Life

To fight aloud is very brave,
But gallanter, I know,
Who charge within the bosom,
The cavalry of woe.Who win, and nations do not see,
Who fall, and none observe,
Whose dying eyes no country
Regards with patriot love.

We trust, in plumed procession,
For such the angels go,
Rank after rank, with even feet
And uniforms of snow.

(Emily Dickinson)


  1. Katrok

    Sok intelek… kadal sekalipun ganti kulit tetep aja KADAL !!!

  2. Theo

    KAMSUD OLE??? eh…salah…MAKSUD LOE??? sok2an inggris segala…huahahahahahahaha

  3. Mila

    STOP COMMENT!!!!!
    WAH AKU NGGAK YAKIN YANG BIKIN BLOG INI ANAK IPDN PALING-PALING WARTAWAN SITUS ONLINE ITU YANG SUKA BIKIN-BIKIN PERKARA.

    MAKIN BANYAK YANG KOMEN DI SINI BAKAL MAKIN BANYAK BERITA ANEH DI SITUS ONLINE ITU

    HAHAHA JANGAN-JANGAN KOMEN GUA JUGA DIJADIIN BERITA: SITUS ONLINE ITU DIHASUT DI BLOG

  4. alumnus_ITB_anti_kekerasan

    Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.

    Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.

    Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan satbilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.

    Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.

    Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.

    Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.

    Jadi……

    Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 dan 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, serta akhirnya digabung ke dalam IIP.

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !

  5. AA NGEGYM

    SELAMAT ANDA TELAH GAGAL PUTRA PUTRI IPDN…

    KALIAN LEMAH AKAN DOKTRIN2..
    KUAT HANYA PADA JUNIOR…

  6. Makin kuat dugaan gw yang bikin ini wartawan berita online buat dijadiin berita. Anak-anak IPDN gak sepinter ini ūüėõ

  7. jadi meragukan kebenaran blog ini, karena aku kok curiga yang bikin blog ini membuat postingan yang ‘sok membela’ IPDN padahal sebenarnya memancing komentar jelek…

    Jadilah IPDN benar2 jelek…

    wew… kalo analisisku benar, berarti yang bikin blog ini lebih biadab dari para senior IPDN yang ngebunuh itu.. kenapa? karena memfitnah, dan memfitnah itu khan lebih kejam dari pembunuhan… wew…

    Apa yang membuat aku merasa blog ini hanyalah sebuah konspirasi? Kenapa di blog yang ‘seharusnya’ membela diri malah menyertakan link2 yang menuju ke halaman dengan cercaan yang lebih parah tentang IPDN? tidak logis menurutku…

    Yup, just my opinion but i thinks it’s true…

  8. woi kok ga diaprove commentku??

    semakin aneh…

    woi serius lah kau…

  9. sableng

    Mamancing diair Keruh.

  10. mae

    IPDN bejat sekali, melihat video luar biasa anda2 semua kurang ajar sekali, kerjaan anda spt binatang, sesudah itu menjadi pns berkumpul sesama ipdn klu bukan teman dr ipdn anda kucilkan, biadab sekali and semua untung adik saya tdk jadi masuk ipdn, ya allah tenggelamkan kampus idpn

  11. ipdn anjing

    woi ipdn anjing apa maksud lo pake bahasa inggris gitu bangsat!!??

  12. Selamat, IPDN Mania sukses menjadi seleb blog…!

  13. Obyektif

    Kalau Anda putra-putri terbaik, tentu Anda TIDAK MEMBIARKAN kekerasan terjadi di kampus Anda.

    Bukankah begitu?

    Kenyataannya, Anda membiarkan saja.

  14. Tukangcukur_Jatinangor

    “…karena itulah tulislah terus, tulis, dan tulis‚Ķ lawanlah opini sesat mereka karena sesungguhnya mereka hanya korban daripada para pembentuk opini yang menguasai mass media demi agenda mereka sendiri‚Ķ”

    hmm… [1] pembentuk opini, [2] mass media, [3] agenda mereka sendiri. kata kuncinya tjuman tiga itu aja koq!… Gue sih cukup 1 tulisan ini aja lah… buang-buang bandwith tjuman buat sensasi murahan…

  15. ADsense

    emane le…situs iki ra didaftarke neng adsense…… :((

  16. rakyat

    IPDN CEWEK SEMUA!!!!!!!
    YANG TERIAK SOK PATRIOTIS ? CEWEK SMUA!!!!
    MANA COWOKNYA ? LAGI SARAPAN PUKULAN YA ??!
    hah…cuma pendidikan segitu kok bangga…tapi bunuh 37 orang dianggap gak ada apa2..

    ngaca…

  17. Hai semua…

    Gue bingung ama kelakuan para komentator..
    Kenapa disini pada nge-hujat2 sih?
    Istilah kata tetangga nya ngelakuin salah bukannya di bantu buat bener,.. tapi malah di pukulin..

    Mending bareng2 kita cari tahu apa yg salah di IPDN, si Mas IPDN juga sama2 ama kita.. kan jadinya enak bisa duduk bareng, sharing… ūüôā

    Sorry no offense for all, but..
    Kelakuan kita2 sebagai komentator jadinya ga jauh beda ama para pemukul itu, sama aja.. bedanya, dia make tangan kaki, kita make kata2..

    Thats all..

    Thanks…

  18. antiBirokrasi

    Hello leksa,

    yang salah di IPDN itu SISTEM PENGAJARAN dan PENGAJAR nya… Masa menjadi pamong praja tapi laga nya kampungan mau ikut2an militer…

    Perlu diingat, bahwa IPDN/STPDN/APDN itu SISA2 ORDE BARU yang asal HANTAM KROMO dalam MEMILITERISASIKAN LEMBAGA.

    Jadi, sudah tentu IPDN HARUS DIBUBARKAN, minimal, TENAGA PENGAJAR DIGANTI dan PEROMBAKAN TOTAL KURIKULUM nya. Kenapa? Karena untuk menghilangkan KULTUR KEKERASAN dan FEODALIS yang tidak ada gunanya di lingkungan sipil.

    Sudah saat nya bagi generasi muda sekarang ini untuk MEREVOLUSI sistem birokrasi kita.

    HIDUP INDONESIA!

  19. Kaimana

    APAPUN KATA KALIAN!
    KITA CUMA BERKATA DUA KATA : “CUKUP”
    DAN “BUBARKAN”

  20. Sandal bejat

    IPDN = Harus dibubarkan

  21. Aa' Jimmy

    Sabar… Subhanalloh,

    Jagalah hati jangan kau nodai…

    Hati boleh panas tapi kepala harus dingin…

    Mending ikutan Aa’ jualan kue ama teh Kinar ….

    Betul tidak ?

  22. Stupid Blog ™ or.. Smart Blog ™
    hits nya gede, knp g pasang adsense?

  23. dah deh lo mw nulis seindah apapun ga bakal ngaruh, lo semua anak IPDN tu BEJAT! calon pejabat KORUP. nyengsarain rakyat.

  24. Sedarah : TANTE, KAKAK, DAN SEPUPUKU
    Cerita ini dimulai waktu ada acara keluarga di Villa Tretes minggu lalu. Sekarang ini aku duduk di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Namaku Hady, umurku 20 tahun.
    Begini kisahnya…, Hari minggu keluargaku mengadakan acara temu kangen di Malang. Seluruh anggota keluarga hadir dalam acara itu, kira-kira ada 3 keluarga. Ada hal yang paling kugemari dalam acara itu, yaitu acara perkenalan tiap keluarga.

    Pada kesempatan itu adik ibuku bernama Henny memperkenalkan keluarganya satu persatu. Aku lihat gaya bicara Tante Henny yang sangat mempesona, terus terang Tante Henny bila aku gambarkan bak bidadari turun dari langit, wajahnya yang cantik, kulitnya yang mulus dan bodinya yang aduhai membuat tiap laki-laki pasti jatuh hati padanya.

    Perkenalan demi perkenalan telah terlewati malam itu, sekitar pukul 9 malam kami beristirahat. Badanku terasa penat dan aku pergi untuk mandi, sekalian persiapan untuk acara besok. Waktu aku akan mandi, tanpa sengaja aku melihat tanteku baru keluar dari kamarnya memakai kimono putih yang agak transparan dan terlihat samar-samar lekuk tubuhnya yang indah, dengan sedikit basa-basi aku bertanya padanya.
    “Mau kemana Tante?”, tanyaku.
    Tanteku dengan kagetnya menjawab “Ouu Hadi, bikin tante kaget nich, Tante mau mandi pake bathtub”, jawabnya.
    “Sama nich”, kataku.
    “Rasanya memang malam ini penat sekali yach”.
    Akhirnya kami melangkah bersama menuju bathroom di belakang Villa kami. Malam itu agak dingin rasanya, sampai-sampai…, sambil agak mendesah Tanteku menahan dingin.

    Sesampainya di depan kamar mandi aku berhenti sambil memperhatikan tingkah Tante yang agak aneh (maklum aku masih anak kecil, belum pernah lihat yang seperti gituan).
    “Had…, kamu duluan yach..!”, kata tanteku sambil mendesah.
    “Nggak ach Tante, Tante dulu dech”, kataku sambil rasa dingin (duch rasanya seperti dalam freezer tuch).
    “Ok, Had.., Tante duluan yach”.
    Tanteku masuk ke dalam kamar mandi, terdengar suara pakaiannya yang ditanggalkan, gemericik air juga mulai mengisi bathtub. Aku menunggu di luar dengan rasa dingin yang sangat mengigit sambil melamun.
    “Had, mana nich sabunnya”. teriak tanteku mengagetkanku.
    Seketika itu juga aku menjawab, “Disitu Tante”.
    “Dimana sich?”, kata tanteku.
    “Kamu masuk aja Had, ambilin dech sabunnya…, Tante nggak tau nich”.

    Dengan hati yang berdetak keras aku masuk ke kamar mandi sambil mencari-cari sabunnya. Ternyata sabunnya di bawah wastafel. Segera aku mengambilnya dan memberikannya pada tanteku. Tanpa sengaja aku melihat bodi tanteku yang aduhai yang tak sehelai benangpun melekat di tubuhnya. Dengan wajah merah padam aku memberikan sabunnya.
    Tanteku bertanya “Mengapa Had…, belum pernah liat yach!”, kata tanteku dengan mengerlingkan matanya yang indah itu.
    Dengan malu-malu kujawab “Belum pernah tuh, tante”, kulihat tanteku hanya tersenyum kecil sambil menggandeng tanganku, ia menyuruhku masuk, sengaja atau tidak penisku berdiri.
    “Had, punya kamu berdiri tuh”, dengan malu aku berusaha menutupi penisku yang telah berdiri.
    “Ngapain malu Had…”, tanya tanteku.
    Aku hanya tersenyum kecut, lalu tanteku melepaskan handukku sambil berkata “Tante boleh lihat punyamu.
    “Jangan tante nanti Om tau”.
    “Ah,nggak apa-apa Om orangnya sangat fair”.
    Akhirnya aku hanya bisa pasrah, kemudian dengan lembutnya tanteku mempermainkan penisku sambil berkata”,Gila benar punyamu Had, barang sebesar ini kok di diemin aja…”. aku hanya bisa meringis keenakan,karena memang aku tidak pernah merasakan hal itu.

    Dengan lembutnya tanteku mengulum penisku, dengan refleks aku meraba payudara tanteku yang montok itu, “Ohh…, nikmat sekali”. Dituntunnya aku untuk mengulum bibir kemaluannya.
    Aku bertanya “Ini apa tante?”.
    “oo itu clitoris sayang”, jawabnya. Aku terus mengulum bibir kemaluannya. Lama juga aku mengulum bibir kemaluannya, dengan gaya 69 kami saling menikmati hal itu. Tanpa sepengetahuan kami berdua ternyata kakakku mengintip apa yang kami lakukan. Terus kakakku masuk dan berkata “Ah…, tante kok tega main sama adikku…, kok tidak bilang-bilang kepadaku”, sambil tersenyum kecil.

    Mungkin karena terangsang dengan apa yang kami lakukan akhirnya kakakku ikut melepaskan pakaiannya. Tanteku berkata “Ayo sini punya adikmu nikmat lho”. Aku tidak habis pikir, ternyata kakakku suka begituan juga. Baru pertama kali ini aku melihat polos tubuh kakakku ternyata kakakku tidak kalah dengan tanteku malah payudaranya lebih besar dari punya tante.

    Tanpa pikir panjang aku tarik tangan kakakku, langsung aku kulum payudaranya yang besar itu. Terus tanteku bilang “Had masukin dong punyamu”. Akhirnya kumasukkan punyaku ke liang kewanitaan tanteku “Ooh nikmat sekalii…”, tanteku hanya bisa mendesah kenikmatan. Dengan goyangan yang seperti di film aku berusaha sekuat tenaga menghabisi liang kenikmatan tanteku. Selang berapa lama air mani tanteku keluar. “akhh”, desahan itu keluar dari mulut tanteku, tapi aku belum apa-apa. Akhirnya tanpa rasa dosa kutarik kakakku untuk juga merasakan hebatnya penisku. Kakakku ternyata sudah tidak perawan lagi itu kuketahui waktu kumasukan penis ke liang senggamanya. Kakakku menggelinjang keenakan sambil berkata mengapa tidak dari dulu minta di “tusuk” oleh penisku. Aku terus menggenjotnya. Pada waktu lagi asyiknya aku menusuk liang kewanitaan kakakku sepupuku masuk “eehh…, lagi ngapain kalian” tanyanya. Aku cuek saja sambil berkata”,kalo mau sini aja”.

    Tanpa aku sadari ternyata sepupuku telah menanggalkan pakaiannya. Ternyata sepupuku biar masih SMU, bodinya hebat juga. Tanpa pikir panjang kutarik tangannya lalu kukulum susunya,sambil terus menggenjot liang kenikmatan kakakku. Aku lihat kakakku asyik mengulum bibir kemaluan sepupuku. Ternyata kakakku telah di puncak kenikmatan. Dia menggeliat seperti cacing kepanasan, kurasakan semburan air hangat keluar dari liang kewanitaan kakakku. “oohhkk”, teriak kakakku. Aku tersenyum puas karena aku masih bisa bertahan. Dengan perkasa ganti sepupuku “Mira” kugenjot ia hanya bisa pasrah dalam dekapan kejantananku. Aku coba memasukkan penisku dengan pelan-pelan ternyata sepupuku itu masih perawan, sangat sulit pertama kali kumasukan penisku, ia merintih kesakitan aku tidak kurang akal, kuludahi liang surganya dan kumasukkan jari tanganku. Lalu kucoba memasukkan penisku. Kali ini bisa walau dengan susah payah. “Akhh nikmat sekali memek perawan”, kataku. Kulihat Mira hanya merintih dan mendesah diantara sakit dan nikmat. Akhirnya aku merasakan juga puncak kenikmatan itu kami sama-sama klimaks, “akkhh”, terak kami berdua. Akhirnya kami keluar bersamaan. Setelah itu, kami berempat mandi bersama sambil tersenyum puas.

    TAMAT

  25. Cliff Muntu

    Wahai Seniorku Calon Praja IPDN tercinta….

    Hari demi hari telah kulalui di kampus IPDNku tercinta…
    Segala Caci maki & Cercaan telah kuterima…
    Pukulan demi pukulan juga telah kuterima…

    Semua itu kuterima demi harapan keluargaku…
    Semua itu keterima demi cinta pada keluarga & bangsaku…
    Tapi semua itu kuterima bukan untuk kalian seniorku…

    Impian tuk membahagiakan keluarga & bangsa telah lenyap..
    Kini ku telah terbujur kaku dgn luka mendalam lahir & bathin
    Telah puaskah kalian wahai seniorku???

    Kutunggu kalian di peradilan akhir…
    Semoga Tuhan memaafkan kalian…






%d blogger menyukai ini: