Inu versus formalin

Yang mulia Tuan Inu yang dipahlawankan,

Andaikata sebuah keluarga besar memang busuk berbelatung padahal anda ada didalamnya, apakah yang selayaknya dilakukan untuk mengatasi keadaan?

Semua orang yang faham etika profesi pasti tahu bahwa pertama-tama lakukanlah pembenahan didala, bukan nyanyikan apa yang diyakini sebagai aib kepada dunia luar, sehingga urusan dalam seolah-olah menjadi kewajiban dunia untuk mengurusinya, padahal masih banyak hal lebih penting yang harus diprioritaskan yaitu kemiskinan, bencana alam dan kerusakan lingkungan…

Kami hanya bertanya Tuan Inu…

Kemudian yang ini bukan untuk Tuan Inu tapi untuk semua orang yakni perihal formalin.

Sesungguhnya wajar belaka bilamana seorang pemimpin pertama-tama ingin selamatkan nama baik corps dengan bertindak cepat, cermat dan tepat kemudian setelah itu baru mempertanggung jawabkannya kepada masyarakat dan penegak hukum…

Tapi yang terjadi adalah pengkhianatan, pembocoran kabar sumir, sehingga pertanggungjawaban belum disusun tapi masyarakat sudah marah karena terhasut.

Jikalau terjadi bocor di genteng maka yang pertama-tama kita lakukan adalah menambal kebocoran dengan naik keatas atap, bukannya berteriak di jalanan sambil berharap mendapatkan uluran genteng baru yang belum tentu cocok ukuran dan mendapat hibah tangga yang boleh jadi terlalu pendek, kemudian orang-orang sibuk bergunjing bagaimana cara menambal lubang pada halaman berumput padahal itu bukan esensial

Aku teringat masa kecil saat memakai sepeda abang dan terjatuh. Belum lagi selesai memperbaiki lampu yang pecah dan rusak kemudian datang teman abang yang katai aku tukang merusak sepeda padahal saat itu aku sedang berusaha tunjukkan tentang arti sebuah tanggung jawab


  1. Rouza

    Adalah tidak wajar untuk menutup-nutupi kesalahan suatu organisasi, terlebih lagi bagian atasnya ikut menutup-nutupi…

    Itu bukanlah menyelamatkan nama baik korps… justru makin memperburuknya. Berbohong adalah salah satu bentuk dari tidak adanya tanggung jawab, tidak bertanggung jawab kepada masyarakat.

    IPDN adalah institut nasional dimana yang membiayai adalah rakyat. Rakyat berhak tahu kebenaran. Tindakan Inu membeberkan aib kepada masyarakat adalah benar, karena masyarakatlah yang memiliki IPDN. Urusan IPDN adalah urusan rakyat juga. Jika korpsnya seperti ini, menutup-nutupi kebenaran… apa yang bisa dipercaya lagi?

    Aku teringat masa kecil saat memakai sepeda abang dan terjatuh. Belum lagi selesai memperbaiki lampu yang pecah dan rusak kemudian datang teman abang yang katai aku tukang merusak sepeda padahal saat itu aku sedang berusaha tunjukkan tentang arti sebuah tanggung jawab.

    Jika saat itu kau tidak berkata jujur, maka abang dan teman abangmu akan bangga kepadamu. Tetapi jika engkau berbohong… maka kau tidak bertanggung jawab.

  2. alcoholic_rats

    “Sesungguhnya wajar belaka bilamana seorang pemimpin pertama-tama ingin selamatkan nama baik corps dengan bertindak cepat, cermat dan tepat kemudian setelah itu baru mempertanggung jawabkannya kepada masyarakat dan penegak hukum…”

    menyelamatkan nama baik corps dengan berusaha mempersulit proses otopsi? masih layakkah di sebut kesatria? ingat “KALIAN MEMAKAI UANG RAKYAT” untuk menempuh pendidikan di IPDN.bukan cuma untuk pendidikan…untuk makan + akomodasi selama di sana pun kalian memakainya. masih layakkah kalian menutup2i kebusukan? malu dong ah….tau diri dong!!harusnya masyarakat d beri tahu semua yang terjadi di IPDN…..mana pertanggung jawabanmu kepada rakyat? dengan membunuh junior2 kah? berarti selama ini kami cuman buang2 uang untuk membiayai hidup kalian!!!

  3. heho

    Jikalau terjadi bocor di genteng maka yang pertama-tama kita lakukan adalah menambal kebocoran dengan naik keatas atap, bukannya berteriak di jalanan sambil berharap mendapatkan uluran genteng baru yang belum tentu cocok ukuran dan mendapat hibah tangga yang boleh jadi terlalu pendek, kemudian orang-orang sibuk bergunjing bagaimana cara menambal lubang pada halaman berumput padahal itu bukan esensial

    edan! orang mati disamain sama genteng bocor!!

    justru kalo ditutup-tutupi, akan semakin busuk! contoh saja pada tahun 2003!! tidak ada perubaha berarti, bahkan tetep saja ada yang mati!! coba kalo tidak terungkap, akan berapa lagi yang mati?!!

  4. zangetsu

    raimu koyo asu….

    ga ngerti apa,gimana sakitnya hati keluarga “CLIFF” ??

  5. Roy

    Jalan pikiran yang aneh.. Ternyata logikanya pada ngawur. Kayak gini kok dibilang bibit2 unggulan bangsa? Kalo yang dilakukan pimpinan adalah menyelamatkan korps baru mempertanggungjawabkan, berarti pemimpin tersebut sangat subyektif. Pertanggung jawaban adalah yg utama bung. Menutupi bukan bentuk pertanggung jawaban. Tapi suatu tindakan pengecut!

    Aneh yah.. Kok berkali2 gw baca ada tulisan: “Hal kecil yang terlalu dibesar-besarkan?” Ada yang mati kok dibilang hal kecil yang dibesar-besarkan? Otak lu tuh di mana siiiihh??? Satu yang mati aja dah terlalu banyak. Ini bukan hal kecil bung!!!

  6. rakyat jelata taat pajak

    tiga puluh nyawa apa masih kurang ya..
    mikirnya gimana sih? heran..

  7. Aku teringat masa kecil saat memakai sepeda abang dan terjatuh. Belum lagi selesai memperbaiki lampu yang pecah dan rusak kemudian datang teman abang yang katai aku tukang merusak sepeda padahal saat itu aku sedang berusaha tunjukkan tentang arti sebuah tanggung jawab

    kalo orang meninggal? mbenerinnya gimana mas? logika anda sama sekali keblinger!

  8. ya udah,, gpp,, idupin aja lagi semua yang mati,, sembuin semua yang sakit,, ntar dimaapin deh,,,

    sementara itu,, BUBAR dulu aja ya,,

    >> Kok sempe bikin posting tapi ga sempet komen sih,,??

  9. Inu bukannya udah berusaha melakukan pembenahan di dalam, tapi terus dicuekin ya?

  10. sayayangprihatin

    mohon kalian mau memaafkan kata-kata kasar dari komentator-komentator blog ini, ini juga hal yang kurang berkenan di saya ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di blog ini. Tapi jikalau bisa, mohon dijawab, kalian akan dididik menjadi pejabat-pejabat dan aparat yang akan duduk di pemerintahan, betul?di mana letak esensi dari kekerasan yang kalian lakukan di dalam?apakah ketika kalian nanti duduk di ‘kursi’ itu, kekerasan yang kalian lakukan akan tetap digunakan?
    saya hanya merasa kasihan jika IPDN tercinta itu kalian jadikan tempat untuk membuktikan diri, karena HANYA disitulah kalian bisa berkuasa.

  11. saya kasian liat kalian. sakit jiwa semua!!!

  12. IPDN Mania

    Makin benar bahwa IPDN itu hasilkan orang sakit semua, kan?

  13. Kirana

    Kalian ini bisa lulus tes gimana sih?
    Apa orang yang masuk IPDN nilainya pas-pasan semua ya?
    Kok ga bisa ngebedain mana yang salah mana yang benar?

    Btw kalian udah pada coba ronsen badan kalian itu belom sih?
    Jangan2 tanpa kalian sadari bagian dalam kalian juga ancur, udah tinggal nunggu waktu..

    Segitu masih belain IPDN?

    Kok bisa ya…?

  14. wah wah…. ini masalah nyawa cuk….

    klo situ beragama pasti tau menghilangkan nyawa manusia itu di larang dan itu dosa

  15. heran di ipdn kalian semua di racun apa sih .. kok sampai2 isi kepala bisa dicuci bersih sampai menganggap hanya diri kalian saja yang benar ?

    senior bukan segalanya .. jangan mimpi jadi bupati atau gubernur nak .. paling banter kalian cuman jadi tukang terima berkas formulir KTP di kelurahan 🙂

    Kejadian sudah berlangsung berulang2 .. kalian tidak kapok2 .. masyarakat sudah bosan dengan kalian .. SAATNYA UNTUK BUBAR !!!

  16. soto_kuali

    Dibaca beruntun dari atas kebawah blog ini dan artikel ini aku bener2 tahu isi otak dan hati ipdn… menyelamatkan nama baik korps dengan menutupi kebenaran… ingin memberitahu kebenaran dan menyiapkan tanggung jawab, kalian menutupi kebenaran *bilang meninggal karena lever padahal meninggal dihajar rame2* kl kepalsuan dianggap kebenaran kalian mau mempertanggung jawabkan apa hah?? bentuk tanggung jawab apa??… kl sudah dipoles beritanya menjadi berita yg wajar, masih perlukah tanggung jawab?? kalian berusaha melenyapkan barang bukti itu intinya dan sikap kalian semua pengecuuuut tahuu ga. mau release ni koment jadi berita konkret bukan maya, tapi batang idung yg punya blog aza ga jelas… PENGECUUUUUUUT!!!

  17. snoopydoo

    YA ALLOH…
    saya hamba-MU,
    tak kuasa untuk membaca.
    walau mata masih ada
    hanya bisa mengusap dada!

    IPDN
    Namamu bergema membahana
    Tapi mengapa hidup didalamnya bak NERAKA?

    IPDN
    Praja-nya…
    Katanya ABDI NEGARA.
    Tapi mengapa terkesan memaksa…???
    Apakah karena ingin menunjukkan dirinya PERKASA???

    YA ALLOH YA TUHAN KAMI,
    KAPANKAH MEREKA JERA?

    IPDNmania
    Bila anda mempunyai rasa
    Jawablah dalam dada
    Benarkah “Kalian Putra Putri Bangsa” ???
    Berjiwalah Ksatria
    untuk membawa nama baik bangsa
    dalam menyongsong masa.

    “sepenggal puisi dr yg tersisih”

  18. snoopydoo

    hati bertanya-tanya…
    Kenapa komen saya bisa tidak ada???

    Walau hati maragu,
    tapi saya yakin.

    Pasti terbaca!

    Ahh…Semoga saja
    ada sedikit jiwa kesatria… :p

  19. snoopydoo

    haha…
    Lucunya!

    ini sudah ketiga kalinya.
    menulis asa yg ada.

    tapi entah mengapa
    tidak pernah bisa terbaca!

    hanya IA YANG MAHA KUASA

  20. snoopydoo

    satu lagi yang terbaru!

    aku termangu dan tergugu
    dengan hati penuh sembilu

    tak habis memikirkan.
    Sekolahan.
    apa tempat belajar KUNGFU…..???? :p

  21. Duh ini yang ngaku2nya putra putri terbaik bangsa , orang2 dah repot2 koemntar tapi ga ditanggepin sama skali..tunjukin donk klo anda memang yang terbaik, abdi negara itu harus bisa kritis ..masak menghadapi komentar yang segelintir ini aj ga sanggup..

    ga diajarin kritis ya kalian? eh iya..kan DIAM ITU HIKMAH~ -siyul2-

  22. ZzZ

    kan beraninya klo punya power heheeheh

  23. Sigit

    IPDN perlu dibenahi adalah benar. Sistim pendidikannya harus dirubah sesuai dengan peruntukannya. Kekerasan fisik dalam bentuk pukulan dan lain-lain harus dihilangkan. Tapi lembaga ini tidak perlu dibubarkan. Indonesia yang beragam ini butuh pamong praja yang tidak mendahulukan kepentingan daerahnya diatas kepentingan bangsa. IPDN BISA DIRUBAH. UUD saja bisa kita rubah tanpa harus membatalkan yang lama. Universitas lain kalau pola pendidikannya seperti IPDN sekarang ya mungkin saja memakan korban jiwa, walaupun namanya universitas.

  24. Rachmat

    Hi IPDN yang bermatabat
    Dosen kalian (Inu) adalah benar, kenapa kalian malah menghujat beliau, jikalau tidak ada orang seperti inu, tentunya kan makin banyak lulusan IPDN masuk neraka, bersyukurlah kalian punya dosen seperti Inu yang berpikir secara benar tidak mempunyai kacamata kuda seperti kalian, toh dia berani kembali ke IPDN untuk mengajar, meski di tolak, tapi dia berani, patriotik, jantan, tapi kalian dari komentarnya saja keliatan sebagai orang2 pengecut, tidak mau intropeksi

  25. heq

    Wong masih sekolah aja udah nganggep nyawa orang g berharga gimana nanti pas jadi pejabat?? banyak rakyat yang mati kelaparan malah dibilang udah biasa..

    Jangan-jangan nanti logikanya khan kalo orang g makan ya matilah, lagian mereka g mau kerja sih.

    Gtu ya logika kalian???

    Kasian banget nih bangsa. MAsa punya calon penerus kepemimpinan kaya gini.. Kayanya IPDN g usah dibubarin deh tapi dialihfungsikan menjadi rumah sakit jiwa.

    Bener khan???

  26. Tantri Milani

    Lha Inu bicara – bahkan sejak tiga tahun yang lalupun – masih juga jatuh korban Cliff Munthu. Bagaimana pula jika Inu diam membisu seperti almamater pengecut yang lain ?

  27. inukencana

    “..Aku teringat masa kecil saat memakai sepeda abang dan terjatuh. Belum lagi selesai memperbaiki lampu yang pecah dan rusak kemudian datang teman abang yang katai aku tukang merusak sepeda..”

    itu kan cuma ngerusak sepeda..gmn kalo ngilangin nyawa orang?itu ga ada harganya mas!

    coba kalian berpikir gmn kalo kalian adalah ortu praja yg meninggal d aniaya?

  28. onliner

    Quote

    # chielicious

    Apr 17th, 2007 at 3:33 pm

    Duh ini yang ngaku2nya putra putri terbaik bangsa , orang2 dah repot2 koemntar tapi ga ditanggepin sama skali..tunjukin donk klo anda memang yang terbaik, abdi negara itu harus bisa kritis ..masak menghadapi komentar yang segelintir ini aj ga sanggup..

    ga diajarin kritis ya kalian? eh iya..kan DIAM ITU HIKMAH~ -siyul2-

    tepat sekali…mereka ini selain SUKA MEMBANGGAKAN DIRI karena mereka pikir sebagai manusia² pilihan, kaya’nya juga udah didoktrin untuk “BUNGKAM” mengenai permasalahan yang ada..bahkan denger di berita, tim invesigasi dari presiden pun di cuekin dengan aksi BUNGKAM mereka.

    semula saya optimis ipdn bisa berubah menjadi “baik” tapi klo masih pada bungkam seperti ini…langsung jadi pesimis.

    di benak mereka mungkin ini sebagai cara seorang patriot dalam membela almamaternya entah bener entah salah yang dibelannya, tapi bagi saya pribadi itu hanyalah tindakan pengecut.

  29. Bukan Alumni IPDN

    ‘Sehingga urusan dalam seolah-olah menjadi kewajiban dunia untuk mengurusinya ‘

    Gw gak terima dengan ucapan bodoh ini. Emang selama ini kalian nanam padi sendiri buat makan, nenun kain sendiri buat pakaian, bangun sendiri itu gedung-gedung ? Semua fasilitas yang kalian makan itu (150 Milyar per tahun) adalah uang dari rakyat negeri ini, para pembayar pajak. So, tentu urusan kalian menjadi ‘ kewajiban dunia untuk mengurusinya’. Mikirnya agak komprehensif dikit dong !

  30. kabel

    GAK PUNYA OTAK BANGET LO INI YA.
    KALO SEKARANG LU NYUNTIKIN FORMALIN KE DIRI ELO MAU???????
    MASIH TERHORMAT SEORANG BENCONG DARI PADA LU. MANUSIA LAKNAT.
    NYAWA MANUSIA LU SMAIN DENGAN GENTENG DAN SEPEDA.

  31. fajr_n

    Ya gini ini kualitas IPDN. Kalo ngga bisa silat beneran cukup bersilat lidah.

  32. Bukan Alumni IPDN

    ‘setelah itu baru mempertanggung jawabkannya kepada masyarakat dan penegak hukum…’

    Ah yang bener? Gw semakin tidak percaya penulis blog ini. Khan udah ketahuan yang terjadi bukan mempertanggung jawabkannya kepada masyarakat dan penegak hukum, tapi menyampaikan berita bohong kepada masyarakat dan penegak hukum. Tewas dihajar dibilang sakit lever. Bosmu itu tahu kejadian di malam horor tapi bilang kecolongan.

  33. kemal

    gw mo nanya ama elo.. masalah tanggung jawab?

    kalo sekedar lampu sepeda pecah aja lu sanggup coba benerin, untuk nunjukin tanggung jawab elo…

    trus… dimana tanggung jawab elo:

    – ketika lu ngeliat temen2 loe mukulin orang lain ampe mati?
    – ketika lu ngeliat temen2 loe dipukulin orang lain ampe mati?

    kenapa loe diem aja… kenapa genteng yg pecah di ipdn kaga loe tambel… kenapa genteng itu lu biarin ampe ada orang lain yg datang untuk nambal tu lobang….

    ato lo menganggap bahwa lampu sepeda lebih berharga daripada nyawa manusia????

  34. bandrex

    Saya membela IPDN karena malu, karena disini satu2nya masa depan saya, tempat saya merasa di anggap dan di puja2…

    Saya kuat, saya tak akan mau dengar kata org, saya tak akan runtuh dengan hujatan..

    yang bisa membuat saya runtuh hanyalah doktrin2 senior yang layaknya dewa, yang sudah tidak bisa saya ubah2 lagi…

    SAYA MERASA KUAT DAN BESAR SEBAGAI PUTRA PUTRI IPDN!
    namun culun di depan senior yang menzolimi saya….

    membenarkan sistem dalam sekolah saja tidak mampu bagaimana mau membenarkan sistem indonesia???

  35. ipasha96

    Ini suatu hal yang sangat membingungkan…saya mengerti nama baik korps perlu dipertahankan..tapi pertahankanlah pada jalur yang benar..Pikirkanlah perasaan keluarga para praja IDN yang meninggal karena kekerasan, banyak dari mereka yang dari keluarga sederhana dan sangat berharap dengan anaknya melanjutkan pendidikan di IPDN dapat membantu kehidupan mereka ke arah yang lebih baik..Tapi yang terjadi, dengan dalih pembinaan dari senior terhadap yunior…anak-anak mereka dipukul dan disiksa hingga meninggal.
    Ingat..ketika anda lulus nanti, anda akan menjadi aparat pemerintah yang harus mengayomi masyarakat bukan melakukan tindakan kekerasan…tidak mengherankan betapa kacaunya kinerja aparat pemerintahan kita saat ini jika melihat sistem pendidikan yang terjadi di IPDN
    Lebih lucu lagi…demi menutupi kebrobrokan institusi, pada saat Alm. Cliff meninggal, dengan pedenya pihak IPDN mengatakan almarhum meninggal karena sakit lever…tapi begitu presiden SBY turun tangan dan wapres JK sidak ke kampus IPDN…rektor IPDN dengan lancar bisa bercerita kronologis kejadian yang sebenarnya….kalau rektornya saja sudah tukang bohong, apalgi anak-anak didiknya !!!

  36. Bukan Alumni IPDN

    Buat semua komentator, kita tunggu apakah penulis blog ini sanggup merespon argumen kita. Kalo tidak, yach cuman segitu toch anak IPDN.

    Tapi kita maklum. Mereka khan dididik untuk jadi jongos. Jadi bisanya cuma menerima perintah. Susah untuk berdiskusi yang cerdas dan konstruktif.

  37. andy

    ipd koped
    bubarkan saja secepatnya
    jangan sok jadi yg terbaik
    orang laen yg menilai
    bukan diri kalian
    shit…

  38. Bos..Analogi yg diberikan logikax bengkok. Seorang ksatria klo membuat rusak/kesalahan hrs berani mengakui kesalahanx. Dan bertanggung jawab atas apa yang diperbuat. Mayat yang dikasi formalin bukan buat memperbaiki, bos. Tapi untuk mencoba menutupi kesalahan. Mau menipu rakyat,bos..
    Selama ini katanya putra-putri terbaik,kok logikanya bengkok.
    -Thanks-

  39. INUNU

    Inu itu sekarang anak haram IPDN, tapi cuma dia yang satu-satunya masuk ke Sorga….. Amien.

    Yang lain…… ke laut ajee….

  40. Jlenx

    ah.. ada orang bodoh… heeeei!!!!!! semuanya!!!!! ada orang bodoh nih!

    ps: genteng=speda=nyawa manusia ……. mas/mbak IQ-ny situ berapa yak?

  41. Theo

    I Lap yu Inu..god bless u always…!!!

  42. santi formalin

    di STPDN lebih parah daripada di pasar IKAN.

    klo ikan cuma di masukan ke baskom yang berisi formalin. maka di IPDN MAYAT MATI DI SUNTIK FORMALIN.

    gw belum pernah denger ada pedagang ikan yang ISENG menyuntikan formalin ke ikan. mereka hanya merendamnya.

    cik cik cik cik……..

  43. Aji S

    loe smua yang jebolan STPDN/IPDN (“yang sering mukulin”) klo sudah punya anak coba sini ku pukulin sampai mati, loe smua (“yang sering mukulin”) terima ga??? klo terima, sini bapak nya ta pukulin juga dalam artian 1 lawan 1. pengecut kau semua (“yang sering mukulin”)

  44. dodi

    memang sedikit sekali orang seperti pak inu, yang berani menegakan kebenaran di dunia ini. saya sangat salut kepada beliau. semoga Allah SWT selalu memberikan ketegaran kepada bapak inu. semoga kebenaran selalu tegak di bumi indonesia ini dan kejahatan pasti akan kalah oleh kebenaran. Allahuakbar

  45. sonny

    mas/om,

    emangnya kamu pikir pak inu bisa/kuat buat ngebenerin genteng yg BUOBROKNYA MINTA AMPUN kalo gak pake bantuan dari pihak luar???? bisa2 pak inu DIBUNGKAM selama-lamanya kalo dia benerin kebobrokan ipdn sendirian.

    yang cerdas sedikit donk.

  46. kebohongan satu harus di tutupi dengan kebohongan yang lain dan begitu seterusnya hanya untuk mempertahankan nama baik. CARA LAMA.

  47. alumnus_ITB_anti_kekerasan

    Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.

    Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.

    Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan stabilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.

    Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.

    Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.

    Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.

    Jadi……

    Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 dan 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, serta akhirnya digabung ke dalam IIP. Meniadakan penerimaan Praja baru sejak tahun 2007 seterusnya.

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !

  48. fuck

    eh anjing! 1 orang mati juga tetep manusia ga kaya elo semua anjing2!

  49. Kalau begitu caranya, bukan cuma nyawa yang tidak kalian hargai, harkat martabat mereka setelah tewas pun kalian injak2x…

    Andaikata sebuah keluarga besar memang busuk berbelatung padahal anda ada didalamnya

    Kalau saya di dalamnya, saya tidak akan membungkusnya dan membuat saya juga menjadi santapan belatung.

    Ingin mempertanggungjawabkan di kemudian waktu? Sekaranglah saatnya…

  50. Bonex

    Lha gak salah emang… kayak begini komentar praja IPDN… !!!
    Pantesan aja gak pernah berubah, nyawa orang dianggap enten… kalo mau disebut ksatria dan sudah divonis bersalah kenapa mesti harus buron dulu untuk di eksekusi… Tuh koncomu sing menganiaya Almarhum Wahyu Hidayat… dasar wong NDESO…. gak pernah puaaasss…. puaaaassss…..
    Wis talah le ora usah ngeyel… yen salah ngaku salah ae… ora usah ngeyel.
    Lha sama gurunya/dosennya sendiri aja pada gak ada hormatnya kok dibilang bermartabat dan ksatria. Bagimanapun Bpk Inu (meskipun dimata kalian beliau adalah pengkhianat) adalah orang yang lebih tua daripada kalian, apakah kalian gak pernah diajari hormat sama orang tua… lhoooo dasar Cah NDESO

  51. CleverNeutron

    yang menulis tulisan yang saya komentari ini adalah ANJING EDAN….SUDAH SALAH MASIH MEMBELA DIRI…
    TAU DIRI LU!!!kejadian kayak gini toh yang kebeberapa kali…..
    mangkanya kalo ngomong pake otak….oh salah ya! kalian kan ga punya otak!!!
    saya sangat mengerti Inu Kencana berbicara kepada Masyarakat melalui media karena dia tidak mempunyai alternative lain untuk memberantas kebusukan2 yang kalian perbuat…mulai dari rektor hingga senior2nya……
    Inu Kencana adalah seorang Ksatria Sejati…tidak seperti LU DASAR ORANG GOBLOG……MATI LU!!!

  52. andrea

    halah, siswa2nya udah mati rasa, udah berapa yg mati jg pada diem aja.
    ga berani lapor kan?
    ga berani mencegah kalo ada tindak kekerasan kan?
    ga berani ngelawan kan?

    takut dipecat kan?

    mental banci kyk gini mo jadi pemerintah… pantes negara ancur.

  53. andrea

    quote : “Kami adalah putra putri terbaik bangsa!”

    sorry, gw kira anak balita aja tau, orang baik tu yg kyk gimana…

  54. r32

    gak rela duit pajak gw buat ngebiayain tukang pukul pengecut kya elo2 di ipdn

  55. Terserah

    Goblok dipiara…..pantes dibubarin..ga ngabisin duit rakyat buat org2 bego kaya kalian di IPDN..

  56. Ora Jelasssss

    Telooooo-Teloo…..
    wong yang dihujat cuman diem aja ga berkutik gitu ngapain diterusin…
    Laper….makan……
    Mana ini…IPDN kok ga ada koarnya sama sekali….
    bikin “HOT” sini donk

  57. reza

    anjing haram kau para praja senior,,,,

    pak INU adalah muslim sejati,,,,,,ALLAHU AKBAR

  58. Gunawan

    haha hahh Saya mau tertawa mendengerkan ocehan di atas..Betapa manisnya

    IPDNmania
    Kami adalah putra putri terbaik bangsa!

    kurang sedikit di ujungnya : yang pandai menyimpan aib pembunuhan !!!

    Analisis genteng :

    memang benar kalau genteng anda bocor. anda harus menambalnya. itu kalau genteng bocor . kalau genteng anda rubuh dan menimpa semua penghuni rumahnya apakah yang anda lakukan ?? so kalau kebocoran kecil masyarakat juga maklum. Tapi ini bukan kebocoran lagi Genteng anda telah rubuh dan menimpa orang lain didalam rumah anda sehingga hilangnya nyawa sesorang. Bertanggung jawabkah anda ?? dengan robohnya genteng itu ?

    padahal anda yang membeli genteng tersebut. memasangnya di atap rumah anda dan si A. sebagai tamu anda tewas karena genteng yang anda coba tambal tetapi jatuh dan rubuh menimpannya sementara anda ada di atas genteng turut menimpa si A .

    Belajarlah tanggung jawab yang benar 🙂

    kalau anda muslim : ingat lah hadist Rasul

    KATAKANLAH YANG BENAR ITU WALAU PAHIT SEKALIPUN

    itulah makna tanggung jawab yang ada di pundak anda…!!!
    kami tunggu pertanggung jawaban anda di kantor penegak hukum. Kalau anda gentelement dan jantan. bukan cuma berani memukul adik prajanya saja.

  59. alumnus_ITB_anti_kekerasan

    Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.

    Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.

    Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan satbilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.

    Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.

    Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.

    Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.

    Jadi……

    Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 s.d. 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, dan menutup permanen pendaftaran Praja baru mulai tahun 2007

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !

  60. op

    Orang yang paling Hina adalah yang bersalah dan tidak berani mengakuinya,sebaliknya Orang yang terhormat dan bermartabat adalah yang berbuat salah tapi Berani mengakuinya dan mau memperbaikinya.
    Apakah pembimbing atau Senior anda di IPDN mendidik anda untuk jadi seorang pengecut?
    Sadarlah wahai Putra putri terbaik Bangsa “katanya”
    Anda sudah melakukan kesalahan,beranilah mengakuinya,dan coba untuk memperbaikinya,semoga rakyat dan bangsa ini kembali menerima anda dengan hati terbuka

    OP

  61. Inikah kualitas lulusan IPDN, menganalisa saja gak Bisa, wapres Aja ditipu? ngakunya gak tau kelakuan gini yg hampir mirip dngn PKI, apakah memang ada faham PKI juga yg diajarkan di IPDN ?

    wahai, penghuni lembaga pendidikan yg bernama IPDN, malulah anda kepada Indonesia. anda dibayar olh keringan 200 juta rakyat indonesia, semestinya bersifatlah sbg org yg beradap, bukan sebagai banci yg hanya jagonya di dalam kandang aja. Saya tau kok kemampuan mahasiswa IPDN, palingan cuma jadi pesuruh Bupati, atau pegawai CAMAT. Jgn lblagulahh, IQ kalian jongkok kok,

    Kalian meng-klaim kalau kalian terbaik karna dipilih itu memang benar, tapi kaian harus sadar juga bahwa kalian terbaik itu dr keseluuhan Siswa yg jelek di sekolah masing2, bukan yg terbaik jadi jangan membanggakan dirilahh.

    Salam saya buat Pak INU, Anda sudah menyelamatkan muka serta martabat bangsa ini, apa jadinya kalau 10 tahun lagi lulusan IPDN yg memegang jabatan, mau dibawa kemana negara ini, yg ada Indonesia jd negara yg kejam, diktator dan bisa juga bisa menjadi negara KOMUNIS…

    Salam, han Hormat Buat Tuan INU

  62. antiBirokrasi

    Ini hanya sebuah website murahan yang berisi tulisan2 subjektif layak nya iklan barang yang enggak laku.

    Kebobrokan IPDN BUKAN hanya disebabkan oleh SEBAGIAN KECIL oknum saja, tetapi SATU KESATUAN MAFIA PENGECUT yang mengakar di dalam institut tersebut yang DIBAYAR dari PAJAK RAKYAT INDONESIA.

    Saya bilang SATU KESATUAN MAFIA PENGECUT, karena mirip mafia, tidak menghargai hukum yang ada. Pengecut, karena pendidik dan yang dididik hanya berani tutup mulut ketika diminta menjelaskan permasalahan nya. Tutup mulut, ibarat anak TK yang berbuat kesalahan. (masih untung enggak mewek, hehehe)

    Tetapi meskipun begitu, saya salut juga dengan SEBAGIAN KECIL PEJUANG-PEJUANG IPDN SEJATI. Contohnya:Cliff Muntu (yang mengkritisi kebijakan PEMALAKAN GAJI PRAJA oleh pengajar), Inu Kencana (yang berani mengungkap kebenaran), dan tentu masih banyak yang lain, insya Allah, di masa depan.

    Akhir kata, hanya ada satu PESAN dari saya : BUBARKAN DAN GANTI SISTEM IPDN UNTUK MEMBUNUH GURITA MAFIA PENGECUT!!

  63. orang salah akan membela diri dengan segala hal sekecil apapun, tentara NAZI pun ga kejam semua ko itu wajar dodol.sekarang menyesali diri,bukan membela diri

  64. Tantho

    Putra terbaik bangsa, gak akan masuk IPDN

    wong gak punya otak,logikanya gak main blazz,sopan santun/tata krama gak punya, tanggungjawab nol kok bilang terbaik….

    kalau sekedar badan bagus mah,cuman terbaik untuk calon gigolo atau tukang pukul aja…

    gimana negara gak ancur, kalau calon birokratnya cuman bisa menyelesaikan masalah dengan “bak-buk”,otaknya gak jalan….

    ipdn bUBAR, Harus !
    Pak INU… Pahlawan Bangsa, Pasti….

  65. KARMA SUDAH TDK BERTAHUN-TAHUN LAGI

    kiamat udah dekat, bertobatlah anda semua.
    hukum karma sudah banyak yg ditampakkan.
    anda memukul kamu akan dipukul
    anda menendang kamu akan ditendang
    anda mencaci kamu akan dicaci
    kalau anda yg tdk kena karmaNYA,
    anda kan akan punya isteri, punya anak, punya cucu.
    mau tidak ? karma itu ditimpakan kepada mereka . . . . ?

  66. cimporong

    busssyyyeeeettttttt.

    inikah calon pemimpin bangsa indonesia nantinya….?
    sekarang aja dah kacau gini , apalagi nanti kl mereka memimpin, gak bermoral, barbar, berusaha menutup2i keadaan, free sex, ( apalagi ya?) hmmm
    dijamin deh indonesia akan hancur lebur kl mereka jadi pemimpin.

    hajar bleh ….!!!

  67. amen

    Realistis aja bo….
    Benahi dari dalam? Bagaimana bisa? Anda yang sudah tahu
    kenapa tidak berbuat?

    Makin jelaslah, seperti apa logika berfikir kalian.

  68. KAMI BUKAN PENJAHAT,

  69. pencintaIPDN

    Bapak Menpora yang terhormat anda tidak perlu takut mencari pengganti Cris Jhon di kampus IPDN banyak koq yang kelihatannya siap mengganti kan Crish Jhon, kepada saudara-saudara premanku jika kalian butuh sparing Partner datanglah ke kampus IPDN di sana banyak pemuda-pemuda gagah berani yang siap menjadi sparing partner kalian … ya … barang setonjok atau dua tonjok cukuplah .. buat meregangkan urat-urat kalian setelah capai di jalanan, atau kepada para pendekar kalau Anda-anda ingin tes hasil berguru ilmu kanuragan silakan datang juga ke kampus IPDN di sana banyak koq yang siap mecoba ilmu kanuragan anda, daripada para pemudaku (praja) menggebuki juniornya.

    Silakan datang dan daftarkan diri anda gratis dan terbuka untuk umum.

  70. naif

    Ternyata makin jelas sekarang bahwa anda memang pantas mendapat julukan ‘kejam’ dari pada ‘jahat’ ssi kata emha ainun najib.
    Penjahat belum tentu kejam. Tetapi orang kejam pasti jahat.
    Sudah jelas-2 terjadi kekejaman bukannya insyaf.
    Harusnya anda bersyukur kepada pahlawan nasional P Inu yg dgn gagah berani membongkar kebusukan didalam rumah. Karena apa, transfaransi bung.
    Rakyat yg menilai…mereka mengerti…mereka sudah pandai…tidak bodoh lagi.
    Dari sudut pandang agama apapun kekejaman jelas tidak dibenarkan.
    Salut buat P Inu, rakyat Indonesia mendukung anda 1000%.

  71. Blee

    ck…ck….kasihan…pencucian otaknya udah sampe kaya gitu…blog ini menunjukkan kalo emang udah pada sakit

  72. KUTUKUPRET

    KEMARIN AKU ADA DENGER SARAN DI RADIO SARANNYA GINI …
    GIMANA KALO PRAJA2 IPDN DI BUATKAN PROGRAM PERTUKARAN PELAJAR …. SAMA AMERIKA AND ISRAEL … BIAR MEREKA RADA2 KEDER GITU ….

  73. william xhi

    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!
    BUBARKAN IPDN !!!!

  74. Dalam era globalisasi dengan kalimat bahasa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) memang menjadi sebuah alasan disiplin ditegakan, tapi bukan dengan cara kekejaman seperti di kampus ipdn.
    Indonesia memerlukan orang2 seperti P INU, istiqomah, berani mengungkap ketidak adilan walaupun nyawa dan keluarga pertaruhannya.

    Bagaimana mungkin hanya untuk menjadi seorang camat harus dididik menjadi seorang algojo, bagaimana nantinya memanaj lingkungan kecamatan, bisa dibayangkan Indonesia kedepan kaya apa nantinya.

    Akabri untuk menjadikan seorang jenderal, lebih elegan dan academic metode pengajarannya, tidak terdengar adanya kematian siswa karena kekejaman.

    Alangkah nikmatnya bila tayangan yg muncul ditelevisi dari kampus jatinangor itu siswanya sedang membaca alqur’an, shalat berjamaah, kegiatan gereja, dan keagamaan lainnya dari pada aksi algojo tendangan, pukulan, penjara.

    Adek2 ku, kalo anda mau tendangan dan pukulan sebaiknya tidak usah capek2 sekolah di ipdn, tetapi tiru kris jon. Dikenal dunia, harta melimpah, ketenaran, dsb dsb.

    Semoga tidak terjadi di sekolah lainnya yg ikatan dinas.

    Bisa dibayangkan bila di STAN, AKABRI, AKPOL, DLL, terjadi seperti di ipdn. Maka indonesia akan menjadi negara algojo semua karena dipimpin seorang yg bermental algojo. Mengerikan…….

  75. Wahai rakyat indonesia,
    janganlah karena oknum lalu kita “menggebyah uyah” (menyamaratakan) seluruh praja. saya yakin masih banyak praja dan alumnus yang baik, taat walaupun hanya menjadi camat, ajudan bupati.

    Hukum saja yang bersalah, bentuk hukumannya kalau perlu dipukul sampai mampus.

    Pak Ryas, selamat bekerja.

  76. dwi Yanto

    Emangnya Beliau bego’ pasti dia dah berusaha dari dalam tapi namanya typical systems IPDN yang sudah kolot berazas kolonialisme sehingga memakai systems Hukum Rimba yang kalian terapkan pada junior kalian main PUkul dan tendang mana OTak kalian Para praja, merka harapan orangtua kok malah di bantai,tega amat.

  77. zamroni salim

    Yth. Para Mahasiswa IPDN dan Alumni,

    Anda mengatakan manusia terbaik. Siapa yang menilai Anda, Anda sendiri atau masyarakat?

    Masalah Pak Inu yang anda anggap tidak cinta corp, almamater, adalah salah besar. Anda memintanya dengan ungkapan genteng dan cara membenarkannya. Pak Inu secara pribadi jelas nggak mampu memperbaiki kerusakan di IPDN/STPDN/APDN. Pemerintah, tahun 2003 dengan korban Wahyu Hidayat, sudah melakukannya (tapi konspirasi kekerasan yang ada di IPDN-yang Anda klaim tempat Putra-Putri terbaik bangsa, tetap bangga dan mengulang kesalahan).

    Apakah bila Anda melihat keluarga Anda dibunuh oleh bapak Anda/keluarga Anda yang lain, Anda akan tinggal diam atau lapor polisi (saya tidak mengatakan mahasiswa yang meninggal adalah keluarga pak Inu; tapi mereka adalah mahasiswanya, putra-putri terbaik bangsa versi Anda pribadi). Sudahkan Anda berfikir wahai Putra-Putri terbaik bangsa (versi Anda sendiri).

  78. smartguy

    Loe pikir nyiksa orang sampe mati ngga penting buat ditanggapi ? Dasar pembunuh. Bejat Loe Semua !!!!!

  79. sapiedan

    heheheheh gitu aja kok repot dibubarin aje ….
    mak gue aje bilang kok ade ye sekolah kaya’ gitu ..
    masih di piara …. piara kok anjing yg sika gigit …..

    salam buat P.Inu ….berjuanglah terus untuk negara …..

  80. "orang JAHAT"

    mahasiswa IPDN ga punya otak…orang sampe mati begitu disamain sama genteng. Lho ga punya hati ya!!! Udah ga punya otak (ga bisa masuk PTN), belagu, sok mikirin rakyat (bencana, kemiskinan…), PADAHAL LHO SEMUA KAYA BINATANG…

  81. institut pembunuh dalam negri

    O… IPDN…. 🙂
    Institut pembunuh Dalam Negeri
    Institut Penganiaya Dalam Negeri
    Institut Pembohong Dalam Negeri

  82. sapiedan

    waduh .. gimana yah klo praja pada ngaku semua .. penuh kali lp cipinang heheheheheheh …(((( klo emang die manusia pasti ngaku …)))) lha trus kalo ndak ngaku apa donk…

  83. SatriaMuda

    Hei bung klo loe disiksa oleh kakak tingkat loe napa loe siksa adik tingkat loe, loe pengen dikatain jagoan, loe pengen dikatakan loe cowo kuat, loe ga lebih dari sampah idup bung, salut buat loe yang udah pernah bunuh praja-praja, gimana klo adik loe ato sodara loe yang disiksa ampe moit, hati loe sakit ga bung …. dasar kecoa busuk masih mending loe bisa idup ….

    Pak Inu terus berjuang meskipun dihantam teror, Allah bersama Orang-orang yang sabar dan jujur, ungkapkan terus kebenaran yang sejatinya.

  84. sapiedan

    Kami & IPDN

    KENAPA HARUS BERSEKOLAH DI INSTITUT PEMBUNUHAN DALAM NEGERI?

    Banyak masyarakat yang mengaku terdidikdari kelas menengah keatas tak habis pikir mengapa potensi unggul bangsa bersekolah di IPDN yang dulu bernama STPDN dan sebelumnya lagi APDN. Menyedihkan sekali, orang terdidik ttidak paham tapi rakyat awam justru sangat mengerti!

    Inilah alasannya!
    Harus kuliah
    Di era kemajuan ini orang yang hanya tamat SMA jangan harap bisa dapatkan pekerjaan layak. Orang yang hanya tamat SMA kurang dihargai oleh masyarakat. Maka kami harus kuliah!
    Yang penting murah, fasilitas berlimpah
    Setamat SMA kami butuh perguruan tinggi yang murah supaya orangtua tidak terbebani. Sudah jadi kewajiban nagara untuk membiayai kami, putra putri terbaik bangsa. Kami tidak mampu sekolah ke luar negeri untuk dapatkan pendidikan terbaik.
    Butuh jaminan pekerjaan
    Kami membutuhkan sekolah yang singkat dan ada jaminan setelah lulus dapat pekerjaan untuk mengembangkan diri dan cari nafkah.
    Jadi pegawai negeri masih relevan
    Lowongan yang aman dan nyaman bagi kami adalah pegawai negeri karena lebih terjamin. Tidak ada cerita pegawai negeri kena PHK akibat pemerintah bangkrut. Kami sadar gaji resmi pegawai negeri itu rendah, tapi kami yakin asal tahu caranya maka kami bisa hidup layak bahkan mentereng seperti businessman!
    Sebetulnya kami ini intelek
    Orang-orang sombong yang beruntung kuliah di perguruan tinggi melampiaskan kedengkiannya dengan menganggap kami sebagai calon robot dalam industri besar bermama birokrasi. Tahukah anda semua bahwa kami juga belajar seperti mahasiswa? Hanya saja kami tidak suka berdebat tanpa arah. Kami tidak suka diskusi hanya untuk pamer wawasan dan tunjukkan daftar pustaka di ujung lidah karena bagi kami banyak membaca hanya akan menyiksa dan itu bukan jaminan bagi karir kami di masa depan.
    Pemerintah adalah pengayom kami
    Kami calon abdi negara, kami butuh pekerjaan dari pemerintah pusat maupun daerah. Maka sebuah kebodohan bila kami sok kritis dan sok idealis ingin membangun sebuah pemerintahan yang bersih, efisien dan berwibawa. Itu bukan tugas kami. Itu tugas para pejabat tinggi dan para cerdik cendekia! Kami menghormati dan menjunjung tinggi pemerintah yang menjadi pengayom kami.
    Kami bukan penganjur korupsi
    Secara jujur kami akui bahwa kami paling tidak suka untuk diskusi bagaimana memerangi korupsi karena ternyata batasan korupsi tidak jelas, apa yang secara undang undang dan etika pegawai negeri dilarang ternyata dibiarkan sehingga kami berkesimpulan itu bukan masalah. Kepentingan kami hanya bagaimana hidup sejahtera tanpa harus akhirnya masuk ke penjara, karena bila satu dipenjara maka semua pegawai negeri harus dipenjara juga, apakah tempatnya cukup?
    Kami orang beretika, bermoral dan religius
    Tidak ada atheis di antara kami, masing-masing bebas menjalankan ibadah sesuai agamanya. Maka sebuah kebodohan dan kesewenangan bila kami dianggap tidak beretika, tidak bermoral, dan tidak agamis karena kami punya cara pembinaan mental yang tegas, karena tidak pernah menentang korupsi (lihat alasan nomor 7). Masyarakat membebani kami dengan cita-cita naif tentang birokrasi yang bersih dan efisien, dan enak saja mereka mengutip almarhum Nurcholish Madjid yang mempertanyakan klaim diri tentang religiositas bangsa di tengah tingginya tingkat korupsi, padahal itu bukan urusan kami. Masyarakat memang tidak tahu diri, seolah lupa bahwa fasilitas ibadah berbagai agama itu dibangun/disumbang juga oleh pejabat publik yang sering disindir sebagai koruptor. Bisa pergi berhaji dengan biaya sendiri sebagai pegawai negeri (muslim), dari manapun asal muasal rizki, bagi kami adalah urusan pribadi.

    RUPANYA INI THO YG DI INGININ PRAJA2 ITU …TAPI KOK MENGHALALKAN PEMBUNUHAN YAH

  85. renoir

    yang punya blog ga bisa jawab comment, karena udah keburu mati atau sekarat dihajar..

    jadi digantiin sama senior lainnya… yang otaknya udah memar dan telinganya tuli…

    nanti juga yang ini, kalo udah sekarat, digantiin sama yg laen lagi.. yg jeroannya juga udah ancur 😀

    welcome to IPDN.. where the stupidity and cruelty collide!

    Blog ini: lawakan yang memuakkan.

  86. kadal

    IPDN…………..
    Kadal Semuaaaaaaaaaaaaaaaaa Isinya, Nyawa orang dianggap mUrah……. Dasar KADAAAAAAAAAAAAAAL

  87. wahyu

    “Sesungguhnya wajar belaka bilamana seorang pemimpin pertama-tama ingin selamatkan nama baik corps dengan bertindak cepat, cermat dan tepat kemudian setelah itu baru mempertanggung jawabkannya kepada masyarakat dan penegak hukum…”

    Ucapan tersebut tidaklah pantas diucapkan oleh calon2 pemimpin bangsa. Demi menyelamatkan mukanya sendiri dan alasan pembenahan mengorbankan nyawa anak orang. Coba bayangkan jika besok2 yang meninggal anak2 kalian yang disayanggi. “BANGSAT IPDN, BUBARKAN AJA DARI PADA DIBENAHI. LEBIH BAIK DIKEMBALIKAN PENDIDIKAN KEPEMERINTAHAN DIWILAYAH MASING2 DAERAH”

  88. wong cilik

    kalau saia sih gampang2 ajah…
    ntar klo ada pemilihan
    lurah. bupati. atau gubernur atau apalah..
    saia gak akan milih lulusan IPDN
    “padahal saat itu aku sedang berusaha tunjukkan tentang arti sebuah tanggung jawab”
    tunjukkan dong!!!!
    satu kata yg cocok buat kalian.. “BABI”

  89. kadal

    emang anak ipdan terbuat dari gentengggggggg……………
    tutupin dulu yang bocorrrrrr……………
    ntar baru pada lupa …………….
    Kadal lo smua………

  90. kadal

    Kami adalah putra putri terbaik bangsa, abdi negara yang siap melayani masyarakat menuju Indonesia yang adil dan makmur. Ada praja meninggal jangan dibesar besarkan. Media berlaku tidak adil! Trial by the press!

    Itu yang nulis kata 2 diates dia pening, ntar kalo lulus mau kemana, memang ngga punya nyali, ngga ada perjuangan dalam hidup, Lu netek aja ma mak lu,,,,,beraninya berharap ma pemerintah,, Babi mang lu smua IPDN

  91. Ryuu

    Walah, saya makin kuat setuju bahwa IPDN harus dibubarkan.

    “Sesungguhnya wajar belaka bilamana seorang pemimpin pertama-tama ingin selamatkan nama baik corps dengan bertindak cepat, cermat dan tepat kemudian setelah itu baru mempertanggung jawabkannya kepada masyarakat dan penegak hukum…”

    Jika di dalam kesatuan terdapat kekurangan (nyontek, perselisihan pendapat, dll), memang wajar jika pemimpin membenahinya.
    Jika di dalam suatu kesatuan terdapat tindak pidana kriminal (hilangnya nyawa manusia), adalah SANGAT KETERLALUAN jika sang pemimpin mencoba menutupinya dengan dalih “menyelamatkan nama baik corps”

    Hahahaha, sungguh lucu jalan pikiran kalian.

    Pak Inu adalah contoh seseorang yang punya hati nurani sebagai seorang manusia. Dia seorang tidak dapat berbuat banyak untuk mengubah sebuah sistem gila yang “disakralkan” selama bertahun-tahun lamanya. Yang bisa dia lakukan adalah membuka FAKTA ke publik, dan membiarkan publik yang bicara.

    Kalau Anda bicara tentang pemimpin, pertanyaan saya, pimpinan Anda yang lebih tinggi itu siapa? Senior Anda? Rektor IPDN? Atau Presiden Republik Indonesia?
    Bahkan Presiden RI pun sudah menyatakan sistem pendidikan di IPDN keluar jalur. Apakah Anda masih punya rasa hormat pada pemimpin bangsa ini? Atau memang loyalitas Anda hanya terbatas pada IPDN yang telah dengan sukses mencuci otak Anda?

  92. idham khalid

    tadi malam saya liat di metrotv (17-4-2007) pada acara metrorealitas, dan salah satu data disebutkan dari tahun 2000-2007 ada 135 kasus seks bebas. Mereka melakukannya di tempat tempat kost di sekitar kampus IPDN. Padahal tinggal di tempat kost dilarang, karena mereka sudah dibiayai dengan uang rakyat untuk tinggal di asrama.
    Mereka tinggal di tempat kost diantaranya untuk mudah melakukan seks bebas.
    duhhh asyiknya….. ikutan dong!!!!

  93. Feira

    Katanya sih situs pembelaan IPDN, tapi koq isinya banyakan yang menghujat IPDN seh ?
    Brarti kesimpulannya LEBIH BANYAK YANG YANG GA SUKA SAMA IPDN ya ?
    Untuk para pembela IPDN lebih baik buka mata kalian dengan kenyataan ini, makin kalian Tutup Mulut makin banyak yang membenci kalian, kalau kalian emang berniat memperbaiki almamater kalian kooperatif dong

  94. Pemuda Indonesia

    Hmmm ..
    Apa komentar ini sungguh dibaca para IPDN mania ?
    Sepertinya tidak .. karena dari bacaan opini-opini mereka dapat dipastikan mereka telah membentuk opini sendiri dan pembenaran diri sendiri. Tapi tidak ada salahnya komentar ini ditulis, mungkin untuk orang-orang yang masih terbuka hatinya.

    Dari sikap mental yang berusaha menutupi kesalahan yang dibuat oleh civitas akademika IPDN dengan berbagai alasan, seperti seharusnya pembenahan dari dalam, dan sebagainya serta sikap menyalahkan orang lain yang mengungkapkan kejujuran, dapat dipastikan tidak ada gunanya pendidikan yang diajarkan selama ini pada para civitas IPDN.

    Yang ada hanyalah pembodohan, kebohongan semu baik terhadap diri sendiri dan terhadap masyarakat. Beranggapan sebagai putra terbaik bangsa? dari mana datangnya pemikiran itu?

    Yang dilihat sekarang adalah civitas IPDN mencoba membela nama baik institusi. Ya, memang baik namun jika institusi itu salah, apa masih harus dibela? … institusi itu telah menyebabkan beberapa orang pemuda Indonesia mati .. mati sia-sia.

    Sekarang pertanyaanya .. anda itu putra terbaik bangsa atau putra terbaik institusi?

    Jelas sekali IPDN bukan institusi terbaik bangsa. Institusi mana yang menyebabkan jatuhnya korban berulang kali?
    Dan sungguh kalian bodoh jika menganggap itu hal kecil yang dibesar-besarkan .. nyawa manusia itu berharga.
    Jika kalian tidak bisa menghargai nyawa manusia, bagaimana bisa kalian menyatakan diri putra terbaik bangsa? Kebohongan semu yang kalian tanamkan dalam diri kalian sendiri.

    Sekarang … tentukan pilihan kalian … jika kalian memang mau disebut sebagai putra terbaik bangsa … apa kalian tetap membela institusi kalian yang rusak itu?

    Apalah artinya sebuah institusi .. jangan biarkan pikiran kalian terkotak-kotak dalam suatu wadah yang namanya institusi. Jadi lah pemuda indonesia yang mempunyai pikiran yang bebas, bijaksana, membela kebenaran tanpa memperhatikan suku, ras, agama, apalagi yang namanya institusi … karena kita ini sesama rakyat Indonesia.

    Membela yang benar karena itu memang benar, bukan karena kebenaran semu yang coba kalian tanamkan dalam hati kalian. Semoga hati kalian masih bisa terbuka untuk melihat yang benar.

    Sungguh sayang jika hati itu telah tertutup. Kalian dididik seharusnya utk menjadi pamong yang terbuka hatinya, peduli kepada masyarakat bukan peduli kepada institusi/golongan sendiri. Berpikiran terbukalah, sekali-kali belajar lah di tempat lain .. jangan beranggapan IPDN itu yang terhebat. Di atas langit masih ada langit.

  95. Jikalau terjadi bocor di genteng maka yang pertama-tama kita lakukan adalah menambal kebocoran dengan naik keatas atap, bukannya berteriak di jalanan sambil berharap mendapatkan uluran genteng baru yang belum tentu cocok ukuran dan mendapat hibah tangga yang boleh jadi terlalu pendek, kemudian orang-orang sibuk bergunjing bagaimana cara menambal lubang pada halaman berumput padahal itu bukan esensial

    Lah…. dasar dodol. Lo manusia apa genteng?

  96. Langit

    Sukurin luh disumpahin semua orang. Baik alumnusnya mahasiswanya dan semua pendidiknya, entah itu yang membunuh apa kagak, semua kena tulahnya. (Tentu kecuali pak Inu)

  97. renaissance

    Beginikah moral calon-calon praja di negeri kita?
    Doktrin apa yang mereka dapat dari para pengasuhnya dan dosennya selama ini. Sebagai “Calon Jongos” aja mereka semua sombong dengan mengaku sebagai putra-putri terbaik bangsa. Apalagi nanti setelah jadi camat, merasa punya kekuasaan jadi semena-mena terhadap rakyat. Menerapkan ideologi “Premanisme” dengan menganut jargon “Kalau tak bisa dibina kenapa tidak dibinasakan saja” dengan semboyan utama “Kalo bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah”.

    Wahai mas-mas dan mbak-mbak di IPDN sana, jangan anda semua menafsirkan dengan keblinger semboyan pejuang-pejuang kita terdahulu “Mati Satu Tumbuh Seribu”. Mereka berjuang melawan penjajah, sedangkan kalian nantinya akan menggunakan jabatan-jabatan kalian untuk menjajah para “pejuang”.

    Kekerasan bukan penyelesaian, jangan kalian jadikan itu sebagai “senjata” untuk alasan pendisiplinan. Nyawa manusia mahal harganya.

    Kalian semua telah membuat para ibu merasa was-was kehilangan orang-orang tersayang dengan mengirimkan anak-anaknya menuntut ilmu disana. Kalian telah membuat para Bapak kehilangan harapan terhadap penerus generasi keluarga mereka. Dan kalian telah membuat masyarakat indonesia sekali lagi melihat dan membuktikan dengan mata kepala mereka sendiri kelakuan para calon-calon birokrat negara kita. Seharusnya kalian meminta maaf terhadap bangsa indonesia, bukannya malah menambah dosa dengan “aksi tutup mulut” kalian semua. itu hanya membuat masyarakat semakin yakin bahwa, kelak mereka akan dihadapkan pada birokrat-birokrat tengik yang hanya mampu menggunakan undang-undang dan peraturan sebagai tameng atas tindakan-tindakan dan pikiran-pikiran picik untuk menindas kami, rakyat keci.

    MEMANG LEBIH BAIK KALIAN DIBUBARKAN SAJA, DAN BANGUN KEMBALI SEBUAH INSTITUSI PENDIDIKAN YANG LEBIH MENGEDEPANKAN PENDIDIKAN MORAL, AKIDAH, DAN PENGHARGAAN TERHADAP SESAMA. BUKAN PENDIDIKAN DENGAN IDEOLOGI PREMANISME DAN DOKTRIN KEKERASAN SERTA PEMBOHONGAN PUBLIK SECARA MASSAL

    SALAM DARI KAMI YANG MENGINGINKAN KEMAJUAN ATAS INDONESIA.

  98. putra-putri terbaik bangsa???
    pernah bikin apa kalian???
    pernah kasih sumbangan ap ke bangsa???
    menurut gw seh putra putri terbaik bangsa berasal dari its,itb,ui,ugm…….
    karena mereka dah banyak ngase sumbangsih nyata buat indonesia…..
    kalian?????
    bisa ap???

  99. kontol ipdn

    jancuk jaran raimu koyok kontol

  100. d3_4g3nt5

    Menurut saya yang salah bukan anda lulusan IPDN tetapi sang kreator yang membuat kurikulum militeristis dan penuh dengan doktrin-doktrin militer seperti membela korps, putra-putri terbaik bangsa, harapan bangsa, dan sebagainya.

    Perlu diketahui pada saat APDN-Nasional didirikan saat itu Orba mendirikan APDN-N sebagai penyelaras haluan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.
    Karena pemerintahan sekarang ini sudah demokratis maka unsur-unsur demokrasi harus ditanamkan di IPDN sebagai penyelaras haluan Pemerintah Pusat dengan Pemda.

    Saya kurang setuju dengan usul pembubaran IPDN, saya lebih menginginkan kurikulum di IPDN disesuaikan dengan kondisi sosial politik di Indonesia sekarang yang demokratis dan tidak lagi militeristis.

  101. freemind

    free sex ??

    hhmm.. MAU DONG !!!!!
    gw pesen praja girl tingkat I yg montok yah !

    IPDN = GUANTANAMO !!
    BABI !!!

  102. bondet

    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…

  103. bondet

    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…
    wah wah…. doktrin yang disampaikan mereka benar2 mengena. hebat…dan kasian mereka para alumni…

  104. ipdnmania

    hebat kan gua, udah bodoh, beraninya keroyokan, ngandelin otot, digugat banyak orang juga nggak terasa nih…. hepi hepi aja…. gak punya hati gak patheke. Yang penting ipdn. Mbunuh orang itu enak lho rasanya kayak nembak burung.

  105. Ifal

    kalo didikannya udah pada kasar begitu, kalau jadi pejabat bisa bahaya bisa seenak udelnya aja ama anak buah lebih2 ama rakyat.
    ipdn sebenernya didikan buat jadi satpam apa pejabat sih………

  106. eneg

    anjrit, dasar bego, kekerasan di ipdn dah terjadi sejak pertama kali didirikan, dah berape orang mati. bpk inu mgkn dah nyoba dr dulu ngerubah ipdn dari dalem, tapi dasar, dari rektor nya aja dah gila (tahanan dijadiin pns), dekannya sinting (nyuruh nyuntik formalin), prajanya geblek (takut ma seniornya, wapres aja dibohongin, tar jadi pejabat calon penjilat nih ma koruptor, sex bebas pula, pantes aja negara ini gak maju2), gimana mo dirubah lagi.emang ipdn patut dibubarkan.

  107. Budak jatinangor

    Dasar gendeng kabeh wong IPDN
    Katrok, ndeso…..
    Lha mateni wong kok bangga, puas…..

    gelo sia barudak IPDN
    bener-bener gelo pisan euy budak IPDN
    Ngabohong kok seneng

    Dasar nggak punya moral
    Hilang hati nurani

    Wislah gak usah kesuen, bubarke wae IPDN
    gawe masyarakat prihatin wae. gawe wong tuwo ngenes wae. ndang lah dibubarke wae yo pak Rasyid.
    Teu usah lila nungguna, henggues bubarken waelah IPDN.
    Sok lah atu dibubarken wae ayeuna.

  108. NGK JADI IPDN

    Untung…gue ngk jadi masuk sana….walaupun dah pasti diterima dengan uang cuma 13 JUTA rupiah…..bisa gila gua disana..otaknya miring, hatinya penyok……

    bener2 orang2 yang menyedihkan dan gila cuma sama yang namanya pangkat dan almamater yang ngk jelas mo di bawa kemana………

    IPDN…IPDN…..very pooorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

  109. vandai

    eh, pendidikan ABRI gitu ga sih??
    yang jelas2 pendidikan pake fisik aja ga gitu2 banget deh..

    Bukankah lebih baik kalo pake Inu “membocorkan” semuanya, daripada bakal nambah banyak yang “gugur di medan IPDN”??
    Jadi kalo ada yang meninggal lagi, cukup dengan “ditambal”??

    Beberapa tahun yang lalu kan sudah “dibahas” neh. Akan “lebih indah” jika IPDN itu ga cuma berganti nama.

    buat yang nulis:
    kalo gitu naekin aja tuh kuburan nya bang “Cliff”
    trus “tambal yang bocornya”
    😛
    BAKA!!!

    nb:
    gua ga tau mana yang bener, dan gua ga mihak siapa2. cuma yang jelas, gua juga cukup prihatin dengan kejadian ini. baik dari sisi keluarga “Cliff” juga dari sisi IPDN.
    Hanya saja, kenapa kalian (IPDN) tidak berbenah diri setelah kejadian beberapa tahun yang lalu terekspos…

  110. sebenarnya, lulusan IPDN itu akan dikirim ke medan perang ya? koq sampe bikin perploncoan yg benar-benar gila dan edan. Jangankan berpeluh darah, berkeringat air aja mungkin tidak ketika anda-anda, para lulusan IPDN keluar dari akademi anda. Kenapa? karena anda akan nyaman bekerja di ruang ber AC di Dinas-dinas Pemerintahan daerah.

    Akademi Militer sesungguhnya saja tidak sekejam itu. Padahal, seharusnya merekalah yg harus dilatih utk tahan banting, tahan siksa, dan tahan-tahan lainnya. Militer itu mesin perang dan memang dirancang untuk membunuh atau dibunuh. Eh, koq malah mereka lebih bijak di dalam kesehariannya.

    Pantas saja Pol PP bertindak lebih bengis daripada militer. Mengapa? Karena para pemimpinnya juga bengis dan tidak punya peri kemanusiaan.

    INGAT PRAJA IPDN, UANG PENDIDIKAN YANG ANDA HABISKAN ADALAH UANG RAKYAT. KALO ANDA BERSIKAP SEPERTI INI DI KAMPUS, NISCAYA NANTINYA SIKAP INI AKAN TERBAWA HINGGA ANDA MELAYANI KAMI.

  111. Bokeper

    IPDN = Institut Pembuat Dada Nyempluk

    hue hue hue.. Ngomong omong tentang kebusukan IPDN.. ada yang tahu gak kontak Ayam KAmpusnya IPDN. Katanya disono Free Sex dah hal yang wajar..

    Gue mau pesen satu doms ayam kampusnya.. Kelihatannya binal sekali tuh cewek-cewek IPDN. Kuat bisa ronde ke 17 kaleeeee.. So kalo ada yang tahu infonya kasih tahu ke gue yachh

  112. A Brutal Tale of STPDN!

    By Tommy Tjokro   tommytjokro@yahoo.com
    Story submitted December 11, 2004
      

    Efforts of the government to stop the practice of brutality, sexual assault, torture and violence in STPDN has come to a complete failure. STPDN is a school run by the government for bureaucrats at the Local Governments. But, “Tradition cannot be stopped” said one of STPDN students,”We enjoy S/M in our school”.
    1. Lobang Pantat Praja Muda
    Usaha untuk mengakhiri kebejatan di STPDN gagal total. Setelah seorang calon Praja Muda berhasil diseret untuk ditelanjangi dan disiksa oleh para Praja Senior.Kegilaan sudah makin menjadi-jadi di sekolah yang murid-muridnya terkenal sebagai titisan penduduk Sodom and Gomorrah biadab itu.
    Baru-baru ini dalam acara penerimaan Praja baru, seorang calon Praja dari Langsa Aceh tiba-tiba diseret oleh beberapa Praja Senior ke dalam gudang untuk disiksa dan diperkosa.Si calon Praja memang ganteng, tak heran jika praja-praja senior bejat itu jadi ngaceng dan ingin mencobai lobang pantat si calon Praja itu. Ta’i! Uji coba memulai praktek biadab, dinilai cukup berhasil. Karena pelaku tidak diberi sanksi apa-apa oleh pengelola sekolah ta’i (!) itu.
    Sejak itu, tanpa ragu-ragu, malu-malu, dan takut-takut, para Praja Senior mulai lagi mendatangi kamar-kamar Praja Muda dan Praja Yunior untuk menikmati lobang pantat dan mulut mereka dengan kontol-kontol mereka masing-masing.
    “Jatinangor adalah Sodom and Gomorrah jilid II” kata salah seorang Praja Senior di salah satu blok asrama sekolah bejat itu. Si praja Senior berbicara dalam keadaan telanjang bulat dengan kontolnya yang sedang ngaceng tegang kemerah-merahan. Jarinya mengelus-ngelus kedua puting susunya yang sedang tegang melenting. Tubuhnya yang kekar, ketat berotot tampak berkilat-kilat oleh peluh. Tangannya yang satu lagi menggengam sebuah cemeti besar. Tampaknya dia baru saja menghajar, sekalian memperkosa, seorang Praja Muda. Karena di balik pintu kamar tampak seorang pemuda terkapar telanjang bulat berlumuran.Tubuh si pemuda penuh bilur,lecet dan berdarah-darah. Pemandangan yang biasa di sekolah manusia-manusia bejat itu.
    2. Majun dan Disunat Telanjang Bulat
    Semua pemuda yang masuk STPDN otomatis akan jadi homosex. Karena tradisi para Praja itu sejak satu dasa warsa terakhir memang mewajibkan setiap Praja dipaksa untuk saling berhubungan sejenis.
    Tidak heran jika hasil Psikotest di antara para Praja pada tahun 2002 menunjukkan bahwa 90% di antara mereka bersifat agresif, cenderung homo-sex dan hipersex. Di samping narkoba, obat-obat perangsang sex seperti Majun, Pasak Bumi, Tongkat Ali, Irex,Kuku Bima beredar di antara para Praja. Bahkan Viagra juga sudah teramat lazim digunakan oleh para Praja sialan itu. Karena lingkungan STPDN makin lama makin cabul maka semua Praja selalu bertelanjang bulat saja di kamar masing-masing.Para pengelola dan pengasuh sekolah sialan itu juga tidak berbuat apa-apa terhadap kelakuan aneh dari para Praja gila itu!
    Tidak heran jika kita memasuki kamar Praja itu selalu tercium bau pejuh. Karena selalu saja ada Praja (atau Praja-Praja)yang sedang onani, sodomi atau diisap kontolnya!
    Tidak diketahui dari mana para Praja mendapatkan Majun – sejenis obat perangsang sex yang sangat digemari para Praja itu. Karena setelah menenggak obat sialan itu biasanya Praja langsung ngaceng berat dan baru layu kontolnya kalau pejuh mereka dimuncratkan : CROOOOOT! CROOOOOT CROOOOOT! Ta’i!

  113. dandi

    IPDN hanya akan memproduksi “Robot-Robot Kekerasan” terselubung, kelak dalam pemerintahan…

  114. asep rahmat

    just wanna say

    kebaikan tidak terlahir dari kekerasan !!!!!!!

  115. HIDUP PAK INU…….. SAYA DUKUNG 100 PERSEN PAK INU JANGAN TAKUT PAK ANDA BENAR NANTI KAMI DI BELAKANG ANDA KATAKAN SIAPA YANG MENTEROR ANDA AKAN SAYA HABISI DIA SEPERTI DIA MENGHABISI ADIK TINGKATNYA DI JAMIN…

    IPDN = TAIK KUCING

    GIMANA NEGARA INI BISA MAJU CALON PEMIMPIN BANGSA MALAH TUKANG PUKUL

  116. GajahNgepot

    IPDN
    Institut Pendidikan Ditebus Nyawa….
    wakakakak….

  117. fred

    Kalau cuma 1 genteng yang bocor, memang bisa diperbaiki sendiri, kalau sudah seluruh rumah bocor, sementara penguasa rumah tidak mampu, atau malah tidak ingin memperbaikinya, apakah salah kalau ada penghuni yang peduli dan minta bantuan orang lain ???

    Orang lain ini berhak, karena mereka membayar pajak untuk biaya sekolah kalian… Bukan sembarangan orang yang tidak punya hak.

    Gunakan nalar kalian, jangan cuma mengandalkan fisik, revolusi fisik sudah lama lewat, yang penting sekarang pakai OTAK!!!

    Orang bertinju juga tidak melulu pakai fisik, perlu strategi yang dipikir pakai OTAK, apalagi sekolah. Ini sekolah, bukan kamp penyiksaan.

  118. gagak

    Pertanyaan sekarang gampang aja berapa persen dari mereka masuk IPDN dengan jalan yang lurus alias ga pake duit, kalo emang mereka masuk nyogok untuk apa mereka menulis butuh kuliah yang tidak membebani orang tuanya.

    Toh kalo emang dari awal begitu emang mental mereka aja udah bobrok sebelum masuk di tambah cuci otak didalam yang membuat mereka tambah bodoh dan seperti binatang

    Adakah hasil survei yang membuktikan bahwa yang masuk IPDN semuanya adalah orang2x yang memang pintar 100 %

  119. sapiedan

    weleh weleh … lama2 sumanto ke 2 dst muncul di ipdn kali ye klo masih diterusin

  120. dudy

    Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan seikhlas-ikhlas taubat, semoga Tuhan mu akan menghapuskan dari kamu akibat kejahatan perbuatan-perbuatanmu, dan akan memasukkan kamu ke dalam surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. (Q.S. al Thalaq : 8)

  121. dunia tanpa kekerasan

    Yach begitulah tangkisan manusia jikala telah tersudut, apa gunanya semua ini ter-eksposs jika memang benar tapi kalau memang busuk kenapa harus disembunyikan …??? toch bau busuk tetap tidak bisa di tembel dengan genteng ….

    ” website Ini adalah bukti bahwa telah terjadi kebusukan, bukanlah semakin banyak manusia menyembunyikan kebusukan dan semakin banyak cara untuk menarik simpati bahwa manusia itu tidak melakukan kebusukan …….!! ”
    ” termasuk menerbitkan website ini, dengan harapan adanya pembelaan atas publik ”
    Sungguh moralitas yang sangat bejat bahkan sudah tidak bisa dikatakan manusiawi …….

    Wacana diatas merupakan hasil proses pendidikan yang dihasilkan oleh lembaga IPDN/STPDN yang selama ini menutupi kebusukannnya, pantas aja bangsa ini semakin bobrok moralitasnya ketika para lulusan2 sekolah ini memimpin negara ini ….

    ” WASPADALAH WAHAII GENERASI PENERUS ”
    ” INGA’ – INGA’ DOKTRIN DAN MODEL PKI GAYA MODERN YANG TERSELUBUNG ”
    —————WASPADALAH—————-

  122. IPDN
    BANNNNNNNCIIIIIIIII……

    berani main keroyokan,….
    sok pahlawan,…
    kalian banci,….
    hanya berani pada yang lemah,….

  123. sipil mania

    patut diingat oleh kita semua….

    ketidakberanian mengungkapkan kebenaran merupakan salah satu bentuk ketakutan yang akhirnya bisa menjadi pemicu kebohongan dan ketidakjujuran…

    dan kalau sifat ini dipelihara, besar kemungkinan kalian akan menjadi aparat yang korup di kemudian hari, karena sesungguhnya pangkal masalah korupsi adalah sikap ketidakjujuran…

    …selain itu perlu juga diperhatikan bahwa perilaku korup bisa menghancurkan sebuah bangsa…

    so, bibit penghancuran bangsa sudah ada dikepala kalian pada saat ini…

    so, berhati-hatilah…dan hal yang paling tepat kalian lakukan saat ini adalah…bertobat…

  124. wong_cilik

    IPDN
    banciiiii

  125. ini yg bulis artikelnya ANJING, BABI apa MANUSIA ya

    PANTES AJA INDONESIA GAK MAJU2 ORANG CALON PIMPINANNYA KAYAK GINI

    ANJING…..ANJING…..I

    ANJING…..I

    ANJING…..I

    ANJING…..I

    ANJING…..I

    ANJING…..I

    ANJING…..I

    ANJING…..I

    ANJING…..I

    ANJING…..I

    ANJING…..I

    ANJING…..

  126. idub

    NDAK heran system pemerintahan kita amburadul…ancooor, kalo emang system pendidikan nya seperti ipdn.
    Output yg dihasil dengan model pendidikkan ala ipdn adalah:
    Lurah/camat (atau jadiapapun) yg koruup, tidak bisa dikritik, sok kuasa, tidak bertanggungjawab, ABS asal bos senang, bubarkan aja IPDN… MEREKA TERLALU BANGGA DENGAN DIRINYA SENDIRI…PADAHAL MEREKA HANYA PREMAN PREMAN BERBAJU DINAS.

  127. sipil mania


    “Tapi yang terjadi adalah pengkhianatan, pembocoran kabar sumir, sehingga pertanggungjawaban belum disusun tapi masyarakat sudah marah karena terhasut”

    guys, tanggungjawab adalah suatu sikap yang secara refleks akan muncul dari seorang ksatria…dan tidak perlu disusun-susun…penyusunan biasanya dilakukan untuk lebih memanipulasi sesuatu sehingga diharapkan dapat menutupi kesalahan yang telah terjadi…

    apakah kalian juga diajarkan bagaimana memanipulasi keadaan sehingga kalian akan selalu kelihatan hebat di muka umum? waduh bahaya sekali pendidikan yang telah kalian terima…mengesampingkan kejujuran dan keberanian demi kepentingan pribadi…

    dan bukankan penyuntikan formalin serta penghembusan berita bahwa korban meninggal karena penyakit yang dideritanya adalah sebuah usaha dari IPDN untuk memanipulasi kondisi (tapi tidak berhasil) ?

    dan sesungguhnya kami lebih setuju apabila anda mengganti setiap kata “Tuan Inu” diganti menjadi “Ksatria Inu”…dengan tidak perlu menuliskan kata “yang dipahlawankan” karena kami memang sadar dan mengakui beliau adalah seorang pahlawan bagi masyarakat…sehingga para orang tua menjadi sadar dan tidak terjebak untuk memasukkan anaknya ke IPDN…

    TERIMA KASIH PAK INU…berkat keberanian anda, semakin banyak anak-anak negeri yang dapat diselamatkan hidup dan masa depannya…

  128. siswanto

    Praja IPDN (senior, junior) boleh saja defensif dan merasa orang bermartabat, tapi pada dasarnya mereka adalah produk sistem yang sangat korup. Dengan fakta yang jelas telah terjadi kriminal berat dan sangat serius (praja terbunuh; napi pembunuh dapat rekomendasi rektor shg bisa jadi pns, bahkan sbg. ajudan sekda provinsi Jabar; dekan pembohong soal pemberian formalin ke Cliff; dapat asrama tp. banyak yg. punya kamar kos) toh untuk pengungkapan fakta para praja pasang aksi bungkam, tutup mulut, … siap, tidak tahu!! Apakah kita bisa harapkan kejujuran dari sistem yang bobrok ini???

  129. Ucok Siregar

    BUBARIN aja….segera…
    apa yang harus dipertimbangkan lagi..
    gitu aja kok reeepot..

  130. Cliff Muntu

    Seniorku tercinta….

    Hari demi hari telah kulalui di kampus IPDNku tercinta…
    Segala Caci maki & Cercaan telah kuterima…
    Pukulan demi pukulan juga telah kuterima…

    Semua itu kuterima demi harapan keluargaku…
    Semua itu keterima demi cinta pada keluarga & bangsaku…
    Tapi semua itu kuterima bukan untuk kalian seniorku…

    Impian tuk membahagiakan keluarga & bangsa telah lenyap..
    Kini ku telah terbujur kaku dgn luka mendalam lahir & bathin
    Telah puaskah kalian wahai seniorku???

    Kutunggu kalian di peradilan akhir…
    Semoga Tuhan memaafkan kalian…

  131. Oalah Gusti paringana pangapura ?
    Piye ta ? Sekarang ini paradigma sudah berubah bung ..eranya keterbukaan, transparansi menuju ke akuntabilitas publik.Dudu Orde Baru lagi………
    Gimana kalian mempertanggungjawabkan uang rakyat for bunuh orang ? yang namanya membuat orang mati itu “bahasa hukumnya ” ya udah salah…..
    Eh.. kalian calon abdi rakyat bukan calon raja.. sudah belajar ilmu hukum nggak dikampus… piye tho…….
    Saya tau sih memang sistem disana itu memang udah melekat mengalir di darah kalian praja-praja itu………..Gimana nggak sekolah gratis udah dapet uang …rumah gratis…eh entar jadi PNS.. Yapasti lah kalian pasti melindungi kampus kalian ..supaya jangan dibubarin…entar nggak jadi pns ..nganggur aku ..rugi dong……Nggak belajar paradigma pemerintahan yang baru : good governance and clean governance ya………Iya lah orang tiap hari belajar pukul-pukulan…..UBAH AJA JAdi perguruan Shaolin….
    JADI BAHAYA ya dik jika militerisme dibawa ke sipil.. yang jadi keblalasen…..bisa matiin orang

  132. Aing LAIN PENGECUT

    GOBLOK………!!!!!!!!!!!!!
    PENGECUUUUTTT………!!!!!!!!!!!
    TUKANG MEAKEUN DUIT NAGARA, GOBLOK TEH SIAH!!!!!!!!
    ANJIIINGGGGGGG
    ASUUUUUUUUUU
    SUSUSUSUSUSUSU!!!!!!!!!!
    pantes negara kita terpuruk dan ga bisa bangkit.lha wong calon pejabate juga GENDEEEEEENG……..

  133. wong ndeso kutuk

    wah, kepriye iki.sekolah kan untuk mendidik bukan membunuh.dasar kalian praja ipdn goblok,kelakuan ngluwehi asu.asu wae, isih duwe peri kehewanan.lha kalian praja ipdn, memang iblisssssssssssssssss.
    aku berdoa, yng membunuh praja itu, disuntik perlahan make air keras,dan diawetkan.supaya dikenang oleh masyarakat,bahwa dia seorang pembunuh.
    goblokkkkkkk,anjing,ketek,asu.

  134. Indra Bekti (artis)

    memangnya kekerasan itu sama dengan kebocoran di genteng bro? Memangnya kekerasan yang menyebabkan kematian bisa dibandingkan dengan genteng rumah yang bocor? Kalo Anda ingin melakukan pembenahan, benar-benar dibenahi dong. Kalo betul-betul dibenahi masa sih masih ada kasus Cliff Muntu..

    Dasar Otak udang, kumpulan manusia-manusia picik dan tidak berakal tolol lu

  135. Bukan pembela, tapi penengah (Zil)

    Orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan nafsu, dalam artian saat ini adalah amarah.
    Itu sangat benar.
    IPDN ga bisa dianggap kuat dan berwibawa karena mereka kuat dalam pisik.
    Tapi yang aku baca dari blok, mereka cukup kuat untuk menahan amarah dengan tetap bertindak tenang. Justru para komentator lainnya yang sangat lemah dalam menahan emosi. Selain itu jelas mereka juga tahan akan pukulan.

    Rasulullah pernah hampir dibunuh oleh seseorang, tapi beliau memaafkan hingga akhirnya orang tersebut menjadi pengikutnya. Itulah tindakan bijak Rasul.

    Bukan berarti yang terjadi di IPDN dapat dimaafkan dengan mudah. Memang masa lalu tetap menjadi masa lalu yang ga kan dapat diubah. Tapi ubahlah masa sekarang dan jadi terbaiklah dimasa sekarang agar masa depanmu juga menjadi baik. IPDN harus berubah.

    Aku salut ama keteguhan hati kalian IPDN dalam membela, tapi ga salut ama bungkam menutupi kebenaran.
    Jangan anggap kritikan itu selintas barang yang ga berguna. Jadi kan itu sebagai papan pendorong perbaikan diri kalian.

    Untuk yang memberikan komentar, mohon untuk tidak mengeluarkan kata2 sampah. Karena bisa2 kalianlah yang sampah. Ayo kita bangun bangsa ini dengan bijak. Berpegang teguh pada agama.

    Saranku untuk IPDN, kalo pun IPDN dibubarkan, jangan anggap bahwa ga kan ada para calon pemimpin yang tangguh lagi di negeri ini karena di negeri ini ga hanya ada kalian doank. Jiwa pemimpin itu ada dalam diri kita masing. Rasul ga pernah mengajarkan kekerasan pada pemimpin2nya.
    Kalo IPDN dibubarkan, tunggu dulu para juniornya lulus.
    Semoga kalian disana menjadi orang2 yang baik.

    Terimakasih….

  136. Cliff friend's

    setuju dengan saran mu karna menjadi penengah …

    kami memberi koment bertujuan agar mereka tuh sadar bahwa mereka tuh bersalah ….. dan bukan menutup nutupi…

    apalagi kalian telah menjadi korban… ungkapkan perasaaan kalian …

    bukan diam pas di tanya wapresss !!!!!!
    kami hanya ingin kekerasan dalam IPDN di hilangkan dan tersanggka nya Di hukum habis habisan !!!

  137. dunia tanpa kekerasan

    Bukan pembela, tapi penengah (Zil)

    Apr 18th, 2007 at 1:16 pm

    Orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan nafsu, dalam artian saat ini adalah amarah.
    Itu sangat benar.
    IPDN ga bisa dianggap kuat dan berwibawa karena mereka kuat dalam pisik.

    Tapi yang aku baca dari blok, mereka cukup kuat untuk menahan amarah dengan tetap bertindak tenang. Justru para komentator lainnya yang sangat lemah dalam menahan emosi. Selain itu jelas mereka juga tahan akan pukulan.
    =>> Apakah pihak IPDN mampu menahan emosi sambil membunuh teman mereka….?

    TOLONG CAMKAN SEBELUM MENJADI PENENGAH …….

    =>> salah sendiri mereka membuat blog website ini…?
    =>> yang memancing amarah khan mereka sendiri ….

    Rasulullah pernah hampir dibunuh oleh seseorang, tapi beliau memaafkan hingga akhirnya orang tersebut menjadi pengikutnya. Itulah tindakan bijak Rasul.

    =>> ( mohon koreksi klo salah ) apakah RASUL pernah membunuh …… duluan ….?
    =>> Apakah klo RASUL sudah terbunuh anda akan memaafkan yang membunuh …..?
    =>> Cliff Muntu dan yang lainnya sudah terbunuh INGAT……
    =>> Kalau anak anda sudah terbunuh apakah anda akan iklas memaafkan….?

    Wallahu Salam ….

  138. Zzzz

    Rasul melihat sahabatnya terbunuh
    Para pemimpinnya terbunuh
    Dan beliau memaafkan

  139. Bp Inu memang seorang pahlawan bangsa yang sesungguhnya. Saya yakin masih banyak praja, alumni maupun civitas akademi ipdn yang berjiwa besar dan ksatria seperti Inu Kencana. Hanya saja mungkin tidak ada media yang mengakomodir mereka. Marilah kita ungkapkan kenyataan tersebut dengan menceritakan yang se-benar2nya. Jika takut dengan intimidasi senior, alumni, pejabat ipdn, mari kita ungkapkan “kebenaran” yang lainnya di internet.

    Mari buktikan bahwa ipdn menghasilkan orang2 yang bertanggung jawab, menjunjung tinggi tanggung jawab dan menghargai nyawa manusia.

    Sudah saatnya bersuara…

    @dH1
    NB:
    Baca juga:
    https://ipdnmania.wordpress.com/2007/04/17/marilah-berpikir-dingin-secara-dewasa/#comment-1654

  140. dun

    Zzzz

    Apr 18th, 2007 at 1:56 pm

    Rasul melihat sahabatnya terbunuh
    Para pemimpinnya terbunuh
    Dan beliau memaafkan

    MAKLUMI KITA bukan RASUL

  141. Zzzz

    Tapi Rasul adalah pedoman hidup kita

  142. Saya sangat setuju dengan pendapat orang tentang hukuman bagi seorang penghianat adalah hukuman mati.

    Pahlawan dan penghianat itu tipis bedanya. Tergantung dari kaca mata mana kita menilainya.

    Penghianat bangsa Indonesia sesungguhnya dalam kasus ini adalah mereka yang mengetahui tetapi berusaha menutup-nutupi kasus ini. Kalau kita buatkan daftarnya akan sangat panjang, dimulai dari rektor ipdn, dstnya. Hal yang wajar bagi sesama penghianat untuk saling melindungi dan berusaha membelokkan opini bahwa orang yang bersuara jujur disebut penghianat. Penghianat bagi sekelompok penghianat adalah pahlawan bagi masyarakat.

    So bagi warga ipdn, ingin jadi penghianat bangsa atau pahlawan?

    Ingat, kalaupun saat ini sebagai penghianat bisa lolos dari pengadilan dunia, tinggal tunggu saja waktunya. Karma dan hukuman akhirat tetap menanti…..
    🙂

    @dH1
    https://ipdnmania.wordpress.com/2007/04/16/inu-versus-formalin/#comment-1690

  143. dunia tanpa kekerasan

    Zzzz

    Apr 18th, 2007 at 2:01 pm

    Orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan nafsu, dalam artian saat ini adalah amarah.
    Itu sangat benar.
    IPDN ga bisa dianggap kuat dan berwibawa karena mereka kuat dalam pisik.
    Tapi yang aku baca dari blok, mereka cukup kuat untuk menahan amarah dengan tetap bertindak tenang. Justru para komentator lainnya yang sangat lemah dalam menahan emosi. Selain itu jelas mereka juga tahan akan pukulan.

    Rasulullah pernah hampir dibunuh oleh seseorang, tapi beliau memaafkan hingga akhirnya orang tersebut menjadi pengikutnya. Itulah tindakan bijak Rasul.

    Zzzz
    Apr 18th, 2007 at 1:56 pm

    Rasul melihat sahabatnya terbunuh
    Para pemimpinnya terbunuh
    Dan beliau memaafkan

    dun
    Apr 18th, 2007 at 2:13 pm
    MAKLUMI KITA bukan RASUL

    Zzzz
    Apr 18th, 2007 at 2:26 pm

    Rasul adalah pedoman kita

    =>> akhirnya aq tersadar bahwa rekan2 kita yang di IPDN yang tukang bohong dan bunuh manusia => memakai => Rasul sebagai pedoman kita

  144. dun

    Zzzz
    Apr 18th, 2007 at 2:01 pm

    Orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan nafsu, dalam artian saat ini adalah amarah.
    Itu sangat benar.
    IPDN ga bisa dianggap kuat dan berwibawa karena mereka kuat dalam pisik.
    Tapi yang aku baca dari blok, mereka cukup kuat untuk menahan amarah dengan tetap bertindak tenang. Justru para komentator lainnya yang sangat lemah dalam menahan emosi. Selain itu jelas mereka juga tahan akan pukulan.

    Rasulullah pernah hampir dibunuh oleh seseorang, tapi beliau memaafkan hingga akhirnya orang tersebut menjadi pengikutnya. Itulah tindakan bijak Rasul.

    Zzzz
    Apr 18th, 2007 at 1:56 pm

    Rasul melihat sahabatnya terbunuh
    Para pemimpinnya terbunuh
    Dan beliau memaafkan

    dun
    Apr 18th, 2007 at 2:13 pm
    MAKLUMI KITA bukan RASUL

    Zzzz
    Apr 18th, 2007 at 2:26 pm

    Rasul adalah pedoman kita

    =>> akhirnya aq tersadar bahwa rekan2 kita yang di IPDN yang tukang bohong dan bunuh manusia => memakai => Rasul sebagai pedoman kita

  145. Zzzz

    Maaf, aku bukan IPDN

  146. dun

    ” Duch Gusti…. Astaghfirullah..99X maafkanlah hambamu ini … “

  147. orangwaras

    YANG NULIS ARTIKEL INI ORANG GILA SEMUA, PEMBENARAN DIRI SENDIRI. ORANG GOBLOKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK
    SETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTANNNNNNNNNNNNNNNNNNNN

  148. Night Wings

    IPDN walaupun tidak semua praja IPDN Busuk tetapi hampir sebagian besar kualitas lulusan IPDN adalah calon calon preman pasar… bahkan lebih busuk lagi… beginilah jadinya kalo bangkai ditutup tutupi… hasilnya tentu mampu membuat kebanyakan orang mual… jijik, benci, dan PRIHATIN terhadap kasus di IPDN… pantes saja Indonesia semakin terpuruk dalam kenistaan karena calon calon pemimpin yang dipersiapkan ternyata sudah menjadi busuk terlebih dahulu.

  149. Zzzz

    Sekali lagi, maaf, saya bukan IPDN

  150. taek IPDN

    “Jikalau terjadi bocor di genteng maka yang pertama-tama kita lakukan adalah menambal kebocoran dengan naik keatas atap, bukannya berteriak di jalanan sambil berharap mendapatkan uluran genteng baru yang belum tentu cocok ukuran”

    Lah situ masuk IPDN bukannya berharap uluran tangan jadi Pejabat, taek luh.

    Orang yang benar2x pintar dan berani mandiri itu yang masuk universitas, berusaha pake keringat sendiri.

  151. obmark

    Gue dulu punya temen cewek, namanya Ros Andini. Dia lulusan dari SMAN 1 Cirebon. dia masuk STPDN tahun 1988.
    udah lama gue pengen ketemu dia.
    Ada yang tahu??

  152. HABIS BERAPA JUTA BISA MASUK STPDN
    SAYA YAKIN YANG JADI KORBAN ADALAH MEREKA YANG MASUK DENGAN MURNI
    YANG MUKULI PASTI MASUK PAKAI UANG ATAU NAMA BAPAKNYA

    GAK MUNGKIN ANAK PEJABAT MASUK STPDN TERUS MATI DIPUKULI MALAH DIA YANG MUKULI

  153. Sing Bagus Dewe

    Kenapa hanya 1 (satu) manusia seperti Tuan INU di IPDN
    Kenapa Tuan INU berani berteriak
    Kenapa Tuan INU dibenci seluruh civitas IPDN
    Kenapa………………….??????

    Karena hanya Tuan INU dan yang sudah almarhum yang benar2 manusia dilingkungan BINATANG yang dididik… di IPDN

  154. PNS FUNGSIONAL GAUL

    SETUJU

    SAYA PNS TAPI SAYA BUKAN PNS YANG CUMA SENDIKO DAWUH

    Heran deh, alumni yang dulu jadi korban kok cuma sedikit yang berani membuka aib.
    Padahal PNS kan sudah “kebal hukum”, sulit untuk memecat PNS! Paling banter kalau terlalu vokal kan gak bisa dapat JABATAN STRUKTURAL!

    AYO BONGKAR!

  155. beavis

    Jual Samsung SGH Z370 gres.. hadiah.. 100% blom dinyalain, tapi dus udah kebuka..

    asli nih… gw mo jual 2,9 Jt.. jangan nego yah mo ganti N95

    nambah banyak…!!!!!!!

    yang minat silahkan posting di blog ini… gw slalu pantaW blog ini koq…
    kan.. satu lagi bukti bahwa ipdn ada fungsi nya

    sekarang jadi tukang henpon.. hhihhhiiii

  156. pelaut

    Kalo dah salah minta maaf aja….itu baru kesatria namanya…

  157. sarlita nindya harahap

    cewek 24 th, 164 cm/ 48 kg, 34B
    2.000.000/jam bisa NEGO
    bahasa inggris aktif
    berwawasan luas
    melayani daerah JABODETABEK + Bandung

    Luar Kota tambah charge transportasi
    standar perjalanan dinas golongan III

    0811194646

  158. Gila nih yang buat blog, konspirator sejati. Kayak lumpur Lapindo aja, mau buat kilang minyak aja nggusurnya pake lumpur, kan terbukti ampuh! Semua sudah tergusur, baru bangun kilang minyak. Modal nggusur 5 triliun, harga gas minyak 70 triliun, untung 65 triliun. Mantap tenan. Asli, gw salut sama loe!!! Empat jempol gw buat loe (kaki dan tangan). Seneng gw, bisa ada tempat buat ‘misuh2in’ IPDN. Lanjuuut… misuh..misuh..misuh…!(Tauk arti misuh nggak?) Thanks ya mas/mbak adminnya blog ini… Semoga makin banyak yang hits dan misuh2…

  159. Malaikat

    Guuooblloooookkkkkkkk Kabeh Praja IPDN
    disekolahke negara larang2 isone mung nggebuki wong, mateni wong, Kentu,TOLOL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    wong lulus paling banter dadi camat wae ko kemlinthi?
    Dasar Dungu, Otak Udang!!!!!!!!!
    bayar IPDN bayar dianggep modal soalnya lw semua pada mikir pasti balik modal klo dah jadi camat!!!!!!!!Korupsi sak warege’!!!!!!!!!GOBLOK!!!!!!!!!TOLOL!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  160. andri

    Jiwa korsa, kesetiakawanan dan kepatuhan pada korps … itu sah-sah saja. Itu mungkin suatu nilai yang perlu dipupuk, tentu saja yang dimaksud disini adalah ‘korps’ yang benar, artinya korsa dan kesetiakawanan yang benar. Geng atau mafia tentu tidak termasuk.

    Tapi jangan lupa, ada nilai2 lain yang seharusnya ‘diposisikan’ paling tinggi, jauh diatas korsa atau kesetiakawanan korps.

    Salah satunya : nilai menjunjung tinggi kebenaran above all … liat tuh di filem2 contoh2nya …

    Ketika setiap orang dalam korps dihadapkan pada pilihan2 sikap atau hidup, mestinya nilai menjunjung tingi kebenaran jadi patokan, apalagi kalo berbenturan dengan ‘nilai’ korps.

    Udah ah .. cape deh … intinya, jangan menutup2i kebusukan dengan dalih kesetiakawanan tolol itu, yang udah membunuh orang lain.

    Maka itu, tuan INU jauh lebih baik dari anda semua IPDN-ers, baik itu yang pernah terlibat dalam ketidakbenaran sistem itu, maupun kalian2 para pengecut yang diam saja menyaksikan semua kebusukan itu terjadi.

    Tuan INU dan Tuan Video itu orang-orang yang jauh lebih baik dari anda semua, IPDN-ers.

    Astagfirullah.

  161. Gelut siah hiji lawan hiji jeung aing… koplok siah…

    Otak pasang dikepala! jangan otak dipasang di dengkul,,
    koplok siah !!!

    *lacak IP ini… temuin gw!!

  162. Juangkrik

    Aku teringat masa kecil saat main perang-perangan.Tak sengaja lawan mainku terjatuh dan mati.Belum lagi aku membunuhnya, dia sudah mati duluan.Dasar nasib, maksud hati ingin membunuh apadaya sudah mati sebelum dibunuh.Datang teman-teman yang mati dan kataiku aku sebagai pembunuh. Itu fitnah besar, aku kan baru berniat membunuh.Tapi dia sudah mati duluan.Aku sedang akan berusaha tunjukkan tentang arti sebuah tanggung jawab.

  163. memek mekar

    lapor ke polri? cybercrime?
    hahahahahahahahahah
    gratisan kok mau nglapor!
    MODAL DONG






%d blogger menyukai ini: