KENAPA HARUS BERSEKOLAH DI IPDN?

Banyak masyarakat yang mengaku terdidikdari kelas menengah keatas tak habis pikir mengapa potensi unggul bangsa bersekolah di IPDN yang dulu bernama STPDN dan sebelumnya lagi APDN. Menyedihkan sekali, orang terdidik ttidak paham tapi rakyat awam justru sangat mengerti!

Inilah alasannya!

  1. Harus kuliah
    Di era kemajuan ini orang yang hanya tamat SMA jangan harap bisa dapatkan pekerjaan layak. Orang yang hanya tamat SMA kurang dihargai oleh masyarakat. Maka kami harus kuliah!
  2. Yang penting murah, fasilitas berlimpah
    Setamat SMA kami butuh perguruan tinggi yang murah supaya orangtua tidak terbebani. Sudah jadi kewajiban nagara untuk membiayai kami, putra putri terbaik bangsa. Kami tidak mampu sekolah ke luar negeri untuk dapatkan pendidikan terbaik.
  3. Butuh jaminan pekerjaan
    Kami membutuhkan sekolah yang singkat dan ada jaminan setelah lulus dapat pekerjaan untuk mengembangkan diri dan cari nafkah.
  4. Jadi pegawai negeri masih relevan
    Lowongan yang aman dan nyaman bagi kami adalah pegawai negeri karena lebih terjamin. Tidak ada cerita pegawai negeri kena PHK akibat pemerintah bangkrut. Kami sadar gaji resmi pegawai negeri itu rendah, tapi kami yakin asal tahu caranya maka kami bisa hidup layak bahkan mentereng seperti businessman!
  5. Sebetulnya kami ini intelek
    Orang-orang sombong yang beruntung kuliah di perguruan tinggi melampiaskan kedengkiannya dengan menganggap kami sebagai calon robot dalam industri besar bermama birokrasi. Tahukah anda semua bahwa kami juga belajar seperti mahasiswa? Hanya saja kami tidak suka berdebat tanpa arah. Kami tidak suka diskusi hanya untuk pamer wawasan dan tunjukkan daftar pustaka di ujung lidah karena bagi kami banyak membaca hanya akan menyiksa dan itu bukan jaminan bagi karir kami di masa depan.
  6. Pemerintah adalah pengayom kami
    Kami calon abdi negara, kami butuh pekerjaan dari pemerintah pusat maupun daerah. Maka sebuah kebodohan bila kami sok kritis dan sok idealis ingin membangun sebuah pemerintahan yang bersih, efisien dan berwibawa. Itu bukan tugas kami. Itu tugas para pejabat tinggi dan para cerdik cendekia! Kami menghormati dan menjunjung tinggi pemerintah yang menjadi pengayom kami.
  7. Kami bukan penganjur korupsi
    Secara jujur kami akui bahwa kami paling tidak suka untuk diskusi bagaimana memerangi korupsi karena ternyata batasan korupsi tidak jelas, apa yang secara undang undang dan etika pegawai negeri dilarang ternyata dibiarkan sehingga kami berkesimpulan itu bukan masalah. Kepentingan kami hanya bagaimana hidup sejahtera tanpa harus akhirnya masuk ke penjara, karena bila satu dipenjara maka semua pegawai negeri harus dipenjara juga, apakah tempatnya cukup?
  8. Kami orang beretika, bermoral dan religius
    Tidak ada atheis di antara kami, masing-masing bebas menjalankan ibadah sesuai agamanya. Maka sebuah kebodohan dan kesewenangan bila kami dianggap tidak beretika, tidak bermoral, dan tidak agamis karena kami punya cara pembinaan mental yang tegas, karena tidak pernah menentang korupsi (lihat alasan nomor 7). Masyarakat membebani kami dengan cita-cita naif tentang birokrasi yang bersih dan efisien, dan enak saja mereka mengutip almarhum Nurcholish Madjid yang mempertanyakan klaim diri tentang religiositas bangsa di tengah tingginya tingkat korupsi, padahal itu bukan urusan kami. Masyarakat memang tidak tahu diri, seolah lupa bahwa fasilitas ibadah berbagai agama itu dibangun/disumbang juga oleh pejabat publik yang sering disindir sebagai koruptor. Bisa pergi berhaji dengan biaya sendiri sebagai pegawai negeri (muslim), dari manapun asal muasal rizki, bagi kami adalah urusan pribadi.

  1. hmmmm…….
    pragmatis yaa….

  2. calonorangtenarsedunia

    lha…???
    orang2 ini yg bakal mimpin indonesia???
    kesiannya anak2 gw..
    udahlah, kawan2…
    matibubar aja..

  3. Ternyata hidup kalian memang penuh dalam ketakutan ya.

  4. bukan penganjur korupsi,,

    Yakinn??

  5. dasar go*log *udah ga bisa lagi berkata-kata*

  6. coba baca sekali lagi tulisan anda sendiri ! intinya satu : egois.
    “pemerintah adalah pengayom kami” katanya kuliah, ternyata oon. yg benar tuh rakyat pengayom pemerintah.

    tuh biaya ipdn makan pajak gua dan rakyat lainnya juga, so jgn tengil, nuduh2 yg lainnya iri.

    batasan korupsi tdk jelas ???? bah… diajarin apa aja sih di ipdn ampe ga ngerti ? bah….

    (sekali lagi ah : bah… )

  7. sapto

    *Yang penting murah, fasilitas berlimpah

    Tempat belajar makan uang rakyat

    MUSNAHKAN IPDN !!!

  8. alasannya gak mencerminkan intelektualitas. kalian nggak pantas disebut Mahasiswa! kalian itu preman pasar!
    kesimpulannya: bubarkan IPDN
    gitu aja kok repot

  9. tulisan kalian itu bener bener gag mencerminkan orang intelek!

    apa kalian gag sedih keadaan indonesia yg rusak dan amburadul?
    dan kalian ada penerusnya?

    wuaaaaaaaah… gag kebayang indonesia jadi kaya gimana nanti

  10. tau kata2 yang tepat buat para praja IPDN?

    melacurkan nyawa untuk segepok gaji golongan II a

    BTW
    gw ga yakin yang buat blog ini bner2 orang IPDN, ga mungkin lah kalian punya waktu buat otak-atik blog, mendingan nggebukin junior kan?

  11. Sugeng Rianto

    Setuju dengan Anto….mang ada waktu maen blog2an?! gi dah tuh disuruh kumpul dilapangan sama senior kalian….

  12. Roed

    Kalo mau jadi Praja jadilah Praja Muda karana..

  13. Kalo kampus baik-baik, gak ada yang mati mas !!! jadi pejabat yg gak korup, kalo mati kaya Arif rahman hakim, Munir, dll nah baru hebat .. ini org mati digebukin kaya gitu ..
    Setahu saya yang masuk IPDn ntu, orang sipil yang kepengen jadi tentara trus gak kesampaian… Usul aja nih, IPDN jangan dibubarin trus kalo jadi PNS, masukin di Satuan Polisi Pamong Praja … jangan jadi pejabat

    • anonim

      biarlah kami sendiri yg tahu suka cita di kampus kami,klau kaliann mau menilai lembaga kami coba rasakan dulu betapa sulitnya mencari sesuap nasi disini, kami merasakan semua pahit getir bahkan arti sebagai pamong pegawai yang ikhlas mengabdi walau ujungnya di caci, kami pun sama seperti kalian membayar pajak bahkan kmi ikhlas gaji ditunda berbulan bulan karena mengutamakan anggaran untuk kepentingan publik, pengorbanan kmi mungkin tidak ada harganya di mata kalian, tpi kmi di sini yakin pengorbanan kami ini tidak akan pernah sia sia terimakasih bumi pertiwi yg telah melahirkan kami . ABDI PRAJA DHARMA SATYA NAGARA BHAKTI

  14. Rouza

    Untuk alumni IPDN

    1. Harus kuliah itu salah. Tidak harus kuliah untuk bekerja. Yang dibutuhkan dalam bekerja bukan ijazah! Yah, lain lagi klo mo kerja jadi karyawan… klo mo dagang, perlu ijazah? kagak! Penulis perlu ijazah? kagak! Jadi dokter? Nah itu perlu ijazah… ada yang mau disuntik dokter lulusan SMA? 😀

    2. Kalian menganggap kalian adalah potensi unggul bangsa (lebih baik dari orang2 lain) lalu kenapa kalian tidak bisa mendapat Beasiswa?!?!?! Mengapa putra putri terbaik bangsa tidak bisa belajar di luar negeri? Padahal di luar negeri itu ada banyak sekali beasiswa, jaminan seluruh ongkos hidup lagi.

    3. Semua orang butuh pekerjaan. Kebanyakan orang mencari pekerjaan sendiri dan berjuang untuk mendapatkannya dengan kemampuan sendiri… dan mereka bukan orang-orang terbaik. Mengapa orang-orang yang disebut terbaik tidak mau bersaing dengan orang-orang biasa?

    4. Intinya cari pekerjaan yang aman (ga ada istilah PHK) dan bisa dapat duit banyak asal tahu caranya… bagaimana caranya???

    5. Banyak membaca = menyiksa? … … … benar-benar aneh… mengapa orang yang menyebut dirinya intelek menganggap membaca adalah menyiksa? Membaca adalah suatu proses belajar. Kita belajar dengan membaca buku teks… membaca. Apakah belajar dari banyak buku itu tidak baik? Bukankah semakin banyak buku yang dibaca pengetahuan kita akan suatu hal (dalam hal ini, birokrasi bisa diambil sebagai contoh) akan bertambah dan memudahkan kita dalam bekerja? Isi dari suatu buku belum tentu benar, jadi kita harus membaca banyak buku yang membicarakan hal yang sama, dari berbagai sumber, untuk mendapatkan kebenarannya.

    6. Kalian seharusnya bukan menjadi abdi negara, tapi abdi rakyat karena negara itu adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Rakyatlah pengayom kalian.Jika kalian tidak kritis dan tidak idealis, serta hanya menghormati dan menjunjung tinggi pemerintah… dapat diartikan kalian akan setia terhadap pemerintah walaupun pemerintah itu sudah amat buruk… (penuh KKN misalnya) dan mungkin kalian akan ikut-ikutan menjadi buruk.
    Sudah tugas setiap rakyat untuk “mengurusi” pemerintahan yang tidak baik.

    7. Secara UU dan etika dilarang… bukankah itu sudah jelas? Jika dibiarkan itu bukan berarti tidak jelas… namun ada suatu masalah BESAR yang aad di negara ini… dan kalian berkesimpulan itu bukan masalah… salah, itu adalah suatu masalah yang amat besar.
    “Kepentingan kami hanya bagaimana hidup sejahtera tanpa harus akhirnya masuk ke penjara, karena bila satu dipenjara maka semua pegawai negeri harus dipenjara juga, apakah tempatnya cukup?”
    Kalimat ini menunjukkan bahwa kalian egois dan tidak memikirkan kepentingan rakyat. Selain tu, ada juga yang namanya tahanan rumah.

    8. Menjalankan ibadah tidak dapat langsung membuat anda beretika, bermoral, dan religius. Hal itu bahkan bisa jadi hanya suatu kebiasaan… atau yang menjalankannya tidak mengerti apa yang sedang dilakukannya. Masyarakat menginginkan birokrasi yang bersih dan efisien, karena saat ini birokrasi terlalu kotor dam amat tidak efisien… memang bersih total itu mustahil… tapi menjadi negara yang banyak koruptor itu juga hal yang konyol. Kalian tidak menentang korupsi… artinya kalian tidak melawan korupsi… apakah maksudnya kalian tidak melaporkan orang yang korupsi?
    Masalah rakyat adalah masalah kalian… karena kalian termasuk rakyat negara ini. Atau… apakah kalian tidak merasa sebagai bagian dari rakyat Indonesia?

    Masyarakat tahu diri, tidak seperti apa yang anda tulis di bagian akhir alasan ke-delapan anda. Fasilitas ibadah memang dibangun dan disumbang oleh pejabat yang kata anda sering disindir sebagai koruptor. Namun, mengambil uang yang bukan hak miliknya… apakah merupakan hal yang benar? Uang itu adalah uang rakyat… jadi sudah wajar jika kalian menggunakannya untuk kepentingan rakyat. Jika uang itu digunakan untuk pribadi, maka… namanya mencuri uang rakyat, korupsi.

    “Bisa pergi berhaji dengan biaya sendiri sebagai pegawai negeri (muslim), dari manapun asal muasal rizki, bagi kami adalah urusan pribadi.”
    Itu memang urusan pribadi dan tidak sepantasnya kita mengurusi, menggosipi hal tersebut. Lain lagi jika rizki itu tidak halal… hal itu harus ditindak sesuai dengan hukum yang benar.

    Selain itu, jika tidak halal… balasan di neraka amat kejam… para iblis yang tidak menghargai manusia itu akan membunuh para pendosa berkali-kali… sementara mereka tidak bisa mati lagi karena mereka sudah berada di neraka. Rasa siksaan itu sungguhlah hebat dan panas dari api neraka jauh lebih panas dari panas yang bisa dirasakan manusia selama ia hidup. Di neraka, manusia tidak lebih dari mainan para malaikat jatuh itu.

  15. seperti yang antobilang :
    “BTW
    gw ga yakin yang buat blog ini bner2 orang IPDN, ga mungkin lah kalian punya waktu buat otak-atik blog, mendingan nggebukin junior kan?”

    salutlah pokoknya ama yang buat blog,,,, 😉 logikanya ok! tulisannya mantap….
    buktinya jadi banyak perdebatan kan 😀

    lanjuuuuuuuuut…….

  16. Sebetulnya kami ini intelek
    Orang-orang sombong yang beruntung kuliah di perguruan tinggi melampiaskan kedengkiannya dengan menganggap kami sebagai calon robot dalam industri besar bermama birokrasi. Tahukah anda semua bahwa kami juga belajar seperti mahasiswa? Hanya saja kami tidak suka berdebat tanpa arah. Kami tidak suka diskusi hanya untuk pamer wawasan dan tunjukkan daftar pustaka di ujung lidah karena bagi kami banyak membaca hanya akan menyiksa dan itu bukan jaminan bagi karir kami di masa depan.

    Well….. tidak suka berdebat tapi suka maen pukul, intelek abis bro.

  17. KENAPA HARUS BERSEKOLAH DI IPDN?

    Banyak masyarakat yang mengaku terdidik dari kelas menengah keatas tak habis pikir mengapa potensi unggul bangsa bersekolah di IPDN yang dulu bernama STPDN dan sebelumnya lagi APDN. Menyedihkan sekali, orang terdidik tidak paham tapi rakyat awam justru sangat mengerti!

    Inilah alasannya!

    1. Harus kuliah
    Kita memang harus kuliah untuk bisa kerja..tapi kerja itu apa harus kuliah?Bill Gates aja kaya padahal drop out Kuliah…Tapi tekun dan kreatif…Kalian?Huhhh pengemisss…gaji tanpa nurani
    2. Yang penting murah, fasilitas berlimpah
    Tuhhh kan…mental Pengemiss…
    3. Butuh jaminan pekerjaan
    Hahahahaha..mo kerja?ya usaha dunkkk…jangan maen pukull
    4. Jadi pegawai negeri masih relevan
    terserahhh..katanya tahan banting dan berani diperbandingkan dalam dunia yg keras..nah..loh kok maunya maen aman?Huuuu waguuuuu…
    5. Sebetulnya kami ini intelek
    Tahukah anda semua bahwa kami juga belajar seperti mahasiswa? Gak tahuuu…Hanya saja kami tidak suka berdebat tanpa arah…ya jelas lidahnya aja koplo… Kami tidak suka diskusi hanya untuk pamer wawasan dan tunjukkan daftar pustaka di ujung lidah karena bagi kami banyak membaca hanya akan menyiksa dan itu bukan jaminan bagi karir kami di masa depan.

    Hahahaha…ingatlah..kalian kan muslim..Al Quran aja memerintahkan kita…dalam surat Al Qalam..Iqraa…bacalah…

    6. Pemerintah adalah pengayom kami
    a. Itu bukan tugas kami. Itu tugas para pejabat tinggi dan para cerdik cendekia! Kami menghormati dan menjunjung tinggi pemerintah yang menjadi pengayom kami.

    Memang benarr..sebab para cerdik cendekia adalahh..orang-orang pilihan yg menghargai nyawa manusia. Mereka terlahir cerdas, humanis, dan berjiwa kerakyatan..banyak yg bergelar doktor pa lagi proffesor…sebab mereka bukan lulusan stpdn..jarang lulusan stpdn
    mau memberontak atasan.karena debat aja kalah, ntar malah dipecat dengan tidak hormat.

    7. Kami bukan penganjur korupsi
    tapi pelaku korupsi.Korupsi wewenang, korupsi kekuasaan, korupsi kekuatan, korupsi kata-kata, korupsi gaji.Masih banyak tempat untuk kalian.Bila penjara tidak tertampung, nanti populasi
    penjara akan menurun dengan sendirinya. karena Penjara itu tempatnya sama denangan di stpdn. Siapa yg kuat dialah yg menang.

    8. Kami orang beretika, bermoral dan religius

    Mbahmuuuu…!!! jika mengaku religius, kenapa menghalalkan darah di atas permukaan bumi? jika anda beretika, kenapa bicaranya ngawur dan tidak mendidik..bahkan kesannya mencaci maki…Jika anda bermoral..kenapa tidak intropeksi diri, menyadari kesalahan sendiri, kontemplasi dan berjiwa besar..bila di kampus kalian itu memang ada pembunuhan?…MALU AKU JADI ORANG INDONESIA…(Taufik Ismail..)

  18. KENAPA HARUS BERSEKOLAH DI IPDN?

    Banyak masyarakat yang mengaku terdidik dari kelas menengah keatas tak habis pikir mengapa potensi unggul bangsa bersekolah di IPDN yang dulu bernama STPDN dan sebelumnya lagi APDN. Menyedihkan sekali, orang terdidik tidak paham tapi rakyat awam justru sangat mengerti!

    Inilah alasannya!

    1. Harus kuliah
    Kita memang harus kuliah untuk bisa kerja..tapi kerja itu apa harus kuliah?Bill Gates aja kaya padahal drop out Kuliah…Tapi tekun dan kreatif…Kalian?Huhhh pengemisss…gaji tanpa nurani
    2. Yang penting murah, fasilitas berlimpah
    Tuhhh kan…mental Pengemiss…
    3. Butuh jaminan pekerjaan
    Hahahahaha..mo kerja?ya usaha dunkkk…jangan maen pukull
    4. Jadi pegawai negeri masih relevan
    terserahhh..katanya tahan banting dan berani diperbandingkan dalam dunia yg keras..nah..loh kok maunya maen aman?Huuuu waguuuuu…
    5. Sebetulnya kami ini intelek
    Tahukah anda semua bahwa kami juga belajar seperti mahasiswa? Gak tahuuu…Hanya saja kami tidak suka berdebat tanpa arah…ya jelas lidahnya aja koplo… Kami tidak suka diskusi hanya untuk pamer wawasan dan tunjukkan daftar pustaka di ujung lidah karena bagi kami banyak membaca hanya akan menyiksa dan itu bukan jaminan bagi karir kami di masa depan.

    Hahahaha…ingatlah..kalian kan muslim..Al Quran aja memerintahkan kita…dalam surat Al Alaq…Iqraa…bacalah…

    6. Pemerintah adalah pengayom kami
    a. Itu bukan tugas kami. Itu tugas para pejabat tinggi dan para cerdik cendekia! Kami menghormati dan menjunjung tinggi pemerintah yang menjadi pengayom kami.

    Memang benarr..sebab para cerdik cendekia adalahh..orang-orang pilihan yg menghargai nyawa manusia. Mereka terlahir cerdas, humanis, dan berjiwa kerakyatan..banyak yg bergelar doktor pa lagi proffesor…sebab mereka bukan lulusan stpdn..jarang lulusan stpdn
    mau memberontak atasan.karena debat aja kalah, ntar malah dipecat dengan tidak hormat.

    7. Kami bukan penganjur korupsi
    tapi pelaku korupsi.Korupsi wewenang, korupsi kekuasaan, korupsi kekuatan, korupsi kata-kata, korupsi gaji.Masih banyak tempat untuk kalian.Bila penjara tidak tertampung, nanti populasi
    penjara akan menurun dengan sendirinya. karena Penjara itu tempatnya sama denangan di stpdn. Siapa yg kuat dialah yg menang.

    8. Kami orang beretika, bermoral dan religius

    Mbahmuuuu…!!! jika mengaku religius, kenapa menghalalkan darah di atas permukaan bumi? jika anda beretika, kenapa bicaranya ngawur dan tidak mendidik..bahkan kesannya mencaci maki…Jika anda bermoral..kenapa tidak intropeksi diri, menyadari kesalahan sendiri, kontemplasi dan berjiwa besar..bila di kampus kalian itu memang ada pembunuhan?…MALU AKU JADI ORANG INDONESIA…(Taufik Ismail..)

  19. Waduuhhh maaf buat temen2..karena saya saking emosinya jd salah menuliskan surat …Iqraa… itu adalah awal dari surat Al ‘Alaq…bukan surat Al Qalam…harap maklum…terima kasihh…
    saran dan kritik dari teman2 akan menjadi hikmah bagi aya untuk tidak terulang kembali.

  20. Nyahaha…! Gua sih gak termasuk yang lantang membubarkan IPDN yah… soalnya gua masih berharap ada banyak praja yang baik. Tapi kayaknya yang punya blog ini gak termasuk yang baik deh… =P

  21. Udahlah, ga usah debat, bubarkan aja!! betul??

  22. kalo ini bener2 situsnya ipdn, duh kaciaaaan deh kalian, alasannya ga intelektual banget…PANTES!
    keliatan banget begonya…

    bubar..bubar!!

  23. # Yang penting murah, fasilitas berlimpah
    Setamat SMA kami butuh perguruan tinggi yang murah supaya orangtua tidak terbebani. Sudah jadi kewajiban nagara untuk membiayai kami, putra putri terbaik bangsa. Kami tidak mampu sekolah ke luar negeri untuk dapatkan pendidikan terbaik.

    # Butuh jaminan pekerjaan
    Kami membutuhkan sekolah yang singkat dan ada jaminan setelah lulus dapat pekerjaan untuk mengembangkan diri dan cari nafkah.

    —————————
    Bukti bahwa kalian bukan orang yang kompetitif … LAKNAT ~!

  24. yang punya blog nih mana?
    kok hanya berani menebar benih tapa mau menuai hasilnya?
    sepertinya benar yang dikatakan @antobilng, ini blog bukan buatan anak IPDN, soalnya gak pernah memberikan tanggapan balik

  25. triawanprabowo

    sok militer….

  26. semua nya pada salahnya, yg satu berlagak pahlawan, yg satu menghakimi
    kalau pengen indonesia maju itu bersama bersatu

  27. Si Unyil

    Kamu bangga pada diri sendiri…
    sayangnya masyarakat Indonesia gak bangga sama kalian
    Apa seh emangnya prestasimu yang sudah kau tunjukkan untuk Indonesia… ???
    Masih bangga sama Anggun C Sasmi daripada belagu2 kayak kalian

  28. uu

    adoohh kalian ini ga ngerti apa apa tentang sekolah ini kok sok tau banget sih ,judge judge seenaknya, harusnya kalian menyemangati mereka yg sedang berbenah diri menjadi lebih baik, lagi pula kampus ini di butuhkan negara, main bubar2 aja, emang lu semua siapa ? paling cuman rakyat yg ga berpendidikan yg taunya cuman negatif doang, emang orang tua kalian ga ngajarin lu semua yaa tentang memaafkan kesalahan, ahh aku yakin ipdn sekarang lebih baik dari yang sebelumnya, thanks

  1. 1 Surat Cinta untuk Praja IPDN « SENYUM itu SEHAT

    […] IPDN yang beretika Cobalah memahami sesungguhnya kami semua rakyat Indonesia “ngeri” dan “sedih”, kami […]




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: