tulis, tulis, tulis…

surat dari bunga kampus masa kuliah…

ini cobaan berat, kita harus tabah dan tengadah dada menghadapinya. akhirnya waktu jualah yang kan buktikan tak semua alumni busuk sesat, tak semua alumni bekas tukang pukul, tak semua alumni bejat…

karena itulah tulislah terus, tulis, dan tulis… lawanlah opini sesat mereka karena sesungguhnya mereka hanya korban daripada para pembentuk opini yang menguasai mass media demi agenda mereka sendiri…


  1. Biho

    Bubar-bubar!

  2. justru waktu sudah membuktikan kebobrokan sistem IPDN

  3. Roy

    Udah salah sok sentimentil

  4. cempluk

    Institut Preman Dalam Negeri, buat apa ada?

  5. Rouza

    mank bisa ya, media massa membuat semua kejadian ini hingga Presiden turun tangan? Yg dr IPDN aja ngaku klo ada yg begitu koq… temen gw ngomongin panjang lebar mengenai hal itu… pembantaian itu…

  6. wah, ternyata ramai ya di sini … ūüėÄ

  7. Biho

    iya rame nih Ndoro!
    Sepertinya Blog ini buatan Blogger sarat pengalaman deh…
    sssssssttttt… nggak boleh su u don deng, harom itu ūüėÄ

  8. rame ndoro.
    ra medang.
    lah endi, biasane ono teh anget karo jadah bakar?

  9. otak dan nurani kalian udah tolol..

  10. Iya betul. Kalau memang gak semua praja itu tukang pukul, salah satu cara buat memperbaiki nama IPDN adalah nulis.

    Cumaaa, kalau cara nulisnya tengil kaya di blog ini mah sama sekali gak membantu… Gak diajarin komunikasi politik ya di IPDN?

  11. luluk

    Waktu jualah yang akan membuktikan betapa bobrok dan sadisnya IPDN. Cubak ya..baca dikoran, Knapa dari mulai rektor, dosen sampe mahasiswa IPDN pada diem waktu ditanya Ryaas Rasyid,” Knapa gak ada yang ngaku pernah lihat ada penyiksaan di lapangan di siang hari”. Halooo..di lapangan dan siang bolong gitu..dan gak ada yang ngaku pernah lihat?!?!? Knapa pada diem?? ini mah udah organized crime euy…apa bedanya sama mafia?

  12. Dear pemilik blog IPDNmania, sayang sekali rasanya melihat blog dengan traffic sedahsyat ini disia-siakan. Saya sarankan paling tidak dikasih adsense atau referall program lainnya ūüôā

  13. mana header botak nya????

  14. KONTOL IPDN

    Wahai calon2 koruptor bangsa….
    sudah saatnya kalian membubarkan diri
    sekolah gratis buat belajar bukan buat belajar kung fu !!!
    dasar tolol semua…..
    tuh kalo cliff muttu anak loe sendiri, gimana perasaan lo2 pada anjing !!!

  15. hoi pemilik blog, nampaknya blog ini mesto pasang adSense, mumpung masih hot, lumayan buat tambahan pemasukan..

  16. hoi pemilik blog, nampaknya blog ini mesti pasang adSense, mumpung masih hot, lumayan buat tambahan pemasukan..

  17. Walah kok gak ada pendukung dari pihak IPDN ya….
    Gak asik ah…

  18. Praja ipdn sendiri banyak yang mengakui koq soal tradisi kekerasan di ipdn .. bahkan ada beberapa yang melarikan diri diam2 dari ipdn..

    sekarang mo bilang apa? klo mereka itu penghianat?? karena kalian yang benar?? mo bilang klo mereka itu melakukan kebohongan publik? klo media itu bohong smua?

    tujuan di buatnya blog ini apa? buat pembelaan kan?

    klo memang jawab semua komentar yang ada disini.. saya pengen tau sejauh mana kalian bisa membela almamater kalian..

  19. Kumbang Kampus

    tak semua??? …. berarti ada ya?
    takuuuut …. ada yang busuk sesat, tukang pukul dan bejat …

  20. jangan ngeliat kesalahan orang lain dulu, nuduh ada konspirasi ato apa. kita liat kesalahan yg jelas dan nyata saja, nyawa orang sudah melayang karena sebagian dari kalian, harus ada yg bertanggung jawab. kita bisa ngerti kok kalo gak semua dari kalian jelek, yg gak jelek gak kita masalahin. yg masalah itu yg jelek, jangan sampe sembunyi di balik yg gak jelek. ingat, menyembunyikan yg jelek berarti ikutan jelek.

  21. Kaimana

    Tak Semua tapi hampir keseluruhan.
    Hanya ulah Oknum dan sialnya 98% di IPDN mah OKNUM SEMUA!!!

  22. Roy d'Coster

    Kalo yang namanya sekolah dan belajar itu ndak ada yg dicampur aduk dengan urusan fisik, kalo sipil ya sipil, ndak usah mengadopsi gaya militerisme didalam pendidikan, karena pada dasarnya kedisiplinan itu bisa timbul dari diri sendiri, bukan dengan cara “pemaksaan disiplin”, memang tidak semua praja bertingkah seperti “preman” karena ada juga yang bertingkah selayaknya baik di tingkat pendidikan maupun pada saat mengabdi, tapi kita juga harus jujur, berapa persen dari 1 aangkatan yang benar2 berbakti kepada negara..? dari yang menjabat paling “rendah” seperti sekertaris kelurahan keatas adakah yang bisa proaktif bermasyarakat..?…bahkan secara tidak langsung membuat “benteng” dan mata rantai alumni… pernahkah terlintas pikiran bahwa banyak para PNS non STPDN(IPDN) yang tidak simpatik dengan anda..?

    Koreksi diri adalah hal yang terbaik, loyalitas boleh2 saja, tapi loyal terhadap negara adalah paling penting dalam hal ini, jadi seandainya ingin menjadi sosok yang disegani, gunakanlah otak,pribadi dan tingkah yang intelek. Bukan dengan gaya arogansi senioritas.

  23. 12in24

    kembang kampus yang yang uda diajarin free sex?

  24. fajr_n

    tunjukin dong kalo bukan busuk sesat … kok malah mendayu-ndayu …. berapa prosent sih kontribusi ipdn pada negara ini … ?
    Sekolah terenak adalah IPDN. Saat sekolah udah banyak fasilitas enak-enak yang didapet termasuk makan enak tidur enak. Ngga pusing sama duit. Setelah lulus pasti dapet kerjaan. Tapi kok gitu ya ? Jangan-jangan metode pendekatan saat penggusuran dan konflik rakyat dan pemda/pemkot itu berasal dari IPDN.

  25. dsdsads

    hoi fajr!!
    kontribusi ipdn banyak jar….yang ngurusin KTP kita tapi dilamain sapa?camat khan?mrk lulusan mana?IPDN khan?
    yang bikin laporan keuangan sp?padahal laporan keuanganya ada bo’ongnya bwt korupsi…
    hati2 loe….;p

  26. Tulis Tulis

    tulis, tulis, tulis…
    dengan tinta darah…
    yang keluar dari hidung dan mulut….
    sambil memegang dada yang retak…..
    buah pengabdian yang tulus dari IPDN tercinta……

  27. Pemberi Hadiah

    sudah kamu jangan banyak cerita… BUBAR SAJA

  28. Bukan Alumni IPDN

    ‘Lawanlah opini sesat mereka ‘

    Walah, lha wong merespon komen aja gak berani, gimana lawan-mwlawan opini sesat, Cuk ?

  29. memang tidak semua murid ipdn itu bejat
    tapi mereka berseragam sama
    memang tidak semua murid ipdn itu bangsat
    tapi mereka semua BUNGKAM
    memang tidak semua murid ipdn itu pengkhianat
    tapi mereka semua pelaku sekaligus korban IPDN

  30. Theo

    ini cobaan berat, kita harus tabah dan tengadah dada menghadapinya.

    ho’oh…seberat siksaan di kampus mu itu, setabah para junior mu itu, se tengadah dada praja yang pada retak2 itu…

  31. alumnus_ITB_anti_kekerasan

    Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.

    Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.

    Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan stabilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.

    Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.

    Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.

    Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.

    Jadi……

    Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 dan 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, serta akhirnya digabung ke dalam IIP. Meniadakan penerimaan Praja baru sejak tahun 2007 seterusnya.

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !

  32. dogol

    “Walah kok gak ada pendukung dari pihak IPDN ya‚Ķ.
    Gak asik ah‚Ķ”

    Ojo ngono maaz, TERDAKWA memang harus ada Pembelanya…

    zzzz…zzz…zzzz

  33. Iya nih.. kok sentimentil banget keliatannya… posting2nya terkesan sedang ngambek..

    buat blogger2 yang lain: udah deh.. gak usah diterusin..
    buat yg nulis: cup3x.. udah yuk, pulang aja.. sekolahnya udah mau tutup…

  34. miss X

    udah beberapa minggu ini, indonesia diramaikan oleh berita ttg IPDN. bukan berita positif tentunya…. melainkan berita negatif. berawal dari kematian madya praja Cliff Muntu… tiba2 aja… satu demi satu media melucuti keborokan di kampus yang disebut2 oleh penghuninya sebagai “kawah candradimuka” itu.

    sebagai bagian dari masyarakat jatinangor, praja IPDN bukan hal asing bagi saya. sejak 2-3 taun yang lalu, bukan hal asing juga kalo masyarakat sini rata2 antipati sama mereka. karena ke-belagu-an mereka, karena kekerasan di kampus mereka, karena kesan ga menyenangkan yang terlihat di diri mereka(hallo effect)….

    dan sekarang…. mereka makin terkucilkan. bahkan terhinakan, terhujat, tercaci maki, ternistakan….

    karena nila setitik, rusak susu sebelanga

    saya ga bermaksud ngebela mereka ato gimana.
    saya ga bermaksud ngedukung kekerasan di kampus mereka.
    saya ga bermaksud apa-apa.
    saya cuma miris aja ngeliat keadaan mereka.
    terpojok, terintimidasi…
    setiap orang ngeliat mereka dengan pandangan melecehkan, lalu mulai membicarakan mereka dengan kata2 yang kasar dan tidak pantas.
    saya melihat dan mendengar sendiri.
    sungguh, saya sangat miris.

    dan orang2 itu hanya bisa menghujat, menghina, melecehkan…
    seandainya mereka mau buka mata sedikiiiiitt saja…
    mereka akan tau kalo ga semua praja itu bejat.
    mereka akan tau kalo ga semua praja itu brengsek.
    please lah….STOP!
    jangan lagi hujat mereka.

    hari minggu kemarin, mereka melakukan acara sosial.
    dan http://www.detik.com memuat beritanya dengan judul “IPDN cari simpati”.
    ya ampun…trus kenapa?
    trus kenapa kalo mereka cari simpati?
    ga bisakah mereka dimaafkan?
    dikasih kesempatan?
    ga bisa?

    seakan2 orang2 yang menghina IPDN itu adalah orang paling suci di dunia.

    IPDN tidak harus dibubarkan.
    IPDN hanya butuh perbaikan yang menyeluruh.

    saya mendukung…. penghapusan kekerasan di IPDN.
    saya mendukung…. perbaikan di IPDN.
    tapi saya mengecam… orang2 yang berbicara seenak lobang pantat mereka ttg IPDN!!
    seenaknya menggeneralisasikan….
    seenaknya…!!!

    coba….
    seandainya kalian yang menghujat IPDN itu ada di posisi praja2 sekarang ini?
    apa rasanya????
    bayangkan????

    dasar kalian orang2 menyedihkan!!!

  35. or Miss X:

    situ pernah ngerasain nikmatnya free sex disana ya?
    atau pernah di-gang bang oleh praja2 senior?

    pantesss………………

  36. budi

    Untuk IPDN hanya ada satu kata: BUBARKAN!
    Pamongpraja Indonesia yg korup, feodal, ga produktive, ga profesional, mataduitan itu ternyata didikan IPDN yg “memalukan”. Gimana mau pinter, ditempelengi melulu…..
    UDAH KETINGGALAN JAMAN NDIDIK ORNG SPT ITU IPDN !!!!!!!!

  37. Pro IPDN

    Maju terus IPDN

  38. andrea

    korban mass media?
    trus yg di hajar2in tu korban siapa?

    otak ada didengkul kok bisa ya sekolah tinggi2…

  39. han

    kehancuran berawal dari kebobrokan sistem

    (ws.rendra)

  40. gw anak PA….
    sudah jelas di masyarakat gimana kerasnya diktalsar kita….
    dan itu sudah turun temurun dar taon 1970…..
    tapi kita nggak pernah dihujat……
    karena kita masuk kesana sukarela….
    dan dilatsar kita emang harus keras!!! karena kita akan sering hidup di alam lepas alisa rimba raya……
    yang jelas-jelas lebih kuat dari pada manusia….
    itu intinya tempatkan sesuatu di tempatnya!!!!

    nah loe??? maw jadi camat ato PNS aja pake acara hajar2an????
    gebuk2an???
    manx klo jadi pns harus sering survival di hutan ya???
    manx klo jadi pns pas ada perang jadi front paling depan???
    manx klo jadi pns trus ada bencana kalian jadi SAR nasional???koq perasaan sebagian besar anak PA ya yang jadi sar nasional…..
    manx klo maw jadi camat harus otot kawat balung wesi???
    dah nggak usah ngomong oknum….
    nggak usah nyalahin pak INU…..
    klo emang nggak salah kan nggak usah tereak2…..

    dah lah bubarin aja….ngabis2in duit pajek aja loe-loe pada….
    gw ga rela…hasil keringet gw dibuat ngebiyayain sekolah preman…..

  41. alumnus_ITB_anti_kekerasan

    Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.

    Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.

    Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan satbilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.

    Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.

    Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.

    Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.

    Jadi……

    Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 s.d. 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, dan menutup permanen pendaftaran Praja baru mulai tahun 2007

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !

  42. Blog Katrok

    Blog katrok… blog ga bener..

  43. abi

    seharusnya preman, pencuri, bajingan, kutukupret, pembohong, penjambret, preman kampung. sebaiknya sekolah di ipdn, biar sadis, dosen-dosennya dari senior-senior penghuni nusakambangan. keren kan. institut preman dadakan nih (IPDN)

  44. Pemuda Indonesia

    Hmmm ..
    Apa komentar ini sungguh dibaca para IPDN mania ?
    Sepertinya tidak .. karena dari bacaan opini-opini mereka dapat dipastikan mereka telah membentuk opini sendiri dan pembenaran diri sendiri. Tapi tidak ada salahnya komentar ini ditulis, mungkin untuk orang-orang yang masih terbuka hatinya.

    Dari sikap mental yang berusaha menutupi kesalahan yang dibuat oleh civitas akademika IPDN dengan berbagai alasan, seperti seharusnya pembenahan dari dalam, dan sebagainya serta sikap menyalahkan orang lain yang mengungkapkan kejujuran, dapat dipastikan tidak ada gunanya pendidikan yang diajarkan selama ini pada para civitas IPDN.

    Yang ada hanyalah pembodohan, kebohongan semu baik terhadap diri sendiri dan terhadap masyarakat. Beranggapan sebagai putra terbaik bangsa? dari mana datangnya pemikiran itu?

    Yang dilihat sekarang adalah civitas IPDN mencoba membela nama baik institusi. Ya, memang baik .. namun jika institusi itu salah, apa masih harus dibela? … institusi itu telah menyebabkan beberapa orang pemuda Indonesia mati .. mati sia-sia.

    Sekarang pertanyaanya .. anda itu putra terbaik bangsa atau putra terbaik institusi?

    Jelas sekali IPDN bukan institusi terbaik bangsa. Institusi mana yang menyebabkan jatuhnya korban berulang kali?
    Dan sungguh kalian bodoh jika menganggap itu hal kecil yang dibesar-besarkan .. nyawa manusia itu berharga.
    Jika kalian tidak bisa menghargai nyawa manusia, bagaimana bisa kalian menyatakan diri putra terbaik bangsa? Kebohongan semu yang kalian tanamkan dalam diri kalian sendiri.

    Sekarang … tentukan pilihan kalian … jika kalian memang mau disebut sebagai putra terbaik bangsa … apa kalian tetap membela institusi kalian yang rusak itu?

    Apalah artinya sebuah institusi .. jangan biarkan pikiran kalian terkotak-kotak dalam suatu wadah yang namanya institusi. Jadi lah pemuda indonesia yang mempunyai pikiran yang bebas, bijaksana, membela kebenaran tanpa memperhatikan suku, ras, agama, apalagi yang namanya institusi … karena kita ini sesama rakyat Indonesia.

    Membela yang benar karena itu memang benar, bukan karena kebenaran semu yang coba kalian tanamkan dalam hati kalian. Semoga hati kalian masih bisa terbuka untuk melihat yang benar.

    Sungguh sayang jika hati itu telah tertutup. Kalian dididik seharusnya utk menjadi pamong yang terbuka hatinya, peduli kepada masyarakat bukan peduli kepada institusi/golongan sendiri. Berpikiran terbukalah, sekali-kali belajar lah di tempat lain buka wawasan .. jangan beranggapan IPDN itu yang terhebat.
    Di atas langit masih ada langit.

  45. lo semua masih pada bs berdoa ya? katro.

  46. Cliff Muntu

    Seniorku tercinta….

    Hari demi hari telah kulalui di kampus IPDNku tercinta…
    Segala Caci maki & Cercaan telah kuterima…
    Pukulan demi pukulan juga telah kuterima…

    Semua itu kuterima demi harapan keluargaku…
    Semua itu keterima demi cinta pada keluarga & bangsaku…
    Tapi semua itu kuterima bukan untuk kalian seniorku…

    Impian tuk membahagiakan keluarga & bangsa telah lenyap..
    Kini ku telah terbujur kaku dgn luka mendalam lahir & bathin
    Telah puaskah kalian wahai seniorku???

    Kutunggu kalian di peradilan akhir…
    Semoga Tuhan memaafkan kalian…

  47. fida

    ini tulisan gw di multiply gw

    IPN: Institut Preman nasional

    Bagi anda yang bercita-cita menjadi preman yang di-legalisir dan memiliki kalangan pergaulan para sipilis, segeralah bergabung dengan institut kami. Pendaftaran dibuka setiap saat karena kami sadar sepenuhnya bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa preman, baik terbuka maupun terselubung.

    Kami adalah institut baru yang diresmikan seresmi-resminya oleh Presiden Republik Nggak Bisa Mimpi, untuk menggantikan institusi sebelumnya. Dengar-dengar, institusi itu tidak akan menerima penerimaan mahasiswa baru dulu selama setahun dikarenakan kasus ‚Äėpremanisme dalam pendidikan‚Äô yang sekarang sedang menjadi isu nasional di republik itu. Kalau di institut kami, percayalah‚Ķ jelas tidak akan ada tindakan premanisme karena kami sudah jelas-jelas menerima dan mendidik para preman, sementara kami berprinsip ‚Äúsesama preman dilarang saling mendahului‚ÄĚ, juga ‚Äúhanya preman pengecut yang main sembunyi-sembunyi‚ÄĚ.

    Kami menawarkan kurikulum lengkap, dari Filsafat Preman, Sejarah Preman, Pengantar Preman 1&2, Ilmu Budaya Preman, Ilmu Preman Dasar, Logika Preman, Telaah Preman, sampai Manajemen Preman, dan ilmu-ilmu lainnya yang sangat berharga dalam dunia kepremanan. Tapi, percayalah sekali lagi pada slogan kami yang lain, ‚Äúsedikit belajar sedikit lupa‚ÄĚ, maka kami mengalokasikan waktu terbesar pada kegiatan Wahana Bina Preman. Di situ, para preman baru akan dididik bagaimana menghormati preman nindya karena kami paham bahwa seorang preman madya tidak akan bisa survive di belantara keganasan preman tanpa bimbingan welas asih dari seniornya. Kegiatannya antara lain ada: drumband, goyang dombred, masak-memasak, merajut, dll karena ingat‚Ķ ‚Äúpreman juga manusia‚ÄĚ. Tapi meski begitu, meski manusia memang bisa khilaf, kami tetap memberlakukan sanksi biar kekhilafan itu tidak terus terulang dan itu tentu saja demi kebaikan preman madya itu sendiri. Kesalahan paling fatal yang tidak bisa kami tolerir adalah tersenyum! Karena preman yang tersenyum ibarat virus chikungunya yang harus segera diberantas. Tapi, tenang‚Ķ sanksinya tidak berat, paling hanya penggulungan, penjemuran, pengayakan, pengovenan (emangnya kue :P). Tidak ada itu namanya pemukulan, apalagi pengeroyokan oleh kurang lebih 30 orang karena pada dasarnya kami sangat mencintai sesama (sesama preman).

    Jadi, bagi para orangtua yang bingung anaknya mau kerja apa kelak, lebih baik segera daftarkan mereka ke institusi kami karena lagi-lagi, percayalah… di masa-masa yang akan datang, arti preman sudah sangat kabur untuk dibedakan… dengan pahlawan…

    Kutipan dari film Nagabonar Jadi 2 (biar tulisan ini tambah dramatis):

    (ketika Nagabonar memaksa masuk jalan Sudirman-Jakarta dengan bajaj, tapi tentu saja ditolak mentah-mentah oleh polisi, akhirnya dia berjalan kaki menuju patung sang pahlawan, demi menghormat, mengangkat tangan tinggi-tinggi pada pahlawan besar yang pernah Indonesia miliki tersebut)

    Nagabonar: Turunkan tanganmu jenderal! Apa yang kau hormati di depanmu? Apakah orang-orang dengan kendaraan beroda empat itu!? Tidak semua dari mereka pantas kau hormati, jenderal! Turunkan tanganmu, jenderraaalll!!!

    (Lalu, Nagabonar pun memanjat tali-tali di sekitar patung yang nampaknya sedang direnovasi itu)

    Buat IPDN’ers: ga pantes bung bela2 almamater kyk gitu, yg pantes itu bela yg BENAR. klo kalian merasa sbg mhs yg ‘baik’, kmana kalian saat mhs yg ‘bejat’ itu melakukan aksi pmukulan? sibuk belajar di kmr ya? makanya jd org jgn kuper, sensitif sama sekitar donk! skr malah buat blog kyk gini sgala, gw kan jadi gatel pengen ngerespon ūüėõ

  48. Suatu sore di sebuah kampung sekelompok ibu-ibu
    berkerumun sedang belanja sayur sambil ngobrol seru,
    nampak wajah mereka sangat serius. Asyik sekali..
    pikir saya pasti sedang ngegosipin artis sinetron.
    Namun dilihat dari raut mukanya tampaknya mereka kesal
    sekali, diam-diam saya mendekat bukan maksud mau
    nguping tetapi penasaran aja dengan tema yang sedang
    dibicarakan.
    Ooh.. aku baru tau nampaknya mereka sedang ngobrolin
    tayangan berita sebuah stasiun TV tentang kasus
    penganiayaan di IPDN. Berikut sedikit petikan
    pembicaraan yang seru dan meledak-ledak dari para
    “pengamat berita” ini….

    ” tuh kan apa gue bilang IPDN itu, Institut
    Penganiayaan Dalam Negeri… ! masak anak orang
    dihabisin hanya gara-gara telat datang ke acara yang
    nggak jelas, dasar gak tau diri !”.
    ” Bukan nyak tapi IPDN itu, Institut Pembantaian Dalam
    Negeri..!” sahut ibu penjual
    sayur tak mau kalah.
    “Kalo nurut saya sih masih jadi pelajar aja kayak gitu
    ntar kalo udah jadi pejabat pasti jadi diktator,
    makanya IPDN itu, Institut Pengkaderan Diktator
    Negara..!” seru ibu yang sedari tadi bolak balikin
    sayur bayam.
    ” Betul juga jeng Neni tapi saya paling gak suka sama
    kelakuan mereka yang suka maen keroyok kalo berani
    kenapa gak satu lawan satu tuh kayak di pilem koboy
    makanya dinamain aja IPDN, Institut Paling Demen
    Ngeroyok..!! ” seru ibu gendut itu gemas sambil
    membanting labu siam diantara sayur yang makin
    berserakan.
    “Iya betul tuh sekalian aja dinamain IPDN, Ikatan
    Praja Doyan Nonjok …!” sambar bu RT sambil
    bersungut-sungut.
    “IPDN, Injak Pukul Dorong Nah … mati..!! celetuk ibu
    bertubuh kerempeng itu sambil praktekkan gaya
    silatnya.
    “Inginnya Pendidikan Dapetnya Nisan nah itulah IPDN
    kasihan orang tua yang udah susah payah kirim anaknya
    kesana pulang-pulang bikin batu nisan… !!” tukas bu
    Neni makin kesal.
    ” Yang kayak gini neh pasti kerjaan para pejabat yang
    gak punya tanggung jawab dan wawasan kebangsaan,
    mestinya kan mereka sebagai pengontrol dan pengawas
    tetapi kenapa korban udah berjatuhan kayak gini kok
    didiemiin aja dari dulu, kayaknya sih sengaja biar
    budaya pejabat junior harus takut dengan senior tetap
    hidup, kan ntar gampang diajak kongkalikong kali ya ?
    namanya juga IPDN, Ideologi Pejabat Durjana
    Negara”, sahut ibu setengah baya berkerudung itu.
    “Yah IPDN, Inilah Pendidikan Dalam Negeri kita..
    pantas aja korupsi gak habis-habis
    wong mentalnya aja udah kayak mafia.

    Tiba-tiba nenek tua yang sedari tadi diam saja
    tergopoh-gopoh keluar dari kerumunan menuju kearah
    rumah bu RT, sambil iseng saya pun bertanya, “nek kalo
    menurut nenek
    IPDN itu apa ?”.
    Nenek itu melotot kesal kearahku sambil berteriak,
    “Ingin Pipis Dulu Nak …!!”.
    Ups..!

  49. Tukul Lulusan IPDN

    IPDN tak sobek-sobek biar pada klenger semua, praja IPDN ndeso-ndeso semua, calon praja senang Cipika dan Cipiki tapi nyiumnya pakai sepatu dan pakai dengkul, katro IPDN.

  50. IPDN

    Yang tak sobek2 ya mulutmu…komentar gak mutu..IPDN terbaik dari yang baik

  51. wanita malam

    IPDN itu bagus kok, gaul abezzz

  52. Roy

    @ IPDN
    kok reaksioner dan langsung mau maen fisik sih?
    Katanya bermartabat dan menjunjung tinggi perdamaian?

  53. Mayor Aris

    Wah .. Rame juga neh..
    Kebetulan sy anggota TNI sedikit ingin ikut urung rembug disini :

    Saya jujur sangat mendukung supaya IPDN dibubarkan karena memang tidak sesuai dengan UU Sisdiknas. Selain itu metode pendidikannya pun menurut saya sangat tidak match, kerena seharusnya lulusan IPDN itu dipersiapkan untuk mengayomi dan melayani rakyat, bukan malah seolah-olah dilatih untuk menindas juniornya yang lemah (kaum lemah di dunia nyata adalah rakyat). Pola2 represif itu adalah pola2 lama. Jadi pola pendidikan ala militer sbetulnya tidak relevan dengan semangat pemerintahan di era reformasi.
    Sebagai pembanding, di Akademi TNI, kehidupan para taruna pun memang sangat keras karena mereka harus dipersiapkan Fit For Combat. Tapi semuanya terkontrol. Tidak kebablasan seperti di IPDN. Para taruna dari awal ditekankan untuk betul2 membedakan mana kawan dan mana lawan. Setiap organik dalam institusi dari Gubernur, staf, dosen, pelatih, pengasuh, sampai taruna tkt 3,2,1 semua adalah KAWAN. yang namanya LAWAN hanyalah AGRESSOR yang akan mengancam kedaulatan NKRI. Kekerasan bukan merupakan hal yang legal dalam pola pendidikan d Institusi yang ASLI militer ini.

    Kecolongan… jujur 1,2 kali terjadi di bbrp dasawarsa terakhir. Namun Akademi tidak pernah menutup2i. Siapa yang salah harus dihukum. Kejadian Taruna dipecat karena kekerasan pernah terjadi d era 70-80an. Akademi tidak pandang bulu. Sangsi terhadap hal ini sangat tegas. Sy sendiri punya kakak kelas SMA yang dipecat pd saat dia tkt 3 d Akmil di awal 90an krn anak buahnya melakukan kekerasan. Dia bukan pelaku, hanya dia dianggap lalai tdk bisa mengawasi anak buahnya sudah dipecat. Apalagi pelakunya. Untuk mencegah berulangnya kekerasan ini pengasuh berperan sangat besar dalam menjaga integritas sehatnya hubungan antar taruna dengan misi agar para taruna dapat menyelesaikan pendidikannya d Akademi TNI dengan sebaik-baiknya.

    Institusi Akademi TNI pun terus belajar dari pengalaman. Langkah2 preventif dan preemtif terus dikembangkan dari tahun ke tahun utk memastikan hal yang sama tidak terulang. Sedikit saja terjadi simptom, pihak Akademi bertindak cepat tanggap utk mencegah meluasnya gejala kekerasan.

    Sy terkesan dgn pernyataan salah seorang petinggi Akademi TNI di SCTV yang menyatakan bahwa apabila IPDN berkeinginan menitipkan Prajanya di institusi Akademi TNI beliau menyatakan siap menampung. Tetapi bukan untuk mengasah kemampuan pukul-memukulnya, selama ini lembaga2 Akademi TNI juga menjadi lembaga pelatihan kepemimpinan, kepemudaan (paskibra/pramuka), kursus2 sipil, pendahuluan bela negara (tanpa tinju meninju tentunya), kewiraan, bahkan kuliah2 umum (kuliah jarak jauh) baik untuk kalangan militer maupun sipil. Yang sy tangkap dr pernyataan beliau adalah, pihak TNI pun sbenarnya cukup resah dgn gejala yg terjadi di IPDN ini, jadi apabila pihak lembaga IPDN tidak siap mengelola ribuan praja pasca tewasnya Cliff Muntu, -keliatannya- TNI siap membenahi mental para praja yang terlanjur terbentuk jiwa kekerasannya agar lebih dekat dgn jati diri mereka sebagai abdi rakyat, tetapi itu jika diperlukan. TNI -sy rasa- tidak memaksa, tentunya disesuaikan dengan keinginan rakyat.

    Pengalaman sy sendiri selama berdinas di TNI, mulai dari pendidikan kami selalu ditekankan pentingya arti NYAWA manusia. Para komandan pasukan selalu diajarkan untuk melaksanakan konsolidasi setiap akhir misi untuk memastikan tidak ada seorang pun korban di pihak kawan. 1 nyawa sangat berharga, tak peduli dia perwira, bintara atau tamtama. Ukuran keberhasilan seorang komandan adalah berhasilnya misi dan tidak ada koban baik personil maupun materil. Itu doktrin tentara modern. Pepatah tua “Soldier are expendable” dudah tidak berlaku lagi. Setiap perintah di TNI AD selalu diakhiri dengan kata2 “UTAMAKAN KEAMANAN” maksudnya keamanan personil dan materil, di TNI AU ada slogan yg lebih ketat lagi “MISSION FIRST, SAFETY ALWAYS” dan TNI AU juga memiliki departemen yang khusus mengurus masalah keselamatan ini. Demikian juga dengan TNI AL. Termasuk perintah2 pendidikan dan latihan. Hal ini menunjukan bahwa nyawa personil (biarpun tentara yang sudah kontrak mati) SANGAAAAT PENTING SEKALI. Kami tidak pernah menghambur2kan nyawa spt di IPDN.

    Sy jadi teringat kata2 Jendral Feisal Tanjung: “APA YANG TERBAIK BUAT RAKYAT ADALAH YANG TERBAIK BUAT TNI”.

    Menurut sy yang terbaik adalah IPDN dibubarkan, karena rakyat Indonesia -sepertinya : maaf tdk tahu datanya, tp keliatannya- menghendaki IPDN Bubar.

    Teman2 blogger, sy tunggu commentnya.
    Trima kasih

    ~NKRI Harga Mati~ (ungkapan jati diri)

  54. bunga_indahsari

    Idddih Mayor Aris ikutan jg yaa hehehe
    Ada berita bagus neh ..

    Suara Pembaruan, 17/04/2007 :
    [JAKARTA] Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Zulkifli Hasan, Senin (16/4), menilai tidak perlu lagi ada tim evaluasi untuk memperbaiki Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dia menegaskan IPDN harus dibubarkan. Tim evaluasi hanya akan cenderung menutupi persoalan.

    “Saya dari dulu tidak percaya pada tim-tim evaluasi. Apalagi untuk IPDN, tidak perlu evaluasi lagi, karena persoalan sudah jelas, terang. Tim evaluasi hanya cenderung akan menutup-nutupi persoalan, karena anggotanya juga diambil dari IPDN ditambah Depdagri, percuma saja,” ujarnya, di DPR.

    Disebutnya, IPDN merupakan produk lama yang sudah tidak layak dengan zaman. “Itu lembaga yang belum kena imbas reformasi. Mereka tertutup, feodal, sistem yang diterapkan di sana sudah tidak layak dengan zaman. Apa yang diciptakan dari sana, sudah tidak sesuai dengan kebutuhan sekarang,” katanya.

    “Kalau masih mau mempertahankan IPDN, sama saja mau membentuk negara preman. Harusnya dibubarkan saja, tidak bisa diperbaiki lagi. Kembalikan para siswanya ke daerahnya, toh sudah ada kampus di daerah mereka masing-masing. IPDN hanya menghabiskan anggaran,” tandasnya.

    Dia juga meminta polisi tidak lagi menyebut akan mengusut. “Sekarang di berbagai media terus diulang tayangan rekaman kekerasan di IPDN. Mereka yang terekam itu seharusnya bisa langsung ditangkap, sudah jelas-jelas kriminal, polisi jangan hanya akal-akalan saja, tapi langsung tangkap,” ujarnya.

    Zulkifli mengaku geram, lantaran para pelaku yang terlibat dengan kematian siswa IPDN pada 2003, Wahyu Hidayat, ternyata tidak ditahan. “Ini negara aneh, mereka sudah divonis tapi kok bebas berkeliaran, malah ada yang jadi pejabat di daerah. Itu membuktikan adanya tebang pilih,” katanya.

    “Semua yang terlibat harus ditangkap. Mereka yang memberi izin keluar, memberi izin kerja pada para pelaku itu, terutama rektornya, itu yang harus paling dulu dipenjara,” tukasnya.

    Yuddy Chrisnandi, dari Fraksi Partai Golkar (FPG), juga menyatakan hal senada. Dia bahkan menyindir, bahwa polisi lebih cekatan bila menangkap pelaku pornografi. “Polisi cekatan kalau menangkap pelaku pornografi. IPDN juga, kan, jelas ada rekaman kekerasan, kenapa tidak diburu,” katanya.

    Anhar, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Bintang Reformasi (FPBR), juga mendesak agar IPDN tidak hanya dibubarkan, tapi pengelolaan dana yang menghabiskan dana ratusan miliar harus diaudit. “BPK harus dilibatkan untuk mengaudit penggunaan dana di IPDN,” ujarnya. [B-14]

    Bunga :
    Tuuuuhh kan … kata Fraksi2 besar di DPR, IPDN HARUS BUBAR!!! ya udah … qta tinggal tunggu waktu aja …

    Savitri, kuat gak km nanggung malu sesudah IPDN bubar n km cm jd pengangguran ? hehehehe …

  55. IPDN

    ipdn katro banget seh
    tampang doang keren mentel kator bobrok
    dah bubar aja dah

  56. pidong

    hhhhhhhhooooooooooooooiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…………………

    satu hal yang mau aku katakan ma kalian semua wahai adik2 pembela IPDN….

    TAIK MA KALIAN…..!!!!!

    ga ada otak kalian….
    coba kau fikirkan kalau kau yang mati….

    gimana mamak kau itu sedihnya…
    gimana bapak kau itu mikirinnya????

    toh yang kalian bela itu adalah calon2 pemeras rakyat…

    jangan pernah ada yang lantam lagi untuk membela IPDN….

    apa kau bilang???
    mau jadi lurah?
    mau jadi camat?

    pantat itu kau jilat…

    tak tau malu kau setelah terbukti kebobrokanmu masih berani kau bilang ga bersalah…

    dan masih berani pula kau mencari simpati???

    pembantaian, pengeroyokan, pemerkosaan, dan pengguguran yang sudah biasa kalian lakukan, apakah sudah cukup mulia di mata kau itu?

    sayang sekali kau sekolah tinggi2 kalo cuma hanya membekali dirimu untuk menjadi gigolo dan pelacur..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    pemukulan siang bolong?????
    dan kalian bilang ga liat dan ga tau….

    aku berharap itu akan terjadi suatu saat pada dirimu dan ga ada yang merasa melihatmu….
    nah,
    apa yang kau rasakan….

    memang kalian itu manusia tetapi berkehidupan BINATANG..!!!!

    bertobatlah…
    masih banyak kampus lain yang mampu merubah kehidupanmu mungkin lebih baik lagi dari pada hanya menjadi hujatan orang saja….

    so,
    jadilah MANUSIA….
    dan bukan BINATANG…….

    jadi adik-adikku semuanya…
    ga ada yang perlu kalian lakukan dengan cara mencari simpati, mentari, xl atau yang lainnya…
    tapi carilah jalan Tuhan….

    ingat…
    masih banyak kampus2 lain yang lebih potensial untuk merubah hidupmu menuju ke jalan yang lebih baik….

  57. pembela ipdn mang U buta gak punya otak,otak udang,mereka para penyiksa temen2 gw,gw yakin hidup lo g kan tenang………………..inget itu…………….

  58. ninzha

    IPDN ayo maju terus pantang mundur………..
    Kalian yg g suka dngn IPDN yah..itu terserah kalian,,,
    nati aja kalo kalian jadi presiden baru kalian yang benahi IPDN.
    Tp apa pun yang kalian katakan,,itu g berpengaruh bagi kami kok.

  59. Heya! I just wanted to ask if you ever have any problems
    with hackers? My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing
    months of hard work due to no data backup. Do you have any methods to protect against hackers?

  60. Hi there, just became alert to your blog through Google, and
    found that it’s truly informative. I’m gonna watch out for brussels.

    I’ll be grateful if you continue this in future. Many people will be benefited from your writing. Cheers!




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: