Time and eternity

Afraid? Of whom am I afraid?
Not death; for who is he?
The porter of my father’s lodge
As much abasheth me.
Of life? ‘T were odd I fear a thing
That comprehendeth me
In one or more existences
At Deity’s decree.
Of resurrection? Is the east
Afraid to trust the morn
With her fastidious forehead?
As soon impeach my crown!

(Emily Dickinson)

Life

To fight aloud is very brave,
But gallanter, I know,
Who charge within the bosom,
The cavalry of woe.Who win, and nations do not see,
Who fall, and none observe,
Whose dying eyes no country
Regards with patriot love.

We trust, in plumed procession,
For such the angels go,
Rank after rank, with even feet
And uniforms of snow.

(Emily Dickinson)

matematika sederhana

jikalau sebuah kampus dinamakan sebagai
perguruan pembunuh
perguruan pembantaimaka
semua
civitas academica
akan habis
tiada tersisa

tidak semua orang bisa berhitung dengan baik meskipun sudah meraih gelar sarjana

alangkah menyedihkannya indonesiaku tercinta

kuingat kata orang yang aku hormati sejak kecil…

kelak ketika kemudian tegakkan kebenaran
ingin luruskan kesalah pahaman
bersiaplah menuai cacian makian umpatan

mereka hanya mendengar
tidak melihat tidak alami sendiri
mereka hanya korban hasutan
tak sempat untuk heningkan diri

akal sehat
kebijaksanaan k
edewasaan
harus dibangun bersama
hanya yang berjiwa pemimpin sejati yang siap ambil resiko pahit
dihina dinista
bahkan dibinatangkan

tabahlah
hadapilah
tenanglah
dengan tawakal penuh syukurmu
lama kelamaan mereka akan sadar
bahwa dunia dan kebenaran bukan mutlak miliknya

hati berbulu
mata gelap
adalah penjaga ladang kebencian
diatasnya tumbuh pohon pohon kesumat
angin
hujan
panas
akan menghabisi mereka

biarlah waktu yang akan menemani siapapun yang yakin akan kebenaran

kuingat adegan di film itu…

dendam kesumat tidak bisa bangunkan orang mati
tugas yang masih hidup untuk cegahkan kematian yang sia-sia

marah dan memaki bukan solusi untuk selamatkan ipdn mengingat ipdn adalah milik masyarakat.

yang lebih utama adalah berpikir dengan jernih, tenang dan matang setelah emosi meluap luap itu tersalurkan

marilah saudaraku…
kita lihat kedepan, tinggalkan yang belakang… karena kehidupan adalah masa depan, masalalu hanya jejak pengalaman berharga…..

kita cari solusi yang bijaksana agar supaya ipdn tetap menjadi perguruan tinggi kawah candra di muka bagi para calon abdi negara yang juga abdi masyarakat.

marilah saudaraku…
haruskah gara gara nila setitik segelintir oknum lantas adik adik kami yakni para praja yang masih disana dan anak anak bangsa yang ingin jadi praja tersisihkan nasibnya…????

saudaraku….
hanya dengan berpikir jernih dan dewasa kita dapat selamatkan segenap komponen bangsa agar terhindar dari perpecahan dan adu domba….

surat dari pelosok

gue telat dapet kompas soalnya daerah kepencil, tapi sempet baca online… nah yang gue nggak terima tuh waktu liat cetaknya dohhhh soal photo soalnya di internet nggak ada photonya!

tega bener bandingin almamater kita ama universitas pelita harapan yang jelas buat anak2 tajir. topiknya soal disiplin tanpa kekerasan yang okay deh gue sependapat tapi kenapa pakai photo uph karawaci?

kayaknya makin jelas kebaca deh semua agenda ini… supaya ipdn dibubarin lantas lowongan depdagri buat semua orang trus anak2 orang kaya dari univ keren pada masuk soalnya duit kan bukan soal buat mereka. dengan menguasai instansi pemerintah mereka akan lancar dalam sepak terjang bisnisnya

ini sama aja kompas jadi kaki tangan kaum liberal dengan seolah2 tunjukin bukti perguruan tinggi disiplin selaen ipdn tuh ada… pantes dilirik gitu loh đŸ˜¦

dengan bungkus kebebasan pers dalam era reformasi kompas udah mulai menggiring public opinion secara sesat… intinya anti ipdn!!!

gue nggak mau kepancing ngomongin soal sensitif tapi tahu sendirilah univ tajir buat siapa…. beda ama kita yang sama2 anak rakyat senasib sependeritaan dengan kesamaan cita2 perbaiki nasib keluarga & bangsa!

surat dari bunga kampus masa kuliah…

ini cobaan berat, kita harus tabah dan tengadah dada menghadapinya. akhirnya waktu jualah yang kan buktikan tak semua alumni busuk sesat, tak semua alumni bekas tukang pukul, tak semua alumni bejat…

karena itulah tulislah terus, tulis, dan tulis… lawanlah opini sesat mereka karena sesungguhnya mereka hanya korban daripada para pembentuk opini yang menguasai mass media demi agenda mereka sendiri…

sebuah surat dari daerah yang sedang tumbuh pesat…

jadi apa maunya orang2 itu? aku ngeliatnya spy almamater dibubarin dan adik2 kita nggak dapet kerjaan supaya lowongan yg mustinya buat kita bisa mereka ambil alih. membungkus ambisi dengan mengatasnamakan moral dan rakyat bukan hal baru khan… permainan kelas eceran!!!
kenapa anak stm tawuran nggak diphoto lalu dipasang di koran tapi senior kita yang sudah divonis hrs menjalani pidana untuk kedua kalinya lewat berita, photo mereka dipasang di koran dan ditayangkan di tv, jelas terlihat ada agenda besar dibalik ini semua yaitu menciptakan krisis kepercayaan pada pemerintah, presiden sby kena fait accompli supaya ambil keputusan salah

dari ribuan alumni cuma beberapa yang bertindak jauh tapi arah meriam orang2 itu ditujukan ke kita semua tanpa pandang bulu seakan kita semua pembunuh keji

waspadai sisa2 komunisme yang suka akan adu domba dan pecah belah antar golongan dalam masyarakat! waspadai petualang2 politik yang halalkan segala cara!!!

Diskusi di SMS:

d: gw sedih. smp kpn hujatan ini nimpe qta?

me: ga ada yg tau. smp almamtr dibubarin tetep sj mrk cerca qta

d: apa mrk itu org2 suci?

me: mana gw tau?

Dinda,

Kutuliskan galau kami disini. Alangkah murahnya amarah di negeri ini. Kita ingat kata kakek almarhum,

“Jikalau kau merasa bukan penjahat, jangan meniru gunakan bahasa penjahat. Jikalau kau menduduh orang lain jahat, tapi kau gunakan seluruh isi kamus penjahat maka kau tiada beda dari mereka…”

Semua tanggapan yang ada disini seperti menjawab kegalauan kakek nan bijaksana itu. Jika kita memanglah penjahat tidak adalah sapa tegur pengingat yang lembut agar supaya kita segera dapatkan bukti bahwa mereka memang berbedadari kita, lebih baik daripada kita?

Memaki menyumpah mengancam bikin sate, ah alangkah mudahnya itu terucap tanpa mau tahu masalah yang sebenarnya…

Di negeri tercinta ini yang penting adalah marah duluan karena marah itu gratis tidak bayar, semua orang bisa, Dinda

« Laman SebelumnyaLaman Berikutnya »