lelah

disini tak ada masyarakat yang bisa diajak diskusi. mereka hanya bisa marah, lontarkan kata jorok, menghujani spam. melelahkan.


  1. alumni STAN

    lhah kan kubilang suruh bandingin ma STAN..koq ga ditanggapi??
    ini diskusi loh
    ayo kita diskusiin bout that
    okay??
    mulai??
    no hujat di tulisan ini??
    berani beropini??
    monggo silakan..ditunggu replyan nya

  2. Rouza

    lho, gw ga diitung/ gw ga spam lho…

  3. Zilla

    konon-konon nih, di beberapa sekolah tinggi pemerintah lain, seperti milik DKP, juga berlaku tradisi semi-militer. atau mungkin tepatnya hyper-militer saking lebih sadis daripada akmil. hiii…

  4. nesta

    “LELAH”????
    Gw jadi bingung ma anak2 IPDN…..
    kebobrokan kampusnya dikomentarin malah lelah………
    Seharusnya Gw yang lelah udah ikut ngebiayain lu semua…….
    dari pajak yang gw bayar kepada Negara tergila ini………..
    Dasar Manusia ga tau di untung lu semua……..
    udah sekolah gratis………
    Lulus langsung jadi PNS…….(Tukang Korupsi)
    Jadi Camat yang ga bisa apa2………………(Otak Dungu)
    Mana Maniak Sex lagi………………….(Hi…dasar Dungu)
    Muak………..Muak………….Muak……
    Mari Kita bersepakat Bubarkan IPDN………….
    atau Negara Ini yang kita bubarkan aja………….

  5. dicoba

    hehehe…

    biasanya pakek fisik kalo diajak diskusi jadi susah mikirnya ya mas???

    emang sih… kalo fisik kita lelah buat mikir udah capek…
    apalagi kalo ngebukinnya napsu2…..

    mungkin lebih baik energinya dipakek buat mikir, baca buku, nulis… ato seperti bikin web2 gini (g nyangka gw, :))

    daripada buat ngebukin anak orang ?? sampe mati pula…
    kasian kan ???

    tu otak jangan disia-siain mas/mbak makanya???
    hormati tuhan yang udah nyiptain 😀

    maaf lo kalo saya komentar gini.. jangan digebukin saya bukan junior anda soalnya 😛

  6. alumnialqaeda

    IPDN……………………

    MASUK SITU HARUS TAHAN PUKUL YAAA…..
    HABIS DI[PUKULI,,GEGAR OTAK…..
    STELAH LULUS GAK PUNYA OTAK…..

    SARITEM DITUTUP

    PINDAH AJA KE IPDN….KAN MASIH BANYAK KAMAR KOSONG TAHUN DEPAN….THN DEPAN KAN GAK MENERIMA PRAJAT…KARENA MENERIMA PINDAHAN SARITEM….

    TAPI ATI..ATI LOO…HAI ANAK SAROTEM….. KLO GAK BAYAR JANGAN NAGUIH YA …NTAR DIPUKULI RAME-RAME….

  7. xxxxxxxxxxxxxx
    Hidup IPDN

    Alumnus IPDN terbukti bersih-bersih, tidak seperti alumni ITB dan UI berikut:
    – Aburizal, pemantik bencana LAPINDO
    – Laks, jualan BUMN
    – Syaukani HR, tersangka korupsi
    – Widjanarko Puspoyo, tersangka korupsi

    Hidup IPDN!!!
    xxxxxxxxxxxxxxx

  8. Cerita ini adalah pengalaman dari seorang teman dekatku yang terjadi sekitar 5 bulan yang lalu. Aku sedikit bingung menulis cerita ini karena biasanya aku menceritakan pengalamanku, tapi kali ini aku harus menceritakan pengalaman temanku. Oke, tanpa banyak bicara lagi, kumulai cerita yang kuberi judul “Petualangan Berlibur Ke Desa”.

    Lima bulan yang lalu, Jeff temanku mengajakku sedikit refreshing ke sebuah desa yang kebetulan adalah tempat Jeff bermain waktu kecil. Ayah Jeff seorang pengusaha kaya yang sedikit memperhatikan soal alam bebas, karenanya dia membeli ribuan hektar tanah yang kemudian dijadikannya hutan karet. Bisnis sambil memelihara alam liar, katanya.

    Jeff biasa berlibur ke hutan karet ayahnya dan dia biasa menginap di sebuah rumah yang terlihat begitu mewah kalau dibandingkan rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Meski terkesan ada sedikit kesenjangan, tapi penduduk desa itu sama sekali tidak menaruh kebencian atau iri hati pada keluarga Jeff karena keluarga itu cukup dermawan, bahkan ayah Jeff hanya mengambil keuntungan 25% dari hasil hutan karetnya, dan sisanya dibagikan pada penduduk yang ikut mengusahakan hutan karet itu.

    Oke, cukup perkenalannya. Aku sendiri menyesal karena tidak bisa ikut dengan Jeff karena ada sedikit keperluan dengan keluargaku. Tapi aku berjanji akan menyusul kalau ada waktu. Jeff sedikit kecewa tapi dia tetap pergi ke desa itu, sebut saja Desa Sukasari.

    Hari-hari pertama dilalui Jeff dengan bermalas-malasan di rumahnya sambil menikmati udara segar pedesaan yang sangat jarang ditemuinya di Bandung. Baru pada hari kelima Jeff keluar dari rumah, diantar oleh seorang bujangnya Jeff berjalan-jalan melihat-lihat sekeliling desa itu. Dia berhenti ketika dilihatnya seorang gadis, mungkin beberapa tahun lebih muda darinya sedang menyapu di pekarangannya.

    Rambutnya yang hitam terurai menutupi punggungnya. Kulitnya yang hitam manis mengkilat karena keringat yang tertimpa sinar mentari. Jeff tertegun, baru kali ini dilihatnya gadis desa yang begitu cantik. Bujangnya tahu kalau Jeff memperhatikan gadis itu, karena itu dia mengatakan kalau gadis itu adalah anak salah seorang pekerja ayahnya. Umurnya sekitar 17 tahun, dan kini ayahnya sudah tiada. Dia tinggal dengan ibunya dan sering membantu mencari nafkah dengan mencucikan pakaian orang-orang desa yang lebih mampu.

    Jeff merasa iba, tapi rasa ibanya langsung hilang berganti rasa tertarik ketika dipikirnya kalau gadis itu pasti memerlukan uang untuk biaya hidupnya. Kemudian berubah lagi perasaannya menjadi keinginan untuk mendekatinya ketika dilihatnya kalau gadis itu cukup cantik dan manis. Tapi rasa ingin mendekati itu berubah seketika ketika dilihatnya dada gadis itu yang agak terlalu besar untuk anak seusianya.

    Segera saja setan bersarang di kepala Jeff. Dia mengeluarkan dompetnya, mengambil selembar uang bergambar Pak Harto dan menyuruh bujangnya memberikan uang itu pada gadis itu untuk mencuci bajunya. Bujangnya tidak menaruh curiga, dia segera memberikan uang itu pada gadis itu, dan tidak lama kemudian gadis itu mengikutinya mendekati Jeff. Jeff menyuruh bujangnya pulang, sedangkan dia melanjutkan jalannya bersama gadis itu. Ditengoknya arloji di tangannya, baru pukul 4:00 sore, karena itu Jeff mengulur waktu. Setidaknya pukul 5:00 sore akan dilaksanakan rencananya.

    Dia bertanya dimana sungai yang airnya bening dan bisa dipakai mandi. Gadis itu mengantarkan Jeff ke sana. Cukup jauh juga, dan setiba di sana Jeff melepas semua pakaiannya dan langsung masuk ke sungai itu. Dia meminta gadis itu mencuci pakaiannya, dan gadis itu menurut walaupun agak malu-malu karena melihat Jeff berenang telanjang. Jeff sendiri sudah sedikit sinting, entah setan apa yang merasuki kepalanya, yang jelas ketika dilihatnya arlojinya menunjukkan pukul 5:00 sore, langsung dijalankan rencananya. Jeff keluar dari air, mendekati gadis yang sedang membersihkan pakaiannya dan berjongkok di sampingnya. Batang kemaluan di sela pangkal kaki Jeff sudah bangun dari tidurnya, dan tanpa tembakan peringatan Jeff langsung saja merangkul gadis itu sambil berusaha mencium leher gadis itu (sebut saja namanya Sali).

    Gadis itu segera berontak karena terkejut, tapi dekapan Jeff lebih kencang dari tenaganya. Jeffberhasil mencium leher gadis itu tapi begitu Jeff berusaha lebih gila lagi gadis itu mengancam akan berteriak. Jeff takut juga dia digebuki penduduk desa itu, karena itu segera ditutupnya mulut gadis itu, dan dia berbisik, “Jangan teriak, kalau kau mau melayaniku kuberi lebihdari sekedar lima puluh ribu, mungkin akan kuberi seratus ribu lagi, bagaimana?”

    Gadis itu masih diam, tapi begitu Jeff mengeluarkan dua lembar uang Rp. 50.000-an yang sedikit basah karena air sungai dan mengipas-ngipaskan di depan muka Sali, akhirnya dia mengangguk. Kapan lagi dia bisa mendapat uang Rp 150.000,- dalam sehari, begitu pikirnya. Jeff tersenyum senang sambil melepaskan tangannya dari mulut gadis itu. Tapi ketika dia berusaha memegang dada Sali, gadis itu berbisik, “Jangan di sini, takut ketahuan orang lain.”

    Jeff setuju kata-kata gadis itu, karena itu diajaknya gadis itu ke hutan karet milik ayahnya. Jeff tahu persis kalau sore-sore begini tidak mungkin ada orang di sana. Singkat cerita, mereka sampai di sana, dan tanpa tunggu lama lagi Jeff segera membuka bajunya yang basah, juga celananya. Dibentangkannya baju dan celananya di tanah, dan diciumnya Sali sekali lagi. Kali ini dia tidak berontak. Jeff dengan mudah menyingkirkan pakaian gadis itu, dan terlihat kedua gunung kembarnya yang tidak begitu besar tapi lumayan juga untuk ukuran gadis 17 tahun. Jeff meremas keduanya sekaligus sambil terus melumat bibir gadis itu.

    Sekitar 2 menit kemudian Jeff berbisik, “Aku nggak butuh patung, layani aku. Jangan cuma diam gitu aja!” Jeff lalu mendorong kepala Sali ke bawah, dan menyuruhnya sedikit bermain dengan kejantanannya yang sudah hampir mencapai ukuran maksimal. Gadis itu bingung, maklum di desa mana ada film “bokep”. Jeff menyuruh Sali menjilat “jamur ungu”-nya. Sali sedikit ragu-ragu, tapi akhirnya dilakukannya juga.

    Ternyata Sali cepat belajar, beberapa menit kemudian Jeff sudah dibuatnya keenakan dengan permainannya di selangkaan kakinya. Terpedo itu sudah mencapai ukuran maksimal, dan Sali masih terus bermain dengan benda itu, mungkin asyik juga dia bermain dengan benda itu. Mulai dari mencium, menjilat dan akhirnya mengulumnya sambil menggerakkan kepalanya maju-mundur dan sesekali menghisap benda itu.

    Jeff cukup puas dengan permainan itu, dan ketika dilihatnya langit mulai gelap, disuruhnya Sali duduk. Jeff meregangkan kaki gadis itu, terlihat bulu-bulu halus yang masih sangat jarang di sela-sela pahanya. Jeff menggunakan lidahnya untuk membasahi vagina Sali. Sali bergoyang-goyang kegelian, tapi kelihatannya dia menimati permainan itu. Sekarang Jeff menggunakan jarinya untuk menggosok klitoris Sali yang masih kecil. Sali semakin liar bergoyang-goyang menahan nikmat. Desahan mulai keluar dari mulutnya dan vaginanya basah karena lendir yang bercampur ludah Jeff.

    Tidak lama kemudian Sali mendesah panjang, dan tubuhnya bergetar hebat. Lendir mengalir dari vaginanya yang merah segar. Jeff tahu Sali sudah mencapai puncak, dan inilah kesempatannya untuk menusukkan terpedonya ke kemaluan Sali. Dibukanya lebih lebar paha Sali, dan diarahkannyakepala kejantanannya ke vagina Sali. Sali sendiri masih memejamkan mata menikmati sisa-sisa orgasmenya. Tapi tiba-tiba dia menjerit tertahan ketika Jeff memaksa terpedonya masuk ke lubang yang sempit itu. Sali kembali menjerit ketika kejantanan Jeff semakin memaksa melesak masuk ke dalam. Jeff berusaha keras menembus pertahanan vagina Sali, tapi baru setengah dari barangnya yang masuk ke dalam.

    Jeff meremas dada Sali sambil menciumnya. Dia berusaha membuat otot kemaluan Sali sedikit mengendur, dan ketika dirasakannya mulai mengendur, disodoknya sekuat tenaga kejantanannya ke dalam kemaluan Sali. Kali ini Sali menjerit cukup keras, dan terlihat air mata keluar dari balik kelopak matanya yang tertutup menahan nyeri. Jeff tidak peduli, sekarang sudah seluruhkejantanannya masuk, dan mulai digoyangkannya maju-mundur diiringi jeritan-jeritan kecil Sali. Vagina Sali sangat sempir, karena itu belum lama Jeff bermain sudah hampir keluar maninya. Jeff mempercepat gerakannya, dan Sali semakin kuat menjerit. Tentu saja vagina Sali yang masih 17 tahun itu terlalu kecil untuk kejantanan Jeff yang lumayan besar.

    Belum selesai Jeff bermain, suara Sali tidak terdengar lagi, dia pingsan karena tidak kuat menahan nyeri. Jeff sendiri mengetahuinya, tapi dia tidak mau menghentikan permainannya, dikocoknya terus kemaluan Sali yang sedikit memar, dan akhirnya Jeff mendesah dalam sambil merapatkan tubuhnya ke tubuh mungil Sali. Setelah itu Jeff sempat mengocok vagina Sali lagi, dan ketika hampir mencapai puncak kedua kalinya Sali bangun dari pingsannya. Dia langsungmenjerit-jerit dan beberapa saat kemudian mereka mencapai puncak hampir bersamaan. Jeff terlihat puas dan lelah, dan ketika dicabutnya kejantanannya dari vagina Sali, terlihat maninya keluar lagi dari kemaluan Sali. Kental berwarna putih kekuningan yang bercampur darah keperawanan Sali.

    Jeff mengajak Sali membersihkan diri, dan ketika selesai diberikannya dua lembar uang Rp.50.000-an pada Sali. Sali sangat berterima kasih, dan Jeff berpesan agar jangan sampai hal itu diketahui orang lain. Sali mengangguk, tapi Jeff segera menegur Sali ketika diperhatikannya jalannya sedikit menegang menahan perih di kemaluannya. Sali berusaha berjalan normal walaupun dirasakannya sakit di sela pahanya. Dia juga takut kalu orang-orang desa tahu kalau dia sudahmenjual tubuhnya pada Jeff, tapi tetap saja diambilnya resiko itu demi uang yang memang sangat dia butuhkan.

    Dua hari kemudian aku datang menyusul Jeff, dan di sanalah Jeff menceritakan kisahnya itu. Aku jadi sedukit terangsang juga mendengar cerita itu, dan rencananya aku akan mencobanya juga bila ada waktu, yang jelas hari-hari berikutnya benar-benar menyenangkan untuk kami bertiga. Aku dan Jeff sama-sama terpuaskan, sedangkan Sali sangat senang mendapat ratusan ribu uang walaupun dia harus tersiksa hampir setiap dua malam sekali karena aku dan Jeff secara bergilir dua hari sekali mencicipi tubuh mungilnya itu.

    Dua minggu kami di sana, dan di hari terakhir aku dan Jeff menidurinya bergantian dalam satu malam. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya gadis berumur 17 tahun disetubuhi oleh dua laki-laki bergantian dalam satu malam, benar-benar luar biasa. Tapi satu hal yang kupuji dari Sali, dari hari-kehari vaginanya tetap saja sempit, dan itu yang membuat aku dan Jeff betah menidurinya. Aku juga merencanakan untuk mengajak Alf dan Lex teman baikku untuk ikut serta mencicipi kenikmatan itu, tentu saja itu akan kuceritakan di cerita lain. Tunggu saja pengalaman kamiberempat bersama Sali.

    TAMAT

  9. Sabar saja ya rekan2 IPDN, kita harus percaya bahwa masih banyak rekan2 ipdn yang sangat berpotensi dan maju….

    Tidak usah risau, didunia maya masalah spamming itu terjadi disemua hal yang berkaitan dengan internet, baik itu email, website, jaringan, dll. Tidak ada salahnya rekan2 juga belajar hal lain seperti bagaimana mengantisipasi spamming (sehingga komentar2 yg ada akan lebih fokus, dsbnya), teknik jurnalistik, dan ilmu lainnya yang bisa kita gali sendiri di internet. Kalaupun perlu bantuan saya untuk bertukar pikiran khususnya mengenai teknolgi dan internet, silahkan hubungi saya.

    Saya percaya, rekan2 ipdn memiliki mental dan fisik baja. Hal yang terjadi sekarang ini merupakan ujian terberat bagi rekan2. Semua orang tau, orang yang kerjanya memaki, mengumpat dan menghina sudah jelas sekali tidak lebih baik dari orang yang dimaki/diumpat dan dihina, dengan demikian rekan2 akan dinaikkan derajatnya oleh Allah swt.

    Pada suatu titik tertentu jika telah mencapai titik jenuhnya, setelah banyak cemoohan dan hinaan, dengan sendirinya masyarakat akan berbalik dan bahkan akan bersimpati kepada rekan2 ipdn yg tertindas (dengan hinaan dan cemoohan), asalkan saja sikap rekan2 tetap ksatria dan berjiwa besar. Saat ini semua masyarakat sedang menyorot tajam semua tindak tanduk yg berhubungan dengan ipdn. Jadi tunjukkanlah sikap terbaik dan positip dari rekan2. Antipati ataukah akhirnya simpati yang akan rekan2 peroleh?
    Pola2 sosiologi yg berlaku di masyarakat khususnya masyarakat kita akan berperilaku seperti itu.

    So? jangan khawatir, keseimbangan alam akan memainkan peranannya. Yang paling penting dan harus dicamkan adalah tidak perlu ragu untuk bertindak, gunakan hati nurani rekan2 semua. Bagi rekan2 ipdn yang memang bersalah sehingga mengakibatkan rekan2 lainnya menderita dan terkena dampaknya, marilah secara ksatria untuk mengakuinya. Minta maaflah secara terbuka dan hadapi kenyataan dengan mempertanggung jawabkan. Tidak perlu menghasut rekan2 lainnya dengan tindakan dan opini yang menyesatkan.

    Makian, cemoohan dan bentuk penghinaan yang rekan ipdn terima adalah cerminan dari masyarakat kita yang “sakit” akibat keadaan di indonesia saat ini (yang salah satunya adalah kasus di ipdn). Tak mengapa, ambil hikmahnya, anggap saja rekan2 ipdn menolong orang lain untuk melepaskan beban kehidupan mereka. Pahala toh?

    Bagi rekan2 ipdn yang benar2 ingin menunjukan martabat kalian sebagai putra terbaik bangsa, mari tunjukkan dengan “mengobati” dan memberikan “terapi” bagi masyarakat kita yang sedang “sekarat” ini. Hal ini juga akan membuktikan siapa sesungguhnya yang memiliki mental dan fisik baja. Yang menolong tentu saja harus lebih kuat dibanding dengan yang ditolong kan?

    Saya sangat yakin, rekan2 ipdn akan mampu mengatasi beban saat ini dengan tegar dan ikhlas…

    Hidup ipdn…
    🙂

    @dH1

  10. Marilah kita berlaku bijak dan tidak saling menyalahkan. Jika anda memang tidak merasa berbuat apa yang dituduhkan gak usah marah dan gak usah kesel, dan bila ternyata memang di masa lalu anda berbuat demikian… it’s now time to change your mindset. Saya yakin kalian anak baik2 sebelum di bina di IPDN, sekali berlian akan tetap berlian biar masuk ke septi tank.

    Proove it to this nation ocre

    @atas gue
    nice story …

  11. sonic

    Lelah………………….
    terlalu lelah untuk ngepost…..
    sangat lelah sungguh.. masyarakat sudah sangat lelah dengan perilaku mu…

    TAPI……..
    sangat bersemangat untuk KEKERASAN……….
    terlalu bersemangat untuk BERBOHONG……….

    INGAT…..
    Lelah tidak cukup untuk seorang IBU yang anaknya tewas sia2 dan kematiannya berusaha ditutup2i oleh 1 institusi, dimana IBU itu menitipkannya, demi masa depan anaknya….

    1 HAL LAGI….
    KEJUJURAN berada diatas KESETIAAN…..

  12. wah wah,, lelah,, ya tidur,, aneh,, komentar kalo banyak spam ama komen yang ga disetujuin,, ya diapus,, ditanggepin,, apa gunanya ini blog jadi,, ngumpulin berapa orang yang setuju ama ngga aja,,? suara dari “putra putri terbaik bangsa”-nya yang ditunggu tunggu buat nanggepin ga ada,,

    yang lelah jadi yang baca,,

  13. Kalaupun rekan2 IPDN merasa tidak mampu untuk menjadi pahlawan, mendukung pahlawan jauh lebih baik dan terhormat dibanding mendukung penghianat.

    Dapat dikatakan bahwa rekan2 IPDN yang menganggap Inu Kencana pahlawan adalah warga IPDN yang sejati, bermartabat dan berjiwa ksatria. Dan mereka adalah kebanggaan kita semua, bangsa Indonesia…

    merdeka… lho apa hubungannya dengan merdeka hehehe…
    🙂

    @dH1

  14. inu K

    bersama ini,

    saya mohon maaf kepada seluruh almamater ipdn oleh karena terlambatnya kesadaran matahati dan nurani saya, yang telah menyebabkan hilangnya 37 nyawa siswa almamater kita tercinta. Seandainya saya sadar sejak dari dulu, barangkali tidak satupun nyawa yang sangat berharga itu pergi dengan sia sia.

    Saya kira, manusia yang sudah tidak menghargai satu nyawa sekalipun, tidak akan pernah bisa menghargai 1000 atau 2 juta nyawa manusia yang dibunuhnya….

    oleh karena itu saudaraku sealmamater yang masih dalam kebodohan dan kezaliman… cepatlah angkat barang barangmu dari kamar asramamu itu… pergilah… cari duit bukan hanya jadi Pegawai Negeri…. sekolah gratis bukan hanya di IPDN…. janganlah kau bunuh masa depanmu dan otakmu …

    Salam hangat dariku
    INU K

  15. inu K

    Bangsa ini sudah lekat dan menyatu dengan kekerasan..
    Sejak dari jaman majapahit yang suka menjajah dan sriwijaya “si pirate dari laut cina selatan”… sampai ribut tawuran generasi muda tiap tahun…. SALAH SIAPA?

    kalau dekan atau rektor ipdn, ciut nyali mengakui kampusnya sudah bobrok… alasannya gampang aja… mari berhitung.. tiap pemda di palakin duit untuk siswanya sekitar 5 sampai 7 juta per bulan per siswa…dari hitungan ala bajak laut sriwijaya sudah bisa ketebak… berapa duit yang ke’kolek’ si bapak dekan atau rektor….paling tidak komisi jalan teruslah

    Terbongkar atau tidak terbongkarnya kasus ini…darah bajak laut dan penjajah dari nenek moyang kita sudah lekat… dan semakin lekat pada siswa siswa IPDN dan almamaternya….

  16. wis [UI]

    kok jadi malah ribut2 ngehina2 kampus2 si dari ui,itb mpe stan..

    to anak2 ipdn:
    – akuilah kalo kampus kalian emang sekarang bobrok, kalo dari waktu jaman yang namanya masih stpd sampe jadi ipd tetep aja ternyata emang gak da perubahan. kekerasan tetap terjadi.

    kalian harus sadar kalau kalian itu dibiayai oleh rakyat. sekolah gratis, makan gratis, langsung kerja lagi. tapi kalian malah maen pukul2an dan bunuh2an.

    trus malah masih mengagung2 kan kampus kalian yang sekarang lagi..

    kita kan bukan orang bar bar.. jadinya klo kuliah tu ya bukannya maen jotos2an…

    ayo dong… perbaikin diri kalian! akui salah kalian dan jangan ada yang ditutup2in lagi… 🙂

    LET’S WAR AGAINST VIOLENCE

  17. centra

    “”Saya percaya, rekan2 ipdn memiliki mental dan fisik baja. Hal yang terjadi sekarang ini merupakan ujian terberat bagi rekan2. Semua orang tau, orang yang kerjanya memaki, mengumpat dan menghina sudah jelas sekali tidak lebih baik dari orang yang dimaki/diumpat dan dihina, dengan demikian rekan2 akan dinaikkan derajatnya oleh Allah swt.””

    bukan mo memaki atau mencaci, tapi memberi kritik dan saran. tapi kalau secara halus ngga didengerkan gimana dong?pada berkeras ngga bersalah kok.

    “”Pada suatu titik tertentu jika telah mencapai titik jenuhnya, setelah banyak cemoohan dan hinaan, dengan sendirinya masyarakat akan berbalik dan bahkan akan bersimpati kepada rekan2 ipdn yg tertindas (dengan hinaan dan cemoohan), asalkan saja sikap rekan2 tetap ksatria dan berjiwa besar. Saat ini semua masyarakat sedang menyorot tajam semua tindak tanduk yg berhubungan dengan ipdn. Jadi tunjukkanlah sikap terbaik dan positip dari rekan2. Antipati ataukah akhirnya simpati yang akan rekan2 peroleh?
    Pola2 sosiologi yg berlaku di masyarakat khususnya masyarakat kita akan berperilaku seperti itu.””

    kalau sedang diawasi saja sok alim, ga usah munafik lah.
    bukannya kalian merubah pola pikir tak berakhlak itu, malah mo nunggu masyarakat sampai lelah dan membiarkan kalian seenaknya

    “”So? jangan khawatir, keseimbangan alam akan memainkan peranannya. Yang paling penting dan harus dicamkan adalah tidak perlu ragu untuk bertindak, gunakan hati nurani rekan2 semua. Bagi rekan2 ipdn yang memang bersalah sehingga mengakibatkan rekan2 lainnya menderita dan terkena dampaknya, marilah secara ksatria untuk mengakuinya. Minta maaflah secara terbuka dan hadapi kenyataan dengan mempertanggung jawabkan. Tidak perlu menghasut rekan2 lainnya dengan tindakan dan opini yang menyesatkan.””

    yang ini saya setuju. masih ada yang bisa berpikir agak waras rupanya di IPDN

    “”Bagi rekan2 ipdn yang benar2 ingin menunjukan martabat kalian sebagai putra terbaik bangsa, mari tunjukkan dengan “mengobati” dan memberikan “terapi” bagi masyarakat kita yang sedang “sekarat” ini. Hal ini juga akan membuktikan siapa sesungguhnya yang memiliki mental dan fisik baja. Yang menolong tentu saja harus lebih kuat dibanding dengan yang ditolong kan?””

    orang sakit ga bisa ngobatin orang sakit laennya. apalagi kasih terapi. ucapan anda agak sedikit rancu. lucu malah.
    kalau mau mulailah dari mengobati diri sendiri. ga usah sok ngobatin orang laen.
    mental dan fisik baja, itu boleh
    tapi kalau tidak dibarengi dengan visi misi yang benar, cara hidup dan pola pikir yang benar, serta moral dan nilai yang baik dan benar, aduh alangkah percumanya….

  18. Seorang Mahasiswa

    Saya percaya Anda yang mengelola blog ini tidak melakukan tindak kriminal semasa studi di IPDN. Saya juga yakin hanya segelintir siswa nyeleneh saja di IPDN yang melakukan kekerasan itu.

    Tapi hargailah 30-an siswa yang telah tewas di sana, berapapun sedikitnya itu nyawa manusia. Apakah pantas orangtua mereka menerima kehilangan putra-putri mereka di tangan yang tidak semestinya? Bagaimana perasaan Anda jika putra-putri Anda kelak jadi salah satu dari 30-an korban itu? Anda rela? Saya tidak yakin Anda rela.

    Anda berhak membela almamater Anda. Tapi layakkah Anda membela mereka-mereka yang telah terbukti dan mengaku bersalah? Layakkah Anda membela sistem kekerasan dan feodalisme yang sudah tidak relevan dengan iklim demokrasi sekarang? Lagipula apa ruginya meninggalkan sistem senioritas di IPDN? IPDN tidak akan hancur dan kehilangan pamornya hanya karena senioritas di IPDN dihapuskan. Anda sebagai senior juga tidak akan dilecehkan junior hanya karena itu kok. Saya yakin sekali.

    Militer diajarkan disiplin tapi tidak ada kontak fisik langsung. Yang ada mereka akan disuruh melakukan kegiatan fisik yang positif sebagai hukuman. Mereka memang memerlukan penggemblengan fisik untuk profesi mereka. Sedangkan Anda? Apakah nanti di lapangan kerja Anda penggemblengan fisik akan banyak membantu karir Anda? Saya tidak yakin.

  19. tukul

    Ubah aja IPDN jadi Institut Petinju Dan Nendang ato..
    Institut Pelawak Dan Nembang ato
    Institut Pendekar Duh Ngeri

    sekolahnya aja kayak gitu……lucu
    pemerintahan kok pake tendangan dan pukulan……..LUCU Buanget !!!!!!!!!!!

    Ada orang bertanya…….”ada sasana baru ya …..mas……”
    Ooo banyak….ada 40.000 sasana baru di seluruh Indonesia dan dididik sama putra-putri terbaik bangsat Indonesia……
    Ya ada sasana baru dikelurahan-kelurahan dan kecamatan…..di sel Indon….maklum sudah lama sih gak menyalurkan Ilmu Pukul memukul….

  20. tukul

    Udahlah IPdn bubarin aja….Indonesia gak akan maju klo ada IPDN

  21. HYDE !!!!!!

    Assalamualaikum …
    Dimana-mana..meskipun itu dilakukan oleh segelintir orang saja yang namanya kekerasan itu dilarang oleh agama. Coba pikirkan saja ketika anak2 mu besok dipukuli oleh orang-orang lain. Padahal kita selaku orang tua menyayangi anak-anak kita dengan lembut dan tulus kasih sayang. Jangan balut kekerasan itu dengan kata “PEMBINAAN”. Karena masih ada beribu-ribu jalan untuk melakukan pembinaan tanpa kekerasan. Mohon maaf bila saya sangat tidak setuju dengan “PEMBINAAN” yang anda lakukan. Karena sangat tidak sesuai dengan Logika dan hati nurani Bangsa Indonesia kita. Kalian sama saja dengan menginjak-injak Pancasila dan sama juga menghina Bangsa Indonesia. Sekarang bukan jamannya lagi kita mengekarkan lengan dan dada kita. Tapi otaklah sekarang yang bekerja. Mari kita membangun bangsa… jangan merusak “Asset bangsa”
    Saya turut berduka cita dengan korban2 “PEMBINAAN” Di IPDN
    Semoga Indonesia Akan terus Berjaya….. Viva Indonesia
    dan berubahlah IPDN.
    Jadilah kampus Idola dan Menjadi teladan Bangsa
    Wassalamualaikum

  22. Ha.ha.ha

    Hahahaha… blog ini makin lucu. Bisa aja yang buat blog ini bikin panas pembacanya, sampai akhirnya pada menghujat IPDN. Suatu bentuk pembunuhan karakter yang berhasil. Mantabbb.. pake ‘b’. Salut buat pembuat blog ini.

  23. udah pada baca kan kondisi alumni ipdn yang saat ini menjadi pns di kabupaten garut, ada yang tuli, ada yang mengeluh sakit dada, pada linglung, tidak punya kreatifitas, sering ngelamun dsb. itu kan bukti pasti mereka saat di kampus ipdn dulu sering digebukin, disiksa, dengan tidak berperikemanusiaan.
    jangan berkeras hati untuk tetap mempertahankan cara-cara jahiliyah atas nama pembinaan di kampus ipdn itu.
    sampai hari ini, tidak pernah ada cerita alumni ipdn yang menjadi pns memiliki prestasi yang gemilang. hanya rata-rata saja bahkan banyak yang dibawah standar.
    kalo dianalogikan, para alumni akabri, begitu keluar mereka siap “tempur” dengan segudang bekal selama pendidikan. kalo alumni ipdn, begitu keluar pendidikan boro-boro siap “tempur”, malah loyo, otak gak bisa mikir, fisik semakin lemah karena energi mereka sudah habis menahan siksaan, gebukan, tonjokan dari senior-seniornya. ditambah syaraf-syarafnya banyak yang terganggu yang mengakibatkan kerusakan otak dan akhirnya tidak lagi bisa digunakan untuk berfikir. padahal justeru setelah menjadi pns harusnya mereka siap bekerja keras dan cerdas untuk menjadi pelayan masyarakat. bukan sekedar pns yang hanya santai-santai saja.
    kesimpulannya, kalo masih seperti kemarin-kemarin, tidak ada gunanya lagi ipdn untuk tetap dipertahankan. BUBARKAN SAJA, Percuma…..

  24. soto_kuali

    @ seorang Mahasiswa…. pembuat blog ini ga melakukan tindakan kejahatan maca ciiieh… pembuat blog ini menyebut orang yg membocorkan video kekerasan stpdn seorang penghianat, mencemooh AKMIL, menuduh universitas laennya mau merebut lahan perkerjaan, menuduh masyarakat terkena politik adu domba komunis*rakyat pro komunis* kekekekekek dan kebodohan pembuat blog di tunjukkan dengan membela alumni mereka yg belom menjalani tahanan*kebodohan kuadrat* ga pernah baca koran tahunya doktrin si… mereka tahu apa paham disiplin tegak… mereka bilang yang tak kuat pisiknya pantas mati, mereka tidak menghargai nyawa, masyaAllah, itu tidak bermoral … DAN KITA SBG BANGSA INDONESIA PANTASKAN BILANG YANG TIDAK BERMORAL PATUT DIELIMINASI!!!

    jangan rontok dengan dengan kata2 sedih mereka yg munafik… DISIPLIN TEGAK BUAT MEREKA, BUBARKAN!!!

  25. kalo gw seh emang udah nyangka ga mungkin lah mereka(IPDN) akan membuat blog seperti ini, dan mereka akan berpikir 1000 kali jika akan menampilkan commect-coment seperti ini, ini sebenernya emang Ngadu-Domba..tp ada kepentingan apa dibalik pembuat Blog ini?..yah itung2 isi disini kalo kalian gondok ama IPDN seenggak-nggaknya ada saluran buat lewat gitu loch….

  26. thewanderer79

    ha…ha…ha…..taktik kuno man….udah basi….udah tau..!! TAIK LU…!! Emang kita gampang dibodohi….. Aku yakin kamu bukan anak IPDN….!! Sorry tidak Mitnah…..!! Kamu jelas bukan anak IPDN…..kamu hanyalah petualang dunia maya yang situsmu gak payu….!! Mangkanya biar jadi selebritis….kamu membo-membo…kamu nyamar jadi anak IPDN…..Gombal amoh kamu….masak demi peningkatan rating plus…peningkatan statistik pengunjung….kamu rela jadi anak IPDN….anaknya dajjal….ah jangan terlalu merendahkan diri begitu dong…..OK…ngaku saja… WHO ARE YOU….?!!

  27. LOL juga!
    HAHAHAHHAHAHAHAHHA…HAHAHAHHAHAHAHAHHA…HAHAHAHHAHAHAHAHHA…HAHAHAHHAHAHAHAHHA…
    bener juga bo..rating webnya ga laku kali…makanye DI PONTEN DULU biar cihuy…

  28. kumfrunk

    “Alumnus IPDN terbukti bersih-bersih, tidak seperti alumni ITB dan UI berikut:
    – Aburizal, pemantik bencana LAPINDO
    – Laks, jualan BUMN
    – Syaukani HR, tersangka korupsi
    – Widjanarko Puspoyo, tersangka korupsi ”

    karena kebanyakan lulusan ITB dan UI jadi pejabat di negeri ini…jadi kalo pejabat besar korupsi ya lsg tersebar di media2…
    sedangkan alumnus IPDN cuma koruptor kelas coro di kantor2 kelurahan, kecamatan..plg banter di pemkot…jadi tdk terekspos…meskipun sesungguhnya sama2 maling…bedanya yg satu maling mobil yg satu maling ayam…

    satu lagi…UI,ITB dkk itu tidak dibiayain oleh negara…mereka kuliah dsitu bayar sndiri, dan dsitu juga dibebasin mo jadi apa…mo jadi intelek kek, pejabat kek, teroris kek…jadi trgtung pribadi orangnya masing2…
    sedangkan IPDN dibiayai negara (enak amat…petentang petenteng dgn uang rakyat)…tapi didikannya tidak religius sama sekali…ngabisin duit rakyat aja…
    dari asrama, pakaian…weleh2…kaya gitu masih bisa tdur nyenyak ???

  29. anak IPDN pasti ga pernah nonton BOKEF apalagi NGEWE?…lah tidurnya tiap hari di karantina…Batangan ngadu ama batangan (ENGKOL DECH..)coba di cek anak2 IPDN pasti pantatnya pada BOLONG-BOLONG segede sumur!

  30. dear mas/mbak IPDNmania… kalau mau memang diskusi, mangga atuh komentar-komentar yang ada di sini ditanggapi… udah banyak tuh 😉

  31. UCUP

    Kalo cape kok ya bikin blog…. udah jelas nantinya cuman jadi calon koruptor di kantor pemerintahan.

    BTW ternyata anak2 IPDN gak goblok-goblok amat ya… bisa bikin blog, nggak kayak KRMT Roy Suryo. Hi_Roy!

  32. wong ndeso

    “”disini tak ada masyarakat yang bisa diajak diskusi. mereka hanya bisa marah, lontarkan kata jorok, menghujani spam. melelahkan “”

    lho.. wong ditungguin dr tadi perasaan blm ada tanggapan dari situ, kalo’ mo diskusi ya mbok ditanggepin comment2nya.

    lagian udah tau keliatan belangnya koq sek ngeyel, udah jelas2 rektor kmu tuh bilang cliff sakit kenal lever eh taunya bo’ong. gak malu tuh…
    masa rektornya aja bo’ong palagi anak didiknya..?

    udah ga rahasia lagi bos anak2 IPDN yg nguasain smua birokrasi di negeri ini, kalo’ ada orang di luar alumni IPDN masukin jabatan pemda pasti mencak2. pantesan korupsi di negeri ini ga beres2. wong smua pada pinter saling melindungi.

    IPDN putra-putri terbaik bangsa..? yang bener..? apa kontribusi kalian selama ini..? gak usah sok sombong deh pake putra putri terbaik bangsa wong kakak sepupu saya sendiri masuk pake duit. itu aja blm tentu diterima tapi duit udah amblass..?

    what ever lah yg buat blog ini sapa, asli anak ipdn kek ato orang2 oportunis yg cari kesempatan buat nambah traffic paling gak udah ketauan tuh brp persen yg nuntut IPDN ditutup.

    nb : sayang jg nih ga dikasih adsense, kan lumayan hehe

  33. Mainan internet aja, uang negara lu pakek buat nge-net ya?
    masih di sekolah udh korup, gimana kalo jadi pejabat?

  34. Susi

    Mas Primo anda kok suuzhon terus..yang nanggapin email kebetulan lagi cuti kuliah..makanya jangan suuzhon terus..anda menggonggong pada saat diluar arena/karena belum dapat kesempatan kalo sudah dapat kesempatan apa saudara bisa berprilaku baik…Hidup IPDN…disana aku temukan cinta dan kedewasaan hidup…

  35. Presiden

    bagaimana mau ngajak diskusi, sedangkan anda tidak biasa berdiskusi, anda kan biasanya langsung main pukul, main siksa, makanya otaknya jadi berkarat krn nggak pernah dipakai mikir.

    kalo otak berkarat gitu mah mana bisa diajak diskusi.

  36. dryl

    CUTI jg abis meras sana sini….kasiaan yak…
    mas primo…anda yakin IPDN bs make komputer/internet????? tangan dan kakinya kan di pake bwt mukul dan nendang. bs ancur donk komputernya…………. susi…susi….

  37. Pagi itu sebenarnya aku libur, lewat SMS seperti biasanya, aku selalu kontak dengan Sonny. Kami hari ini merencanakan untuk bertemu, aku pamit pada kedua orang tuaku akan berjalan-jalan ke Plaza Surabaya dan aku minta didrop di sana. Pada pukul 10 aku tiba di Plaza Surabaya dan langsung masuk ke dalam dan berjalan ke belakang, tujuanku adalah ke Hotel Radizon yang sekarang sudah berganti nama menjadi Plaza Hotel, letaknya di bagian dalam gedung Plaza Surabaya, karena memang aku sudah janji dengan Sonny akan bertemu di sana.

    Aku segera saja masuk dan menuju coffee shop yang terletak di sebelah kiri lobby. Sonny sudah menungguku di sana sambil minum kopi. Begitu melihatku Sonny langsung berdiri menyambutku sambil menggandengku menuju lift. Kepada waiters Sonny minta agar billnya dimasukkan ke tagihan kamarnya. Rupa-rupanya Sonny sudah terlebih dahulu check in di hotel tersebut, kami langsung menuju lantai sebuah sweet room di lantai 3.

    Dalam kamar, Sonny langsung memeluk dan menciumku, bibirku yang mungil tipis dikulumnya lembut. Kami saling berpagutan, lidah Sonny dijulurkan ke dalam rongga mulutku, kuterima dan kukulum lidahnya, demikian pula sebaliknya saat lidahku yang kecil bila dibandingkan lidah Sonny yang besar dan sedikit kasar kujulurkan ke dalam rongga mulut Sonny, langsung saja lidahku dikulumnya dengan penuh gairah.

    Tangan kami saling meraba. Saat itu aku menggunakan hem agak longgar. Dibukanya satu persatu kancing bajuku, dadaku pun akhirnya terbuka dan payudaraku terpampang jelas karena aku memang tidak memakai BH. Pada ceritaku terdahulu sudah pernah kuceritakan bahwa memang sejak kecil aku tidak terbiasa memakai BH sehingga sampai kini usiaku sudah 28 tahun pun aku tetap tidak pernah memakai BH, namun saat kejadian yang kuceritakan ini, usiaku masih 23 tahun.

    Sonny menggiringku lebih masuk ke dalam kamar, bibirnya masih tetap melumat bibirku dan tangannya langsung saja melepaskan hem yang kukenakan hingga bagian atas tubuhku sudah tidak tertutup oleh sehelai benang pun. Sonny langsung merebahkan diriku ke tempat tidur tanpa melepaskan lumatannya sedangkan tangan kanannya meremas-remas payudaraku. Badannya sedikit menindih dada kananku. Remasan tangan kanannya di payudaraku membuatku horny hingga rok miniku yang lebar bagian bawahnya yang kukenakan sedikit terangkat ke atas saat aku rebah di tempat tidur.

    Aku yang sudah mulai horny langsung melucuti hem yang dipakai Sonny. Sonny juga membantuku melepaskan bajunya dengan mulutnya tetap melumat habis mulutku. Setelah itu kubuka kancing celana Sonny. Tangan Sonny berhenti sejenak menggerayangiku, dia melepaskan sendiri celana berikut CD yang dipakainya hingga kini Sonny sudah telanjang bulat di hadapanku. Batang kemaluannya yang besar kupegang dan kuremas-remas. Cepat sekali dia ereksi. Batangnya sudah mengeras sangat tegang sekali, kepalanya besar dan mengkilat, panjangnya sekitar 18 centimeter.

    Tangan kanan Sonny kembali meremas-remas payudaraku, bibirnya kini menciumi leherku sambil memberikan gigitan-gigitan kecil, paha kanannya ditumpangkan ke paha kananku, lututnya digesekkan ke atas pahaku hingga membuat rokku tersingkap dan CD mini berenda yang kupakai jelas terlihat, warnanya merah maroon berbentuk renda seukuran satu jari melingkar di pinggangku, di bagian belakang tersambung renda dengan ukuran yang sama turun melingkari selangkanganku melalui belahan pantatku, tepat di bagian yang menutupi liang vaginaku terbuat dari secarik kain tipis tembus pandang, bentuknya seperti kain kasa yang ukurannya hanya selebar ukuran dua jari saja.

    Saat rok miniku tersingkat ke atas, bagian depan CD-ku terpampang jelas, tampak sekali bulu-bulu halus rambut kemaluanku yang tersembul di dalam CD-ku yang transparan itu, selebihnya menyembul keluar lewat sela-selanya. Lutut Sonny menggesek naik ke atas tepat mengenai bagian luar vaginaku yang sudah mulai berlendir, sementara bibirnya menciumi bagian-bagian telingaku, lidahnya dijulurkan menjilati punggung telingaku, lubang telingaku pun dijelajahinya.

    Tangan kanan Sonny turun dari payudaraku menuju rok mini yang kukenakan. Dengan piawai dia membuka pengait dan sekali sentak terlepas sudah, kini aku hanya tinggal memakai CD yang tidak ada artinya sebagai penutup tubuhku. Tangan Sonny langsung merogoh kelaminku dari atas celah CD yang kupakai, menyusup turun hingga mengenai bulu kemaluanku, ujung jarinya dimain-mainkan di bagian atas vaginaku menyentuh klitorisku. Dengan sengaja dikuak-kuakkannya ujung jarinya hingga aku menghentak-hentakkan kakiku.

    Pantatku kugesekkan ke atas dan ke bawah mengikuti irama gesekan jari Sonny. CD-ku yang dianggapnya sebagai penghalang langsung diperosotkan ke bawah dan kubantu melepasnya dengan menggunakan jari kakiku. Kini kami sama-sama telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh kami, mungkin layaknya Adam dan Hawa waktu dulu. Jilatan Sonny turun ke bawah dan berhenti di payudaraku, lidahnya menggelitik puting susuku yang ranum dan berwarna sedikit merah muda, buah dada kebanggaanku habis dilumatnya. Sonny pandai mencari G Spotku, semua celah habis dijilatnya.

    Tangan kanannya setelah selesai melepas CD-ku langsung bergerilya di selangkanganku. Kakiku kukangkangkan lebar-lebar sambil merasakan nikmatnya belaian tangan Sonny di vaginaku. Jari-jarinya yang besar menggosok-gosok bagian luar vaginaku, mengenai bibir vaginaku dan jari tengahnya sengaja dimain-mainkan di atas klitorisku sehingga vaginaku benar-benar dibuat becek olehnya sehingga terkadang terdengar bunyi kecipak.

    Tangan kananku tak mau ketinggalan untuk meremas dan mengocok batang kemaluan Sonny. Ciuman Sonny terus turun menuju perutku, lidahnya dimainkan di pusarku hingga aku mencapai puncak kenikmatan. Sementara tangan kananku masih menggenggam batang kemaluan Sonny, tangan kiriku menjambak rambut kepala Sonny. Aku pun akhirnya menyerah sambil melengking panjang.

    “Aaa.. Aacch! Son..! Aku orgasme sayang..”

    Serta merta Sonny memegang kedua lututku. Dengan telapak tangannya didorongnya lututku ke atas dan dikangkangkannya pahaku lebar-lebar sehingga bagian vaginaku terpampang jelas. Kepala Sonny diarahkannya ke selangkanganku, mulutnya langsung menyerbu mulut vaginaku, bibir vaginaku dijilatinya, semua cairan yang ada dijilat dan langsung ditelannya sampai habis. Seakan tidak puas, Sonny menjulurkan lidahnya menjilat belahan pantatku hingga lubang anusku, tak ketinggalan liang vaginakupun menjadi sasaran lidahnya yang dijulurkan dan ditusuk-tusukkan.

    Nafsuku pun dengan cepat naik kembali. Gila..! Sonny rupanya benar-benar ingin membuatku mati lemas keenakan, bibir mulutnya mencium bibir vaginaku, lidahnya dijulurkan ke dalam mengorek-ngorek isi vaginaku, dinding bagian dalam vaginaku disentuh dengan lidahnya, sekarang digesekkan naik turun kemudian klitorisku dikulum-kulum, dijepit dan ditarik-tarik menggunakan bibirnya, jari telunjuknya ditusukkan ke liang vaginaku. Pertama memang agak sedikit sulit namun akhirnya masuk juga, di dalam liang vaginaku, ujung jarinya mengorek-ngorek isi vaginaku.

    “Ooo.. Oocch! Soo.. Oonn! Ampun Son! Aduu.. Uuh! Teruu.. Uus! Son! Gila kamu! Aa.. Aacch!”

    Aku orgasme untuk kedua kalinya. Sementara Sonny tetap melumat vaginaku, kembali seluruh lendir yang mengalir keluar dari dalam vaginaku dihisap habis olehnya. Sonny tidak ingin aku beristirahat, dia merangkak naik mencium bibirku, terasa bibirnya ada sedikit rasa asin sisa lendir vaginaku yang dijilatinya tadi.

    Tangan kanannya kembali meremas-remas puting susuku, sementara itu aku merasakan benda lunak menempel di bibir vaginaku. Dengan tangan kirinya Sonny menuntun batang kemaluannya agar tepat di pintu masuk vaginaku. Setelah tepat langsung didorongnya. Dan.. Slee.. Eep! Slee.. Eep!, demikian suara gesekan batang kemaluan Sonny keluar masuk di dalam liang senggamaku. Sonny mengganjal pantatku dengan bantal sementara penisnya terus memompa maju-mundur mengocok vaginaku. Rasanya bukan main.

    “Aduu.. Uuh!”, seruku enak sekali, karena sambil tetap mengocokkan batang kemaluannya, ibu jari tangan kanan Sonny ditempelkan ke klitorisku dan digesek-gesekkannya, sementara tangan kirinya meremas-remas payudaraku sambil juga memilin-milin puting susuku.

    “Ooo.. Ooh! Son! Aku sudah hampir orgasme lagi”.
    “Sebentar sayang! Kita keluarkan sama-sama”, kata Sonny sambil mempercepat genjotannya, juga gesekan ibu jarinya di klitorisku, aku hanya bisa menggeleng dan membanting kepalaku ke kanan dan ke kiri, dan..
    “Oo.. Oocch! Uu.. Uucch!”, akhirnya kami orgasme secara bersamaan.

    Aku tergolek lemas sementara Sonny tetap memelukku, hanya badannya miring sedikit di sampingku sehingga aku tidak tertindih oleh berat badannya, dan kami pun sama-sama tertidur pulas dalam keadaan sama-sama masih bugil. Sementara selangkanganku masih basah dan belepotan oleh cairan yang sedikit kental, itu adalah cairan cinta kami berdua yang sama-sama tumpah keluar hingga membanjiri selangkanganku dan sprei di bawah pantatku. Sisa cairan itu masih terasa mengalir pelan dari dalam liang vaginaku, mengalir keluar melalui celah pantatku turun hingga mengenai lubang anusku.

    *****

    Cerita ini khusus kupersembahkan buat seseorang yang namanya kusamarkan menjadi Sonny, tapi aku tak yakin Sonny akan membaca tulisanku ini, karena aku tahu dia bukan type laki-laki yang hobby menjelajah ke situs-situs sex seperti ini, namun siapa tahu secara kebetulan Sonny yang kumaksud tanpa sengaja menemukan situs ini dan membaca ceritaku, karena aku dulunya juga secara tidak sengaja menemukan situs ini setelah seseorang yang tak kukenal, iseng mengirimkan URL-nya ke emailku. Aku hanya ingin mengutarakan pada Sonny bahwa dia memang luar biasa dan hebat..!

    THE END

  38. jelas dong lelah
    abis mukulin orang
    pake otak dong. kalo mukulin orang seenaknya gitu
    cb pikirin perasaan orang tua yang anaknya mati dipukuli
    dan itu pun didukun oleh lembaga yang katany mencetak pemimpin daerah
    duh gw gak mau dipimpin oleh orang yang kayak gitu
    lebih baik ipdnnya dibubarin aja lah
    dana 150 milyar bisa digunain buat rakyat miskin daripada buat tukang pukul

  39. bang gua capek ni bang…

    dari pada kita begini

    mendingan kita keluar

    trus tampol-tampolan ajah bang!!

  40. dryl

    GW PGEN TAU… GMN YA.. KL PARA TERSANGKA IPDN ITU MASUK PENJARA… APA MSH SOK JAGOAN???MAEN PUKUL, TONJOK, TENDANG…hihihihi…. APA BERANI SAMA NAPI DI LP…hihihi…
    MSH DI SEL POLISI AJA MUKANYA DA DI UMPETIN, DI TUTUP KORAN…. hiiihihihi….SAMA KAMERA AJA TAKUT… hiiiiiiihhhihhi…
    LIAT AJA WKT REKONSTRUKSI… PARA BANCI ITU GAK ADA YG BERANI TONGOLIN MUKANYA…..hihihii…

  41. megatruh

    Baca blog tahutempe lebih seru! Tanpa kekerasan!

  42. Pakasa

    To: IPDN
    Kasihan gua ama kalian……kalian sakit!

  43. BLUKUTUK

    LELAH??
    HARUSNYA YG LELAH RAKYAT INDONESIA..BUKAN PRAJA DUNGU IPDN!!!
    150 MILYAR DUIT NEGARA TERBUANG PERCUMA BUAT BIAYAIN PREMAN KAMPUNG SOK GAGAH PAKE SERAGAM ALA ABRI..
    YANG SUKANYA MENGANIAYA YUNIORNYA SAMPAI MATI!!
    KALO UDAH LULUS KERJANYA MENGANIAYA DAN MEMERAS RAKYAT!!

    SAKIT JIWA KALIAN SEMUA PRAJA IPDN!!

    BUBARIN IPDN!!
    BAKAR IPDN!!

  44. Teknokrat

    ANDA LELAH ????

    LEBIH ANDA LELAH “BERBUAT DOSA” !!!

    LELAH DAN STOP “MEMUKUL” BADAN SESEORANG !!!

    LELAH DAN STOP “PERAS” UANG SESEORANG !!!

    LELAH DAN STOP “SEKS BEBAS” !!!

    LEBIH BAIK KALIAN SADAR DAN INGAT KE JALAN YG BENAR !!!

  45. Teknokrat

    KALIAN LEBIH “STOP” SEGALA PERBUATAN DOSA !!!!

  46. Teknokrat

    KALIAN LEBIH BAIK “STOP” SEGALA PERBUATAN DOSA !!!!

  47. dryl

    SAKIT JIWA….

  48. Pasca FE UI

    UI dan ITB dibilang biang korupsi kalau dibanding IPDN, ya jelaslah beda nyet.. UI dan ITB banyak lulusan jadi pejabat tinggi ngga kaya IPDN pejabat camat, yang korupsi palingan pembuatan KTP, kartu keluarga, gusur orang sana sini

    BUBARIN IPDN

  49. tanya kenapa bisa begitu? ipdn kagak tau soalnya gak gaul!

  50. ALUMNI IPDN 2005

    BANTU GW DONK….
    GW BINGUNG NEH MO NGAPAIN????? LULUS IPDN GW TAMBAH PENYAKITAN…. SAKIT DI SEKUJUR TUBUH… KASIAAN YAK… BOLAK BALIK MASUK RUMAH SAKIT.
    SUMPAHH.. GW NYESEL MASUK IPDN… BAPAK IBU… MAAFIN ANAKMU YG TELAH NGABISIN DUIT TABUNGAN BWT NYOGOK MASUK K IPDN… TOBAT AKU….

  51. Lho, saya ‘kan hanya melontar balik judul topik anda…. 😆

  52. ALUMNI IPDN 2005

    BWT PAK PRODUSER DAN SUTRADARA SINETRON/FILM, TOLONG DI BUATKAN FILM/SINETRON HIDAYAH/HIKAYAH BWT ORG2 SPTKU DAN PARA IPDN LAENNYA.
    SAYA SIAP KOQ JD PEMAINNYA GRATIS…
    AMPUUNNN TOBAAAATT…

  53. ipdn itu apa sih ???
    kalian kok ribut2 ?? aneh…

  54. roy suryo

    Salut deh, buat yang bikin blog ini. Jadi seru. Selamat ya….

  55. sayang sekali ya, duit rakyat dari hasil pajak itu dipake untuk membiayai para praja yg katanya berhasil mengabdi itu?
    mengabdi or cuman meneruskan tradisi kultural birokrasi indonesia?

  56. wah….
    emang dulu masuk IPDN pake otak ya sampe ngaku yg terbaik sagala….

    enak aja mau menggeser posisi ITB sbg tempat kuliahnya putra-putri terbaik bangsa….

    dulu ada temen2 SMA gw yg TINGGAL KELAS karena nakal n malas bin goblok…eh, pas lulus SMA kok mereka pada berhasil masuk STPDN, teman2 ku bilang itu karena bokap2 mereka yg jadi pejabat di pemda….wah…kebayang kan kualitasnya kayak apa…

  57. A Mild

    Kayaknya sih iklan “TANYA KENAPA?” ngambil potret alumnus anak 2 IPDN kali ya.. mo ngecap aja ngupil dulu, kudu ada pelicin, yg harusnya mudah, dibikin sulit.. HALAH..

    Mo jadi preman kali yg malakin rakyat kecil & ngancem pake kekerasan..

    TOBATLAH.. WAHAI MANUSIA.. BILA DIRIMU BERNODA.. *ko jadi nyanyi*

    Gw stuju tuh ma alumni STAN, kita bandingin aja IPDN ma sekolah2 kedinasan lain.. ga mesti ma STAN juga.. sekalian ma skolah asli pendidikan militer..

    mo jadi birokrat ko pukul2an, MO JADI APE???? MO JADI MONYET?

  58. Dear All,

    Ucup kelik seorang programmer mengirimkan email ke customer support Heaven
    Unlimited Company yang isinya :

    Yth. Customer Support:

    Saya sangat membutuhkan bantuan. Baru-baru ini saya melakukan upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 dan diluar perkiraan saya ternyata program baru ini mulai melakukan proses pembuatan sub program Child 1.0 dan juga mulai memakan waktu dan sumber berharga lainnya. Hal ini tidak dicantumkan di brosur produknya.

    Sebagai tambahan Wife 1.0 juga mengacaukan program lainnya, memasukkan dirinya ke dalam proses start up harian dimana secara otomatis memonitor semua aktivitas system seperti sebuah virus.

    Program saya lainnya seperti Hang Out Café 2.5 atau Friday Nite Party 3.11 tidak lagi bisa berjalan dan menyebabkan system menjadi crash setiap kali dilakukan. Saya mencoba menjalankan Lazy Saturday 5.0 atau Sleepy Sunday 4.2 namun juga tidak dapat dijalankan, bahkan program Saturday Shopping 3.0 atau Sunday Home Cleaning 3.11 yang muncul.

    Sepertinya saya tidak bisa membuat Wife 1.0 bekerja di background sementara saya mencoba menjalankan aplikasi favorit saya lainnya. Saat ini saya sedang berfikir untuk kembali ke Girlfriend 7.0 dan melakukan uninstall program Wife 1.0 namun tidak bisa.

    Mohon bantuannya.
    Ucup kelik

    Sehari setelah dia kirim email itu, dia dapaet jawabannya yang isinya :

    Yth. Bapak Ucup Kelik,
    Ini adalah masalah yang sering muncul dari kesalahpahaman yang mendasar sekali. Banyak orang yang melakukan upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 berfikir bahwa Wife 1.0 adalah tipe Utility & Entertainment Program. Sedangkan hal yang sebetulnya Wife 1.0 adalah Operating System, dirancang oleh Programmer kami di HEAVEN UNLIMITED COMPANY untuk menjalankan semuanya.

    Anda tidak bisa menghapus Wife 1.0 dan kembali ke Girlfriend 7.0. Wife 1.0 tidak dirancang untuk ini karena jika dipaksakan untuk dilakukan dapat menyebabkan system anda berantakan. Beberapa orang selain Anda telah mencoba melakukan install Girlfriend 8.0 atau Wife 2.0 tetapi hal ini akan memunculkan masalah baru (lihat user manual Wife 1.0 di Bab 2 ? Alimony & Child Support).

    Kami merekomendasikan tetap menggunakan program Wife 1.0 dan coba menghadapi beberapa hal yang Anda anggap sebagai kesulitan sebaik mungkin. Beberapa tips dari kami jika ada suatu masalah, coba jalankan semua recovery program yang ada di folder C:\APOLOGIZE, seperti Say Sorry 8.0 or Hug & Kiss 9.0. Walaupun beberapa orang menganggap Wife 1.0 adalah suatu program yang butuh perawatan tinggi, banyak juga orang yang tahu bahwa program ini dapat menjadi sangat menyenangkan. Untuk memperoleh manfaat maksimal program Wife 1.0 ini, Anda dapat mencoba membeli add-on program seperti Listening 5.0, Flowers 2.5 atau Chocolates 1.3.

    Dalam hal apapun kami sangat tidak merekomendasikan untuk install program Secretary 1.0 (Short Skirt Version) karena program ini sangat tidak kompatibel dengan Wife 1.0 dan hampir dipastikan akan menyebabkan system menjadi crash.

    Semoga dapat membantu.

    UPDATE
    ———
    INFORMASI TERBARU
    Karena sekarang ada program Poligami Emulator 4.0, maka program Wife terbaru dapat diinstall di satu komputer, maksimal 4 program dapat berjalan pada 1 PC. Jadi ketika ada salah satu program Wife 1.0 crash atau tidak kompatibel dengan perangkat lain bisa langsung hapus virtual drive-nya atau klik tombol “cerai” di menu Poligami Emulator 4.0, maka program Wife langsung menghilang dan PC siap untuk install program Wife yang baru.

    PERINGATAN!!!
    Ketika anda menginstall Poligami Emulator, akan terbentuk virtual memory
    dengan nama file TANGGUNGAN.WEK Semakin banyak anda menginstall program Wife pada Poligami Emulator, maka semakin besar virtual memory yang terbentuk. Pada sebagian besar PC, virtual memory Poligami Emulator yang terlalu besar dapat menyebabkan hang pada
    sistem anda. Untuk dapat menginstall program Poligami Emulator 4.0 diperlukan spesifikasi khusus dari PC. Spesifikasi minimum hardware dapat dilihat pada box CD Poligami Emulator 4.0.

  59. UCUP

    Lho kok pake nama UCUP????

  60. Vera Viji

    “Kami orang beretika, bermoral dan religius ”
    Please deh..,kaya’nya perlu belajar bahasa indonesia yang baik dan benar . Taukah arti ETIKA ? MORAL ? dan RELIGIUS ?
    Saya tidak bisa menyalahkan kalian 100% , karena saya tau dan bisa pastikan kalo OTAK kalian suad mengalami ‘brain wash”..jadi percuma juga berdebat kusir dengan manusia-manusia yang sudah di cuci otak’nya dengan siksaan dan pembantaian…, dunia kalian sudah berbeda..bagi kalian kekerasan adalah satu2 nya cara untuk MEMBINA..ck..ck..
    ( lalu apa bedanya dengan gangster dan preman pasar ? ), nga perlu’lah seragam militer.., karena di militer sendiri nga ada yang sampai mati dalam melakukan pembinaan.
    Kalau kalian memang RELIGIUS.., bagaimana dengan KEMATIAN teman2 kalian sendiri ..haruskah menutup mata dan perasaan kalian? seolah mengiyakan saja kejadian memilukan itu..dianggap biasa dan sepadan untuk ‘pembalasan’ akibat ingin menumpaskan amarah yang dulu terpendam semasa masih menjadi YUNIOR!..( kalian sebenarnya tersiksa , marah , sakit hati , dan sedih sewaktu jadi yunior ‘kan..? akui saja..! kalo tidak , nga mungkin ada pembalasan yang mere-generasi..turun -temurun.., semua itu akibat DENDAM yang kalian simpan pada SENIOR ‘kan…!?)

    Kata-kata pembelaan boleh-boleh saja kalian lemparkan di blog ini…, tapi setiap bloggers pasti tau membedakan mana yang pantas untuk di hormati , mana yang pantas untuk di hujat!!

    Jika benar kalian putera -putri terbaik bangsa , seperti yang kalian sorak’kan disini…PLZ..jadikan itu benar adanya! Bukan sekedar slogan , atau luapan amarah ..minta pengakuan…!! Nonsense itu semua!!!

    Siapapun tau.., slogan saja sama dengan TONG KOSONG NYARING BUNYINYA !!!!! Lakukan sesuatu di kampus’mu…, beri hormat pada dosen’mu yang masih punya HATI NURANI sebagai manusia yang BERMORAL dan BERETIKA.., jangan memaki dia sebagai PENGHIANAT yang mesti DIKEBIRI..( kok mirip bahasa komunis..! )..PLZ…berhentilah melakukan semua kebodohan yang sama sekali tidak akan ada gunanya lagi…

    BUKTI sudah terlalu banyak..dan ‘tak terbantah’kan…
    JIka memang kalian semua telah di cuci otaknya akibat kekerasan yang sistematis…, saya ‘tak jadi membenci kalian…saya cuma merasa kasihan saja…

    Kasihan…karena kalian tetap saja tidak mau mengakui keboborokan yang terjadi.., kasihan karena kalian sendiri enggan untuk di nasehati , di benahi dan di jadikan manusia normal yang punya hati…

    Kasihan, karena mungkin saja..sejak saat ini..di setiap ingatan orang indonesia ..akan selalu terbayang peristiwa hitam di kampus kalian..setiap kali mendengar kata “IPDN “.
    Kasihan..karena mungkin bangsa ini akan alergi dengan produk-produk kekerasan made in “IPDN ” ( atau mau ganti nama lagi nih..? ) ..

    Jadi…, bagimu putra-putri bangsa…, aku cuma bisa berharap..akan ada keajaiban dan pendobrak yang dapat membawa kalian keluar dari ‘tempurung’ itu.., melihat dunia dengan mata yang lebih terang dan hati yang lebih bijak…

    Maha Besar Allah ..kiranya kita semua di beri pengampunan dan menunjuk’kan jalan yang benar untuk masa depan yang lebih cerah…

    GOD BLESS INDONESIA…

  61. Roy

    Katanya bermental baja? baru dikritik segini aja dah ngerasa lelah?? Ini masih mending kan daripada dipukulin? Tanggepin dong!!

  62. freetype

    Ibarat melihat aquarium yang kacanya merah ikan didalamnya akan tampak kemerah-merahan meski ada yang hijau, kuning, biru, dll warna-warni pokoknya.
    Di kampus IPDN juga saya yakin tak semuanya sejahat tayangan di TV, tapi anda mengatasnamakan IPDN Mania (maaf) dengan kasus yang ada dan telah beredar di masyarakat berarti (meski saya tidak tau identitas anda alumnus ipdn/bukan) itu sudah memancing emosi dari orang yang benci dengan IPDN karena sebagian fakta merah atau memang ada pihak lain yang memang sengaja menebar kebencian dan memanfaatkan kasus IPDN sebagai moment entah dari kalangan alumnus sendiri/bukan.

    kalau disini pak Satpam yang telah purnawirawan saja bilang kalau pendidikan di militer tidak sekeras itu.
    Yah bagaimanapun menahan nafsu marah, emosi, dll adalah hal yang baik daripada memperkeruh suasana, bukankah begitu?

  63. Mbok jadi orang itu jangan mudah emosi, masyarakat saat ini bukan mau menghakimi IPDN, tetapi sebenarnya lebih merasa kecewa karena beberapa kasus IPDN yang cenderung ditutupi dan tidak di proses secara benar.
    Kalau memang semua itu hasutan dan tidak benar, kenapa tidak berani untuk membuat forum terbuka, ngomong blak-blakan sebenarnya apa yang terjadi dalam tubuh IPDN, bukan malah menciptakan opini2 yang cenderung bertahan.
    Kalau memang tidak ada kekerasan, kenapa ada video tersebut ? kenapa gak langsung aja orang yang mukanya terlihat di dalam video sedang menendang, memukul itu berbicara ? katanya berjiwa ksatria, harusnya berani dong bertanggungjawab.
    Kalau memang tidak ada apa2 dengan Clif, kenapa sampe ada penyuntikan formalin, berfikir logis saja…. kan Anda semua calon pemimpin.

    Anda semua kan dibiayai negara, kami masyarakat yang kadang “terpaksa” membayar pajak pastilah sakit hati melihat apa yang terjadi di IPDN. Anda belajar disana untuk menjadi pelayan masyarakat yang baik. Kami juga enggan dilayani orang yang berwatak keras, bertubuh tegap, mata melotot dsb, justru harus dengan senyum, minimal Anda semua sadar, kamilah yang membiayai sekolah Anda.

    Dari institusi sebenarnya juga ngaco, dulu STPDN sudah benar namanya, karena Sekolah Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dengan satu disiplin tertentu, daripada sekarang Institut yang seharusnya lebih ke disiplin ilmu pengetahuan. Pertanyaannya, mau kemana arah pendidikannya ???

    Dari aktifitas, udah sangat salah kalo diterapkan sistem militer, pake atribut2 seperti itu. Kalau perlu anda coba berpakaian layaknya pekerja, sederhana penuh santun bukan dengan gagah2an menggunakan seragam yang super ketat. Emang ada hubungannya aktifitas di IPDN dengan implementasi setelah bekerja di pemerintahan ?

    Ya udahlah, saya juga lelah melihat arogansi dan doktrin yang sudah menjalar di tubuh IPDN….semoga sadar aja…. karena ternyata saya sambil nulis ini juga menahan marah pengin ngumpat2…….:) inget…BOHONG ITU DOSA ..piss all..

  64. Ha.ha.ha

    Alah ini admin blognya gimana seeeh, kalau gak seneng sama komentar2nya ya tinggal didelete ajalaah, apa susahnya. Kayak gak pernah jadi admin blog aja :p Kalo emang seneng ama komentar2nya ya… monggo diterusin… jangan didelete… GANTUNG IPDN.. GANTUNG IPDN.. GANTUNG IPND… Itu kan yang mau dicari… :p

  65. Ha.ha.ha

    Busyet deh hitsnya.. kemaren sore 40 ribu.. sekarang udah 55 ribu hits.. dalam sehari bisa naik 15 ribu hits.. selamat..selamat..!

  66. freetype

    Ha.ha.ha

    Apr 20th, 2007 at 5:24 pm

    Busyet deh hitsnya.. kemaren sore 40 ribu.. sekarang udah 55 ribu hits.. dalam sehari bisa naik 15 ribu hits.. selamat..selamat..!

  67. roni

    Ingat manusia pasti menyakini akan hukum setelah orang meninggal nanti!! kalau sekarang di dunia lolos akan jeratan hukum! ingatlah hukum Tuhan akan lebih pedih dari hukum dunia. saya mau tanya?? apa di IPDN nggak ada ajaran Agama? Prilaku mahasiswa-masiswi IPDN begitu keji, berbuat mesum (Pesta SEX) dilingkungan kampus.. saya baru sadar bahwa Indonesia rusak begini IPDN juga punya andil besar,. karena para birokrat yang dulu sekolah disana mungkin tidak jauh berbeda. mangkanya,. moral para birokratnya bejat!! Korup!! buburkan saja IPDN.

  68. reza

    Bukannya dah dididik secara phisics, ko masih merasa lelah euy.

    jadi lier aja sekarang

  69. Hati2 blog ini kepunyaan orang iseng yang memanfaatkan situasi di air keruh…

    @dH1

  70. dedi saputra

    orang iseng atau bukan, blog ini atas nama IPDN, calon-calon pengecut, pembunuh, pembohong, hipokrit!

  71. just Me3

    SAKIT JIWA………
    ntah siapa pun bagi anak STPDN. IPDN or what ever the hell say about you
    gue bingung, kenapa??
    seharusnya setiap orang yang mau masuk n dah ada di sana di tes kejiwaannya, pake psikolog kek atau psikiatri. orang bener malah di bilang salah, kalo gak sakit jiwa apa lagi?? kayak penembakan di virginia yang terjadi akhir2 ini, orang gila kan yang ngelakuinya, yang pasti gue berani acungin jempol buat si CHO itu, setidaknya dia berani sebagai orang gila, orang yang tersakkti, orang yang ditindas, melakukan hal yang biadab tapi berani bunuh diri dibanding kalian semua yang BULL SHIT!!
    gue punya temen kok di STPDN, gue gak tau easanya gimana diperlakukan seperti itu tapi dengan hati kita tau semua karena kita manusia punya hati, Beda dengan binatang yang gak punya akal, dan hati.
    jujur gue yakin gak sedikit anak STPDN yang pake jalan luar untuk masuk dengan kekayaan orangtuanya, karena bokap temen gue juga anak dalam negri jadi tahu keadaan yang sebenarnya. Ntah mungkin gue pikir hanya 50% dari anak STPDN yang murni karena ekonomi mereka kurang dan dibiayaain oleh masyarakat, dan yang lebih parahnya lagi dengan uang masyarakat yang norabene rakyat indonesia kok berani2nya ngerusak aset bangsa, kalo gak sakit jiwa apa???? pake acara bilang DIPERLAKUKAN TIDAK ADIL. gue gak nyalahinj anak2 yang kul di sana, tapi sistem yang mendarah daging yang menjadikan hal pemuklan itu adalah HAL YANG BIASA, jadi DENDAM antar senior ke junior, apa orang yang melakukan itu tidak meikirkan IBU YANG SUDAH MENGANDUNG DAN MEBESARKANNYA DENGAN SUSAH PAYAH, ANTARA HIDUP DAN MATI, BERHARAP ANAKNYA AKAN MEMBANTU DALAM KEHIDUPAN PEREKONOMIANNYA KELAK SEBAGAI PEGAWAI NEGERI SIPIL, YANG MENJADI TULANG PUNGGUNG KELUARGA. BAGAIMANA JIKA ANAK YANG MENINGGAL ATAU LUKA ATAU LUMPUH ANAK SATU2 YA????
    KALO GAK SAKIT JIWA ATAU TIDAK PUNYA OTAK KATA2 APA LAGI YANG SEKIRANYA COCOK UNTUK MENGGAMBARKAN ITU SEMUA?????????????

    HANYA ALLAH YANG TAHU APA YANG AKAN TERJADI OLEH KALIAN DI NERAKA!!!!!!!!!!!!!
    BERTOIBATLAH SEBELUM TERLAMBAT, APA YANG KIRANYA AKAN DILAPORKAN OLEH TANGAN2 KALIAN, KAKI2 KALIAN DI AKHIRAT KELAK??
    JIKA HAL ITU BISA DIHENTIKAN SEKARANG, DAN MENGUBUR DENDAM ITU DALAM2, MUNGKIN AKAN MENKJADI HAL YANG LEBIH BAIK NANTINYA………

    tanpa maksud menggurui, thanks b4!!!!!!
    sorry for all bad thing i’ve said!

  72. Savitri

    SAKIT JIWA???
    BUKAN TAPI KAMI MENGERTI HAL HAL YANG KALIAN TIDAK MENGERTI..!
    DAN KAMI LAKUKAN ITU SEMUA DEMI IBU PERTIWI!
    “KEKERASAN” ITU HANYA ISTILAH PERS…
    YANG KAMI KENAL HANYA ISTILAH “PEMBINAAN” UNTUK MEWUJUDKAN DISIPLIN..
    ANDA TIDAK MENGERTI.. KAMI MENGERTI
    KARENA DI IPDN YANG MASUK ADALAH PUTRA PUTRI TERBAIK INDONESIA..

  73. renoir

    WAahahahaha.. bullshit bolak balik ngomong putra putri terbaik bangsa. Masuk nyogok. Lulus juga jadi tukang palak doang!
    Otaknya kopong.
    Ibu pertiwi menangis tau, liat orang2 yang sudah di cuci otak jadi gendeng kayak kalian.
    Negara dan rakyat ga butuh orang bodoh kayak kalian. Kita butuh orang pintar.

    Sekali2 ya kalo loe punya duit jalan ke kampus orang laen di LN, di negara maju. Liat gimana itu yang disebut pendidikan birokrat.
    Sumpah. Belum pernah gw liat mahasiswa sebodoh kalian.

    Orang bodoh yang merasa pintar, padahal seluruh dunia mentertawakan kalian.

    Bangun woiii.. otak udang.

  74. CleverNeutron

    iklan dulu lah Video IPDN

  75. roman

    heh ……….

    ga salah tu bilang putra putri terbaik bangsa????>..

    bangun2……….nak……..

    ga tau apa di deket situ ada ITB…

    UI…..

    ga malu bilang anak terbaik bangsa…

    oh ya lupa..
    mungkin otak nya da dicuci kali……

  76. gue yakin, lo bukan anak ipdn
    tapi gua salut cara lu mancing, hujatan2 buat IPDN
    goodwork guy!

  77. Hantu Mantan Kebiadaban IPDN

    Awassss loe pada….
    aku hantu yang siap menghantui kakak kelas yang membunuhku….

    kikikikikikik

    Awas loe pembunuh dari IPDN…. siap-siap kamu ketakutan…
    siap-siaplah terima pembalasanku….

    hi hi hi hi hi

  78. sssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss
    sssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssSAPI = IPDN = TIDAK BEROTAK = TIDAK BERAKAL

  79. AWAS !!!!
    KALIAN YANG NYEPAM DAN MENGHUJAT DISINI.

    TAHUKAH KALIAN ?
    KAMI INI WARGA NEGARA PILIHAN
    KAMI INI WARGA NEGARA TERBAIK
    KAMI INI CALON PEMIMPIN KALIAN

    AWAS KALAU KETEMU!
    MAMPUS KALIAN PARA PENGHUJAT DAN PENGHIANAT!!!

    JANGAN CUMA ASAL NULIS!

    AYO KETEMUAN, AKU TANTANG KALIAN SEMUA!

    AKU TUNGGU DI KAMPUS IPDN TERHORMAT

    KALAU JANTAN DAN BERANI AYO KITA ADU KEKUATAN!!!

    KALIAN SEMUA BEGO DAN TOLOLLLL!!!

  80. murderdolls

    TERBAIK dlam membunh satu-persatu yuniornya…..itulh kenyataan di IPDN.sekolah berkedok pendidkan tertinggi ternyata tertinggi dlam pembunuhan.masuk di IPDN adal merupakan 1 KUTUKAN…ingatkan saudara2 anda bila ada yg ingn masuk ke IPDN”pikirlah 2 kali dahulu..seblm meregang nyawa percuma”.IPDN sebenranya sarang penjahat sesungguhnya yg berkedok militer sok sangar…pdhal di luar jg kecut kayak tikus-tikus liar.THINK…AGAIN….B – 4 U ENTER!!!!!

  81. Savitri

    Tolonglah melihat segala sesuatunya dengan hati nurani
    jangan asal menghujat kampus kami..
    karena anda belom mengerti
    betapa cintanya kami akan negeri ini!..

  82. IPDN Lover

    Gw kasian ama orang2 IPDN, mereka menganggap mereka adalah putra putri terbaik bangsa dan satu2nya calon2 pemimpin bangsa. kenapa? karena dunia mereka hanya kampus IPDN, mereka tidak pernah bergaul dengan orang2 yang lebih pandai dari mereka dan tidak pernah diajarkan untuk berdialog secara demokrasi, mereka mengangap dirinya yg terbaik, mereka adalah katak2 dalam tempurung, tidak terbuka dengan kritikan. pemimpin2 yg seperti inilah yg kita punya saat ini, sangat narrow minded, dan tidak pernah tau kalau diluar sana sangat banyak putra putri terbaik bangsa yg mengharumkan nama bangsa, lulusan IPDN hanyalah pencetak orang2 yg haus akan uang di instansti2 pemerintahan, lulusan2 IPDN lah yg membuat negara ini hancur dengan birokrasi yg ribet untuk memudahkan mereka mengeruk keuntungan dari rakyat yg sudah menderita. Lulusan2 IPDN lah yg membuat keterbelakangan indonesia, jika tidak indonesia sudah maju beberapa langkah dari bangsa2 lain. Negara tetangga ( malaysia,salah satu contoh yg nyata ) secara ekonomi melebihi Indonesia padahal negara kita lebih dulu merdeka, kenapa? karena pemimpin2nya tidak lahir dari instansi pendidikan semacam IPDN, mereka lebih mementingkan kesejahteraan masyarakat.
    sedangkan lulusan IPDN diajarkan untuk tahan terhadap cacian dan makian, kenapa? karena dosen2 kalian tau kalian akan dihujat dimasyarakat karena kalian akan merampas hak2 rakyat, masyarakat tidak akan menghujat jika pemimpin2nya benar2 bisa menjadi panutan. Sekarang kalian belum menjadi pemimpin saja sudah bersifat arrogan, bagaimana setelah menjadi pemimpin? kalian mengatakan yang lemah patut mati, itu berarti rakyat adalah lemah dan kalian tidak perlu memikirkan masa depan rakyat, rakyat patut mati dan menderita karena kalian merasa penguasa indonesia yg paling kuat dan berkuasa. pengajaran itu adalah yg diterapkan hitler untuk menindas kaum2 yg lemah. kalian sudah membeberkan sendiri kebodohan hasil pendidikan kalian, kalian bahkan tidak pernah menulis sesuatu yg bijak di sini, kalian malah menyulut kata2 yg semakin menyakiti hati rakyat.

    kasian kalian praja IPDN, moral kalian sudah rusak demi kekuasaan dan uang, kalian sudah tidak diajarkan untuk mengabdi pada masyarakat tetapi diajarkan untuk menjadi diktator di masyarakat yg merampas hak2 kaum yg lemah.
    Jika pemerintah tetap mempertahankan IPDN, Indonesia tidak akan pernah bangun dari keterpurukannya, dan semakin tertinggal jauh oleh negara2 berkembang lainnya.

    IPDN = arrogansi, haus kekuasaan, calon2 penindas kaum lemah.

  83. IPDN Lover

    savitri menganggap sangat cinta dengan negeri ini? how come? untuk mencintai juniornya saja dia belum bisa, bagaima na mungkin mencintai negeri ini.
    Bijaklah dalam berpendapat savitri, buktikan kalau memang kau mencintai negeri ini, dengan cara : menyayangi kaum lemah, bukan menindas kaum lemah

  84. freeMan

    IPDN tidak perlu dibubarkan.. asal sistemnya yang di ubah. Ini perlu waktu dan pengawasan. Wajar jika masyarakat tidak percaya, mengingat sudah 2 kasus kematian dan beberapa kasus lainnya ‘tidak diketahui’. Mungkin bukan hanya di IPDN saja kekerasan bisa terjadi. Kita bisa lihat di runah tangga, di masyarakat atau kampus lain pun pernah jatuh korban.
    Seingat saya, ITB pernah memiliki kasus korban jiwa ketika OSPEK dan pada saat itu, Ketua Mahasiswa nya di DO, walau sang korban meninggal karena lever. Tapi semenjak itu sistem pengenalan kampus pun diperbaiki, sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi. Pendidikan melalui jalan kekerasan sudah tidak jaman. Walau secara biologis kita termasuk golongan hewan, tapi kita memilik kelebihan yang membedakannya.. yaitu Otak dan Hati Nurani.

    Sedikit kutipan tentang membesarkan anak tapi menurut saya ini bisa berguna bagi hubungan antar manusia:

    Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
    Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
    Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
    Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri
    Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
    Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
    Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
    Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan
    Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
    Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
    Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar
    menemukan cinta dalam kehidupan.

    (Dari : Children Learn What They Live : Dorothyy Law Nolte)

    Salam

    +freeMan+

  85. insitemyhead

    Kasihan Bangsa

    Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian
    yang tidak ditenunnya, memakan roti dari gandum yang tidak ia panen, dan
    meminum anggur yang ia tidak memerasnya.

    Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu
    sebagai pahlawan, dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

    Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam
    mimpi-mimpinya ketika tidur, sementara menyerah kepadanya ketika bangun

    Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara
    kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan, tidak sesumbar kecuali di
    reruntuhan, dan tidak memeberontak kecuali ketika lehernya sudah diantara
    pedang dan landasan

    Kasihan bangsa yang negarawannya serigala,
    filosofnya gentong nasi, dan senimannya tukang tambal
    dan tukang tipu.

    Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya
    dengan terompet kehormatan namun
    melepasnya dengan cacian, hanya untuk
    menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.

    Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu
    menghitung tahun-tahun berlalu dan orang orang kuatnya masih dalam gendongan

    Kasihan bangsa yang terpecah-pecah, dan
    masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa.

    (kutipan dari Kahlil Gibran)

  86. halah ora ono entek-e tidak ada kata yang pantas ku ucapkan selain

    D J A N T J O E K ! ! !

  87. kalian jangan mencerca IPDN, sudah biarkan di Negeri ini ada kampus untuk mendidik calon westerling dari pada mencetak para sarjana penganguran, kalo nggak ada IPDN gak seru, jadi enjoy aja

    savitri i love u
    savitri diantjoek raimu …….

  88. Savitri

    UNTUK YANG INGIN IPDN DIBUBARKAN

    IPDN SUDAH PASTI TIDAK AKAN DIBUBARKAN.. Sesuai Keputusan Presiden!

    Kalo mau bubarkan IPDN…ya…bubarkan aja…Emang bisa gitu bubarkan IPDN???
    Bisa Gitu?? Bisa Gitu?? Bisa Gitu?? Bisa Gitu??

    Knapa ngga langsung aja di bubarkan…

    JANGAN HANYA MENGHUJAT!
    HUJATAN DEMI HUJATAN HANYA MEMPERLIHATKAN KEMAMPUAN OTAK YANG DANGKAL

  89. jadi penasaran, gimana sih caranya cuci otak dan doktrin-doktrin ajaib itu dimasukkan ke dalam kepala kalian praja-praja IPDN?
    soalnya kalian bisa begitu yakin kalo kalian yang paling baik (percaya diri berlebihan yang jadi kesombongan atas sesuatu yang nggak jelas parameternya), trus kalian juga yakin ini cara yang paling baik untuk mendidik dan mendisiplinkan diri (dengan pemukulan dan penghinaan dan penganiayaan diluar batas kemanusiaan).

    tapi yang paling mengherankan buat aku, kalian merasa kalian pantas diperlakukan seperti itu, karena nantinya akan jadi pemimpin di masyarakat. well, boleh jadi setelah jadi pemimpin maka kalian akan memperlakukan bawahan dan warga masyarakat dengan cara yang sama seperti yang kalian terima di IPDN?
    *geleng-geleng kepala*

    kalau memang buat pendidikan, mestinya kan ya, lebih banyak belajarnya gitu. tapi kok lebih banyak latihan smack down…

  90. katakbersalin

    udah ipdn gak usah dibubarkan biar bisa mencetakl para pegulat Indonesia terbaik… mudah – mudahan aja bisa ikutan Smack Down !!!

  91. Stop Komment

    Temen2 semua… Anda sudah berhasil dimanfaatkan oleh seseorang yang ‘cerdas’.
    Orang ini adalah emilik blog ini. Dia berhasil membuat sebuah topik atau postingan yang kebetulan sedang hangat untuk dijadikan kontroversi.

    Apa tujuannya?

    Supaya traffic yang masuk ke blog ini meningkat tajam
    Setelah meningkat, efeknya ya blogrank naik, dst…

    Gak usah dikomment. Blogger ini bukan anak IPDN kok… percaya deh!!

    Semakin banyak komment, semakin bagus buat pembuat blog ini. Makanya dia bikin kontroversi.

  92. Stop Komment

    Temen2 semua… Anda sudah berhasil dimanfaatkan oleh seseorang yang ‘cerdas’.
    Orang ini adalah pemilik blog ini. Dia berhasil membuat sebuah topik atau postingan yang kebetulan sedang hangat untuk dijadikan kontroversi.

    Apa tujuannya?

    Supaya traffic yang masuk ke blog ini meningkat tajam
    Setelah meningkat, efeknya ya blogrank naik, dst…

    Gak usah dikomment. Blogger ini bukan anak IPDN kok… percaya deh!!

    Semakin banyak komment, semakin bagus buat pembuat blog ini. Makanya dia bikin kontroversi.

  93. OraUrus....

    Ora uruss…..
    mau asli kek mau palsu kek
    Ora urus….
    yang penting semua pada bajingaaaaannnnnnn
    Jancuk……

  94. nacky

    He….
    Inilah INDONESIA….
    Semuanya KACAU…
    Semuanya Sok SUCI…
    Semuanya kasi KOMENTAR…

    Kemarin Militer di jaman ORDE BARU di hujat,
    Hari ini STPDN di Caci Maki
    Besok SIAPA LAGI yah….

    Jangan Terlalu Seriuslah IPDN mania
    Besok-besok Juga Udah Lupa
    he…

  95. Cho

    Congrats for IPDN

    I’m really proud of your accomplishment. Never thought stupid Indonesian citizen could be round up as Sado Masochism Coruptor in one institution

    Wish you could join me at my rampage in Virginia
    Now I guess I’ll wait for you all IPDN proud man and woman in Hell ( meet me @ 7’th level, that’s where we all get the fun )

    Want to know more about me? http://en.wikipedia.org/wiki/Cho_Seung-hui

  96. OraUrus....

    Heeeee yang pake bahasa inggris neh ga usah ikut campur…
    gathel lu….
    ayo jancuk-jancuk kita terusin hujat menguhujat kita….hahahahahahahahahahah………………………………..

  97. Gile,, ampe dianggep temen ama si Cho,, sama seremnya dong,,!!

  98. savitri

    disini tak ada masyarakat yang bisa diajak diskusi. mereka hanya bisa marah, lontarkan kata jorok, menghujani spam. melelahkan.

    HIDUP IPDN!!! DI KAMPUS GUE BISA DITIDURIN BANYAK SENIOR,TARIF 10 RIBU/JAM KALO HAMIL TINGGAL ABORSI,KALO MATI DI SUNTIK FORMALIN,KALO NGGAK MAU DI PUKULI KITA BISA BAYAR SENIOR,KALO MATI KITA DI SUNTIK FORMALIN,KITA SUKA,SENANG DAN BAHAGIA KALIAN SEMUA NGGAK USAH TERLALU BANYAK BICARA!!

    HIDUP IPDN,KITA ADALAH INSTITUT PEMBUNUHAN DALAM NEGRI—> JADI STOP BICARA PADA KAMI

  99. Salut buat savitri,,!! bisa segitu kekeuhnya ngejaga almamater,,

    btw, itu bagian dari hidup IPDN ampe abis beneran ya??? kalo beneran, waahh,,,

    btw, kalo ga mau denger komentar negatif (minimal di blog ini,,) apus aja blognya,, hehehehehe,,

  100. OraUrus....

    Savitri anak IPDN???
    ngarang lu pada…
    wong dia neh perek yang ada di pinggiran cilegon sana kok…
    kemaren aja sempet ketemu….
    dikasih 20 ribu senengnya minta ampun….
    maklum…dia seringnya kaga dibayar….

  101. Penduduk Jatinangor

    Anak2 ipdn sebagian besar menganggap dirinya paling hebat, paling pinter, paling kere, ngerasa harus dihormati. Tapi dibalik semua itu…mereka sebagian besar bodoh, masa tugas akhir aja cuma copy paste!!!

    Megang mouse aja ga bener, di warnet2 kerjaannya cuma ngebokep. Adalah benar jika Inu membocorkan semua kebobrokan ipdn, kebenaran harus ditegakkan…hancurkan ipdn!!! Kami penduduk jatinangor sudah muak dengan semua pemberitaan ini.

  102. Stop Komment

    Temen2 semua… Anda sudah berhasil dimanfaatkan oleh seseorang yang ‘cerdas’.
    Orang ini adalah pemilik blog ini. Dia berhasil membuat sebuah topik atau postingan yang kebetulan sedang hangat untuk dijadikan kontroversi.

    Apa tujuannya?

    Supaya traffic yang masuk ke blog ini meningkat tajam
    Setelah meningkat, efeknya ya blogrank naik, dst…

    Gak usah dikomment. Blogger ini bukan anak IPDN kok… percaya deh!!

    Semakin banyak komment, semakin bagus buat pembuat blog ini. Makanya dia bikin kontroversi.

  103. bunga_indahsari

    Bunga quote dr :
    Savitri
    Apr 20th, 2007 at 9:02 pm

    SAKIT JIWA???
    BUKAN TAPI KAMI MENGERTI HAL HAL YANG KALIAN TIDAK MENGERTI..!
    DAN KAMI LAKUKAN ITU SEMUA DEMI IBU PERTIWI!
    “KEKERASAN” ITU HANYA ISTILAH PERS…
    YANG KAMI KENAL HANYA ISTILAH “PEMBINAAN” UNTUK MEWUJUDKAN DISIPLIN..
    ANDA TIDAK MENGERTI.. KAMI MENGERTI
    KARENA DI IPDN YANG MASUK ADALAH PUTRA PUTRI TERBAIK INDONESIA..

    Kata bunga :
    Omongan savitri ngingetin gw ama bbrp org yg pr blogger pd kenal d :
    1. Hitler di era 40an dulu ngebantai 5jt yahudi, dia gak mau ngaku kalo “pembantaian”, dia bilang “penertiban”
    2. Slobodan Milosevic th 90an ngebantai ribuan org bosnia gak mo ngaku juga, dia bilang “menjaga stabilitas negara”.
    3. Raymond Westerling th 90an ngebantai 5000 org Bugis ama makasar gak ngaku juga, dia bilang “penataan penduduk.”
    4. Sadam Husain ngegas ribuan org kurdi cm bilang klo dia tuh “menjaga wibawa pemerintahan”
    5. Kaisar Shi Huang Ti dari Dinasty Qin abad 12M ngebantai ribuan rakyatnya yg gak mo dipaksa ngebangun Tembok Cina dgn alasan “melindungi dr bangsa mongol”
    6. Wah bunyak d… tirani yg bersilat lidah untuk “memperhalus” kekerasan yang diperbuatnya.

    Savitri udah ada bakat ngikutin jejak tirani2 itu euy … he he he … salut salut …

  104. (diterjemahkan oleh Ucup Kelik)

    Salam sayang buat rakyat Indonesia,

    Saya sangat bangga dengan adanya IPDN sebagai kampus yang terkenal dan hebat.

    Saya berharap lulusan IPDN mau bergabung dengan US army.

    Kami akan membina kalian untuk diperbantukan dalam operasi pembantaian di Irak dan perang yang segera datang yang akan dilangsungkan di Iran.

    Kami menghargai partisipasi para lulusan IPDN dengan memberikan kewarganegaraan Amerika bagi yang bergabung.

    Salam rindu dari,

    George Bush
    Presiden Amerika Serikat

    NB:
    George Bush dahulu adalah lulusan IPDN juga lho, angkatan 1970 (waktu itu IPDN sudah berdiri kemudian tutup dan selang beberapa tahun berdiri lagi)… makan dari itu sekarang sifatnya keras dan agak Bego

  105. klikharry

    AKU GAK STUJU IPDN DIBUBARIN

    gitu2 kan mereka MADE IN INDONESIA
    PRODUKSI DALAM NEGERI
    so….cintailah produk dalam negeri…ha..ha…
    ntar saya usulin biar sistem pendidikan ini DIPATENKAN oleh pemerintah Indonesia

    Biar klo Gorge Buss mau mencontoh sistem kita… bayar dulu dengan pemerintah indonesia
    sekali lagi… kalo bisa IPDN JANGAN DIBUBARKAN!!!!

    karena ini sudah menjdi budaya langka, sulit dicari, jadi harus dilestarikan

  106. PRAJA

    Emang bisa bubarkan IPDN,
    HEBAT LOEH….
    SOEHARTO AJA BISA TURUN…
    IPDN EMANG BISA DI BUBARKAN
    HANYA MELALUI MAKI-MAKIAN INI..
    HE….
    NGACA DONG KALIAN…
    UNIVERSITAS ANDA BISANYA APA…
    LULUS LANGSUNG NGANGUR, TRUS BUKA2 E-MAIL, TRUS KETEMU DI FORUM INI, TRUS MENGHUJAT…
    MACAM KALIAN YANG MAU BUBARIN
    NGACA DONG…

    MEREKA MEMANG PUTRA-PUTRI TERBAIK BANGSA
    BUKTINYA 36 TEWAS, NGGAK DI BUBARIN…
    HE…

  107. om om … mang ada apaan yah
    cayah mo cekolah esde nanti bica macuk ipdn gak?
    mo jadi menteri nih, kan ntar resufle

  108. muke lu gile

    blog yang aneh. Membela yang salah. Bubarkan aza IPDN dan bubarkan juga blog ini.

  109. h@x

    your IP found. we will arrest you.
    hold on right there, don’t go anywhere.

  110. DarkJustice

    Udah SALAH kok ngotot kepengen bener, benar-benar mental koruptor
    IPDN = Institut Penyamun + Dukun Nyabul
    IPDN = Inti Pendidikan Dalang Nepotisme
    Sadari donk, introspeksi diri, Lo-lo senior IPDN dan Pengasuhnya buta hati ?
    Kalo mo balas dendam jangan ama junior tapi ama senior lo yang udah jadi PNS, culik dan gebukin rame-rame ? Otak lo pade di dengkul ya ?
    Jangan-jangan di IPDN ada pencerahan atheisme jadi ‘gak ngerasa dosa
    ngebunuh para junior-nya.
    Pantes aja lulusan IPDN rata-rata kagak kenal kasihan sama wong cilik yang dagangannya digusur abis atawa diobrak-abrik sama tantrib karena ternyata pejabat tantribnya juga lulusan IPDN.
    Belajar agama kagak sih kok nyiksa + ngebunuh + free sex dianggap wajar, dalam agama itu DOSA bukan wajar. Para oknum pengasuhnya juga wajib diberikan hukuman GANTUNG karena memberikan pengasuhan ala JAHILIYAH !!!
    Katanya Pinter, tapi seorang LMG bisa-bisanya mengatakan Cliff Muntu mati karena penyakit lever, hati-hati tuh lidah kerjaannya nutupin aib yang udah jelas jadi rahasia dunia KENA AZAB ILLAHI baru tahu rasa lo !!!!

  111. Tukul Arwana

    Yo weeeiisss.. kita kembali ke… LAPTOOOOOP..!!

  112. mas boy

    eh eh… jangan di cela terus dong kasian.. ntar pada nangis minta netek sama ibunya semua lhoh… hayoo, gw belain mas mas ipdn nih.. sebenarnya yg ngalukin itu semua adalah oknum dari praja IPDN tapi sayangnya oknum itu ternyata semua prajanya hahahhahahahhahaha

    diar cocote tak sobek sobek mulutmu

  113. PRAJAPANJUL

    IPDN……..?????

    GUE BILANGIN ‘WAAAANNNNNNJEEENGGGGG LO PADE’…..

  114. wisnu wardhana

    lelah, disini tidak ada yang bisa diajak diskusi…. yang ada cuma anak abg yang buta akan nilai kemanusiaan, gak ngerti konsep kekuasaan, dan yang jelas gak puya visi akan hidup mereka….. kasihan……
    seperti terlihat, mereka menulis pandangan mereka ttg dirinya “putra putri terbaik bangsa, kami bukan penjahat kami bermartabat” hahaha iya sih tiap orang boleh MILIH apa yang mereka mau percayain, tp tetep kan yang namanya kenyataan itu ada…… just want to say so sorry if u keep blind your self with that concept, kita masyarakat tetep tau kok seberapa “nilai” dan “kualitas” kalian semua orang-orang IPDN. Gak bisa terima ? wajar kok….. kita juga ngerti kapasitas otak kalian berbanding ego yang setinggi langit, yah semoga siap aja ‘menghadapi’ kenyataan saat keluar dari sana nanti. Wanna keep fooling yourself? it’s up to you guys… hahahahahahaha bye biatch

  115. budineon

    Aneh , emang alumni n keturunan IPDN/STPDN, jelas2 salah kok masih aja menganggap benar, mengeluarkan segudang dalil dan argumen untuk melakukan pembenaran, EMANG SUDAH SEHARUSNYA IPDN BUBAR, hidup kalian hanya bermanfaat hanya untuk sekolompok orang bukan untuk bangsa dan negara ini.

  116. Pacmaners

    tolong teman2 jangan menghujat cuma “siswa2nya” saja.. dimana2 guru kencing berdiri murid kencing berlari… 😉

    = guru2nya culun..muridnya ya super culun… hihi

    what a joke!!!

    ps. mkn ganti jd sekolah stuntman lbh cocok ya?
    mudah2an cepat dibubarkan… (paling tidak potong 2 generasi dan ganti semua pendidiknya–yg terbukti “culun”)

    cheers

  117. IPDNSampah

    Kalian tak lebih dari sampah, sampah yang tak lagi laku untuk dipungut oleh pemulung, tak lagi laku untuk direcycle, tak laku lagi untuk dialih-fungsikan.

    Kalian menjadi siswa di IPDN hanya karena kalian tak memiliki pilihan, di tengah kompetisi global yang mengandalkan kemampuan analisis dan inovasi, kalian hanya mampu menjadi katak dalam tempurung yang tak lebih dari sekadar katak yang menindas kecebong.

    Terbaik adalah sesuatu yang disandangkan oleh orang lain pada kalian, bukan yang secara sepihak kalian akui. Sampah akan senantiasa menjadi sampah sekalipun mengaku-aku sebagai berlian.

    Hahahahahahahah… kalian memang worthless, sebegitu sadar kalian akan ketidak berhargaan kalian, hingga kalian dengan semena-mena menutupi kematian salah seorang dari kalian, dan bahkan hingga sekian waktu berlalu, tetap tak diketahui oleh orang di dunia luar.

    Manusia-manusia busuk yang tak mampu bersaing dengan dunia luar dan melampiaskan frustrasinya pada junior yang notabene belum mengetahui seberapa tak berharga seniornya.

    Hah… sampah…!!!

  118. FOUNDING FATHERS

    IPDN Harus Bubar, kenapa?karena Ia adalah TEMPAT PEMBIBITAN KORUPSI yang tersistem dengan baik dan membudaya.
    Saya percaya banyak dari anda yang berwatak baik, tetapi jika anda tetap disana, perlahan-lahan anda akan tertular.
    BERSAKSI PALSU jelas termasuk DOSA BESAR dalam ISLAM.

  119. Rian

    Cuma mau bilang, salut untuk troll pembuat blog ini. Puas banget dong ya pastinya, bisa membuat semua orang panas dan naik darah di tengah-tengah chaos ini? Hehe.

    Bukan berarti saya menghujat usaha Anda, tapi ‘eksperimen’ ini menarik sekali, dan juga membuktikan bahwa banyak dari netters Indonesia memang cuma bisa berlindung di balik anonymous (termasuk saya) dan cerita porno untuk memaki dan menghujat, tanpa bisa menyatakan pendapatnya dengan kepala dingin.

    Lumayan kok, dapet tontonan seru. Keep wanking, guys!

  120. IPDNSampah

    Saya hanya ingin tahu, jika mereka bisa mengklaim diri mereka sebagai putra-putri terbaik bangsa, apa sih bukti yang sudah mereka tunjukkan?

    Sisi mana dari negara ini yang birokrasinya baik? Sisi mana dari birokrasi negara ini yang telah dimasuki alumni IPDN/STPDN/APDN yang telah membuktikan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat?

    Hahahahahahahha, ingin tertawa saya, bahkan penerima medali emas Olimpiade Fisika kontingen Indonesia pun tak pernah mengklaim diri mereka sebagai “yang terbaik” di antara putra-putri bangsa.

    Atau terbaik dalam hal bela diri? Hehehehehhehehe, saya lihat di youtube kok bukan bela diri ya. Entah yang senior yang tidak tahu diri atau juniornya yang memang pasrah dan bodoh, kedua belah pihak saling mendukung proses terbentuknya orientasi siswa semacam itu.

    – Senior :

    Tidak tahu diri, menindas yang lemah, memanfaatkan posisi untuk kepentingan pribadi, solider dalam hal kesewenang-wenangan.

    – Junior:

    Pasrah, tidak mampu melawan, mau diinjak-injak.

    – Pihak pengajar:

    Tidak peduli dan ikut menutup-nutupi jika terjadi kecelakaan dalam proses inisiasi.

    Dari pihak-pihak yang terlibat di atas, sudah terbukti kalau sekolah dungu ini tak lebih dari tempat sampah. Lebih baik tempat sampah dengan metode pengelolaan sampah primitif ini digantikan dengan tempat sampah yang bisa mendaur ulang sampah masyarakat, bukan melestarikan dan menggemukkan sampah-sampah masyarakat.

  121. Weks !
    Kesijan sekalih ini student2 van IPDN poen. Kitaorang soeda perna bertetangga Van Djatinangor Daroessllam poen ! Ik ingat tempoh ik pigi ka koweorang poenaj kampoes boewat kassie lihat pemeran itoe boekoe Iselam poen. Ik bedoewa samah ik poenaj kawan iang gondrong laennjah….en ik djahadie tatapan mata ratoesan orang…diantara oknuum2 ian gtjepak en poenja badjeo seragam ketat poen, ik dateng dengen dekil van godnrong..! Hahahahhahahah…!

    Perna djoewa kowe orang ngaloeroeg ka UNPAD dengen tiga bis boewat kassie dendem akiebat tempo arie koweorang kala maen voetbal sama ktiaorang poenaj voetbal kloeb Ada satoe oknuum iang ik djahadiekeun sangsak ! Mahap ja poen, aken tapih tiga otobus penoe dengen soldadoe palsoe ? hahahahahahahh….kitaorang larie sahadja poen….:P

    Koeaingdiandjingkeunsiah!

    +++


    hanya manusia kelam yang selalu terpenjara oleh masa lalu
    Tetangga iang bae…

  122. Saya ngak ngerti seluk beluk di dalam IPDN, jadi sy tidak bisa komentar apa-apa. Biarkan IPDN dan instansi yg terkait serta aparat yg berwenang lah yg mencari tahu pokok masalah yang sebenarnya.
    +++

    terima kasih! ini contoh blogger yang dewasa, mandiri dan berwawasan! salut!

  123. Membaca:

    About IPDNmania

    KAMI BUKAN PENJAHAT, KAMI ORANG BERMARTABAT!

    Dari penjuru negeri kami datang menuntut ilmu agar siap menjadi abdi negara yang melayani masyarakat sebaik-baiknya.

    Kami adalah putra putri terpilih, tidak semua orang bisa masuk ke IPDN. Kami putra putri terbaik bangsa Indonesia.

    Maka wajar jika kami dibiayai oleh uang rakyat karena pendidikan bagi orang terbaik sebaiknya memang ditanggung oleh negara dan pemerintah.

    Kami dituntut untuk jadi manusia tangguh lahir dan bathin, tapi masyarakat picik sekarang ini menilai kami sebagai manusia tanggung yang pandir dan bathil hanya karena lagi-lagi ada praja meninggal dalam pembinaan…

    Blog ini dipersembahkan kepada masyarakat Indonesia yang sakit, yang terlalu gampang menghakimi kami, putra-putri terbaik bangsa!

    Diusahakan isinya sederhana tanpa banyak istilah internal yang hanya kami pahami agar supaya mata masyarakat terbuka, tidak menuntut IPDN dibubarkan

    Tanggapan :

    Tulisan diatas sungguh provokatif, sudah tau biaya sekolah anda itu dibiayai oleh uang masyarakat, eh… malah menyebut masyarkat yang sakit. Keterlaluan! Coba bicara melalui bahasa hati… bahasa hati… bahasa hati… Tidak perlu jujur kepada kita, jujur saja kepada diri sendiri… jujur saja kepada diri sendiri… jujur saja kepada diri sendiri…
    +++

    Sudah jadi pengetahuan bersama bahwa masyarakat Indonesia sedang sakit didera oleh krisis multi dimensi, kanapa hanya salahkan kami?

  124. IPDN AKULAH PENDUKUNGMU

    BUAT TEMAN-TEMAN DI IPDN

    SAYA WARGA MASYARAKAT SANGAT MENDUKUNG PEMBINAAN DI KAMPUS IPDN, BANYAK WARGA MASYARAKAT TIDAK MAU TAHU DAN MENGERTI BAHWA PEMBINAAN DI IPDN SANGATLAH BAGUS KARENA DENGAN PEMBINAAN DAN DISIPLIN ALA IPDN, MAKHLUK-MAKHLUK SEPERTI CHO SEUNG HUI MANA MUNGKIN BISA NGEBUNUH 32 ORANG DIKAMPUSNYA SENDIRI DI VIRGINIA TECH. HEHEHHEHEHEHEHEHHEHEHEHE :-)) HIDUP KAMPUS JADI BANGOR MEMBUNUH TANPA PAKAI SENJATA API ATAU TAJAM.

    ORANG-ORANG BISANYA NGERITIK DOANG, CARI SOLUSI YANG KONSTRUKTIF DONG JANGAN CUMA BISA MENGHUJAT, NANTI KALO SALAH SATU ALUMNI STPDN/IPDN JADI PRESIDEN R M (TAU RASA LOE……) KIKIKIKIKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

    WAJARLAH PRAJA IPDN DIBIAYAI NEGARA KARENA NEGARA BUTUH LULUSAN-LULUSAN YANG TAHAN PUKUL DAN TAHAN BANTING KARENA MENURUT RAMALAN 20 S.D 30 TAHUN LAGI KALO KESAMPAIAN CHINA BISA MENJADI NEGARA AGRESOR, SO KALO NGGAK DI DIDIK ALA IPDN BISA-BISA MANA ADA PERLAWANAN DARI RAKYAT INDONESIA BETUL NGGAA WAWKWAKWKKWKAAKWKKAKWKWKWKWKW

    MEDIA MASSA ITU PADA SYIRIK SAMA IPDN KARENA SEKOLAH DI IPDN ITU GRATIS DAN DIGAJI SEDANGKAN PARA INSAN PERS UDAH PANAS-PANASAN, NYEBARIN GOSIP MURAHAN, MINTA-MINTA AMPLOP SAMA PEJABAT, CUMA DIGAJI SENILAI UMR JAKARTA CUCIAN DECH, SI OTONG MAKAN LONTONG “TOOLLLLLLLOOOOOOONGGGGGGGG”

    ++++

    bener sekali, media massa sirik karena kehidupan insan pers itu sebetulnya menyedihkan, mereka hanya bisa bertahan dengan amplop haram!






%d blogger menyukai ini: