Hero

For those who fought on distant shore,
Who gave without a word;
Defending us with honor,
So gallantly they served.
For every boy who left his home,
Returning there a man;
And every woman who made a choice,
To make serving part of her plan.

For every fallen soldier,
Who gave all they could give;
To guarantee our liberty,
And the freedom that we live.

(Allison Chambers Coxsey, 1999)


  1. Teknokrat

    Gimanapun … STPDN ataupun IPDN … telah menelurkan korban2 praja yang telah KEHILANGAN NYAWA sia-sia demi PLONCO atau bisa disebut KEKERASAN SIA-SIA ..

    Nyawa seseorang adalah BERHARGA .. Bahkan hewan dan tumbuhan di muka bumi adalah sesuatu DILINDUNGI …

  2. Stupid Blog ™ or.. Smart Blog ™
    hits nya gede, knp g pasang adsense?

  3. abi

    saya kira, emang pembuat situs ini akan berupaya bagaimana mengubah image IPDN yang dulunya parah sekarang menjadi lebih baik, tapi justru sebaliknya malah tambah parah. saya salut kepada oknum yang melakukan tindakan kekerasan seperti yang lagi ngetrend tampil di TV-TV sekarang ini. sebaiknya BUBARKAN SAJA IPDN, TITIK

  4. Jaman ini jaman merdeka, Pak Inu, kematian Cliff, adalah kekuasaan Allah, SWT untuk menunjukkan jati diri kalian yang sebenarnya.

    Kalian yang pejabatnya sebagai seorang yang korup dan penakut menegakkan kebenaran karena TIDAK PERCAYA TUHAN atas rezky-Nya yang melimpah dan ada dimana-mana, kalian yang tak sepatutnya menyiksa buah hati orang tua yang telah susah payah membesarkan mereka, kalian yang melakukan free sex.

    Kalian ingin menjadi Abdi Negara? Akan seperti apa negara kita?

    BUBAR adalah SOLUSI, untuk menghemat uang rakyat.

    Kalian berdosa kepada rakyat Indonesia, kepada orang-orang yang meminta-minta dipinggir jalan, anak-anak terlantar, dan jiwa yang kekurangan gizi.

    Semoga akan ada Bp Inu lainnya yang akan membongkar kebusukan kalian.

  5. alumni STAN

    IPDN bisa mencontoh STAN??why not??
    sama sama birokrat,malah di STAn ngurusin uang negara
    STAN tanpa gedung yang indah
    STAN dengan jumlah pendaftar terbanyak sekolah kedinasan
    STAN masuk tanpa kecurangan
    STAN orientasi tanpa kekerasan…
    STAN tanpa seragam,karena dengan seragam akan menyembunyikan kita dari identitas asli, yang sabar bisa jadi beringas..bukannya kita tak kuat beli seragam,lha wong kita aja departemen keuangan??klo dipikir kaya an mana depdagri dengan depkeu??lhah depkeu yang bikin anggaran??
    STAN yang damai tanpa ekspose
    so apa beda STAN dengan IPDN??
    mengapa STAN bisa tanpa kekerasan??
    antar generasi bisa saling bersinergi untuk suatu suasana yang kondusif….
    ayolah..ini bukanlah hujatan tanpa solusi,tapi sekedar saran untuk maju bersama..
    kedisiplinan bukan kekerasan…
    so klo ada yang tanpa kekerasan knapa melestarikan kekerasan??
    tanya ken apa???

  6. abi

    apa pahlawan, YANG JELAS DI IPDN ADA PELANGGARAN HAM BERAT, HAM BERAT, HAM BERAT. TITIK. HIDUP IPDN, BUBARKAN SAJA IPDN. TITIK

  7. Ardhiya

    Mas2 & Mbak2 IPDN,

    Saya percaya anda semua pintar, religius, berbudi pekerti baek…anda semua sudah terlena dengan lingkungan anda…memukul anda anggap biasa karena memang begitu kebiasaan di sekitar anda, saya pribadi jika melihat pemukulan seperti itu akan terbiasa juga….tapi bukan itu yg dinamakan org ‘pintar’ ataupun religius…..’kuat’ bukan hanya berarti ‘fisikal’…cara yang ‘smart’ bukan dengan memukul…anda renungkan lagi….masyarakat menghujat anda itu wajar…karena ketika anda di masyarakat, anda akan melihat maling dipukul rame2…’apakah itu cara yg smart menurut anda..? disegala bidang…apakah memukul, melukai itu hal smart…?..saya pribadi pernah di pondok…cara militer pun pernah di terapkan…tapi bukan dengan pemukulan massal seperti preman di pasar……

  8. Indra

    Hai, siapa yang menulis blog ini:

    Kalian tahu ga sih puisi di atas buat siapa?
    Nih saya kasih tahu: baca di

    http://www.allisonsheart.com/vet/vet.html

    On Thursday, October 12, 2000, 17 young lives were taken in a terrorist attack on the USS Cole, docked in the port of Yemen to take on fuel. Seventeen sons and daughters gave their life on that day. All of America grieves with the families.
    My heart ached as I thought of the families…children who won’t have a daddy home for Christmas…mothers, fathers, sisters, brothers, fiancees, friends…all left behind as these seventeen take their final Tour of Duty to a Port we call Heaven.
    I added the photos so you could all see the face of a hero. No, they did not die fighting in a traditional war, but they did die serving their country and that qualifies them as heroes any day of the week.
    Pray for the families as you also pray for peace so that this never happens again.
    Sailors, we salute you on your journey home.

    JADI KELIHATAN KEBODOHAN KALIAN!

    PARAH SEKALI ANDA TIDAK BISA BAHASA INGGRIS!
    kalian menyamakan korban perang/terorisme dengan heroisme anda.

    ANDA BUKAN MEREKA!!!

    ANDA TIDAK PANTAS DENGAN SEBUTAN HERO!
    KALIAN TERORIS!
    KALIAN MEMBUNUH TEMAN SENDIRI!
    KALIAN MEMBUNUH ADIK-ADIK KALIAN!
    KALIAN MEMBUNUH KEMANUSIAAN!
    KALIAN PEMBUNUH!

    YOU FUCK!
    YOU PIG!
    YOU DOG!
    YOU SHIT!
    YOU FUCK’IN KILLER!

    DON’T TELL US ABOUT YOU!
    WE KNOW ALL ABOUT YOU!

    KALIAN BELUM TERBUKTI APA-APA!
    KALIAN KROCO-KROCO BANCI!
    KALIAN PENGECUT!
    KALIAN AKAN MENANGIS SAAT DIKIRIM KE DAERAH KONFLIK!

    Saya keliling Aceh 9 bulan untuk mentoubleshooting jaringan dari salah satu operator telekomunikasi sewaktu sebelum ada perdamaian. Saya bertemu GAM, saya bertemu TNI/BRIMOB yang bertugas disana meregang nyawa. Saya harus selalu siap berkompromi dengan situasi yang tidak menyenangkan, pasrahkan kepada yang di ATAS.

    KALIAN TIDAK ADA APA-APANYA DENGAN SAYA!
    KALIAN TIDAK ADA APA-APANYA DENGAN TNI/BRIMOB!
    KALIAN BAHKAN LEBIH BURUK DARIPADA GAM!

    YOU’RE THE MOST IDIOT PERSON IN THE WORLD!
    YOU EVEN MORE STUPID THAN DONKEY!

    Kalian tahu donkey? KELEDAI tahu!

    Saya sangat marah kepada anda karena gaji saya dipotong pajak untuk membayar anda.

    Saya akan respect/tidak komplain jika anda pandai, bermartabat, berhati nurani, berkepribadian baik & bisa menjadi tauladan bagi masyarakat.

    Tetapi apa yang kita dapat? STPDN/IPDN mendidik anda menjadi orang GOBLOK, BEBAL, BODOH, PANDIR, BERMENTAL PEMBUNUH, TIDAK MAU MENGAKUI KESALAHAN, CARA FIKIR SEMPIT, TIDAK BERMORAL (seks bebas sesuai kesaksian Bpk. Inu Kencana), TIDAK PUNYA KEHORMATAN & KEBANGGAAN, MENTAL BEJAT & PREMAN dan sedihnya anda………

    YA KEPALA BATU!
    YA KERAS HATI!
    YA TIDAK BERPERI-KEMANUSIAAN!
    YA TIDAK BERHATI NURANI!

    Jadi bagaimana solusinya?

    BUBARKAN IPDN!

    Mengapa?

    BACA DI ATAS!

    STPDN/IPDN hanya mejadi tempat buang-buang uang & waktu. Mendingan uangnya buat membangun sekolah di tempat-tempat terpencil, menambah gaji guru honorer/bantu, membayar beasiswa untuk anak-anak pandai dari golongan ekonomi lemah.

    SAYA TIDAK SUDI MEMBAYAR GAJI PREMAN SEPERTI ANDA!
    SAYA TIDAK SUDI MEMBAYAR CELANA DALAM & SERAGAM ANDA!

    ANDA SUDAH MEMBUKTIKAN BAHWA ANDA MENJADI MAHLUK YANG PALING MENJIJIKKAN!

    YA TUHAN!
    BERILAH KEADILAN KEPADA YANG DHOLIM & YANG LAKNAT!

  9. soto_kuali

    Muluk2 amat si ngutip2 puisi, ga usah cari puisi yang terbaik deh…. neh cuplikan yang pas buat kalian, karya nabi gue Yang Mulia Peter Gabriel… cocok buat kalian mikir dan renungi…

    untuk kebebelan otak kalian dan nurani kalian yang sudah mati.
    ~~~~~~~~
    Biko….

    September ’77
    Port Elizabeth weather fine
    It was business as usual
    In police room 619
    Oh Biko, Biko, because Biko
    Oh Biko, Biko, because Biko
    Yihla Moja, Yihla Moja
    -The man is dead

    When I try to sleep at night
    I can only dream in red
    The outside world is black and white
    With only one colour dead
    Oh Biko, Biko, because Biko
    Oh Biko, Biko, because Biko
    Yihla Moja, Yihla Moja
    -The man is dead

    You can blow out a candle
    But you can’t blow out a fire
    Once the flames begin to catch
    The wind will blow it higher
    Oh Biko, Biko, because Biko
    Yihla Moja, Yihla Moja
    -The man is dead

    And the eyes of the world are
    watching now
    watching now
    ~~~~~~~~

    Untuk airmata yang tidak mampu kalian tumpahkan dan kebisu-tuli-buta kalian …*melihat kalian dah seperti gambaran 3 monyet*

    ~~~~~~~~
    Mercy street

    looking down on empty streets, all she can see
    are the dreams all made solid
    are the dreams all made real

    all of the buildings, all of those cars
    were once just a dream
    in somebody’s head

    she pictures the broken glass, she pictures the steam
    she pictures a soul
    with no leak at the seam

    let’s take the boat out
    wait until darkness
    let’s take the boat out
    wait until darkness comes

    nowhere in the corridors of pale green and grey
    nowhere in the suburbs
    in the cold light of day
    there in the midst of it so alive and alone
    words support like bone

    dreaming of mercy street
    wear your inside out
    dreaming of mercy
    in your daddy’s arms again
    dreaming of mercy street
    ‘swear they moved that sign
    dreaming of mercy
    in your daddy’s arms

    pulling out the papers from the drawers that slide smooth
    tugging at the darkness, word upon word

    confessing all the secret things in the warm velvet box
    to the priest-he’s the doctor
    he can handle the shocks

    dreaming of the tenderness-the tremble in the hips
    of kissing Mary’s lips

    dreaming of mercy street
    wear your insides out
    dreaming of mercy
    in your daddy’s arms again
    dreaming of mercy street
    ‘swear they moved that sign
    looking for mercy
    in your daddy’s arms

    mercy, mercy, looking for mercy
    mercy, mercy, looking for mercy

    Anne, with her father is out in the boat
    riding the water
    riding the waves on the sea
    ~~~~~~~~

    Dan untuk penyesalan dan perkataan maaf yg tidak pernah selamanya terucap dari manusia yg arogan seperti anak2 ipdn… hanya manusia satria dan berjiwa besar yang mampu melihat dan mengakui kesalahan… kamu minta pengertian kami masyarakat Indonesia… tapi tak ada satu patah kata pun, kamu meminta maaf pada kami… and we are all grieve for you..

    I grieve
    It was only one hour ago
    It was all so different then
    Theres nothing yet has really sunk in
    Looks like it always did
    This flesh and bone
    Its just the way that you would tied in
    Now theres no-one home

    I grieve for you
    You leave me
    so hard to move on
    Still loving whats gone
    They say life carries on
    Carries on and on and on and on

    The news that truly shocks is the empty empty page
    While the final rattle rocks its empty empty cage
    And I cant handle this

    I grieve for you
    You leave me
    Let it out and move on
    Missing whats gone
    They say life carries on
    They say life carries on and on and on

    Life carries on
    In the people I meet
    In everyone thats out on the street
    In all the dogs and cats
    In the flies and rats
    In the rot and the rust
    In the ashes and the dust
    Life carries on and on and on and on
    Life carries on and on and on

    Its just the car that we ride in
    A home we reside in
    The face that we hide in
    The way we are tied in
    And life carries on and on and on and on
    Life carries on and on and on

    Did I dream this belief?
    Or did I believe this dream?
    Now I can find relief
    I grieve…

    Hai anak2 ipdn dimanapun kalian berada dengarkanlah suara Yang Mulia Peter Gabriel sapa tahu hati dan pikiran anda terbuka karena hanya PG yang mampu mere-brainswash racun arogansi…

    blog sampah, hitnya gede ga ada addsense-nya, mending bermanfaat buat merengkuh Peter Gabriel Fans aza… hahahaha *saya beragama dan tahu Nabi2, dan kata nabi untuk PG adalah suatu bentuk kekaguman saja*: soto_kuali@yahoo.com

  10. Pemuda Indonesia

    Hmmm ..
    Apa komentar ini sungguh dibaca para IPDN mania ?
    Sepertinya tidak .. karena dari bacaan opini-opini mereka dapat dipastikan mereka telah membentuk opini sendiri dan pembenaran diri sendiri. Tapi tidak ada salahnya komentar ini ditulis, mungkin untuk orang-orang yang masih terbuka hatinya.

    Dari sikap mental yang berusaha menutupi kesalahan yang dibuat oleh civitas akademika IPDN dengan berbagai alasan, seperti seharusnya pembenahan dari dalam, dan sebagainya serta sikap menyalahkan orang lain yang mengungkapkan kejujuran, dapat dipastikan tidak ada gunanya pendidikan yang diajarkan selama ini pada para civitas IPDN.

    Yang ada hanyalah pembodohan, kebohongan semu baik terhadap diri sendiri dan terhadap masyarakat. Beranggapan sebagai putra terbaik bangsa? dari mana datangnya pemikiran itu?

    Yang dilihat sekarang adalah civitas IPDN mencoba membela nama baik institusi. Ya, memang baik .. namun jika institusi itu salah, apa masih harus dibela? … institusi itu telah menyebabkan beberapa orang pemuda Indonesia mati .. mati sia-sia.

    Sekarang pertanyaanya .. anda itu putra terbaik bangsa atau putra terbaik institusi?

    Jelas sekali IPDN bukan institusi terbaik bangsa. Institusi mana yang menyebabkan jatuhnya korban berulang kali?
    Dan sungguh kalian bodoh jika menganggap itu hal kecil yang dibesar-besarkan .. nyawa manusia itu berharga.
    Jika kalian tidak bisa menghargai nyawa manusia, bagaimana bisa kalian menyatakan diri putra terbaik bangsa? Kebohongan semu yang kalian tanamkan dalam diri kalian sendiri.

    Sekarang … tentukan pilihan kalian … jika kalian memang mau disebut sebagai putra terbaik bangsa … apa kalian tetap membela institusi kalian yang rusak itu?

    Apalah artinya sebuah institusi .. jangan biarkan pikiran kalian terkotak-kotak dalam suatu wadah yang namanya institusi. Jadi lah pemuda indonesia yang mempunyai pikiran yang bebas, bijaksana, membela kebenaran tanpa memperhatikan suku, ras, agama, apalagi yang namanya institusi … karena kita ini sesama rakyat Indonesia.

    Membela yang benar karena itu memang benar, bukan karena kebenaran semu yang coba kalian tanamkan dalam hati kalian. Semoga hati kalian masih bisa terbuka untuk melihat yang benar.

    Sungguh sayang jika hati itu telah tertutup. Kalian dididik seharusnya utk menjadi pamong yang terbuka hatinya, peduli kepada masyarakat bukan peduli kepada institusi/golongan sendiri. Berpikiran terbukalah, sekali-kali belajar lah di tempat lain buka wawasan .. jangan beranggapan IPDN itu yang terhebat.
    Di atas langit masih ada langit.

  11. Escape

    Adik-adik yang terhormat,
    Saya percaya bahwa tujuan pendidikan adalah membangun kemampuan dan martabat manusia didik. Membangun pola pikir dan kehalusan budi.

    Adik-adik semua selayaknya juga sadar bahwa kamatian yang sia-sia terlalu besar harga yang harus dibayar untuk sebuah proses memperoleh didikan. Dan yang paling menyakitkan adalah menganggap rendah kematian teman kalian.

    Marilah adik-adik melihat proses pendidikan dalam kacamata yang baik dan benar. Sebuah pendidikan tidak bisa dikatakan benar jika ada sisi buruknya terlebih bersangkutan dengan kehilangan nyawa manusia.

    Saya juga tidak membenarkan bahwa anda semua bejat dan tidak baik. Namun sebagai peserta didik yang sedang berusaha membangun pola pikir, karakter, pendapat dan jati diri hendaklah adik semua juga bisa menentukan sikap terhadap proses pendidikan yang tidak menghargai harkat dan martabat manusia.

    Bersikap diam dan membenarkan tindakan-tindakan tidak manusia juga tidak dibenarkan. Sebagai insan beragama tentunya bersikap demikian tidak diajarkan.

    Kejadian ini(pemberitaan dan penyelidikan polisi) saya yakin diijinkan Tuhan untuk meluruskan tindakan-tindakan yang keliru, karena saya juga yakin bahwa nyawa 35 orang tidak layak direndahkan oleh siapapun. Tuhan tidak pernah membiarkan ada nyawa hilang tanpa pertanggungjawaban.

    Sebagai insan beragama dan berpendidikan, marilah kita berserah dan berperilaku kepada cara hidup yang baik dan positif. Bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkehendak baik juga demi kepentingan bangsa. Tidak perlu merasa terpojokkan dan direndahkan.
    Jaga budi bahasa kalian.

    Perbaiki diri kalian senantiasa, belajar dengan baik.

    Hormat saya

  12. kabel

    NYANG NULIS ITU SAPA ?
    MANUSIA KOK UDAH GAK KREATIF, TRUS GAK NGERTI APA MEANING DARI YANG DIA TULIS.
    MENYEDIH KAN BANGET NI ORANG.
    KALO MO MBUAT SESUATU LIAT DULU.
    KALO MO NYADUR BACA DULU. GAK NGERTI MINTA BANTU.
    SALAH KAPRAH LO IDIOT KALO GW NILAI.

  13. Ghost Rider

    oh iya…gue baru inget pembantaian kampus di amrik sono…yang bikin tewas 34 orang termasuk satu orang indonesia….daripada bunuhin orang yang pengen belajar…mending tuh pembunuh dibayarin ke jatinangor buat maen perang-perangan disana…yang katanya sering nyiksa junior-juniornya…

  14. woy, lo pada masih ngerasa HERO ya?? katro bgt neh org2.

  15. Cliff Muntu

    Wahai Seniorku tercinta….

    Hari demi hari telah kulalui di kampus IPDNku tercinta…
    Segala Caci maki & Cercaan telah kuterima…
    Pukulan demi pukulan juga telah kuterima…

    Semua itu kuterima demi harapan keluargaku…
    Semua itu kuterima demi cinta pada keluarga & bangsaku…
    Tapi semua itu kuterima bukan untuk kalian seniorku…

    Impian tuk membahagiakan keluarga & bangsa telah lenyap..
    Kini ku telah terbujur kaku dgn luka mendalam lahir & bathin
    Telah puaskah kalian wahai seniorku???

    Kutunggu kalian di peradilan akhir…
    Semoga Tuhan memaafkan kalian…

  16. seti

    Pentingnya, orang tua sekarang untuk mencari pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Pentingnya anak-anak untuk mendapatkan pendidikan terbaik untuk dirinya. Mari praja dari kaum muslimin, anda buka lagi Qur’an yang mulia, kamu ikuti Sunnah Nabi Saw yang lurus. Maka kalian tidak akan tertipu oleh ajaran-ajaran yang keliru. Memukul, menendang, menyiksa, bukan cara yang tepat untuk menumbuhkan ketabahan, kemandirian. Keyakinan pada Alam Akhirat saja yang bisa menumbuhkan jiwa-jiwa pelayan masyarakat yang unggul. Coba baca kisah Umar Ibn Khattab R.A dan cucunya Umar bin Abdul Aziz. IQRA….IQRA wahai praja muslimin.

  17. Theo

    HERO…??? pasar swalayan bukan??? wakakakakak

  18. [umum]Bercinta di kelas
    Namaku Rifan, panggilannya Ifan. Cerita ini setahun lalu, waktu aku masih kelas 2 SMU (sekarang kelas 3). Dalam soal sex, aku mengenal diri sendiri sebagai orang yang nafsu besar dan suka nekat demi kepuasan sex saya sendiri.

    Aku sering mengintip cewek-cewek sekolahku yang sexy sambil onani, nafsuin, dan sebagainya dari berbagai tempat sepulang sekolah. Misalnya, mengintip cewek-cewek cheerleaders kalau sedang latihan dari jendela kelas di tingkat dua. Pernah juga nekat bersembunyi di dalam WC cewek (untungnya saja tempatnya bersih) dan mengintip paha–paha ataupun celana dalam cewek-cewek dari kolong pintu yang sedang ganti baju olahraga, habis pipis, dan lain-lain. Bahkan tidak hanya siswi-siswi saja yang jadi ‘korban’ pelampiasan sex, guru-guru wanita yang nafsuin, cantik, sexy dan sebagainya juga pernah.

    Seperti telah dibilang tadi, waktu saya kelas 2, di kelas ada seorang cewek cantik, namanya Vina. Tapi tidak seperti biasanya, nafsu tidak bergejolak, hanya biasa-biasa saja. Malah, yang ada aku justru jatuh cinta sama dia. Dan kayaknya sih dia juga. Tidak hanya itu, anak-anak juga sering meledek ataupun mencomblangkan aku sama dia.

    Pada awalnya saat aku melihat tingkah laku dan ekspresi wajahnya, aku menilai dia sebagai cewek yang bukan nafsu besar. Vina memang tidak sexy, badannya tidak berisi-berisi banget. Pantatnya juga tidak bahenol. Dadanya juga mungkin kurang sedikit dari 34. Tapi kulit putihnya, pahanya yang sering kelihatan dan leher seragamnya yang suka kendor membuat nafsuku jadi lama-lama bergejolak. Model rambutnya sangat kusuka. Ikal, belah tengah agak ke pinggir, dan berwarna hitam kebiruan/blue black. Tapi, pikiranku tertutup oleh Ja-Im (jaga image) di depan dia, dan berpikir nanti saja kalau sudah jadian saja baru bisa ngapa-ngapain.

    Suatu hari, aku menjalankan niat nekatku seperti biasa. Pertama aku bersembunyi di WC kamar mandi cewek. Aku tahu pada hari itu cewek-cewek cheer mau gladi resik, jadi sekalian memakai seragam lomba yang tentunya sedikit terbuka (sudah gitu ditambah pula cewek-ceweknya sexy-sexy lagi). Yang kulihat waktu itu adalah beragam model celana dalam yang beberapa menyelip di belahan pantat, mulai dari yang putih polos, polkadot, biru, dan lain-lain.

    Barang yang di bawah segera berdiri tegak, dan aku mencoba membuka retsleting perlahan. Setelah beberapa saat aku mulai onani, tiba-tiba ada cewek yang masuk ke WC, lalu ngobrol-ngobrol sama cewek-cewek cheers itu. Dan ketika kulihat sepatunya, ternyata Vina. Dia lalu sedikit membetulkan rok abu-abunya, kemudian mengangkat kedua kakinya bergantian ke tembok untuk membetulkan tali sepatu. Saat itu kulihat jelas paha mulusnya yang putih bersih. Betapa kencangnya barangku waktu itu. Tapi sebelum aku bisa mengeluarkan spermaku, cewek-cewek sudah pergi semua. Akhirnya aku mengambil tempat lainnya itu dari kelas. Aku mengintip dan melanjutkan onani sambil duduk di kursi dekat jendela. Fuuhhh.., cheers itu sexy-sexy sekali.

    Tidak lama, tiba-tiba ada seseorang yang lewat di depan kelasku yang sepertinya adalah cewek. Tiba-tiba lagi, belum sempat aku membetulkan celana, cewek tersebut masuk kelasku. Ternyata si Vina..! Kagetku tidak dapat dideskripsikan dengan kata-kata ataupun tulisan dengan bahasa apapun. Maluku juga bernasib sama. Cat merah pun mungkin masih kalah merah dibanding wajahku.

    Vina lalu setengah berteriak, “Yaampuuunnn.., si Ifaaan.. ngapain kamuuu..?” (Vina kalau ngomong denganku pakai aku-kamu).
    Vina melihatku dengan setengah senyum malu-malu. Bibirnya yang tersenyum dia tutupi dengan kedua telapak tangannya seperti orang menyembah.
    Dengan terbata-bata aku berbicara, “Eehh.., Vin.., ini…”
    Dia langsung memotong omongan gagapku itu, kembali dengan ekspresi senyuman, “Hahaa.., dasar..! Sini dong bantuin nyariin buku LKS-LKS yang ketinggalan…”
    Sejenak aku justru bingung. Vina yang sudah melihatku setengah bugil bawah kok biasa-biasa saja, dan malah minta tolong mencarikan buku lagi..? Pikirku, ya sudahlah.., semoga saja dia tidak ’ember’ (cerita-cerita sama orang lain). Dengan pura-pura tidak ada apa-apa, aku langsung menghampirinya dan membuka serta mencari-cari di lemari kelas. Vina berdiri di dekatku sambil membungkuk. Waktu aku sedang mencari-cari buku, aku menyadari kalau Vina memperhatikan aku.
    Saat kulihati dia, dan kutanya, “Kenapa, Vin..?”, dia hanya menjawab, “Ehem.., Ooh.., enggaaak…” dengan nada manja.

    Lalu sekilas kulihat leher seragamnya agak turun, sehingga buah dadanya yang terbalut bra terlihat. Memang sih tidak besar dan tidak kecil, tapi dapat membuat nafsuku bangkit. Lalu kuteruskan lagi mencari buku-bukunya. Tahu-tahu, Vina mendekatkan wajahnya ke pipi kananku, dan menciumnya lembut. Akibatnya, bulu kudukku jadi merinding. Apalagi ditambah ciuman Vina merambat sampai ke daerah kuping.

    Aku setengah berbisik, “Vin..,” dia malah meneruskan ciumannya ke bibirku.
    Tanpa pikir panjang, kuterima dan kubalas ciumannya. Tidak mau kalah. Vina lalu melingkari kedua tangannya di leherku. Aku pun memeluk badan pinggangnya sambil sekali-sekali kuelus pantatnya. Vina memulai ciuman lidahnya. Kubalas lagi, kutabrak-tabrakkan lidahnya di dalam mulutku itu dengan lidahku. Ternyata diam-diam Vina nafsuan juga. Aku mencoba menyelipkan salah satu tanganku ke balik kemeja seragamnya yang sudah keluar. Punggungnya benar-benar enak dielus.

    Ciumanku sudah lumayan lama. Vina nampak menikmati mengulum-ngulum lidahku. Kemudian, Vina membuka kemejanya sendiri dan kemejaku juga. Untung saja waktu itu aku kebetulan tidak memakai kaos dalam, jadi tidak terlalu repot-repot. Vina lalu mencopot bra-nya, modelnya yang tidak memakai tali. Saat sepintas kulihat, payudaranya nampak kencang dan sedikit membesar, mungkin ereksinya cewek. Apalagi saat kuraba-raba, terasa sekali betapa kencangnya payudara Vina. Putingnya berwarna coklat gelap.

    Masih dalam posisi berdiri, kuturunkan kepalaku dan kuelus payudara indahnya itu dengan lidahku. Sekelilingnya kubasahi dan kujilati kembali. Vina menikmati jilatan lidahku ke payudaranya. Ia meresponnya dengan, “Aahhh.., uughhh..,” dan dengan sedikit jambakan ke rambutku. Tidak berapa lama setelah menghisap ‘pepaya bangkok’, Vina menuntunku untuk duduk di kursi, dan dia melucuti celana abu-abu dan celana dalamku. Vina ingin ‘spongky-spongky’ (oral seks).

    Sebelum mulai, Vina sempat mengocok-ngocok sedikit sambil mendesah, “Aghh.., ahh..,”
    Kini aku tahu bagaimana rasanya apa yang banyak orang bilang seperti terkena getaran atau sengatan listrik. Barangku langsung ereksi sekeras-kerasnya. Vina mulai pelan-pelan memasukkan barangku ke mulutnya, agak malu-malu.

    Saat bibirnya mengenai ujung barangku itu, aku langsung refleks mendongak ke atas, kedua tanganku mencengkeram pinggir meja dan kursi dengan keras. Namun, setelah beberapa lama Vina naik turun menghisapi barangku, sudah mulai biasa. Ternyata nikmat sekali. Vina juga sekali-sekali menjilati sekeliling barangku, dan kemudian lanjut menghisap. Saat itu mungkin itulah ereksi terbesar dan terkerasku selama ini, dan juga mungkin terpanjang.

    Vina memegang pangkal batang kejantananku dengan keras. Vina yang kadang mengelus bulu testisku dan menjilatinya membuatku sangat geli namun bukan geli untuk tertawa, melainkan geli nikmat. Selama kegiatan sex itu, aku dan Vina tidak mengeluarkan dialog apa-apa kecuali hanya mendesah, “Aghg.. ehhh…” dan desahan-desahan lainnya.
    Tidak lama kemudian, Vina tidak mendudukiku, tapi ia justru berjongkok dan mulai meng-onani-kan aku. Sejenak aku berpikir mungkin ia belum mau perawannya hilang. Tetap saja pada akhirnya aku tidak perduli. Aku menerima kocokannya yang ternyata lebih enak daripada kocokanku sendiri. Apalagi bila kocokan tangannya mengenai pangkal kepala penisku, wuiihhh.., mungkin seperti listrik ratusan volt. Mungkin karena nafsuku yang sangat besar, orgasme-ku sedikit lagi tercapai.

    Aku langsung menyuruh Vina bersiap-siap, meskipun untuk ngomong pun susah karena desahan, “Vin.., ehh… hhh… bentar lagi..”
    Vina tidak menjawab. Namun dia sudah siap membuka rongga mulutnya di depan kemaluanku.
    Lalu, “Crooottt..!” akhirnya aku ejakulasi.
    Setelah beberapa semprotan, aku sempat berhenti beberapa detik, dan kuangkat badan Vina. Aku bermaksud untuk menyiram spermaku tidak hanya di wajahnya saja, namun di payudaranya juga (seperti di film-film biru).

    Akhirnya setelah kutahan, kuteruskan siraman air maniku itu ke dadanya, meskipun tinggal beberapa semprotan. Vina kemudian terdiam sejenak. Dia menghempaskan kelelahannya. Sambil melihati dadanya yang tersiram mani, ia juga mengelap wajahnya yang lebih penuh dengan cairan hangat putih kental dengan telapak tangannya.

    Vina lalu berkata, “Iiihh.., Ifan banyak amat siihh..!” sambil tersenyum.
    Kemudian ia mengambil handuk kecil yang sering ia bawa dari tasnya, dan lanjut membersihkan maniku lagi. Setelah itu, ia yang masih telanjang bulat menduduki pahaku sambil melingkari tangannya di leherku.
    Lalu ia berkata, “Fan.., yang ini (sambil menunjuk ke selangkangangannya) jangan dulu yah.., kalo mau kayak tadi aja..”
    Aku langsung mengerti maksudnya dengan mengangguk sambil tersenyum.

    Kemudian, setelah ia memelukku dengan erat, ia menyuruh supaya segera berpakaian.
    “Fan.., ayo beres-beres, pakean lagi.., nanti tau-tau ada guru atau petugas sekolah looo..!”
    Aku dan Vina segera berpakaian dan keluar kelas dengan hati-hati setelah mengambil LKS yang dia cari tadi, dan memasang tampang biasa-biasa supaya tidak dicurigai.

    Malamnya, akhirnya aku dan Vina resmi jadian. Lumayan aneh kan, terbalik, jadian setelah bercinta duluan. Sejak itu hingga sekarang, aku tidak pernah lagi mengintip dan onani melihat cewek cheers, di WC cewek ataupun guru-guru wanita.

    TAMAT

  19. alumnus_ITB_anti_kekerasan

    Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.

    Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.

    Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan satbilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.

    Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.

    Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.

    Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.

    Jadi……

    Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 s.d. 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, dan menutup permanen pendaftaran Praja baru mulai tahun 2007

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !

  20. IPDN KEPARAT

    Ngaku2 jadi pahlawan lagi, di dramatisir sedang berjuang kayak perang, mau jadi camat aja kayak mau perang, perang lawan rakyat??? gak pas banget loe ambil puisi2 macem gitu JIJIK bgt tau, kenapa bukan puisi penyesalan atau maap saja? setidaknya kita akan lebih respek daripada pasang puisi untuk penyombongan almamater tanpa mau mengakui kesalahan?? kesian banget yg kuliah di IPDN pada di cuci otak semua, yg salah dianggap bener yg bener dianggap pengkhianat, seragam IPDN buat nyeka air mani aja

  21. Rou

    Seharusnya kita tidak perlu semarah ini, sampai bikin spam.

    Ingatlah, IPDN sudah banyak berjasa bagi kita. Pantaskah IPDN dibubarkan hanya karena kesalahan puluhan orang saja? Padahal alumni dan praja IPDN ada ribuan orang. Kita masih membutuhkan IPDN.

  22. Savitri

    Kita masih butuh IPDN untuk dijadikan sansak hidup

  23. Hantu...Ahhh..

    oooo…. Pantes….. Rakyat Republik hantu banyak yang migrasi ke Indonesia, ternyata ada realtime smackdown to… legal lagi udah gitu dibiayai dan dibela/dilindungi pemerintah lagi. KASIAN TETANGGAKU INDONESIA INI… KAYA RAYA TAPI DIKELOLA MANTAN PREMAN cap kentut….. hati-hati wahai para senior IPDN nanti malam tak CIPOK habis loe… (by Hantu…Ahhh…)

  24. mbubut

    IPDN Seperti jemmbbuttku, ruwet, bau dan tak punya otak 😀

  25. Angkt X

    dicari pembantu rumah tangga dan sopir. lulusan ipdn lebih disukai. soalnya tahan banting sih…..

  26. Bandung, 8 Mei 2007 00:46
    Praja Muda IPDN Nanda Rizki asal Nanggroe Aceh Darussalam, nyaris tewas akibat dikeroyok seniornya di barak Ksatrian IPDN, Minggu malam (6/5), yang mengakibatkan korban harus dilarikan ke Klinik Sehat Asrama (KSA) IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (Jabar).

    Kepala Pengasuh dan Pembinaan Praja IPDN, Ilhami Bisri, mengatakan, Nanda mengalami luka memar di sekujur tubuhnya, bahkan pada bagian lubang telinganya sempat mengeluarkan darah diduga akibat pukulan benda tumpul.

    “Menurut informasi, peristiwa pengeroyokan itu berawal ketika ada empat orang Praja yang merokok di dalam barak NTT, dan saat itu keempat perokok tersebut ditegur oleh Kepala Barak NTT Romanos. Atas teguran itu keempatnya langsung menyerang Romanos,” kata Ilham, Senin malam (7/5), di Jatinangor, Sumedang, Jabar.

    Saat terjadi keributan itu, lanjut Bisri, Nanda mencoba melerai praja yang tengah bertarung tersebut dan akibatnya korban menjadi sasaran kedua dan mengalami luka-luka.

    “Kejadian itu sudah dilaporkan ke Polres Sumedang, bahkan korban langsung di-visum di sebuah rumah sakit atas perintah penyidik Polres Sumedang,” katanya.

    Sementara itu Kapolda Jabar Irjen (Pol) Sunarko DA, ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya melalui Polres Sumedang, tengah menyidik kasus perkelahian itu.

    “Kasusnya masih dalam penyidikan aparat Satreskrim Polres Sumedang, korban sudah divisum dan tersangkanya masih dalam pemeriksaan penyidik,” ungkap Sunarko

  27. untuk adek2ku Praja IPDN:
    Walau Badai Menghadang, hujatan, makian dan hinaan kita trima setiap hari, janganlah pernah menyerah.Tegakkan kepalamu, orang2 itu hanya bisa mencaci dan memaki, balaslah itu semua dengan senyuman dan pelayanan yan terbaik kepada masyarakat…
    Nabi Muhammad SAW diuji lebih berat dari Almamater kita, bersabarlah Putra-Putri Terbaik,Ibu Pertiwi Menunggu Pengabdianmu.

  28. Bubarkan ITB

    Kepada Sluruh Anak ITB dan Alumninya simak baik2 News & Comment ini :
    1.Aneh memang yaaa. Kok pejabat-pejabat yang berasal dari Kampus Ganesha (ITB) banyak yang nyolong duit negara alias korupsi. Ir. Ali Herman dan Ir. Eddy Widiono yang jebolan Elektri ITB kok tega-teganya memarkup pembelian genset bekas dari Ir. Aritonang untuk PLTG Borang sebesar Rp. 122 M, seperti yang dituduhkan polisi. Kalau ini benar , yaaa memang keterlaluan. Apalagi kalau benar issue bahwa Ir. Johannes Kennedy Aritonang (Direktur PT. Guna Cipta Mandiri, yang ditetapkan sebagai tersangka) adalah saudara Direktur Commerce and Customer Services PLN Ir. Sungu Anwar Aritonang. Waah ini namanya kolusi besar-besaran. Naah kalau sudah korupsi bermilyar-milyar begitu, apa tidak sebaiknya digantung saja, kaya yang di Cina itu ?. Apalagi tukang insinyur itu pasti tidak buta hukum, karena di ITB mereka pasti merasa putra-putri terbaik.
    2. Ir. Rahadi ramelan kan juga jebolan ITB, kok ngorupsi juga. Kan mahasiswa ITB paling getol memprotes dan memperjuangkan rakyat, tapi kalau sudah jadi pejabat kok pada diam yaaa. Itu pembuat Buku Putih Ir. Heri Achmadi dulu paling banyak bicara , tapi setelah mendapat kursi empuk dari PDI kok diam saja, alias tiarap. Juga Ir. Laksamana Sukardi, yaaa tetap gendut saja.
    3. Presiden Pertama RI memang benar alumni ITB, Tapi Alumni ITB yg mbacain Poklamasi kita itu Roboh dan Tumbang karena Kudeta (Omongnya aja besar tapi Ilmu politik & ekonominya kerdil), inflasi merajalela pada era 50an-60an & ingat juga lho Alumni ITB dengan Inisial “SoK” itu mempersilahkan Paham Komunis tumbuh subur di negeri ini, bibitnya aja sampai skarang masih ada.
    4. Seorang Mahasiswa ITB bernama Dwiyanto Nugroho Tewas pada saat Ospek karna dikerjain Seniornya, ini Menandakan bahwa bukan hanya di IPDN ada kekerasan tapi di ITB juga ada bentuk kekerasan yg tersembunyi secara halus dalam OTAK ORANG2 ITB baik untuk KORUPSI, KOLUSI & NEPOTISME dan juga orang ITB ternyata berpikiran KOMUNIS karena menyebabkan kematian peserta didiknya, tetapi anehnya mereka juga ikut-ikutan mengaku Putra-putri terbaik bangsa (masuknya aja bukan melalui Testing & sistem gugur kok).
    idihhh malu-maluin deh ITB kok ikut-ikutan ngaku2 Putra-putri terbaik bangsa, yg ada paling2 Institut Tukang Bunuh negara dan manusia, Dasar ITB Munaaaaffffiiiiikkkkk Soookkk Suci …




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: