah kau lah para penghujat…
tau apa kau soal kampusku ??? boodat kalian semua .. pinahan lobu .. kau …. apalah kata dunia jayalah IPDN !!!
April 25, 2007 at 10:49 am
ngak….ngak…ngak……
saut…saut….
tak saut sikil kiwomu tak banting modar….
“terserah kau lah para penghujat…”
cemen lu…
binatang kaya gini kok mau dijadiin manusai terbaik bangsa..
bangsa monyet emang bener tuhh…
so…masih nunggu apa lagi….
udah lari sana ke hutan…..
April 25, 2007 at 10:57 am
kampret saya kurang selera nanggapin tantangan murahan mu, sory saya tidak di level kamu.
jadi anjuran saya .. DIAM lah kau
April 25, 2007 at 11:57 am
apakah dengan bubarnya IPDN,
(malah jadi nambah klo IPDN dibuarkan
)
ekonomi jadi stabil ??? …. tidak tuh
penggangguran berkurang??? tidak tuh
kekerasan hilang ??… tidak juga tuh
atau yg meninggal hidup lagi ??? … tidak juga tuh
…..
JADI untuk apa IPDN dibubarkan .. ???
cari2 kerjaan aja kalian ini
April 25, 2007 at 12:19 pm
ha…ha…ha….
saut dah bangkit lagi….
emang level lu tuh sebangsa monyet…..
yang disini kan bangsa manusia semua….
knapa lu baru nyadar skarang ??
lagak lu mikir negara..
kalo mikir “gimana ya ngabisin duit negara”
na….itu baru otak lu
saut…saut….
udah…balik sana…
warga lu udah nungguin tuh….
noh monyet-monyet menantimu….
ha…ha…ha….
l
April 26, 2007 at 11:49 am
lhaa…heran…ada orang yg mau membuka kebobrokan koq malahan di hujat..memang ga semua kayak gitu sih..tapi kan dengan adanya org2 yg berani membuka apa yg terjadi di IPDN..mengurangi lagi korban2 next yg akan berjatuhan….atau,…anda2 ini keberatan yah kalau terbuka kedok semua itu???
liat dunkss..yg meninggal tuh kebanyakan dari keluarga ga mampu….heran nya juga..kenapa tuh teman2 Almarhum Cliff ..gak ada yg mau bicara???semua kayak di brain wash…inikah calon2 pemimpin rakyat???haduh..bisa2 nanti anak2 generasi yg akan datang..pada pindah wara negara..takut bangeth….
April 26, 2007 at 11:56 am
eh Sawittt…ma sapa tuh..Ra4l ya??
sedangkan sekolahnya BIN aja ga pake acara pukul2an tuh…..bae2 ajah…
lha ga ada hubungannya lageee….kalian2 IPDN tuh kan nanti ngurus pemerintahan tooo…klo BIN mah mmg jelas2 harus tahan banting..tapi di pendidikannya..mereka ga dibanting2 tuhhh…ga di jadiin sansak dadanya…..
April 26, 2007 at 1:59 pm
Untung ada blog ini, jadi bisa keluarin unek-unek, bangsa ini seharusnya tau akan arti kedisplinan menanamkan disiplin perlu untuk aparat-aparat pemerintah nah hal ini tidak dipahami oleh sebagian besar masyarakat kita termasuk IPDN, disiplin bukan di tonjok, bukan di tendang, bukan juga intimidasi, disiplin adalah ketepatan dan keserasian hidup, Maka tunjukanlah cara-cara kedisiplinan dengan contoh nyata dan bukan ilustrasi. Saya takut dengan apa yang diperagakan oleh IPDN dalam kedisiplinan cenderung ke arah intimidasi. Jadi saya sangat mendukung atas upaya PEMBUBARAN IPDN (lembaga pendidikan yang eksklusif dan tidak transparan) karena akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang akan melindungi kekuasaannya dengan penuh intimidasi.
TIDAK ADA SATU LEMBAGA PENDIDIKAN MANAPUN YANG MAMPU MELAHIRKAN PEMIMPIN YANG BAIK APALAGI IPDN YANG PINTAR DALAM MEMPERKENALKAN INTIMIDASI SEBAGAI CARA DALAM MEMIMPIN. HANYA RAKYAT/MASYARAKAT YANG MAMPU MELAHIRKAN PEMIMPINNYA.
PRESIDEN JUGA BISA LANGSUNG DIPILIH RAKYAT, MASA CAMAT HARUS DARI IPDN…
April 28, 2007 at 12:37 am
gw paling sebel kalo anak ITB ngasih komentar.. kesannya ndeso banget gitu loh..
jaman sekarang kampus itu udah bukan jaminan bos..!
April 28, 2007 at 12:41 am
tapi lebih sakit lagi komentar anak IPDN sendiri.. udah jelas2 kampus kacau kayak gitu masih aja arogan..
woi sadar woi.. loe udah kena brainwash.. coba main ke dunia luar.. otak ente dibersihin dulu tuh..
kacau banget sistem brainwash IPDN ya sampe pada arogan sinting kaya gitu
Mei 31, 2007 at 5:13 pm
Hai .. Anak-anak IPDN, gw nich anak baek-baek yee,.. Loe tuch kudunye mikirrr, sekali lagi mikirrrr, ini sekolaaan, bukan sasana tinju
gw sangsi ame kemampuan loe, Katanye Loe Putra terbaik bangsa, coba dech Ntar besok-besok loe maen ke kampung gw, banyak disono preman-preman kebal golok, loe mah yaaaaah cemen dach, sekali pukul juga jatoh,…
Satu lagi nech,.. buat anak-anak IPDN, klo loe pade mo tau, banyak yang gk sekola pade jadi bupati, loe liat dech di Tivi banyak juga Anggt DPRD yang gk sekola, nach itu baru bisa dibilang putra terbaik bangsa.
Loe Mah Nyogok siiih …
Sorry gw udahin dulu
Salam Kenal Anak baek-baek
Loe mah Cemen ….
Oktober 5, 2007 at 10:46 am
tai emang………sekolah tai
Desember 15, 2007 at 8:11 am
Udah jangan pada ribut, bobo sana elu,elu mau buang hajat juga ipdn gak pernah ribut tokai yg lu buang.hore hidup pembantaian
Desember 24, 2007 at 6:59 am
Kokohkan ipdn diatas tembik berduri supaya orang gila tidak mencabik-cabik kita. Lihat keberhasilan IPDN dalam membangun bangsa tercinta ini. LAgian kan korban tewas cuma beberapa orang anggap saja PAHLAWAN GUGUR. HIDUP IPDN
Januari 9, 2008 at 8:39 am
terserahlah kalian mw ngomong apa???????
Januari 15, 2008 at 6:37 am
tuh kalau udah kalah ngomong gitu, udah susah gak punya kerja kalau ngebunuh dibui lagi, kasihan deh lu
April 1, 2008 at 6:05 am
maaf……ikut nimbrung
dah jelas kerekm video kekerasan kalian koq masih aja mengelak.
kalian tuh cuma jago kandang…….
ayam kate……
coba kalian mukul juniornya pake seragam IPDN mu yang megah itu…..tapi di terminal.tak jamin ga sampai 5 menit kalian yang merasa jago itu udah mati digebugin orang terminal.
kalo cmatnya aja dididik dengan cara kasar gitu,ntar kalo kita2 mo nyari KTP juga mesti digebugin dulu ya??mati aja loe….
HIDUP UGM….IPDN mah BANGZAT
Mei 8, 2008 at 6:56 pm
lo salah coy…….yang ada Lurah amp camat teladan tu hasil didikan dari STPDN/IPDN.,ga ada lulusan UGM..siapa bilang kita alumni takut ama preman terminal,pasar atau apalah….selagi kita benar apa yang kita takuti?! itu bedanya kita coy, gimana lo klau jadi pejabat, dengar aja demo lo pasti lari amp terkencing-2. lo tau ga, jadi orang jangan pengecut…
Mei 8, 2008 at 7:24 pm
mau jadi apa negeri kita kita ini, qo kita dipimpin ama orang yang g punya sekolah….duduk aja dibangku sekolah ga perna ko bisa jadi pemimpin.ni masalah yang kita hadapi, gimana negeri kita bisa maju, kalau kita dipimpin ama orang yang ga ngerti Birokrasi, yang ada birokoropsi…mikirin masyarakat ntu gimana bisa sejahtera, butuh pemikiran ama ide dan tindakan…mungkin aja lo pade pada bodok semua termasuk lo kali ye…makanya susah nyari pemimpin yang kaya di daerah aku yang notabenenya berasal dari pendidikan kepamongan..ntu baru namanya pemimpin.
Mei 21, 2008 at 3:45 pm
salam kenal dari eko
mampir ke blog eko ya klo sempet
eko13.wordpress.com
Juni 4, 2008 at 12:00 pm
IPDN.. lucu” emang penghuninya..
ngerasa jantan, padahal uda kebuktian klo ada demo di kantor lurah ato camat, pak lurah ato pak camatnya kabur lewat pintu belakang..
lucu banget.. bikin saya pengen tertawa terbahak-bahak..
mas Zhan ngomongnya serasa dia paling jantan, padahal saya ga pernah tuh liat anda beraksi sebagai jantan.. Pejantan iya kali, di sana kan kalian dididik jadi binatang, ga pake otak, cuma dengerin perintah senior.
beraninya cuma lawan junior, ngoceh di blog” bilang opini rakyat sesat. Kalian mau jadi pemimpin? Peduli dulu ma apa yang rakyat bilang, jangan sebarangan bilang opini rakyat tu sesat.
kalian lulus dari ipdn join sama habib rizieq aja, ikut bikin onar pake atribut FPI..
Juli 17, 2008 at 3:20 pm
Hmm…
semua pendapat hampir saLah..
Gak semua Lo pRaja Ipdn pembunuh,petinju ato sbaGainya.
Yang cerdas jg banYak,,
Yang nama nya kampus pake asRama ya pastiLah ada “sesuatu” antara senior dan junior.
Yg pastinya sistem pendidikan nya untuk Taon ne dah diuBah,,
Kita tUnggu aja HasiL nya..
Aku Lagi ikut Tes nya neh..
Mhon Doa nya yah..
Buat kakak2 seNioR Trus seMangat dan trUs bLajar,
Tunjukkan pada Dunia Bahwa aNggapan Mereka seMua saLah..
M E R D E K A . . .
Bhinneka Nara Eka Bhakti..
Juli 30, 2008 at 9:07 pm
aku tahu isi perut pendidikan kedinasan spt ipdn yang baru kemarin sore berdiri, setelah apdn di lebur, tapi cara2 pembinaan senior yunior kok sangat bobrok dan bahkan mereka sangat bangga sekali melakukan pembinaan sampai yuniornya mati, dan bahkan mereka merasa tinggi kastanya dlm melakukan pengasuhan di bandingkan taruna akmil, akpol itu semua taik kucing, klu resiko setelah praspa taruna akpol, akmil tentu memiliki fungsi sbg kekuatan inti dlm pertahanan negara ini sedangkan ipdn itu setelah lulus cuma kekuatan cadangan spt al : kamra, linmas, menwa tidak lebih contoh saat era konflik separatis muncul di negeri ini spt : aceh, papua, ambon apa yang di perbuat alumni ipdn selain ngumpet atau ngungsi, tapi bila zaman ini udan aman dan damai mulailah cerita tentang intelktual,kebangsaan dlm pendidikan,anti korupsi,anti kkn, kalau hati besar bisa bohong tapi hati kecilmu itu tidak wahai praja, mulailah membenahi diri tanpa harus alergi/jijik untuk di kritik oleh bangsamu sendiri, karena merekalah yg membiayai pendidikanmu,gajimu setelah kamu di lantik jadi pamong dari pajak yg dibayarkan mereka, sebenarnya kalian ini sadar atau tidak sih ??????
Juli 31, 2008 at 6:41 am
Bubarkan IPDN………..!!!! Setuju dan ga setuju
katanya free sex jalan, pemukulan kelar. Tapi apa bener??? aku liatnya malah jadi aneh, aku pengen tau apakah Inu Kencana itu barisan sakit hati atau bukan sih trus para mahasiswa di luar IPDN itu pada bener ngga. Aku mahasiswa salah satu PTS di bandung yang kutau temen2 aku jg lebih parah (ga keitung temen aku yang ngegugurin kandungan)
Korupsi??? menurut aku itu hanya masalah kesempatan (dana bergulir/bantuan dari pemerintah) hampir 100% ga pernah bergulir, menurut aku rakyat dikasih kesempatan tuk manfaatin tuh duit trus dibalikin lagi ke pemerintah, nyatanya ga pernah ada yang balik (ternyata rakyat kita kalo dikasih kesempatan korupsinya berlipat2 dari korupsi pemerintah), BLT kalo ga salah buat rakyat miskin, tetanggaku yg cukup mampu pengen juga kebagian padahal itu buat rakyat miskin (menurut aku itu buka lagi korupsi tapi dzalim) dan banyak lagi contoh lainya (lu cari sendiri, cape gw)
Buat Mahasiswa, (tentunya selain Gw ha……ha…….ha…..)
Kalian kuliah buat jd pinter bukan jadi bego emang kalian pikir biaya kuliah kalian murni dari wiraswasta???? Kalo biayanya dari hasil kerja orang tua kalian di tempat/kantor orang lain/pemborong(suka kong kalikong dgn pemerintah)/pengusaha (pajak pengusaha yg gw tau selalu dikurangin, ingat hasil pengurangannya itu masuk kategori KKN) atau pemerintah aku yakin minimal 10% dari biaya yang kalian pake ada unsur korupsinya (tinggal tanya sanubari kalian masing2). Yang kerjaannya demo anarkis (gw ga pernah ikut) dan kebayakan dari kalian ga tau tujuan dan esensi dari demo kalian (menurut gw buang2 waktu dan bunuh diri) harusnya kalian sadar daripada demo mendingan mikir cari solusi minimal buat diri sendiri (misal ortu dah berat ngasih biaya kuliah kalian krn kebutuhan hdp meningkat kalian gunakan hasil kuliah tuk nyari duit sendiri dengan cara nyiptain kerja bukan nyari kerja, kalo nyari lulusan SD jg bisa)
Buat IPDN
Kalian sekolah, makan tidur gratis, tp sombong, sama penduduk sekitar aza ga pada kenal apalagi sama masyarakat luas, kalo kalian nyadar mereka juga ikut andil ngebiayain kalian. Harusnya kalian punya malu.
Buktikan kalo pendidikan keras tuh bisa mendisiplinkan kalian. Aku tau ga nyampe 1% kalian ada di tiap2 kabupaten, tp kalian dituntut untuk mewarnai yg 99% sisanya supaya sadar dan disiplin.
untuk pendidikan kalian keras bukan berarti kasar apalagi menjurus penganiayaan. Kalo itu bisa dilaksanakan aku tidak setuju IPDN dibubarkan. Kalo tetep kaya gitu ancurin aza sekalian ga usah dibubarin lagi, bersihkan alam bebas dari Praja dan alumni APDN, STPDN, IPDN (masukin mereka semua ke penjara setuju teman2 ?????)
Kami sebenarnya punya harapan (ada sekolah pemerintahan aza yg notabene lulusannya bisa dibilang bisa ngurus pemerintahan, pemerintah ini amburadul apalagi kalo ga ada)
Agustus 19, 2008 at 6:05 pm
Bubarkan IPDN sekarang juga, IPDN hanya menambah2 beban negara
Maret 6, 2009 at 10:19 am
Fakta berbicara.. rekaman vidoe bukan rekayasa.. korban sudah terbukti luka dalam.. Johanes Kaloh sudah divonis.. mau apa lagi
Mei 10, 2009 at 3:39 pm
Ga smua mahasiswa IPDN bejat2 kok !!!