kuingat kata orang yang aku hormati sejak kecil…
kelak ketika kemudian tegakkan kebenaran
ingin luruskan kesalah pahaman
bersiaplah menuai cacian makian umpatanmereka hanya mendengar
tidak melihat tidak alami sendiri
mereka hanya korban hasutan
tak sempat untuk heningkan diriakal sehat
kebijaksanaan k
edewasaan
harus dibangun bersama
hanya yang berjiwa pemimpin sejati yang siap ambil resiko pahit
dihina dinista
bahkan dibinatangkantabahlah
hadapilah
tenanglah
dengan tawakal penuh syukurmu
lama kelamaan mereka akan sadar
bahwa dunia dan kebenaran bukan mutlak miliknyahati berbulu
mata gelap
adalah penjaga ladang kebencian
diatasnya tumbuh pohon pohon kesumat
angin
hujan
panas
akan menghabisi merekabiarlah waktu yang akan menemani siapapun yang yakin akan kebenaran
kuingat adegan di film itu…
dendam kesumat tidak bisa bangunkan orang mati
tugas yang masih hidup untuk cegahkan kematian yang sia-sia
April 17, 2007 at 7:15 pm
man… ya should say that to yerself!!!!!
April 17, 2007 at 7:18 pm
Cuma bisa nahan marah dan geleng kepala sambil narik nafas panjang baca blog ini. Sepertinya para praja IPDN itu telinga sama hati nurani nya sudah terbalik semua sama apa yang kita anggap kebenaran.
Cuma hendak merunut saja; IPDN/STPDN didirikan pada zaman Pak Rudini sebagai Mendagri, bertujuan memdidik calon PNS dan sebagai tentara cadangan kalau-kalau ada perang. Trus zaman berubah, orde baru tereformasi. Dan sayangnya tidak ada yang mengawasi sekolah PNS ini dengan gaya militernya. Jadilah mereka sipil yang kebablasan!!
Adik-adik praja IPDN, coba anda bayangkan bagaimana perasaan orang tua, terutama Ibu, dari teman kalian Wahyu Hidayat, Cliff Muntu, dan korban meninggal lainnya. Tolong anda jawab dengan hati nurani anda. Tolong anda bayangkan kalau hal itu terjadi pada Ibu anda. Beliau yang sembilan bulan menahan sakit, membawa anda kesana kemari, melahirkan anda (saya yakin belum satupun dari anda yang melihat bagaimana Ibu/Istri anda melahirkan). Kemudian membesarkan anda, menyusui, menjaga anda kalau tidak bisa tidur karena sakit dimalam hari. Sampai besar dan kemudian mati dengan cara yang anda sebut sebagai sesuatu yang wajar dalam pembentukan fisik dan mental.
Anda mungkin tahu kalau uang sekolah anda dibiayai dari uang pajak rakyat. Yang setiap hari naik KRL, berdesakan di Metromini, melawan bahaya diatas sepeda motor, bahkan dari para guru didaerah terpencil yang berjalan kaki menuju sekolah. Apakah anda tidak punya sedikit hati untuk memikirkan hal ini?
Kembali lagi ya, STPDN/IPDN dididirikan untuk….mencetak PNS. Titik. Di militer sekolah semacam anda ini (yang dibiayai pajak) adalah Akabri. Untuk yang semi-militer itu SMU Taruna Nusantara. Sejauh ini saya tidak pernah mendengar ada berita kematian dari lembaga tersebut, baik dari Akabri (matra apapun!) juga SMU TarNus. Disana pembentukan fisik dan mental yang kuat dilakukan dengan memberikan kegiatan fisik, sekali lagi kegiatan fisik, bukan kontak fisik seperti para praja senior di IPDN. Apling banyak push-up, sit-up, guling-guling, ampe paling tinggi jungle survival. Tidak pernah ada pukulan, tendangan, hantaman siku, seperti yang anda-anda sekalian putra-putri terbaik bangsa (katanya) pertontonkan. Tolong otak anda mencatat, disekolah militer lho ya..
Saya eneg melihat perilaku anda. Dan saya beruntung ketika lulus SMA dulu tidak pernah berfikir unutk masuk IPDN/STPDN. Kalau tidak mungkin saya juga sudah mati meninggalkan kelurga saya, membuat Ibu saya sedih, dan mungkin ikut mati menyusul saya karena kesedihannya.
Adalah benar komentar yang berbunyi; bahwa anda praja IPDN lebih hina dari sperma anjing. Sudah tahu salah membuat orang meninggal tapi masih menganggap hal itu wajar. Sudah melihat kesalahan tapi malah ditutup-tutupi, menyanjung bahwa itu benar dan wajar…Ck..Ck..Ck…
Tapi kita kembali lagi, anda praja IPDN sekarang sebetulnya tidak 100% salah. Yang salah adalah orang yang membentuk anda, senior anda, dosen anda, rektor anda, yang memang membiarkan hal seperti ini berlanjut dan berakar sampai korban berjatuhan (saya tidak menyalahkan Pak Rudini ya, tujuan beliau baik hanya saja interpretasi setelah beliau pergi dari IPDN saja yang salah).
Jadi cuma ada satu kata, BUBARKAN IPDN!!! Karena sakitnya sudah terlalu kronis, sampai-sampai orang mati karena dipukuli dikatakan sesuatu yang wajar!!!
Atau saya boleh usul? Kalau anda ingin membentuk fisik dan mental yang kuat, saya sarankan kepada anda semua untuk masuk kedaerah-daerah rawan, entah itu di Bandung, Jakarta, Medan, UjungPandang, Palembang, de le el. Berlakulah anda seperti anda berlaku pada junior anda di IPDN/STPDN disana. Saya jamin anda tidak akan berani. Kalaupun anda berani, nyawa anda akan segera melayang. Karena anda tak lebih dari segerombolan pembunuh yang banci, yang hanya berani kepada yang lemah, dengan dalih dan pakaian ’senioritas’.
Atau kalau itu terlalu berat, cukuplah anda berpakaian seragam kebanggaan anda itu, berjalan di mal paling megah di Bandung (yang paling dekat dari Jatinagor) sekarang ini setelah anda membaca komentar saya. Kalau ini pun anda rasa terlalu berat, sebaiknya potong saja kemaluan anda dan berikan kepada anjing karena anda memang tidak layak untuk mengaku sebagai orang yang memiliki fisik dan mental yang kuat, putra-putri terbaik bangsa. Anda hanya kuat dan berani kepada yang lemah.
Sungguh kasihan saya kepada anda praja IPDN.
Semoga tulisan ini anda baca, dan anda renungi dengan hati nurani yang terdalam (bukan dengan nurani bentukan IPDN/STPDN).
Salam.
April 17, 2007 at 7:28 pm
wow.. makin seru aja ni..
wi.. serem deh ngeliat tayangan² kekerasan IPDN di TV. Saya berfikir, itu adegan tendang²an yang di TV itu lagi pada akting apa lagi ngapain si, ow… lagi shooting film action ya. Keren² deh klo gitu, kalian sudah berhasil menjiwai peran.
Hmm.. barangkali ada sutradara yang ngelihat adegan² itu mungkin terpana dan segera menghubungi Anda untuk menjadi aktor utama film Action. Jadilah Anda Selebritis.. horay.. masuk masuk tivi… masuk infotaintment deh.. *dasar ndeso !!*
April 17, 2007 at 7:29 pm
“dendam kesumat tidak bisa bangunkan orang mati”
Bagaimana kalau yang mati adalah adik, kakak, saudara, atau bahkan Anda sendiri? Semudah itukah Anda akan mengatakannya? Kalau “ya”, tolong siapkan saudara Anda untuk bisa kami aniaya dan matikan. Kita lihat sama-sama, tetap akan se-”arif” itukah Anda…
“tugas yang masih hidup untuk cegahkan kematian yang sia-sia”
Ya, benar. Dan Anda sudah terbukti gagal mengaplikasikan konsep ini. Kejadian berulang, tidak ada yang berani bertanggung jawab.
Anda cuma pandai menyadur tulisan-tulisan indah, teriak jargon, baris-berbaris, tapi sayang…. otak kosong, jadi tidak bisa memahami apa esensi dari konsep indah dalam tulisan Anda, konsep dalam jargon yang Anda teriakkan, dan esensi dari kedisiplinan yang Anda lakukan tiap hari…
Tai kucing….
April 17, 2007 at 7:36 pm
hati hati mas klo ngomong kebenaran…
kebenaran menurut siapa??
kembalilah dulu kepada Tuhanmu,
baru kau akan mendapatkan yang benar2 bener…
April 17, 2007 at 7:42 pm
kelak ketika kemudian tegakkan kebenaran
ingin luruskan kesalah pahaman
bersiaplah menuai cacian makian umpatan
apakah menegakkan kebenaran harus dengan kekerasan?
kalian yang berbuat sepantasnya lah cacian makian dan umpatan kalian terima…^_^
mereka hanya mendengar
tidak melihat tidak alami sendiri
mereka hanya korban hasutan
tak sempat untuk heningkan diri
kami rasa cukup sudah kami mendengar, melihat apa yang kalian lakukan, memang kami hanya korban penipuan dan pengkaburan fakta dari apa yang telah kalian lakukan… harusnya kalian lah yang heningkan diri…
akal sehat
kebijaksanaan kedewasaan harus dibangun bersama
hanya yang berjiwa pemimpin sejati yang siap ambil resiko pahit dihina dinista bahkan dibinatangkan
apakah dengan akal sehat…menghilangkan nyawa dengan gampang?apakah bijaksana menghilangkan nyawa tanpa tanggung jawab?apakah sikap dewasa, menghilangkan nyawa tanpa mengaku dosa?jiwa pemimpin macam apa yang dengan mudahnya menghilangkan nyawa orang lain?sudah sepantasnya lah resiko pahit dihina dinista bahkan dibinatangkan kalian terima…
tabahlah hadapilah tenanglah dengan tawakal penuh syukurmu lama kelamaan mereka akan sadar
bahwa dunia dan kebenaran bukan mutlak miliknya
seharusnya itu yang kalian lakukan sebelum kalian menghilangkan nyawa orang lain, dan harusnya kalian sadar..kebenaran yang mutlak.. tidak menghilangkan nyawa orang lain juga…
hati berbulu mata gelap adalah penjaga ladang kebencian diatasnya tumbuh pohon pohon kesumat angin hujan panas akan menghabisi mereka
rupanya inilah doa yang selalu kalian ucapkan sebelum menghilangkan nyawa orang lain… seperti doa binatang yang akan menerkam mangsanya.. ck..ck…
biarlah waktu yang akan menemani siapapun yang yakin akan kebenaran
sangat disayangkan.. apabila menghilangkan nyawa orang lain kalian anggap sebagai sebuah kebenaran… mau jadi apa bangsa ini jika dipimpin orang seperti kalian… pantas.. kalian memang tidak menghargai nyawa orang lain… yang kalian pikirkan hanya pangkat dan jabatan… hebat..hebat….
kuingat adegan di film itu…
dendam kesumat tidak bisa bangunkan orang mati
tugas yang masih hidup untuk cegahkan kematian yang sia-sia
hebat sekali kalian yang menghilangkan nyawa orang lain tetapi kalian bertindak seolah bukan kalian yang berbuat… dimana isi kepala kalian? dimana hati nurani kalian?… apa kalian punya isi kepala dan hati nurani?…..hanya satu kata.. BUBARKAN IPDN… INSTITUT PEMBUNUHAN DIBIAYAI NEGERA…… tabik…….
Raden Cepot dari Galuh Pakuan
April 17, 2007 at 7:42 pm
Eh ngomong2 yang bikin blog ini siapa yah ?
gak ada data yg bisa dipercaya nih tentang jati diri pembuat blog.
Karena gak ada yg bisa dikonfirmasi dengan meyakinkan dan berhak dikonfirmasi mengenai isinya, yah… blog ini sampah
April 17, 2007 at 7:44 pm
“hanya yang berjiwa pemimpin sejati yang siap ambil resiko pahit
dihina dinista
bahkan dibinatangkan”
wahyu, cliff dan praja2 yg ditendang dan dipukul…kau memang pemimpin sejati, walau di hina, nista bahkan di binatangkan oleh senior kau, kau tetap teguh, kalau tak ada kalian2…tetap terkubur cerita kotor ini!!! terimakasih buat pengorbanan kalian…
“dendam kesumat tidak bisa bangunkan orang mati
tugas yang masih hidup untuk cegahkan kematian yang sia-sia”
wahyu dan cliff, kalian memang sudah mati..tapi jangan takut kawan, kami akan selalu mencegah kematian yang sia-sia dari rekan2 kalian yang lainnya…walaupun hanya melalui komentar2 ini..
April 17, 2007 at 8:08 pm
“wahyu, cliff dan praja2 yg ditendang dan dipukul…kau memang pemimpin sejati, walau di hina, nista bahkan di binatangkan oleh senior kau, kau tetap teguh, kalau tak ada kalian2…tetap terkubur cerita kotor ini!!! terimakasih buat pengorbanan kalian…”
amen to that brother.
April 17, 2007 at 8:50 pm
Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.
Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.
Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan satbilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.
Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.
Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.
Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.
Jadi……
Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 dan 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, serta akhirnya digabung ke dalam IIP. Meniadakan penerimaan Praja baru sejak tahun 2007 seterusnya.
Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !
April 17, 2007 at 10:44 pm
yang otaknya kayak gini mo jadi pemerintah2?
heh, kalian yang ga membunuh tu sama aja, karena kalian selama ini TUTUP MATA dengan tindakan kekerasan disekeliling kalian.
jadi sama semua, kalian semua satu kampus memiliki mental PEMBUNUH!
April 17, 2007 at 10:53 pm
ini fake blog .. cuman buat ngarahin euforia qta makin panas …
ayo keluar para senior .. jalan jangan bergerombol kayak anak ayam baru keluar kandang …
tak sobek-sobek mulutmu
April 17, 2007 at 11:03 pm
“dendam kesumat tidak bisa bangunkan orang mati.
tugas yang masih hidup untuk cegahkan kematian yang sia-sia”
Hmmmh…
well, semoga kita setuju bahwa tugas yang masih hidup adalah mencari kebenaran di balik kasus Praja-Praja yang tewas di IPDN…
April 18, 2007 at 7:25 am
“dendam kesumat tidak bisa bangunkan orang mati.
tugas yang masih hidup untuk cegahkan kematian yang sia-sia”
Siapa Yang Dendam??
Wong Prinsip kita adalah “Mencegah lebih baik dari mengobati”
Kita udah mencegah kekerasan di IPDN dan hasilnya terulang lagi!
Kita sudah mengobati dan hasilnya gagal total!
Kita sudah mencoba membina dan hasilnya pembunuhan lagi!
Mungkin kita perlu membinasakan agar tidak menular!
So BINASAKAN IPDN Dengan cara MEMBUBARKANNYA!
April 18, 2007 at 7:54 am
Aneh nih orang??? gile kali ye??? 50 kali 2 dong cepee deeehhh???
Hidup bermartabat adalah kebebasan yang sebenarnya, bukan yang ada didalam kungkungan, apa artinya martabat kalau tidak dapat mengungkapkan kebenaran?
nggak usah dibubarkan-lah sayang kampusnya gede hehehe
cuman sini biar gue tangani, nggak usah orang orang bodoh itu yang pegang,
takut jadi tambah bodoh itu orang-orang, sayang kan kalau nilai pas SMA nya bagus2 tapi kok terus jadi orang bodoh nantinya???, dibandingin taruna nusantara aja kelauuutt kaliiii
April 18, 2007 at 8:26 am
“hanya yang berjiwa pemimpin sejati yang siap ambil resiko pahit
dihina dinista
bahkan dibinatangkan”
… tapi bukan dibunuh kaaaaaaaaaaaaaaannnn ?!
April 18, 2007 at 8:31 am
udeeee …. IPDN tu apa sih ? kampus belagu kalo gw bilang. Sok ekslusif !! Lulusannya paling banter cuma jadi camat doang. Minimal jd ajudan sekda aja dah bagus. Gak usah ngomongin soal filosofi deh. Emang lu pikir di kampus lain gak ngajarin kepemimpinan ? ngga ngajarin cara ngambil keputusan ?? kl gitu , yg pinter cuma lulusan IPDN dong ?
April 18, 2007 at 8:38 am
Stupid Blog ™ or.. Smart Blog ™
hits nya gede, knp g pasang adsense?
April 18, 2007 at 9:58 am
Cape gw ngasih comment .. hehehe
Dah ah .. kerjaan gw ga selesai2 jadinya …
April 18, 2007 at 10:37 am
satu Nyawa itu berharga sekali, jangan anggap nyawa itu barang tidak penting bangsat, mau korban berapa nyawa lagi baru di anggap penting? lo mau tubuh kamu dianggap anjing? mati dibunuh dianggap gak penting? kalo ngomong ngaca dulu, mikir, pake hati nurani, sedemikian murah nyawa?? jangan gampangin nyawa orang, gini nih mau jadi pemimpin? pemimpin dzholim tukang jagal, kalo memang lo ksatria, bantu pemerintah mengusut tuntas kasus IPDN jangan cuman bungkam tolol
April 18, 2007 at 11:26 am
WOIIII…..
MUKULIN ORANG AMPE MATI ITU LOE BILANG TEGAKKAN KEBENARAN ?????
NGAWUR POLLL!!!!
LOE BALIKIN DULU OMONGAN LOE ITU KE DIRI LOE SENDIRI… KE TEMEN2 KAMPUS ELO.. KE ORANG2 YG LOE PUKULIN… BLA BLA.. BARU LOE NGOCEH TENTANG TEGAKKAN KEBENARAN KE ORANG LAEN..!!!
DASAR KAMBING BANDOT GA TAU MALU!
April 18, 2007 at 12:45 pm
Idi Amin saja tidak sekejam praja senior IPDN, tobat deh.
April 18, 2007 at 12:57 pm
cara menegakkan kebenaran di IPDN itu bunuhin org smp mati ya?? tai.
April 18, 2007 at 12:59 pm
Wahai Seniorku tercinta….
Hari demi hari telah kulalui di kampus IPDNku tercinta…
Segala Caci maki & Cercaan telah kuterima…
Pukulan demi pukulan juga telah kuterima…
Semua itu kuterima demi harapan keluargaku…
Semua itu kuterima demi cinta pada keluarga & bangsaku…
Tapi semua itu kuterima bukan untuk kalian seniorku…
Impian tuk membahagiakan keluarga & bangsa telah lenyap..
Kini ku telah terbujur kaku dgn luka mendalam lahir & bathin
Telah puaskah kalian wahai seniorku???
Kutunggu kalian di peradilan akhir…
Semoga Tuhan memaafkan kalian…
April 18, 2007 at 1:07 pm
“dendam kesumat tidak bisa bangunkan orang mati”
enak saja
kau tidak tau rasanya sedih ditinggal teman kecl kan
kau tidak tau kan rasanya kehilangan saudara..
kau tidak tau kan sakitnya kehilangan orang yang di cintai..
kau tidak tau kan sedihnya melihat teman mu meninggal dalam perjalanan menggapai cita2 nya…
mungkin kau akan merasakan bila nanti kau yang menjadi korban atau teman sekelas mu yang menjadi korban
April 18, 2007 at 1:43 pm
Dalam kondisi demikian tidak sebaiknya IPDN mengklaim sebagai ‘putra-putri terbaik bangsa’. Karena ini hanya akan memicu amarah publik. Tapi ya sudahlah, namanya anak-anak IPDN yang otaknya nggak diasah. Sekolah hanya ngandalin fisik sih, sampai-sampai teman sendiri dihabisi. Sedihnya, kematian itu tidak dianggap sebagai hal yang luar biasa. Mau ngomong apa lagi terhadap praja kayak gini?
Juni 3, 2007 at 2:10 pm
Salam dan sekaligus salut bagi anda yang menulis ini semua.
IPDN adalah sekolah terpelajar, kenapa rekan2 tidak memakai hati nurani. Atau, hati anda sudah tertutup oleh pangkat dan seragam.
Saya tidak menyalahkan IPDN, tapi budaya yang perlu diubah.Anda bukan Polri yang dididik untuk melumpuhkan, bukan juga TNI yang didoktrin menghancurkan. Tapi IPDN membentuk abdi negara, calon camat, yang lebih bersifat administratif.
Perbaiki dari sekarang, atau tidak ada lagi arti kata “kehormatan” dari IPDN sendiri.
Salam Hormat,
Nico.
Juni 4, 2007 at 9:24 am
IPDN…..IPDN………
IPDNku sayang , IPDNku malang
Kapan sih selesai kasus2 yang IPDN bikin?
Dah cape tau telinga ini denger protes dari masyarakat.
Mendingan kita sekarang rapatkan barisan guna kemajuan IPDN.
Coba introspeksi apa kesalahan masing2.
Emang butuh waktu.
Tapi saya percaya IPDN dapat berubah
Ga semua praja berengsek ko.
Cuman sepersekian persen aja.
Cukup ya nakalnya
kasihan rakyat tuh kasih uangnya buat kalian
BIKIN bangga rakyat dong
……………
Hidup Praja
Bravo IPDN
Bhineka Nara Eka Bhakti
NP Selamet Riyadi
16.0302
September 22, 2007 at 10:18 am
hohohohohoho..kayaknya kalo inget IPDn jadi berpikir kalo lord voldemort ntu jauh lebih manusia..hehehehe..
heran ada aja org yg mw bertahan di IPDN,,,,menurut gw hidup ntu ga harus jd PNS…apa seh yg mw di harapkan dr PNS..udh gaji kecil…ga bisa hidup mewah ..udh gt di gebuki kayak maling…wakakakakakakaka
woi anak2 IPDN..sadar donk..loe sekolah ntu pake duit rakyat,,,duit negara…tp kerjaan loe malah kayak gt…bejat bgt seh loe bung….
mendingan duit nya dialihkan tuk universitas top,,ketimbang tuk IPDN….heran gw….sebel bgt sama loe IPDN bangsat….udh di danain pemerintah trus moral loe pada bejat gt…..
gw udh susah2 berjuang SPMB ngalahin ratusan saingan…eh malah harus bayar gede pas udh keterima,,gara2 status BHMN…sebel….!!!!!!!! coba duitnya tuk beasiswa gw aja…hehehehehe..