Kapankah ini semua berhenti?

Diskusi di SMS:

d: gw sedih. smp kpn hujatan ini nimpe qta?

me: ga ada yg tau. smp almamtr dibubarin tetep sj mrk cerca qta

d: apa mrk itu org2 suci?

me: mana gw tau?


  1. Tidak perlu seorang suci untuk mengenali sebuah keburukan.
    Btw, emang di IPDN boleh sms-an?
    Perasaan HP tidak boleh masuk deh.

  2. IPDN TAAAAEEEEEE…………!!!

  3. sampe gak ada pungli waktu ngurus KTP di kecamatan kalee

  4. skeptis

    Terbaik bangsa jidat loe … saatnya loe pada yang ngerasain sebagai orang yang terinjak-injak. Baru di giniin aja kayak tempe semua.

  5. gw termasuk bukan org yg seneng komen yg gini-ginian dan gw juga bisa bilang kalo gw bukan orang yg suci dan baik tp kalo nyawa sudah menghilang kayaknya memang ada yg salah dgn pendidikan di IPDN

  6. Sep ini baru tampilan yang bagus, jadi kan sama kayak Title nya , oke bro coment memang beragam , tapi biarkan semua seperti dinamika kehidupan. Lihat contoh mantan presiden soeharto diem aja khan waktu di hina dan di hujat.
    dan buktinya sekarang kita semua yg dapet kualat karena tidak semua cercaan itu benar.

    tetapi biarlah aku mengekspresikan kekecewaan ku terhadap para calon pemimpin bangsa dalam tulisan ku .

  7. lupa iya bro ( bro pa bra neh ) tolong dong coment yg usernya pake kata-kata jorok gini ” SarangKontol pada Pembocoran video oleh pengkhianat busuk laknat ” di cut aja, gak enak liatnya. lho kan praja lulusan terbaik masa sih mau liat user dengan kata-kata kotor gitu

    beres boss sdh kami hapus. thx ya. 🙂
    yah tau sendirilah banyak orang yg sok moralis padahal bicaranya kotor 😦

  8. 🙂 kasian kalian ini, nak…

  9. Roy

    Orang yang sok moralis dan bicara kotor itu gak membela pembunuh kan?Jauh lebih baik rasanya…

  10. IPDN Mania

    Hanya satu kata, “Bubarkan IPDN”. Eh, itu dua kata yah.

  11. IPDN MANIII....

    KLEN TUH GOBLOK,,, SOK PATEN…. SOK MILITER…. JIJIK DNGAR IPDN….

    pas tuh IPDN=Institut Pembunuh Dalam Negeri,,,,

  12. inilah potret produk IPDN.
    masalah begini hebat, malah tanya. otak gak dibiasakan buat mikir! kalo soal gosip-gosip paling jago tu.

  13. Sampai kapan dihujat?

    Gua gak tahu sih. Tapi kalau kalian bikin blog kayak gini ya malah tambah rame hujatannya.

  14. suck IPDN

    yahh nunggu ajalah.. rektor dah di nonaktifkan… trus ngga bole nrima siswa lagi… bentar lagi juga tutup nih institut pembunuh berdarah dingin

    mampussss lah anjing2 IPDN

  15. Dengan ada nya blog ini gw jadi tau cara berfikir anak ipdn kek gimana..

  16. Kirana

    iya mereka emang udah pada ga tau malu..
    menutup-nutupi kebenaran..
    udah ga ada yang bisa dibanggain dari IPDN..

    HUH !! BUbarkan IPDN

  17. soto_kuali

    ini bukan diskusi kali tapi curhat…. jeritan hati siswi2 yg bercita2 jadi camat. Ga beda smsnya ama ade gue yg abege lagi ngebahas cowoknya… lebih masuk logika dan akal kalo diskusi mereka itu… ” apa rakyat Indonesia merasa rugi ya kalo mereka menginvestasikan dana 150 M untuk kita, output kampus ini kan camat, lurah dan cantrik ( bonus siswa mati)berguna lah. Aku jadi curiga rakyat Indonesia mau meningvestasikan dana segitu gede ke UI, IPB,ITB or ITS karena rakyat Indonesia pengen punya ilmuwan ciamik dan mentri tokcer supaya kecelakaan2 berkurang dan kita swasembada pangan lagi… itu kali pikiran rakyat Indonesia makanya kita mau dilengserkan”… ITU BARU NAMANYA DISKUSI CERDAS… Gaul dong.

  18. mereka ga diajarin ilmu komunikasi mungkin.. 😛

  19. snoopydoo

    haha…

    itulah sekelumit cerita
    yang cukup rumit menurut saya… :p

    hanya bisa tertawa
    sampai-sampai perut sakit rasanya.

    membaca alasan kenapa masuk IPDN,
    masuk akal memang rasanya.

    Tapi menurut hemat saya,
    itu diperuntukkan bagi orang-orang yang ingin hasil express saja… :p

    Katanya Religius, Teguh dan Beriman.
    Tapi nyatanya…. ???

    Walau saya tahu tidak semua
    Tapi tetap saja…

    Herannya!
    Kenapa jadi menyalahkan media?
    Katanya berlaku tidak adiL.
    Kata siapa?

    Itulah kebesaran efek media.
    Trial by the press!

    so, becarefull with media… 😉

  20. Kaimana

    Eh SI BANGSAT Bisa sedih juga toh!
    Kirain gak bisa.
    IPDN Seperti NERAKA!
    Gua pikir isinya IBLIS Semua, tapi gua salah ternyata ada manusianya juga.
    Tetep aja Manusia-2 yang Durjana dan Terkutuk!

  21. raditya

    kata2 lo semua di dalam blog ini tidak didasari pendidikan yang cukup.

    berpikirlah sebelum bertindak.

  22. kemal

    GW GA SUCI !!!

    TAPI GW GA PERNAH MUKULIN ORANG GA JELAS!!’

    GW GA TINGGAL DIAM KETIKA NGELIAT ORANG GA BERSALAH DIPUKULIN SEENAKNYA!

    KAPAN HUJATAN INI BERHENTI?

    SAMPAI KALIAN SADAR HARGA BAHWA MUKULIN ORANG ITU SALAH!

    BAHWA DIAM SAJA KETIKA MELIHAT ORANG DIPUKULIN ITU SALAH!

    BAHWA TUTUP MULUT KETIKA DITANYA APA PENYEBAB KEMATIAN JUNIOR KALIAN!

    APAKAH KALIAN SUDAH MELAKUKAN ITU????

  23. pembela kebenaran

    udahlah.. bosen….. lawan mental bobrok ipdn, gituan mo jd pegawai negeri…. bisa2 lo semua pada dibakar masyarakat!!!

    udah ah jagan bela diri lagi, akui saja.. mana ada pendidikan birokrasi relevan dengan tinju/pukul2an… taeeee lah….

    Iya2 gw tau lo anak2 IPDN pada miskin, minim duit, tapi jangan main kasar gitu donk, kliatan bgt ga berotak, ngakunya si orang2 berotak…. ternyata otot doang, otak nol besar….!!!!

    Beneran nih ga mau diskusi dan debat?? Lah…… terus mana ada demokrasi dan kemajuan?? Kalo ga mau berdiskusi atao debat!!! Lo pada seneng pukul2an kali daripada diskusi pake otak!!!

    Hah…. capek deh…. IPDN katuan busuk, Idiot dah… gitu kok dipercaya kelola birokrasi negara.. tae………

  24. Theo

    Sampe elo2 semua pada ngaku salah dan mau buka mulut tentang segala kebobrokan di kampus tercinta elo ituh!!!! kalo masih pada diem…jangan harap mo berhenti yang gini2…!!!! HUH

  25. Riza

    Cuma bisa nahan marah dan geleng kepala sambil narik nafas panjang baca blog ini. Sepertinya para praja IPDN itu telinga sama hati nurani nya sudah terbalik semua sama apa yang kita anggap kebenaran.

    Cuma hendak merunut saja; IPDN/STPDN didirikan pada zaman Pak Rudini sebagai Mendagri, bertujuan memdidik calon PNS dan sebagai tentara cadangan kalau-kalau ada perang. Trus zaman berubah, orde baru tereformasi. Dan sayangnya tidak ada yang mengawasi sekolah PNS ini dengan gaya militernya. Jadilah mereka sipil yang kebablasan!!

    Adik-adik praja IPDN, coba anda bayangkan bagaimana perasaan orang tua, terutama Ibu, dari teman kalian Wahyu Hidayat, Cliff Muntu, dan korban meninggal lainnya. Tolong anda jawab dengan hati nurani anda. Tolong anda bayangkan kalau hal itu terjadi pada Ibu anda. Beliau yang sembilan bulan menahan sakit, membawa anda kesana kemari, melahirkan anda (saya yakin belum satupun dari anda yang melihat bagaimana Ibu/Istri anda melahirkan). Kemudian membesarkan anda, menyusui, menjaga anda kalau tidak bisa tidur karena sakit dimalam hari. Sampai besar dan kemudian mati dengan cara yang anda sebut sebagai sesuatu yang wajar dalam pembentukan fisik dan mental.

    Anda mungkin tahu kalau uang sekolah anda dibiayai dari uang pajak rakyat. Yang setiap hari naik KRL, berdesakan di Metromini, melawan bahaya diatas sepeda motor, bahkan dari para guru didaerah terpencil yang berjalan kaki menuju sekolah. Apakah anda tidak punya sedikit hati untuk memikirkan hal ini?

    Kembali lagi ya, STPDN/IPDN dididirikan untuk….mencetak PNS. Titik. Di militer sekolah semacam anda ini (yang dibiayai pajak) adalah Akabri. Untuk yang semi-militer itu SMU Taruna Nusantara. Sejauh ini saya tidak pernah mendengar ada berita kematian dari lembaga tersebut, baik dari Akabri (matra apapun!) juga SMU TarNus. Disana pembentukan fisik dan mental yang kuat dilakukan dengan memberikan kegiatan fisik, sekali lagi kegiatan fisik, bukan kontak fisik seperti para praja senior di IPDN. Apling banyak push-up, sit-up, guling-guling, ampe paling tinggi jungle survival. Tidak pernah ada pukulan, tendangan, hantaman siku, seperti yang anda-anda sekalian putra-putri terbaik bangsa (katanya) pertontonkan. Tolong otak anda mencatat, disekolah militer lho ya..

    Saya eneg melihat perilaku anda. Dan saya beruntung ketika lulus SMA dulu tidak pernah berfikir unutk masuk IPDN/STPDN. Kalau tidak mungkin saya juga sudah mati meninggalkan kelurga saya, membuat Ibu saya sedih, dan mungkin ikut mati menyusul saya karena kesedihannya.

    Adalah benar komentar yang berbunyi; bahwa anda praja IPDN lebih hina dari sperma anjing. Sudah tahu salah membuat orang meninggal tapi masih menganggap hal itu wajar. Sudah melihat kesalahan tapi malah ditutup-tutupi, menyanjung bahwa itu benar dan wajar…Ck..Ck..Ck…

    Tapi kita kembali lagi, anda praja IPDN sekarang sebetulnya tidak 100% salah. Yang salah adalah orang yang membentuk anda, senior anda, dosen anda, rektor anda, yang memang membiarkan hal seperti ini berlanjut dan berakar sampai korban berjatuhan (saya tidak menyalahkan Pak Rudini ya, tujuan beliau baik hanya saja interpretasi setelah beliau pergi dari IPDN saja yang salah).

    Jadi cuma ada satu kata, BUBARKAN IPDN!!! Karena sakitnya sudah terlalu kronis, sampai-sampai orang mati karena dipukuli dikatakan sesuatu yang wajar!!!

    Atau saya boleh usul? Kalau anda ingin membentuk fisik dan mental yang kuat, saya sarankan kepada anda semua untuk masuk kedaerah-daerah rawan, entah itu di Bandung, Jakarta, Medan, UjungPandang, Palembang, de le el. Berlakulah anda seperti anda berlaku pada junior anda di IPDN/STPDN disana. Saya jamin anda tidak akan berani. Kalaupun anda berani, nyawa anda akan segera melayang. Karena anda tak lebih dari segerombolan pembunuh yang banci, yang hanya berani kepada yang lemah, dengan dalih dan pakaian ’senioritas’.

    Atau kalau itu terlalu berat, cukuplah anda berpakaian seragam kebanggaan anda itu, berjalan di mal paling megah di Bandung (yang paling dekat dari Jatinagor) sekarang ini setelah anda membaca komentar saya. Kalau ini pun anda rasa terlalu berat, sebaiknya potong saja kemaluan anda dan berikan kepada anjing karena anda memang tidak layak untuk mengaku sebagai orang yang memiliki fisik dan mental yang kuat, putra-putri terbaik bangsa. Anda hanya kuat dan berani kepada yang lemah.

    Sungguh kasihan saya kepada anda praja IPDN.

    Semoga tulisan ini anda baca, dan anda renungi dengan hati nurani yang terdalam (bukan dengan nurani bentukan IPDN/STPDN).

    Salam.

  26. sonny

    d: gw sedih. smp kpn hujatan ini nimpe qta?
    me: ga ada yg tau. smp almamtr dibubarin tetep sj mrk cerca qta
    d: apa mrk itu org2 suci?
    me: mana gw tau?

    mikirnya agak daleman dikit donk..
    kalo gak mau dihujat/dicerca, buat perubahan besar2an dari dalam, jangan cuma manut2 aja disuruh yg enggak2.
    dipake otak sama hatinya!! bisanya cuma sms2an doank!!

    gw sendiri jujur gak suci, tapi gw alhamdulillah make otak sama hati sebelum berbuat sesuatu.

    kasian anak2 ipdn.. punya otak sama hati tapi gak kepake.. duh!

  27. alumnus_ITB_anti_kekerasan

    Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.

    Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.

    Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan satbilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.

    Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.

    Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.

    Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.

    Jadi……

    Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 dan 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, serta akhirnya digabung ke dalam IIP. Meniadakan penerimaan Praja baru sejak tahun 2007 seterusnya.

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !

  28. rahmat

    Panjaang membaca rasanya sudah cukup makiannya :D, tinggal melaksanakannya. Untung bukan sodara gw yang mati, klo ga gw cari satu-satu anak ipdn yang sok jago. Mpek moyangmupun gw bunuh.

  29. miss X

    udah beberapa minggu ini, indonesia diramaikan oleh berita ttg IPDN. bukan berita positif tentunya…. melainkan berita negatif. berawal dari kematian madya praja Cliff Muntu… tiba2 aja… satu demi satu media melucuti keborokan di kampus yang disebut2 oleh penghuninya sebagai “kawah candradimuka” itu.

    sebagai bagian dari masyarakat jatinangor, praja IPDN bukan hal asing bagi saya. sejak 2-3 taun yang lalu, bukan hal asing juga kalo masyarakat sini rata2 antipati sama mereka. karena ke-belagu-an mereka, karena kekerasan di kampus mereka, karena kesan ga menyenangkan yang terlihat di diri mereka(hallo effect)….

    dan sekarang…. mereka makin terkucilkan. bahkan terhinakan, terhujat, tercaci maki, ternistakan….

    karena nila setitik, rusak susu sebelanga

    saya ga bermaksud ngebela mereka ato gimana.
    saya ga bermaksud ngedukung kekerasan di kampus mereka.
    saya ga bermaksud apa-apa.
    saya cuma miris aja ngeliat keadaan mereka.
    terpojok, terintimidasi…
    setiap orang ngeliat mereka dengan pandangan melecehkan, lalu mulai membicarakan mereka dengan kata2 yang kasar dan tidak pantas.
    saya melihat dan mendengar sendiri.
    sungguh, saya sangat miris.

    dan orang2 itu hanya bisa menghujat, menghina, melecehkan…
    seandainya mereka mau buka mata sedikiiiiitt saja…
    mereka akan tau kalo ga semua praja itu bejat.
    mereka akan tau kalo ga semua praja itu brengsek.
    please lah….STOP!
    jangan lagi hujat mereka.

    hari minggu kemarin, mereka melakukan acara sosial.
    dan http://www.detik.com memuat beritanya dengan judul “IPDN cari simpati”.
    ya ampun…trus kenapa?
    trus kenapa kalo mereka cari simpati?
    ga bisakah mereka dimaafkan?
    dikasih kesempatan?
    ga bisa?

    seakan2 orang2 yang menghina IPDN itu adalah orang paling suci di dunia.

    IPDN tidak harus dibubarkan.
    IPDN hanya butuh perbaikan yang menyeluruh.

    saya mendukung…. penghapusan kekerasan di IPDN.
    saya mendukung…. perbaikan di IPDN.
    tapi saya mengecam… orang2 yang berbicara seenak lobang pantat mereka ttg IPDN!!
    seenaknya menggeneralisasikan….
    seenaknya…!!!

    coba….
    seandainya kalian yang menghujat IPDN itu ada di posisi praja2 sekarang ini?
    apa rasanya????
    bayangkan????

    dasar kalian orang2 menyedihkan!!!

  30. For Miss X:

    situ pernah ngerasain nikmatnya free sex disana ya?
    atau pernah di-gang bang oleh praja2 senior?

    pantesss………………

  31. andrea

    quote : “coba….
    seandainya kalian yang menghujat IPDN itu ada di posisi praja2 sekarang ini?
    apa rasanya????”

    kalo gw masuk sono, trus tau kelakuan siswanya kyk gini, ya gw pasti cabut.

    kenapa ga pada cabut? sayang duit? sayang ilang jabatan? sayang kalo ga bakal bisa hidup tanpa pangkat? sayang dengan semua kenikmatan nanti setelah lulus? (baca : bisa korup, bisa bebas makan sogokan – yg ga mo nyogok dihajar)

  32. mandra

    kapan berakhir … jika kalian udah bicara dan ga ada aksi tutup mulut? kalian udah dicuci otaknya …

  33. xanthos

    @miss X

    Anda juga menyedihkan miss… ada kekasih di dalam sana yaks.. :p

    Ya emang gak semua bosok, tp hampir semua, karena yg merasa sehat sudah melarikan diri dan menganggap IPDN adalah masa lalu.

    karena nila sebelanga rusak susu se titik…, terbaikkah orang yg menganggap “hanya mati 37 orang” sebagai manusia?? gue rasa dah bukan manusia dan terlalu mulya disebut BINATANG

  34. kami yang menghujat IPDN bukan orang suci… tapi yang membunuh sesama klo dia Islam maka dia akan masuk neraka yang paling bawah itu sudah janji Allah

  35. semua ni bakal berenti ntar klo lo dah pada sadar, tp berhubung emank lo semua ga bakal sadar2, ya ini semua jg ga bakal berenti. 😉

  36. Wong Edan

    d: gw sedih. smp kpn hujatan ini nimpe qta?

    me: ga ada yg tau. smp almamtr dibubarin tetep sj mrk cerca qta

    d: apa mrk itu org2 suci?

    me: mana gw tau?

    ada lanjutannya yang ga ditampilin :

    d: ya uda d.. eh say, kapan nih kita ml lg? aq uda kangen banget ma kontie qm…

    me: sabar ya sayang. disini masih ada tim evaluasi, ga enak kalo kita ml, ntar bisa ketahuan

    d: iya siy.. sebel d ih.. ga bisa ml ma qm… aq uda bbrp hari ini horny say..

    me: say, phonesex aja yuuk?

    d: yuukkhh…

  37. dito

    pantesan ni negara bobrok gini
    baru jadi camat aja lagaknya udah kayak jadi raja

    gue ngga rela duit pajek gue dipake buat nyekolahin orang2 kayak gini

    lo bilang gak semua orang IPDN rusak? silahkan, toh di indonesia gak ada camat beres.

    gue dulu simpati. gue ngga suka generalisir orang, tapi sejak liat ini blog isinya kayak gini….

    ….tai lu semua, mendingan mampus aja lo semua!!

    dan jangan lupa, ni blog dibikin pake duit gua jugaaa!!!! TAI LO SMUA!

  38. dito

    #
    KAMI BUKAN PENJAHAT, KAMI ORANG BERMARTABAT
    Kami adalah putra putri terbaik bangsa, abdi negara yang siap melayani masyarakat menuju Indonesia yang adil dan makmur. Ada praja meninggal jangan dibesar besarkan. Media berlaku tidak adil! Trial by the press!

    gitu katanya?
    AKABRI aja jarang kedengeran yang mampus!

    dasar goblok

  39. alumnus_ITB_anti_kekerasan

    Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.

    Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.

    Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan satbilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.

    Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.

    Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.

    Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.

    Jadi……

    Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 s.d. 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, dan menutup permanen pendaftaran Praja baru mulai tahun 2007

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !

  40. naiah

    betul-betul musibah membaca blog ini…membaca tulisan karya orang sakit!
    gak merasa makan pajak rakyat ya?! hoy! uang rakyat buat pelajaran gebuk-gebukan, ke pasar aja minta ajar preman!
    btw. dialog sms ini cukup nyentil ya

    d: gw sedih. smp kpn hujatan ini nimpe qta?
    me: ga ada yg tau. smp almamtr dibubarin tetep sj mrk cerca qta
    d: apa mrk itu org2 suci?
    me: mana gw tau?

    seperti peribahasa ‘gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak’

    yaa..saya memang bukan orang suci. saya banyak dosa. saya bukan nabi. pencerca kalian juga bukan. dan kalian juga bukan.
    tapi setidaknya saya tidak pernah menanamkan pelajaran gebuk-gebukan ke junior dan tidak menjadikan junior jadi tukang gebuk.

    kalau pukulan-pukulan itu kalian anggap tanda kasih sayang kenapa tidak kalian pukul saja ayah ibu kalian bergiliran.

    dari dialog sms saya bisa menafsirkan, betapa praja (yang sms an praja apa bukan ya?) ini jadi orang-orang yang suka mengasihani diri sendiri. inikah hasil dari pelajaran gebuk-gebukan? membuat orang jadi mengasihani diri sendiri? karena rasanya semua isi blog ini yang ditulis orang ipdn juga kesannya cuma mengasihani diri sendiri. tapi rasanya saya juga jadi kasihan sama orang-orang macam begini. orang yang sudah gak bisa ditolong lagi, yang meyakini hal-hal seperti itu adalah benar.
    semoga suatu saat kalian bisa melihat sisi lain dari kebenaran anda.

  41. dableg ya dableg otak udang!!!!

    u klo ga mo dicerca buktiin klo lo bisa berubah n ga pke tumbal lagi!!! mo nm di ubah berapa kali juga tapi klo isinya pembunuh semua percuma tong!!!
    lho mending g usah jadi aparat negara kasian neh masyarakt dah jaman baheula dijajah bangsa asing ko skr disiksa ma generasi sndri putra terbaik???? terburknya gmn???? lo mrasa suci apa dg mendiamkan suatu tindak kekerasan????!!!!

    SAKIT JIWA LO SEMUA!!!

  42. Mikeharvey

    Hello, from Toronto, Canada

    Just a quick hello from as I’m new to the board. I’ve seen some interesting comments so far.

    To be honest I’m new to forums and computers in general 🙂

    Mike

  43. [url=http://dptservices.net]Buy Generic Zanaflex Online with no rx [url]

  44. Hi guys
    … I would love to be a part of this site
    . .
    Today I received a link from boyfriend via one of my gmail.
    ..
    http://emelaka.co.cc/healthblog/

    !




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: