yang kasar menyasar & yang dingin menusuk

email dari kakak yang jauh…

kita harus tegar, tawakal…

yang kasar beringas langsung terbaca tetapi yang lebih berbahaya dari itu semua adalah orang yang membungkus niat jelek dengan kata kata bagus dan gambar indah seolah semuanya luhur dan mewakili kenyataan

terimalah semua serangan itu dengan bijak, tenang dan tetap waspada. tunjukkanlah pada mereka bahwa kita semua tidak anti kritik dan anti perbaikan. biarkanlah dan percayakanlah pada akal sehat banyak fihak untuk menilai dan menalarnya, jangan kau musuhi…

tetaplah istighfar… semoga mereka akan tersadar……

675a70317d9c2ff8ba9698f3cc4a8079.jpg 32ef282c79008798c7f64f469d613e56.jpg


  1. Theo

    kebanyakan pembelaan, sok suci, sok tabah, susah amat sih loe orang kalo minta maaf aja!!!! dasar bebal…preeettt!!!

  2. feRi

    wah rony sama paman gombal keren… hihi 🙂

  3. terjadi nggak???
    klo maw buktiin…pasang aja cctv di semua lorong kampus loe….
    tar cctv itu OL 24 jam…..
    dan semua pembayar pajak yang notabene orang-orang yang menghidupi sekolah ini bisa taw apa yang ad didalem kampus ini!!!

  4. JingTaiBabi

    Yang harusnya sadar bukannya lo lo pade? Udah jelas-jelas bobrok masih ngaku putra putri terbaik bangsa pula. Kalo emang yang terbaiknya kayak gini, dari kapan udah bubar ini negara. Untungnya BUKAN kalian yang terbaik… untuk itu kita memang harus bersyukur

  5. KAMI BUKAN PEMBUNUH BENGIS!

    Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan
    Kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman

    Kami adalah orang orang yang menghargai ketegaran dan ketangguhan dan itu tidak cukup didapat di ruang kelas.

    Fisik dan mental yang rapuh tidak cocok bagi kami. Akhirnya alamlah yang menguji daya tahan, bukan kami.

    Bahwa ada yang sampai meninggal, dengan sepenuh maaf hanya dapat kami katakan bahwasanya itu ekses semata.

    Bukan niat dan rencana para praja senior untuk membunuh, karena sesungguhnya kami menghargai kehidupan, tepatnya kehidupan yang dijalani oleh orang orang yang tidak cengeng lembek

    di uji oleh alam????
    perasaan gw ketemu ma senior-senior loe waktu di banda aceh ada yg nangis….minta pulang katanya…dah ga tahan liat mayat…..
    mase di banda aceh…..coba loe ke biruen!!!!jalan semeter ngangkut satu mayat loe!!!!
    ternyata loe-loe pada cuman jago kandang ya????

  6. skeptis

    Pantes aja negara kita kagak maju2 …

  7. Palelu_Peang

    orang2 bodoh sok miskin bercelana ketat…

  8. ibnu hanief

    I Nyoman Rektor : “Kekerasan di IPDN adalah warisan para pemimpin STPDN dulu”
    I Nyoman Rektor : “Praja Cliff Muntu meninggal karena penyakit lever”
    Allah…apakah teguran-Mu tidak cukup untuk mereka, orang2 buta dan tuli di IPDN… Allah…Sesungguhnya azab-Mu sungguh pedih…

  9. jerk

    kontol lah ipdn

  10. yudhipras

    “tetaplah istighfar… semoga mereka akan tersadar……”


    yang harus istighfar,itu elu.Kambing !!

    dasar otak kambing,udah bego-ngeyel-batu lagi.bener-bener cacat otak.

  11. 3 Madya Praja IPDN sedang asyik beristirahat, ketika tiba-tiba barak mereka digedor senior mereka. Ketiganya langsung dibariskan dibelakang lemari.

    Senior : KALIAN MELAKUKAN KESALAHAN…SEKARANG SIAP-SIAP MENERIMA HUKUMAN !!

    3 Praja : SIAP..Senior!!
    BUK..BUKK..BUKK..Ketiganya pun mendapatkan bogem mentah masing-masing. Setelah beberapa saat, tiba-tiba seniornya berkata:
    Senior : Hey, Saya mau test pengetahuan Matematikamu dulu..
    Praja : SIAP !
    Senior : Berapa 25 dikali 4 ?
    Praja : Siap…Seratus !!
    Senior : Goblok…(dan bak buk bak buk lagi..)..”Salah…!!”
    Praja : Mohon Petunjuk…Berapa senior ?
    Senior : (sambil kelelahan)…CAPE’ DEH !!

    ==================================

    3 Praja IPDN dari tingkatan yang berbeda, sebut saja Ali, Muda Praja dari Sulawesi, Gempor, Madya Praja Jatim, dan Tukul (Tukang Pukul), Nindya Praja dari DKI secara tidak sengaja bertemu Jin penunggu Jatinangor.
    Jin : Ha..ha..kalian beruntung bertemu saya..Nah, saya akan meluluskan 3 permintaan, tapi karena kalian berjumlah 3 orang, masing-masing satu ya ? Kamu yang paling muda duluan..
    Ali : Saya ingin tamasya ke Hawaiii…
    Jin : OK deh…(Wuss..dan Ali pun hilang dari pandangan..)
    Jin : Lanjut, kamu Madya Praja ..
    Gempor : Saya ingin berada di Pulau Bali dikelilingi gadis-gadis cantik di pantai yang penuh sinar matahari….
    Jin : OK deh…(Gempor pun langsung hilang dari pandangan).
    Jin : Ya, kamu yang terakhir …
    Tukul : Hmmm…saya pingin 2 Praja yunior saya tadi sudah kembali jam 3 sore ini untuk pembinaan fisik dan mental di Barak DKI……
    Jin : *&^&*#^^$*##……Cape’ Deh…

    ==================================

    Seorang trainer yang akan mengajarkan aplikasi Office, didatangkan oleh IPDN untuk memberikan tutorial di sebuah kelas yang terdiri dari para Nindya Praja. Tapi, karena para praja ini memiliki sedikit keterbelakangan akibat pukulan2 yang diterimanya waktu masih jadi junior, proses training berjalan agak lambat …
    Trainer : Yak, sekarang kita latihan menebalkan dan memiringkan huruf ya…Untuk menebalkan sorot kata-nya, kemudian tekan Ctrl + B,..untuk miring Ctrl + I ya.. Silakan dicoba..
    Para Praja pun mencoba, tapi sayangnya, karena kepala mereka agak lelet, banyak yang salah. Trainer pun mendatangi salah satu praja :
    Trainer : Gimana, bisa mas ? Gampang kan..??
    Praja : SIAP…Huruf B-nya sih sudah ketemu, Pak.
    Trainer : Ya udah..tekan Ctrl bareng-bareng sama huruf B..
    Praja : Tombol Ctrl dimana tuh Pak ?
    Trainer : Ohh…Coba tekan C spasi D ..
    (Praja pun menekan tombol C, diikuti spasi, dan huruf D
    Praja : Cuman C D aja yang muncul, Pak..Nebelinnya gimana ?
    Trainer : Oh ya..itu artinya … Cape’ Dehhhhhh !!

    ==================================

    Seorang Nindya Praja sedang memukuli 2 orang yuniornya di depan kolam renang IPDN. Ya, anda betul, ini bagian inisiasi untuk keanggotaan Klub Renang (disamping Klub Kung Fu, Karate dan Tae Kwon Do) di IPDN. Tiba-tiba…wuss…seorang peri cantik berdiri di samping mereka.
    Peri : Eleuh..eleuh..adik2ku yang manis2 ini..Nah, saya berkenan memberikan anugrah buat anda..Karena kalian semua anggota klub renang, saya sudah siapkan di depan kalian 3 buah kolam renang yang akan menjadi apapun yang anda teriakkan sebelum terjun ke dalamnya..Gimana ?
    Praja : SIAP..!! Terima kasih,mbak Peri..
    Praja yang paling muda pun berteriak “ Coca colaaaaaa “, dan tercebur ke kolam yang berubah menjadi Coca-Cola. Dia asyik berenang dan minum-minum di dalamnya.
    Praja kedua langsung berteriak “Spriteee !! “, dan terjun ke dalamnya. Serta merta kolam pun berubah menjadi kolam Sprite, dan dia asyik berenang dan minum sepuas-puasnya.

    Melihat hal ini, Nindya Praja yang paling senior pun langsung ngiler. Langsung dia ambil ancang-ancang untuk terjun, sayangnya sebelum terjun ke kolam, dia terpeselet kulit pisang, dan karena kebiasaan mencaci-maki dan menggertak yuniornya, reflek dia berteriak : “BANGSATTT !!!!!”

    Dari jauh, peri cantik cuman berujar lesu : “ CAPE’ DEHHHHHHH !!”

    ==================================

    Setelah kasus kematian praja Cliff Muntu di IPDN, segerombolan wartawan dari berbagai media pun mewawancarai seorang dosen, yang juga alumnus pertama IPDN (dulu STPDN). Dosen ini waktu mudanya adalah anggota klub Kung Fu di IPDN.
    Wartawan : Pak, jadi kekerasan diajarkan ya di IPDN ? Atau dilembagakan ?
    Dosen : Ah, tidak betul itu…Disini yang diajarkan ilmu pemerintahan.. Tidak ada itu pemukulan dan sebagainya.
    Wartawan : Tapi korban sudah berjatuhan pak…dan kami punya bukti rekaman video..
    Dosen : Ah,..tidak ada itu..Itu hanya pembinaan fisik supaya mereka kuat dan disiplin dalam menjalankan tugas..!!
    Wartawan : Tapi, pak ?? !!
    Dosen : Sudah ya,..nanti ada siaran pers resmi dari Rektor. Intinya tidak ada itu pemukulan dan kekerasan di IPDN..
    Wartawan : Bukan begitu, pak..Maksud kami,..kami mendadak ingin makan tape Sumedang mendengar komentar Bapak…
    Dosen : Lho..?? Kok tape ?
    Wartawan : (Koor beramai-ramai) TAPE’ DEHHHHH !!!!!

  12. Teguh

    hahahahaha…..
    kalian emang terkenal tegar dan tawakal.
    Buktinya, menjadi sasaran kekerasan cuma diam aja.
    Mengetahui ada kekerasan di sekitar, cuma diam aja.
    Menjadi pelaku kekerasan malah bangga.
    Dimana otak kalian.

    Ingat, diatas langit masih ada langit.
    Tidak ada kata senioritas dalam hidup.
    Yang ada hanya orang yang lebih dulu mengetahui dan mengerti.

    Jangan sombong kalian, merasa menjadi putra-putri terbaik bangsa.
    Kalian kira hanya mahasiswa IPDN yang yang menjadi putra-putri terbaik bangsa.
    Hohohoho…. Please Deh….!!!!
    Masih banyak di luar yang lebih bermoral, dan yang lebih berhak menyandang menjadi putra-putri terbaik bangsa.

    Cobalah berpikir…!!!!!
    Memang hanya beberapa orang yang melakukan kekerasan, tapi kalian mengetahuinya sejak dulu. Mengapa hanya diam saja ????? Menunggu ada yang mengungkap karena sudah ada yang mati ???? Harusnya, kalau kalian memang putra-putri terbaik negeri ini, bisa menghilangkan dan menindak tegas kekeliruan dan kesalahan yang ada di kampus camat.

    Sekali lagi Cobalah berpikir….
    Bukan menghindar dan berkelit dari kritikan.
    Kalo kalian bangga menjadi mahasiswa STPDN, harusnya kalian melindungi almamater kalian. Bukan malah memperburuk kampus anda yang sudah buruk itu.

    Cobalah berpikir…

  13. aning

    OOh.. begini cara kalian bales tanggapan,
    memalukan banget ya,
    pake aksi tutup mulut segala,

    bte free sex enak ngga????

  14. wahyu

    satu Nyawa itu berharga sekali, jangan anggap nyawa itu barang tidak penting cok, mau korban berapa nyawa lagi baru di anggap penting? lo mau tubuh kamu dianggap anjing? mati dibunuh dianggap gak penting? kalo ngomong ngaca dulu, mikir, pake hati nurani, sedemikian murah nyawa?? jangan gampangin nyawa orang, gini nih mau jadi pemimpin? pemimpin dzholim tukang jagal

  15. NarteL

    Dalam agama manapun kekerasan itu dilarang…

    dan untuk putera-puteri terbaik bangsa (…katanya) tolong camkan salah satu hadits.. bahwa “Orang yang kuat bukanlah orang yang bisa tahan terhadap siksaan ataupun menang dalam kekuatan fisik.. melainkan orang yang dapat MENAHAN AMARAH…”

  16. Reality Bites

    Sebenarnya, kalo diamati, anggota-anggota IPDN ini nggak bodoh-bodoh amat koq. Buktinya mereka bisa bikin blog ini. Lumayan toh, walaupun kepalanya banyak terbentur, ternyata mereka masih bisa memanfaatkan teknologi.

    Ayooo Sekolah …..

  17. bawang

    katanya orang bermartabat, koq mau di gaplokin.. koq takut ama senior

  18. IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK IPDN JANGKRIK DANCUK

  19. gw pengen ngomong ma praja dengan level paling tinggi di ipdn….
    langsung aja contac ke jancoxman@yahoo.com….

    kalian bisa kirim email khan?????
    kalian berani untuk diskusi dengan orang awam kan????

  20. IPDN = Institue Pencetak Dogem Nasional

    Eh Elo Anak IPDN Kita Perang aja Elo itu pada anak penakut waktu sekolah anak penurut waktu sekolah anak banci waktu sekolah eh sekarang Sok Jago Kalo elo emang Jago tantangin tuch preman pasar bukan adik Tingkat Elo, bukan anak penakut yang baru masuk IPDN Tapi Para Preman Perampok Luar negeri, Aku yakin dan aku jamin Kalian pasti Lari terkencing kencing kalo di di palakan ama preman BullShit kalian

  21. Cliff Muntu

    Seniorku tercinta….

    Hari demi hari telah kulalui di kampus IPDNku tercinta…
    Segala Caci maki & Cercaan telah kuterima…
    Pukulan demi pukulan juga telah kuterima…

    Semua itu kuterima demi harapan keluargaku…
    Semua itu keterima demi cinta pada keluarga & bangsaku…
    Tapi semua itu kuterima bukan untuk kalian seniorku…

    Impian tuk membahagiakan keluarga & bangsa telah lenyap..
    Kini ku telah terbujur kaku dgn luka mendalam lahir & bathin
    Telah puaskah kalian wahai seniorku???

    Kutunggu kalian di peradilan akhir…
    Semoga Tuhan memaafkan kalian…

  22. Bukan pembela, tapi penengah (Zil)

    /*******************************************/
    # NarteL

    Apr 18th, 2007 at 10:40 adalah

    Dalam agama manapun kekerasan itu dilarang…

    dan untuk putera-puteri terbaik bangsa (…katanya) tolong camkan salah satu hadits.. bahwa “Orang yang kuat bukanlah orang yang bisa tahan terhadap siksaan ataupun menang dalam kekuatan fisik.. melainkan orang yang dapat MENAHAN AMARAH…”
    /*******************************************/

    Orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan nafsu, dalam artian saat ini adalah amarah.
    Itu sangat benar.
    IPDN ga bisa dianggap kuat dan berwibawa karena mereka kuat dalam pisik.
    Tapi yang aku baca dari blok, mereka cukup kuat untuk menahan amarah dengan tetap bertindak tenang. Justru para komentator lainnya yang sangat lemah dalam menahan emosi. Selain itu jelas mereka juga tahan akan pukulan.

    Rasulullah pernah hampir dibunuh oleh seseorang, tapi beliau memaafkan hingga akhirnya orang tersebut menjadi pengikutnya. Itulah tindakan bijak Rasul.

    Bukan berarti yang terjadi di IPDN dapat dimaafkan dengan mudah. Memang masa lalu tetap menjadi masa lalu yang ga kan dapat diubah. Tapi ubahlah masa sekarang dan jadi terbaiklah dimasa sekarang agar masa depanmu juga menjadi baik. IPDN harus berubah.

    Aku salut ama keteguhan hati kalian IPDN dalam membela, tapi ga salut ama bungkam menutupi kebenaran.
    Jangan anggap kritikan itu selintas barang yang ga berguna. Jadi kan itu sebagai papan pendorong perbaikan diri kalian.

    Untuk yang memberikan komentar, mohon untuk tidak mengeluarkan kata2 sampah. Karena bisa2 kalianlah yang sampah. Ayo kita bangun bangsa ini dengan bijak. Berpegang teguh pada agama.

    Saranku untuk IPDN, kalo pun IPDN dibubarkan, jangan anggap bahwa ga kan ada para calon pemimpin yang tangguh lagi di negeri ini karena di negeri ini ga hanya ada kalian doank. Jiwa pemimpin itu ada dalam diri kita masing. Rasul ga pernah mengajarkan kekerasan pada pemimpin2nya.
    Kalo IPDN dibubarkan, tunggu dulu para juniornya lulus.
    Semoga kalian disana menjadi orang2 yang baik.

    Terimakasih….

  23. soto_kuali

    Wooooi anak ipdn… kasih tau dong pelajaran apa aza yg kalian dapat sehari2 disono or aktivitas kalian itu apa aza… Males ni liat blog kayak begini ga mutu, yang sms penguatlah or kutipan puisi lah… males dek.

    kalian kan ga pernah terbuka apa2, bahkan wartawan aza kalian usir2… kami pengen tahu aza kegiatan sehari2 para paranoid yg ngakunya terbaik dan bermartabat seperti kalian ini apa.

    pleasee deh bikin artikel yang edukatif dan informatif lah… sedih amat liat blog di hits banyak tapi kami ga dapat apa2 kecuali kenikmatan menghujat kalian…

  24. Wahai kaum Adam, sayangi spermamu, hentikan penggunaan telepon genggam yang berlebihan! Tentu saja seruan tersebut terkesan berlebihan. Tapi, hasil riset ternyata membuktikan lain.

    Sekitar 364 pria dewasa secara sukarela menjadi responden sebuah penelitian di Amerika dan India. Kesuburan mereka dievaluasi terus menerus. Sebelumnya, para pria tersebut dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jumlah sperma mereka.

    Dan hasil riset pun bicara. Para pria dengan jumlah sperma dalam kisaran normal dan menggunakan telepon genggam lebih dari empat jam per hari, ternyata memproduksi 23% lebih sedikit ketimbang para pria yang sama sekali tak menggunakan ponsel.

    Temuan lain yang tak kalah menarik, ternyata proporsi dari sperma yang tergolong “sehat-bugar” hanyalah 21% dari para maniak pengguna ponsel tersebut.

    Sedangkan mereka yang tak menggunakan ponsel, sperma yang fit untuk “berenang” hingga ke sasaran tersebut mencapai sekitar 40% dari seluruh sperma yang ada.

    Seperti dikutip detikINET Health24, Selasa (31/10/2006), temuan riset tersebut telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society for Reproductive Medicine

  25. Savitri

    Sayangnya, saya tidak menemukan mereka yang berkekuatan mental, jiwa ataupun raga disini..

    Kalian yang ingin IPDN dibubarkan ..
    memperlihatkan rendahnya kemampuan otak kalian!…

    Renungkan apa yang saya tulis disini!

    ”
    korban jiwa hanya 37 orang.. tapi lihat juga keberhasilan yang di peroleh IPDN..

    Tak ada yang namanya korban….Yang ada hanyalah orang-orang lemah yang layak untuk kalah.

    Hanyalah kekuatan mental, jiwa dan raga lah, yang bisa membuat kita menjadi bangsa yang besar….

    Orang-orang yang tak siap menjalani laku disiplin sesuai kemauan kelompok andalah orang-orang malang, orang-orang sial…yang layak disingkirkan…..”

    HIDUP IPDN…

    Maju terus IPDN, hanya segelintir orang lemah tak tahan uji lah yang menginginkan mu surut….

  26. BERARTI PAKAI HUKUM RIMBA

    DASAR GAK MANUSIA KALIAN

  27. arsenal

    savitri… pulang sana ngerjain PR dulu, masih anak SD udah ikut2an komentar segala..

  28. PNS GAUL

    SEBAGAI SESAMA PNS SAYA GERAM MELIHAT POLA PEMBINA(SA)AN DI STPDN

    JADI PNS ATAU TUKANG PUKUL

  29. beavis

    MU menang 2 : 0 lawan sheffield wednesday…

  30. botaxxxx

    IPDN dengerin ya… moga2 masih punya hati nurani…

    Temen2 yg kamu pukuli dan bahkan mati… pasti punya orang tua…

    Ingat gak kalian pengorbanan ibunda mereka saat melahirkan???

    Ingat gak kalian air susu, keringat, air mata, dan darah yang diberikan oleh seorang ibu, untuk anaknya…

    Ingat gak kalian, ketika bapak kalian berpeluh keringat mencari rezeki untuk menyekolahkan anaknya…

    Ingat gak kalian ketika ibu guru tk, sd, smp, sma kalian berusaha mendidik kalian menjadi orang yang berguna…

    Ingat gak kalian ketika adik, atau kakak, atau nenek dan kakek, paman dan bibi, mengiring doa untuk keselamatan dan kesuksesan kalian…

    Jika kalian lupa, maka ini kami ingatkan kembali…
    Bukalah hati kalian yang keras membatu…
    Kalian bersalah… namun belum terlambat memperbaikinya….

    Ingat… siapa pun kalian, dari mana pun kalian… ingat kalian adalah intan permata harapan keluarga…

    Jangan kalian renggut intan permata itu.. atas nama disiplin/alias ego senior…

    Ingat ALLAH SWT akan menuntut pertanggungjawaban atas perbuatan kalian semua…

    Jangan sombong….

    Aku kasih solusi untuk memusnahkan Sifat Sombong dihati kalian…

    1. Tobat
    2. Buang seragam kalian, ganti dgn baju sipil spt layaknya mahasiswa di kampus lain…
    3. Buang disiplin militer-militeran yg kamu pake (militer aja displinnya gak kayak kamu).
    4. Roboh kan pagar kampus kamu… agar kamu berbaur dengan masyarakat (gak ekslusif)
    5. Tinggalkan asrama kalian, mulai lah dengan mencari kos-kosan di warga sekitar.
    6. Bubarkan kontingen2 dan embel senioritas (muda praja, nindya praja, kopraja, apalah namanya) semuanya sama aja murid-murid.
    7. dst yang mau nambahin…

  31. DEN BAGUS (KONTINGAN JAWA UTARA)

    NYURUH SABAR KE ORANG LAIN, NT YANG HARUS INSTROSPEKSI

  32. alumnus_ITB_anti_kekerasan

    Praja dan Alumnus APDN/STPDN/IPDN mengaku sebagai Putra-Putri terbaik bangsa ? Justru sejak tahun 1928 s.d. sekarang,, alumnus dan mahasiswa ITB lah yang disebut putra-putri terbaik bangsa.

    Kalian ini cuma orang-orang jaman feodalisme konservatif yang tidak mempunyai suatu logika disertai nurani untuk berpikir dan bertindak, dan lebih mementingkan otot karena menganggap dirinya kuat, padahal lemah apabila dihadapkan dengan kami.

    Kalian hanyalah sampah-sampah masyarakat yang tidak mempunyai kapasitas intelektual dan satbilitas emosi memadai dan gagal memasuki ITB, UI, UGM, IPB, Akmil, AAU, AAL, Akpol, STAN dan IIP.

    Kalian adalah korban-korban proyek penghamburan dana APBN yang dikumpulkan dari pajak rakyat dan kalian adalah orang-orang tersisihkan dari Sisdiknas.

    Kalian adalah calon-calon birokrat tingkat rendahan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan keteladanan, bukan tidak mungkin kalian adalah sumber utama kebobrokan negara ini.

    Kalian dengan mengagung-agungkan semangat juang dan disiplin, menindas adik-adik kalian sendiri tanpa perasaan, bayangkan apabila itu adalah adik kalian yang tewas.

    Jadi……

    Bubarkan IPDN secara berkala dalam beberapa tahun ke depan setelah semua Praja tingkat 1 s.d. 4 di dalamnya selesai menjalani perkuliahannya dan lulus, dan menutup permanen pendaftaran Praja baru mulai tahun 2007

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.. Merdeka !

  33. klo saya sih. ga suka dipukul. karena itu saya ga setuju klo di ipdn ada acara pukul-pukulan. apalagi sampai ada yang mati.
    gimana ya……… susah mengungkapkannya. entahlah. aq mending liat lanjutannya cerita ipdn ini di tv saja. sapa tau sama dengan kasus-kasus lain yang terjadi di indonesia. kalo ga ada media yang meliput. ya ga ada yang namanya kasus. buktinya, kasus wahyu ga disorot, eh…. tersangkanya malah jadi PNS. ga habis pikir aq. kita ini sebangsa, setanah air, tapi kok lebih suka saling memusuhi ya……… yang membuat saya penasaran tu, apa saja yang dialami savitri dan den bagus, kok mereka membela IPDN??? mirip dengan anak-anak himpunan yang membela kegiatan pengkaderan yang menurut maba tidak menyenangkan. membingungkan…….

  34. wahyu

    wah sekarang commentnya di filter deh, hua hahahaha

  35. wahyu

    Savitri kan keturunan Annjiinngg, taunya cuman hukum rimba, sukaannya dogggy style, diajak ngomong cuman bisa bangga2 in almameter tainya kutu kupret, dasar annjjiiiiiiiiiiiiiinnngg, manusia otak annjjinggg kayak lo yg harus di singkirkan dari muka bumi

  36. gak Pasang Adsense™ bos?

  37. ipdnTAE

    SAVITRI udeh kayak hitler.Dogamtic, lunatic,

  38. ipdnTAE

    SAVITRI udeh kayak hitler.Dogmatic, lunatic,

  39. soesongko - Praja terbaik

    JAYALAH IPDN

    TEMAN-TEMANKU SEPERJUANGAN, WALAU BADAI MENGHADANG KITA HARUS TETAP MEMPERTAHANKAN ALMAMATER TERCINTA!!!
    komentar-komentar yang mencaci maki IPDN menurut saya adalah sangat tidak berperikemanusiaan. INGAT ulah sebagian orang di IPDN sama sekali tidak mencerminkan keseluruhan lembaga IPDN. IPDN tetap lembaga terhormat, tetap lembaga pendidikan yang paling disegani di bumi pertiwi. Wahai temanku seperjuangan Savitri, saya dukung temen2 untuk terus berjuang mempertahankan IPDN tercinta ini.
    INGAT SEKALI LAGI..sistem pembinaan di IPDN adalah mutlak Pembinaan disiplin, “DISIPLIN ADALAH KUNCI KESUKSESAN”. inilah bukti kalau bangsa tidak berdaya karena kita semua tidak menerapkan disiplin tinggi.

    JAYALAH IPDN

  40. temen sasongko

    Mantap..buat apa dipeduliin komentar2 yang gk mutu…Poko’ e IPDN is the best

  41. disini tendang
    disana tendang
    dimana mana aku ditendang

  42. IPDN KEPARAT

    Kenapa ya Pradja2 tidak ada satupun yang meminta maaf atas korban2 yang ditimbulkan oleh IPDN?? sama sekali tidak ada, yang ada cuman omongan kebanggaan atas almamaternya, dan menganggap korban2 adalah manusia yg tidak kuat di anggap sesuatu yg biasa. heran banget aku, jadi semakin tidak respek, lebih baik anda mengungkapkan permintaan maap se besar2 nya atas kejadian ini bukannya menyombongkan diri menyebut yg terbaik. Kalau saja sodara kalian yang dibantai seperti annjjing mau ngomong apa bbacot kalian??? atau kalian sendiri yang di bantai malah gak bisa ngebacot ?? maklum lah otak kalian kan kosong gak bisa mikir normal kebanyakan di tendang otak pada kopyor semua, Nama sasongko Ndesooo aja kok gaya sok disiplin, inget asalmu dari ndeso dulu gembala kambing, kepala sudah mirip pukon (pucuk Konntthooll), narik becak, makanya bangga banget masuk IPDN belum pernah tau kampus laen sih

  43. IPDN tetap lembaga terhormat

    lembaga isinya BAJINGAN & PEMBUNUH koq dibilang lembaga terhormat.

    DASAR OTAK SAMA DENGAN CILIT, yo gak bisa mikir.

  44. oon

    IPDN is Be Dhes (terjemahan indonesia : IPDN is Mmonyett)

  45. IPDN maniac

    BRENGSEK KALIAN SEMUA!!!!

    Beraninya cuma komentar di Blog…..AYO klo berani nantangin IPDN, kalian kemari…gw bikin nasib kalian sama dengan korban yang lain… yg berani gw tunggu di warteg sri sebrang jalan kampus IPDN, sekarang ya…gw tunggu sampe jam 5 teng…klo gak datang berarti kalian semua PENGECUT!!!! emang kampus kalian bagus apa!!

  46. hehe komentator pembohong, kalo berani ayo datang ke IPDN.
    ayo berantem , mau SAYA BUAT SEPERTI CLIFF MUNTU atau MAU DISUNTIK FORMALIN ????

  47. Savitri

    oiiii postingku kok dihapussss !!!! :p aku savitri Jablay mau nunjukin portfolioku malah diapus gimana sih

  48. Praja IPDN yang suka ke Saritem dan Sarkem

    aku setuju IPDN dibubarkan dan mending kampus IPDN dijadikan lokalisasi baru pengganti Saritem yang sudah digusur

  49. Solid Snake

    Saya pribadi ndak melihat adanya suatu hubungan sebab akibat antara penyiksaan dan penguat2an lainnya dengan tugas yang akan di emban oleh monyet2 tolol yang frustrasi karena ndak bisa masuk AKABRI ini.

    Kalau kekuatan fisik sempurna yang anda kejar, saya tanya, apa kira2 tugas anda nantinya yang butuh kekuatan fisik segitu2nya? Apakah anda nantinya mengajak semua orang yang ndak sesuai di kantor anda untuk menyelesaikan segala urusan dengan urat pangkal lengan?

    Sudah saatnya paradigma bangsa ini dirubah. Kalau anda orang yang beruntung seperti saya, dan bisa jalan2 ke Singapura, anda seharusnya bisa melihat, di sana pemerintahannya sudah diisi oleh professional2 muda yang jago di IT, Finance, law dan lainnya. Yang saya lihat, IPDN nantinya cuma mengeluarkan orang2 yang tukang ketik saja. Ngurusin KTP, minta duit, ngurusin KK, minta duit, jam 2 udah nyampe di rumah, gaji minta naek terus, dan selingkuhan dimana2.

    Ndak heran negara ini hancur lebur, karena diisi oleh orang2 yang besar pangkal lengannya, sementara daya pikirnya ndak lebih panjang dari kemaluannya.

    Saran saya, nih IPDN musti dibubarkan, karena ngga relevan dengan keadaan. Indonesia bisa stagnan karena ngga diisi dengan professional. IPDN dibilang ABRI kaga, dibilang sipil juga kaga. Apalagi professional, jauh banget.
    Prediksi saya, setelah saya baca blog ini, ada yang mengharapkan dengan gaji pegawai negeri, tapi kalo tau caranya, bisa bergaya businessman.
    Ini pola pikir yang saya maksud. Apalagi yang lebih terang daripada kalimat haram jadah ini? Maksudnya KORUPSI kan? mintain duit KTP kan? Mintain duit orang bikin KK kan? Mark up-in duit proyek kan? Dan apa argumen balasannya? dibilang kira2 begini : kalo ini dibilang korupsi, maka semua pegawai negeri harus masuk penjara, apa penjaranya muat? Ini adalah argumen taik kucing yang ngga ada relevansinya & ndak ilmiah.
    Yang harus kita pegang, NEGARA KITA SUDAH BOBROK. Karena apa? Karena ketololan pengelolanya. Salah satunya, misalnya anda harus belajar AKUNTANSI dulu. Anda harus tahu itu apa yang artinya hutang/liabilities, bagaimana pengelolaan hutang, bagaimana cash flow, apa itu modal, dan apa itu Asset. Duit hutang jangan dibagi2kan, karena akan menjerat leher anak cucu kita nantinya. Saya ndak melihat IPDN mengajarkan secara konsep supaya hal2 begini sudah saatnya diputus, dan dimulai dengan konsep yang professional.

    Pada akhirnya, saya ndak melihat IPDN selain orang2 yang pengen masuk AKABRI, tapi ngga lulus, lalu nyari kompensasi. Saya pernah ketemu orang macam ginian, tiap hari push up, ngomong pake “siap2”, rambut cepak abis, celana, kolor ampe dompet loreng, tapi ABRI kaga. Kerjanya, ya ngompasin orang di simpang jalan. Persis anggota IPDN nantinya, ngompasin masyarakat, sesuai slogannya, gaji peg negeri, tapi hidup businessman. Gimana caranya? ya maling dulu…

    O ya, masuk IDn nyogok berapa dulu?

    NDak usah di gehe2in hati dg mengatakan putra/pi terbaik bangsa. Jujurlah ama diri sendiri. Ndak malu ya ama anak2 ITB? Masuk ITB jelas kalian ndak akan mampu. Dasar bego kowe…dasar tukang hapal undang2…

  50. Savitri

    KAMI TIDAK PERLU MEMINTA MAAF ATAS KEJADIAN YANG TELAH TERJADI…

    UNTUK SENIOR KAMI YANG MENJADI KORBAN PERS
    KAMI MENDUKUNGMU!!!

    SEKALI LAGI .. RENUNGKAN INI

    TIDAK ADA KORBAN JIWA..
    YANG ADA HANYALAH YANG LEMAH YANG TERSINGKIR..
    IPDN TIDAK MEMBUTUHKAN ORANG YANG LEMAH…

    JAYALAH IPDN

  51. soesongko

    Tuh kan akhirnya pada diem sendiri, bukti klo akhirnya semua sadar

  52. sarto adiro husodo

    SAVITRI masih inget gak saya temenmu di SMA 2 jateng. kamu kan ndak lulus sampe 2 tahun..dan hampir di DO karena ndak bisa ujian akhir..sampe-sampe kamu hampir gila dan sempet masuk rs Jiwa. saya pikir kamu sudah sembuh dan tambah pinter setelah masuk IPDN, eh ternyata masih guoblok ya..malah sekarang tambah idiot. ato jgn jgn penyakit gilamu muncul lagi…

    untuk IPDN tolong senior2nya di tes kejiwaan, jgn sampe ada yg lolos.

    ANEH SEKOLAH KOK BAU TAI..gak ngerti saya.

  53. Savitri

    Iya mas aku sekarang masih di RS Jiwa, gara2 kebanyakan Nngenttot aku jadi ketagihan hampir tiap detik tiap menit jam pengeeen terus akhirnya ama ortu sempet di taruh sekandang ama Annjjing biar aku gak sakauw pengen Nngenntot lumayan lah buat pemuas sementar, gak tau nih otak jadi kosong kebanyakan di Ddoggy style ama senior2, dulu aku bisa lolos dari pukulan senior2 dari hasil ngangkang ama nungging, Lumayan bisa selamat, tapi dubur ama meki abis deh dower semua, kapan2 maen aja ke RS mas, Hidup IPDN

  54. Savitri

    KAMI TIDAK PERLU MEMINTA MAAF ATAS KEJADIAN YANG TELAH TERJADI…

    UNTUK SENIOR KAMI YANG MENJADI KORBAN PERS
    KAMI MENDUKUNGMU!!!

    SEKALI LAGI .. RENUNGKAN INI

    TIDAK ADA KORBAN JIWA..
    YANG ADA HANYALAH AKU SAVITRI TELAH MENGANDUNG 3 BULAN KORBAN DARI NNGENTTOT MASAL PRADJA2 SENIOR IPDN, SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB? BADAN REMUK REDAM, MMEMMEK TAMBAH DOWER, DDUBBUR DOWER JG SIAPAAA YANG AKAN BERTANGGUNG JAWAAAB???? COBA RENUNGKAN SODARA2 !!!! GIMANA INI AKU BINGUNGGG

    JANCUK LAH IPDN

  55. DUMMY

    Eh yang Admin Blog ini yang punya ya si Savitri itu, coba deh loe posting pake nama savitri dengan comment yg aneh2 pasti dihapus :p

  56. Solid Snake

    Seperti yang saya duga, jawaban dari IPDN cuma “Putra Putri terbaik bangsa, jayalah IPDN, bla bla bla, dst dst dst”. Ngga ada jawaban yang memuaskan dari Pihak IPDN. Yang ada kira2 ” itulah gue, IPDN, terus mau lo apa? Ngajak berantem”. ck ck ck ck…

    Kalian mau sekolah apau mau jadi begundal macam pecabat sekarang?

    Gimana ngga tambah berat hutang negara nanti, di birokrasikan oleh manusia2 buas macam begini.

    Kalian ndak malu. Putra Terbaik bangsa adalah anak ITB.

    Kalian tolol, dan menipu diri sendiri. Dasar Gila ABRI. (Teka teki neh, apa beda ABRI gila ama gila ABRI). hik hik…

  57. wah….
    emang dulu masuk IPDN pake otak ya sampe ngaku yg terbaik sagala….

    enak aja mau menggeser posisi ITB sbg tempat kuliahnya putra-putri terbaik bangsa….

    dulu ada temen2 SMA gw yg TINGGAL KELAS karena nakal n malas bin goblok…eh, pas lulus SMA kok mereka pada berhasil masuk STPDN, teman2 ku bilang itu karena bokap2 mereka yg jadi pejabat di pemda….wah…kebayang kan kualitasnya kayak apa…

  58. Solid Snake

    Hehe…gua inget, temen2 yang anak STPDN dulu kalo pas kita liburan pulkam, mereka jalan2 kemana2 pake baju dinas segala. Entah apa maksudnya. Petenteng2lah. Jalan ditegap2in. Pake2 peluit. Dodol, gua kira AKABRI jenis baru. Ternyata cuma sempilan dan gagah2an untuk yang ngga lulus AKABRI aja (apalagi ITB..hua hua..jauh man…)

    Gua jadi geli sendiri. Ibaratnya, yang namanya satpam akan minder kalo ketemu polisi beneran. hik hik..

    (kalo mo ngereply, gunakan akal sehat, jawaban lugas, ngga bertele2 dan bukti)

  59. Solid Snake

    TIDAK ADA KORBAN JIWA..
    YANG ADA HANYALAH YANG LEMAH YANG TERSINGKIR..
    IPDN TIDAK MEMBUTUHKAN ORANG YANG LEMAH…

    Busyet. Maen singkirin orang dg cara begini…Apa ndak bisa diberhentikan dengan cara professional, daripada harus mengambil nyawa demi menyingkirkannya?

    ck ck ck…Savitri, kalo anda wanita, otak anda tak lebih oanjang dan lebih besar dari tetek anda. Kalo anda pria, otak anda tak lebih panjang dari kemaluan anda. Anda bagian dari komunitas terbuang, tersingkir & ndak mampu bersaing di UMPTN.

    Anda mencari temen2 sejenis, mengikrar2kan diri, memiliterisasi diri, sehingga anda menjadi buas. Saya ndak tahu apakah bapak2 camat kita butuh pangkal lengan yang besar untuk kerja di kantornya.

    Anda baiknya latihan pramuka aja tiap minggu.

  60. kasian

    Temen2 semua… Anda sudah berhasil dimanfaatkan oleh seseorang yang ‘cerdas’.
    Orang ini adalah emilik blog ini. Dia berhasil membuat sebuah topik atau postingan yang kebetulan sedang hangat untuk dijadikan kontroversi.

    Apa tujuannya?

    Supaya traffic yang masuk ke blog ini meningkat tajam
    Setelah meningkat, efeknya ya blogrank naik, dst…

    Gak usah dikomment. Blogger ini bukan anak IPDN kok… percaya deh!!

    Semakin banyak komment, semakin bagus buat pembuat blog ini. Makanya dia bikin kontroversi.

  61. bunga_indahsari

    Dr wikipedia ..

    Konsekuensi kasus kekerasan
    Terakhir, karena kasus kematian Cliff Muntu, rektor IPDN Prof. Dr. I Nyoman Sumaryadi dinon-aktifkan dari jabatannya pada tanggal 12 April 2007. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menginstruksikan pembenahan IPDN yang tidak diperbolehkan menerima praja baru untuk tahun ajaran 2007 setelah sejumlah pemerintah daerah mengancam untuk tidak mengirimkan praja baru sebelum pembenahan IPDN dilakukan secara tuntas.

    Sebelumnya, teguran dari pihak lain sebetulnya sudah sering dilakukan, seperti yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri wisuda di IPDN pada tanggal 8 Agustus 2005[11] dan 10 Agustus 2006[12], juga peringatan keras yang disertai ancaman pembubaran IPDN dari anggota Komisi II DPR RI.[13][14]

    Pada 16 April 2007, Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Surat Edaran Nomor 892.22/803/SJ yang isinya meminta kepada semua pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk tidak lagi mengirimkan siswa ke IPDN.[15]

    HHHOOOOORRRRREEEEEE ……….. Jadi dunks IPDN Bubar YEEEEEEEE…………..

  62. Kami para penghina AKMIL menyatakan:

    terimalah semua serangan itu dengan bijak, tenang dan tetap waspada. tunjukkanlah pada mereka bahwa kita semua tidak anti kritik dan anti perbaikan. biarkanlah dan percayakanlah pada akal sehat banyak fihak untuk menilai dan menalarnya, jangan kau musuhi…

    tetaplah istighfar… semoga mereka akan tersadar……

    KEPADA:
    PARA PENGHINA AKMIL

    bisa ngga nulis gitu lagi kalo jantung lo udah ketusuk bayonet…?






%d blogger menyukai ini: